Rahasia Bahan Tenun Tebal Pelapis Ban dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Interlining (Lapisan Tengah)
Berbeda dengan kain lining, interlining atau kain penengah adalah jenis bahan kain yang diselipkan diantara lapisan luar dan lapisan dalam. Tujuan penggunaan kain interlining adalah untuk memberikan efek hangat yang lebih. Kain yang dijadikan interlining biasanya memiliki karakteristik tebal, lembut, dan fleksibel.
Ada jenis interlining yang diprosen dengan teknik kniting (rajut), ada pula interlining woven (ditenun), non woven (tidak ditenun) dan bahan pelapis dari kombinasi dua serat yang berbeda. Bahan kain untuk interlining ini pun beragam, ada yang terbuat dari wol, sutra, dan serat buatan dengan kualitas yang mumpuni. Pemilihan kain pelapis antara ini tergantung tujuan pemakaiannya. Sifat dan karakteristik kain interlining ini tergantung jenis materialnya.
Anda mencari supplier kain ero meteran? Dapatkan harga termurah di BahanKain.com!
Selain perannya untuk menjaga temperature, interlining juga berfungsi sebagai pelindung kain. Jenis kain ini dapat kita temukan pada tirai yang lebih banyak terpapar sinar matahari atau cahaya lampu. Lapisan interlining banyak direkomendasikan dipasangkan dengan bahan sutra maupun beludru, karena bahan tersebut lebik sensitif terhadap sinar matahari yang berlebih.
Kain Interfacing (Lapisan Pendukung)
Interfacing adalah lapisan pakaian yang ditambahkan untuk membuat pakaian menjadi keras dan kaku. Selain itu, penggunaan kain interfacing juga bertujuan membentuk bagian tertentu pada pakaian agar lebih awet dan tahan lama. Jenis lapisan satu ini biasanya dipasang di kerah kemeja, manset atau area kancing. Seperti halnya interlining, kain interfacing yang sering digunakan ada juga ada yang berjenis woven, non woven, dan rajutan.
Bahan pelapis atau kain furing memang paling umum digunakan pada pakaian yang berkualitas. Peran utama kain pelapis dalam konstruksi fashion yaitu sebagai pembentuk, penopang kain, mejaga kekuatan kain, serta membuat pakaian lebih tahan lama. Tak berhenti disitu saja karena kain pelapis ini juga akan memberikan efek kenyamanan yang lebih pada penggunanya.
Guna memenuhi kebutuhan kain furing dan lining, BahanKain.com menyediakan berbagai jenis kain yang sering direkomendasikan sebagai lining baju. Ketebalan yang beragam akan memudahkan Anda untuk memilik mana yang lebih sesuai dengan keinginan dan peruntukannya.
BahanKain.com juga menjual kain voal yang mempunyai 84 variasi warna. Segera hubungi kami dan konsultasikan segala jenis kebutuhan kain Anda, atau mau cek koleksi kain kami, Disini.
Belanja koleksi kain BahanKain.com juga bisa melalui Shopee dan Tokopedia Mekar Jaya Tekstil, langsung klik link berikut ini ya:
Bahan Pelapis (Lining)
Lining atau biasa disebut furing memberikan penyelesaian yang rapi, rasa nyaman, kehangatan, kehalusan dan kelembutan terhadap kulit, biasanya disebut bahan pelapis terakhir (furing) karena merupakan penyelesaian terakhir pada pembuatan busana untuk menutupi bagian dalamnya.
Ciri bahan pelapis (furing) adalah lembut, licin, tipis, ringan dan higrokopis, adem saat dikenakan.
Contoh: satin, katun, rayon, Nilon, silky (seperti sutera), trico.
Fungsi lining antara lain:
- Menutup konstruksi bagian dalam busana agar tampak rapi
- Menahan bentuk dan jatuhnya busana
- Pengganti petticoat(rok dalam)
- Menutup bahan tipis yang tembus pandang
- Sebagai pelapis dari bahan berbulu atau kasar seperti wol
- Untuk kenyaman (adem, hangat, lembut) saat dikenakan
- Memudahkan pakaian untuk dipakai atau dilepas
Penggunaan dan Penempatan
Furing (lining) pada pembuatan busana umumnya dipasang pada:
- PENGETAHUAN BAHAN PELAPIS, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN : TATA BUSANA PROGRAM KEAHLIAN: TATA BUSANA, IREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, 2005
- wikipedia.org
- sewing.org
- dll
Lapisan Dalam (Interfacing)
Interfacing adalah bahan pelapis yang ditempel pada sisi kain yang tidak terlihat atau “bagian belakang” untuk membuat area garmen lebih kaku.
Fungsi Interfacing adalah:
- Memperbaiki bentuk pada busana seperti kerah, saku, garis leher
- Membuat kaku, licin, dan rata pada bagian-bagian busana
- Menstabilkan dan memberi bentuk tertentu pada bagian tertentu seperti ujung dan detail pada busana
- Memperkuat dan mencegah bahan renggang
Interfacing terbuat dari bermacam-macam bahan yang berbeda, dengan konstruksi dan penyempurnaan yang berbeda.
Kontruksi Interfacing
Dilihat dari kontruksinya interfacing dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:
Interfacing woven (tenunan)
Jenis tenunan yang arah seratnya memanjang saling mengikat. Dalam penggunaannya sebaiknya mengikuti arah serat. Jenis ini akan membentuk pakaian lebih bagus & stabil.
Contoh bahan interface woven adalah : rambut kuda, trubinais, cufner.
Rambut kuda terbuat dari campuran kapas dan rambut kuda (bulu binatang), kuat, lentur, tebal, dan tidak berperekat. Berfungsi u ntuk menopang bentuk dan memperindah busana, contoh pada jas dan torso.
Trubinais teksturnya sedang sampai kaku, berperekat atau tidak berperekat, diproses fusi atau laminate. S ebagai pengeras, pembentuk pada kerah, manset, dan ban pinggang, memberi ketegasan pada detail busana.
Cufner ada yang memiliki ketebalan bertingkat (tebal tipisnya tergantung dari kerapatan tenunan dan besar serat benang yang digunakan), tipis sampai tebal, tekstur halus, berperekat untuk melapisi bagian muka, memberi bentuk pakaian, memperbagus jatuhnya bahan ( drape ).
Cara memilih Interfacing
Pola menjahit bisa menjadi acuan dalam memilih kebutuhkan interfacing. Namun, tetap saja ada beberapa hal yang harus pertimbangkan seperti:
Jenis dan karakter kain (bahan busana) sangat memengaruhi pemilihan interfacing. Jika bahannya tahan terhadap panas, interfacing berperekat (fusible interfacing) bisa menjadi solusi praktis. Sebaliknya, apabila kainnya kurang bisa menahan panas, kain pelapis biasa adalah opsi paling aman.
2. Berat atau Ketebalan kain
Kain pelapis juga tersedia dalam ketebalan yang bervariasi. Jadi, coba dan mencocokkan dulu ketebalan pelapis dan kain. Meski hal itu tak berlaku dalam beberapa model pakaian.
· Interfacing berbobot ringan akan sesuai untuk gaun dan rok plisket. Ataupun model busana lain yang menggantung bebas tapi butuh sedikit penguat dan tidak menimbulkan banyak gesekan.
· Bahan pelapis dengan berat sedang, bisa diandalkan untuk memperkuat area pakaian yang lebih banyak digunakan. Seperti pada kerah, lubang kancing, dan elemen struktural garmen lain. Interfacing ini dapat menambah kekuatan kain tanpa menghilangkan kelenturannya. Hasilnya pakaian akan tetap nyaman dikenakan.
Tags: bahan tenun