Keindahan Bahan Kain Tenun - Eksplorasi dan Kreativitas dalam Kerajinan Sulam dan DIY
Mengenal Kain Tenun Indonesia
Negara-negara yang banyak memberi pengaruh pada tenunan Indonesia seperti India, Persia, Cina, Eropa, Vietnam, Myanmar, dan Thailand.
Pada prasasti Karang Tengah tahun 847 terdapat tulisan “putih hlai 1 (satu) kalambi”artinya adalah kian putih satu helai dan baju. Pada prasasti Baru tahun 1034 M disebut kata “Pawdikan”artinya pembatik atau penenun.
Pada prasasti Cane tahun 1021 M dan prasasti dari Singosari tahun 929 M terdapat istilah “Makapas”atau“Madagang Kapas”.
Dalam sebuah cerita rakyat Sang Kuriang, disebutkan bahwa seorang tokoh penting yaitu Dayang Sumbi yang pekerjaannya sehari-hari adalah menenun.
Dan petunjuk satu lagi yang memperkuat soal menenun di Indonesia adalah terdapat relief “wanita sedang menenun” di pahatan umpak batu pada abad 14 di daerah Trowulan (Museum Trowulan. Jawa Timur)
Daun sirih
Daun sirih dikenal sebagai tumbuhan yang mengandung antiseptik. Biasanya digunakan sebagai campuran bahan pembuatan produk rumah tangga seperti sabun, pasta gigi dan lainnya. daun sirih pada masyarakat zaman dahulu digunakan untuk membersihkan gigi atau disebut nginang oleh orang Jawa.
Pewarna bahan yang menentukan kecantikan motif kain tenun. Zat pewarna ini kelompokkan menjadi dua, yakni pewarna alami dan pewarna sintesis. Pewarna alami biasanya menggunakan bahan bahan dari tumbuhan, sayur, buah dan benda alami lain. Misalnya jika ingin menambahkan warna hijau bisa menggunakan daun pandan atau daun suji. Penggunaan pewarna alami ini sangat aman tentunya.
Berbeda dengan bahan pewarna sintetis yang di buat dari bahan kimiawi. Namun penggunaan bahan sintetis ini lebih efisien. Hanya dengan meneteskan sedikit zat warna, larutan air akan otomatis berubah dengan warna pekat. Harga pewarna tekstil di pasaran juga sangat murah. Beberapa jenisnya seperti naptol, benzene, rhodamin B dan sebagainya.
Itulah pembahasan mengenai beberapa bahan dasar pembuatan kain tenun yang dapat anda ketahui. Beberapa bahan diatas selalu dibutuhkan untuk melangsungkan proses menenun. Terutama adalah benang yang menjadi bahan utamanya. Beberapa bahan dibawahnya menjadi bahan pendukung untuk menambah sifat lain pada tekstur kain.
Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia
diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)
| Jenis kain tenun | Asal daerah |
| Kain tenun Sambas | Kalimantan Barat |
| Kain tenun Donggala | Sulawesi Tengah |
| Kain tenun Gringsing | Bali |
| Kain Hinggi | Nusa Tenggara Timur |
| Kain tenun Toraja | Sulawesi Selatan |
| Kain tenun songket Sukarara | Nusa Tenggara Barat |
| Kain songket Palembang | Sumatera Selatan |
| Kain tapis | Lampung |
| Kain tenun Ulos | Sumatera Utara |
| Kain songket Minangkabau | Sumatera Barat |
| Kain tenun Troso Jepara | Jawa Tengah |
| Kain tentun Doyo | Kalimantan Timur |
Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola
Tags: bahan tenun