... Bahan Pembuatan Benang untuk Kerajinan Tangan DIY: Panduan Lengkap

Bahan Pembuatan Benang - Materi Dasar dan Prosesnya

Karakteristik Kain Polyester

Dalam pengertian kain polyester di atas tadi sudah dijelaskan beberapa hal tentang kain ini. Namun, penjelasan tadi mungkin masih membingunkan jika dihadapkan dengan beberapa lembar jenis kain untuk membedakannya. Supaya bertambah paham pengetahuan tentang kain polyester, maka di bawah ini akan kami jelaskan beberapa karakteristik kain ini.

Serat Kain Lentur

Kain memiliki karakteristik sangat lentur. Namun kain ini tidak gampang melar atau kendor. Kain ini juga memiliki permukaan halus meskipun tidak sehalus spandex. Selain nyaman digunakan, bahan kain polyester juga bisa bertahan lama alias awet.

Awet dan Tidak Mudah Berkerut

Daya Serap Air Rendah

Kain dengan bahan serat sintetis pada umumnya memiliki karakteristik daya serap air yang rendah. Sehingga jika digunakan sebagai pakaian bahan polyester akan gampang membuat gerah saat dipakai di cuaca panas. Jika memiliki pakaian berbahan polyester sebaiknya tidak digunakan ketika cuaca panas meskipun kain ini tidak mudah kusust.

Tahan Terhadap Bahan Kimia

Tahan terhadap bahan kimia menjadi salah satu keunggulan kain ini. Sehingga akan memudahkan dalam perawatan karena kain ini mudah dalam pencucian secara dry claning dan tidak berpengaruh dengan penggunaan deterjen yang memiliki pelarut organik.

Mudah Kering

Mampu Menahan Panas

Karakteristik unik kain ini salah satunya adalah mampu menahan panas yang keluar dari panas dalam tubuh. Sehingga kain ini sangat cocok juka digunakan di cuaca yang dingin seperti dalam ruangan ber AC, atau saat sedang di pegunungan.

Anti Jamur, Kuman, dan Bakteri

Kebalikan dari kain yang berasal dari serat alami yang mudah terkena jamur dan bakteri. Pada kain polyester memiliki keunggulan kain yang bersifat anti jamur, kuman, dan bakteri. Sehingga kain ini sering digunkan sebagai bahan pada perlengkapan kamar tidur seperti isian bantal, isian guling, seprai, selimut ,dan sarung. Meskipun kain ini berasal dari serat sintetis tidak perlu kuatir jika memiliki kulit sensitif karena bahan ini anti jamur, kuman, dan bakteri.

Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning)

Blowing

Terjadi pembukaan serat, pembersihan, dan pencampuran serat → menjadi lap. Pada mesin ini yang pertama di lalui oleh material serat, gumpalan-gumpalan serat mengalami pembukaan dan pembersihan.

Jika dilihat dari fungsinya mesin blowing ini mempunyai fungsi sebagai Mesin Pembuka (opening) dan sebagai Mesin Pencampur (mixing). Prinsip kerja mesin tersebut adalah mesin berjalan disamping lay down dan membuka atau menghisap kapas yang ada dilay down 1.2mm atau sesuai program yang diset pada mesin tersebut.

Carding

Fungsi Mesin Carding:

Drawing

Terjadi proses perangkapan, penarikan, dan peregangan → sliver lebih rata. Mesin ini merupakan mesin yang memperoses sliver hasil dari mesin carding dengan cara merangkap dan menarik (Drawing) sesuai dengan no yang di kehendaki.

Adapun tujuan dan prinsip kerja mesin tersebut adalah:
  1. Untuk memproses merangkap sliver carding dan mendraftnya dengan tujuan mendapatkn sliver yang rata
  2. Quality sliver yang dihasilkan dari setiap mesin carding tidak akan sama antara satu mesin dengan mesin yang lain baik itu berupa ketebalan ataupun jumlah Nep setiap gramnya. Untuk mendapatkan hasil yang rata maka sliver hasil mesin carding tersebut diproses lagi di mesin drawing, dimana beberapa sliver hasil dari carding disatukan dan di Draft menjadi nomer tertentu sehingga kekurangan/ kelemahan dari satu sliver akan tertutupi oleh sliver lainnya.

Pengertian Kain Polyester

Serat polyester ini pertama kali ditemukan oleh Whinfield dan Dickson pada tahun 1941. Kedua orang tersebut berasal dari Inggris, dan mereka adalah ilmuwan yang berhasil memproses serat nilon menjadi serat sintetis. Serat polyester merupakan serat sintetis sebagai bahan pembuatan kain. Serat polyester dihasilkan dari proses kimia antara polimerisasi etilen glikol dan asam terephthalate.

Polimer tersebut dilanjutkan dengan proses spinning atau pemintalan dalam suhu di atas titik leleh dari polyester. Kemudian dilakukan penyemprotan lewat spinneret. Pada proses ini akan menentukan corak yang dihasilkan pada kain polyester. Pada umumnya corak yang dihasilkan berbentuk elips, persegi, dan bentuk-bentuk lainnya.


Tags: benang bahan adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia