Rahasia Bahan Tenun Tebal Pelapis Ban dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Lapisan Bawah (Underlining)
Adalah bahan pelapis yang terletak di bagian bawah (bagian buruk) bahan utama pakaian, biasa disebut lapisan bawah atau lapisan pertama. Pada umumnya lapisan bawah dimaksudkan untuk menguatkan bahan utama pakaian serta keseluruhan desain.
Konstruksi bahannya dari semua jenis bahan yang paling ringan, tipis sampai ketebalan sedang dan berat dengan efek finishing lembut, sedang atau gemerisik.
Contoh bahan underlining antara lain: sutera cina, organdi, organza, muslin, batiste, tula, rayon, dan tricot ringan untuk rajutan/bahan yang halus.
Fungsi Bahan Pelapis Pertama ( Underlining ):
- Memperkuat bahan utama busana secara keseluruhan
- Memperkuat kelim & bagian-bagian busana
- Mengurangi tembus pandang bahan tipis
- Menjadikan sambungan bagian bagian busana atau kampuh tidak kelihatan dari luar
Penggunaan dan Penempatan
Penggunaan dan Penempatan Underlining:
- Dipasang pada bagian-bagian tertentu pada busana misalnya bahan organdi/organza bisa digunakan sebagai bahan penegak kerah pada kebaya tanpa harus merusak motif bahan utamanya.
- Untuk menyelesaikan lapisan (belahan) tengah muka, untuk memperkuat body yang akan dihias (dibordir, dipayet).
- Dipasang di seluruh bagian busana.
Kain Lining (Kain Pelapis)
Kain Lining merupakan kain pelapis tambahan yang biasa digunakan didalam bahan kain utama pada sebuah pakaian. Kain inilah yang dijahit dengan bahan kain utama sehingga tidak mudah lepas, kain ini pula yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan kulit pemakainya. Kain lining akan mudah kita temukan pada produk topi, jaket, tas, tirai, koper, dan lain sebagainya.
Salah satu fungsi utama dari lining baju adalah menutupi jahitan atau tampilan bawaan permukaan kain utama agar terlihat rapi. Selain itu, kain lining juga akan memberikan rasa dingin dan sentuhan yang licin sehingga nyaman saat dikenakan. Kehadiran lining atau kain pelapis ini sangat penting untuk jenis bahan pakaian yang panas atau tidak begitu mengutamakan kenyamanan penggunannya.
23 Jenis Kain yang Sering Digunakan untuk Bahan Pakaian dan Kelebihannya
Nama kain yang satu ini pasti sudah tidak asing. Ya, kain yang terbuat dari serat kapas ini memang dikenal sebagai jenis kain yang paling nyaman di kulit dan mempunyai daya serap keringat yang baik. Katun sering dijadikan sebagai pakaian sehari-hari, baik berbentuk blus, celana, rok dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, serat kain katun diketahui sebagai serat yang kuat sehingga kualitas kain dapat bertahan lama.
Seiring perkembangan teknologi, kain katun kini terdapat beragam jenis dan tidak lagi terbuat dari serat 100% alami. Artinya, kamu dapat dengan mudah menemukan berbagai kain katun yang terbuat dari pencampuran serat kapas alami dan polyester.
Tak perlu khawatir, meski terdapat pencampuran tersebut, katun tetap nyaman dijadikan pakaian yang dipakai untuk beraktivitas sehari-hari. Terdapat beberapa macam-macam katun yang paling baik untuk dijadikan bahan daily outfit, antara lain katun Paris, katun Jepang, katun ima, katun linen, katun twill, katun toyobo dan masih banyak lagi.
Bahan tweed yang teksturnya seperti kain tenun kasar
Kalau kamu menyukai bahan-bahan kain yang biasanya dipakai untuk membuat pakaian dan aksesori branded, coba gunakan kain bahan tweed. Kain tweed teksturnya menyerupai bahan katun yang kasar dan biasanya terbuat dari wol.
Fashion luxury brand seperti Chanel memiliki ciri khas motif tweed dalam beberapa koleksi andalannya. Karena itulah, bahan tweed menjadi salah satu kain favorit untuk membuat bahan pakaian. Kainnya hangat, tebal dan kaku. Karakteristik lainnya adalah jenis kain wol tweed biasanya ditenun menggunakan benang dengan warna yang berbeda-beda untuk membentuk pola dan warna yang dinamis.
Tags: bahan tenun