... 5 Bahan Kemasan Kerajinan Populer untuk Proyek DIY Anda

Bahan Kemasan Utama untuk Kerajinan Tangan dan DIY

5 Tips Memilih Kemasan produk kerajinan

Untuk anda para pelaku usaha kerajinan, pasti tidak hanya di tuntut untuk menciptakan sebuah produk yang kreatif. Namun anda juga diminta untuk membuat kemasan produk kerajinan anda juga memiliki nilai jual tersendiri dimata para calon konsumen.

Dengan menggabungkan hasil handcraft atau kerajinan tangan anda dengan kemasan produk kerajinan yang menarik, dijamin banyak orang yang penasaran dengan hasil karya anda untuk membelinya.

Namun kembali lagi, untuk membuat kemasan produk ini bukan perkara mudah karena anda harus benar-benar menyeimbangkan berbagai faktor. Jangan sampai kemasan tersebut lebih menarik dibandingkan dengan produk anda, begitupun sebaliknya jangan sampai produk kerajinan anda yang sangat bagus memiliki kemasan biasa saja.

Nah berikut ini ada beberapa tips memiliki kemasan produk yang bisa anda coba terapkan nantinya. Ulasan ini tidak meminta anda mengikuti seluruh stepnya, namun lebih memberikan referensi bagaimana cara membuat desain kemasan yang baik dan menarik.

1. Pakai Desain Sederhana

Tips memilih kemasan produk kerajinan yang pertama perlu anda lakukan adalah menggunakan desain sederhana. Jangan membuat kemasan yang rumit dengan tujuan menarik perhatian, yang ada konsumen malah bingung dengan produk yang anda jual.

Desain sederhana yang dimaksud ini adalah, buat kemasan yang memudahkan konsumen membawa produk anda. Meskipun terkesan sederhana namun tetap harus membuatnya terlihat unik juga ya

2. Gunakan Gambar yang Menarik

Perlu anda ketahui, jika orang Indonesia ini cenderung lebih mudah menerima sesuatu yang berasal dari segi visual, tentu ini menjadi salah satu kesempatan menarik jika target market anda adalah konsumen lokal saja.

Untuk tips kemasan produk kerajinan selanjutnya ini anda bisa coba memakai gambar yang menarik untuk konsumen. Gambarnya ini tidak harus ada kaitanya dengan produk yang anda jual, solusinya anda bisa memakai gambar lucu maupun karikatur menarik yang secara tidak langsung masih menggambarkan produk yang anda jual.

Jenis Bahan Kemasan Produk

Mengingat masalah material bungkus produk perlu diperhatikan dengan seksama. Maka kenali dulu jenis material yang umum dan baik digunakan untuk mengemas produk. Beberapa jenis material yang direkomendasikan adalah:

Kemasan kertas

Jenis bahan kemasan pertama yang digunakan untuk mengemas produk adalah kertas food grade. Umumnya material kertas ini digunakan untuk mengemas produk bubuk. Warna kemasan kertas Kraft adalah coklat. Logo dan informasi produk tertera pada label kemasan yang dicetak dan ditempel di atas kertas tersebut.

Meski tidak bisa melindungi kualitas produk secara maksimal, namun kemasan ini bersifat ramah lingkungan. Pasalnya, material kertas mudah terurai secara alami. Tidak seperti plastik, styrofoam maupun material kemasan lain yang sulit untuk diurai oleh mikroorganisme.

Jenis material yang juga cukup sering digunakan untuk mengemas produk makanan ringan (snack) adalah kertas. Untuk mengemas makanan sebaiknya gunakan material kemasan kertas yang food grade.

Dilansir dari laman cyymc.com, Ada 4 jenis kertas yang sering digunakan untuk mengemas snack, yaitu:

  • kraft paper
  • coated paper
  • white cardboard
  • offset paper

Setiap jenis kertas memiliki kekakuan, kelenturan dan estetika yang berbeda. Sesuaikanlah produk anda dengan jenis kertas dan branding yang ingin anda angkat.

Kemasan plastik

Jenis material kemasan kedua yang kerap digunakan untuk mengemas produk adalah plastik transparan. Alasan menggunakan plastik adalah:

  • mudah didapatkan
  • harganya murah
  • proses pengemasan mudah
  • daya tahannya kuat, bahkan bisa bertahan sampai tahunan. Resiko kerusakannya kecil karena tidak mudah sobek.
  • bobotnya ringan sehingga mudah dibawa kemana-mana.

Fungsi Kemasan Produk

Kemasan produk bukanlah hanya sekedar pembungkus produk, akan tetapi memiliki fungsi yang jauh lebih luas dari itu. Menurut Kotler (dalam Firmansyah, 2022, hlm. 179) terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, fungsi-fungsi kemasan produk tersebut di antarnya adalah sebagai berikut.

  1. Self service.
    Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, di mana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung produk.
  2. Consumer offluence.
    Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
  3. Company and brand image.
    Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.
  4. Inovational opportunity.
    Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi keuntungan bagi produsen.

Sementara itu, menurut Simamora (2007, dalam Firmansyah, 2019, hlm. 179) pengemasan produk mempunyai dua fungsi utama, yaitu sebagai berikut.

  1. Fungsi Protektif.
    Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.
  2. Fungsi Promosional.
    Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosi. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.

Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut:

Peranan Kemasan bagi Produk

Representasi produk yang dikemas

Kemasan bagian terluar yang langsung dilihat oleh konsumen sebelum melihat isinya. Umumnya, tampilan kemasan luar ini merepresentasikan kualitas produk yang ada di dalamnya meskipun tidak sepenuhnya benar.

Untuk menunjukkan kualitas produk, maka anda perlu mendesain kemasannya sedemikian rupa. Jika desain kemasan itu menarik, maka masyarakat pun makin berminat untuk membelinya.

Mempengaruhi angka penjualan

Hubungan antara bahan kemasan dengan desainnya cukup erat. Kombinasi yang tepat dari keduanya bisa mempengaruhi omzet penjualan. Jika desain kemasan kurang menarik tapi bahan kemasnya berkualitas bagus, maka produk akan terlindungi dengan baik. Namun, desain kemasan yang bagus tapi kualitas bahan kemasnya jelek, maka bisa menarik minat pembeli untuk membelinya.

Perkembangan teknologi packaging memunculkan inovasi baru terhadap desain dan material kemasan. Teknologi tersebut memudahkan produsen dan penjual produk untuk membuat desain kemasan yang eye catching.

Kesesuaian antara desain kemasan, bahan kemas, dan branding adalah kunci sukses dalam bisnis, baik B2B, B2C maupun B2G.

Untuk kemasan produk berkualitas, silahkan hubungi twinpackindonesia.com. Tersedia aneka ragam kemasan standing pouch, gusset, flat bottom dengan bahan aluminium, plastik dan kraft paper

Related Posts

3 Faktor Penting dalam Desain Produk Pendahuluan yang Harus Dicantumkan Dalam artikel ini, Sekolah Desain akan menjelaskan tiga faktor penting dalam desain produk pendahuluan, yang…

6 Fungsi Kemasan yang Jarang Diketahui Orang, Bukan Hanya Buat Estetika Semata Inilah beberapa fungsi kemasan yang jarang diketahui oleh orang-orang. Apakah kamu termasuk?

12 Warna Jilbab yang Cocok untuk Biru Denim Dalam artikel ini, kami akan menguraikan beberapa pilihan warna jilbab yang cocok untuk biru denim

15 Warna Baju yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang dan Gemuk Berikut adalah 15 warna baju yang cocok untuk kulit sawo matang dan gemuk, beserta nuansa…

9 Bahan yang Bisa Digunakan untuk Membuat Karya Seni Kolase Buat kamu yang tengah mencari apa saja jenis bahan yang bisa digunakan untuk membuat karya…


Tags: kerajinan bahan yang adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia