Keindahan Baju Tenun Buton dalam Seni Kerajinan dan DIY
Pakaian Adat Suku Buton
Suku lainnya yang punya jumlah cukup banyak di Sulawesi Tenggara adalah suku Buton. Setidaknya 26% dari masyarakat Sulawesi Tenggara merupakan masyarakat asli suku Buton. Di Sulawesi Tenggara, masyarakat suku Buton bisa ditemukan di wilayah Kepulauan Buton. Selain di Sulawesi Tenggara, suku ini ternyata bisa kamu temukan di wilayah lain yaitu Kalimantan Timur, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.
Pakaian adat yang dimiliki oleh suku Buton sendiri ternyata bukan hanya satu jenis, melainkan ada 7 macam pakaian adat dari suku Buton dan akan dijelaskan di bawah ini.
Baju Kambowa
Baju kambowa merupakan nama pakaian adat Sulawesi Tenggara dari suku Buton yang dipakai untuk wanita. Pakaian ini punya bentuk ponco tanpa kerah. Pada masa dulu, baju kambowa dikenakan baik untuk kegiatan sehari-hari atau untuk upacara adat.
Jika kaum bangsawan yang menggunakan baju kambowa ini, maka mereka akan memadukannya dengan sarung tiga lapis seperti pada gambar yang tertera diatas. Sedangkan, bagi kalangan biasa, sarung yang dipakai hanya terdiri dari satu lapis saja.
Baju Kombo
Baju kombo juga menjadi pakaian adat suku Buton yang diperuntukkan bagi wanita. Pakaian ini termasuk pakaian kebesaran wanita Buton berbahan satin dengan hiasan manik-manik emas, perak, ataupun kuningan. Warna putih pada baju kombo melambangkan kesucian wanita Buton. Lalu, untuk bawahannya berupa sarung besar yang dinamai bia ogena.
Baju Kaboroko
Baju satu ini juga masih diperuntukkan untuk wanita yang mana berupa pakaian berkerah dengan 4 buah kancing logam di leher, serta 7 kancing di bagian lengan baju. Baju kabaroko dipadukan dengan bawahan bia-bia itanu atau sarung 2 lapis dengan lapisan dalam berwarna putih dan lapisan luar berwarna hitam.
Kerajinan Tenun: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya
Sejumlah perempuan menenun di baawah rumah Desa Gumananon, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah. Sulawesi Tenggara. Desa Gumananon menjadi tempat warisan leluhur turun temurun terkait tenun Kamohu. (Dok. KemenKopUKM)
Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Kerajinan tenun menjadi salah satu kekayaan budaya, berupa kerajinan tangan, yang dimiliki Indonesia. Apa itu kerajinan tenun?
Jenis Sarung Buton
Ada tiga jenis utama sarung Buton, yakni, sarung Bhia wolio, katambha gawu, dan bhetano katambha mpuu.
- Bhia wolio merupakan sarung yang bisa dipakai pria dan wanita dalam acara keagamaan dan acara sosial.
- Bhetano katamba mpuu merupakan Kain sarung tenun buton yang hanya dipakai untuk kaum perempuan. motif sarung untuk perempuan, pada bagian atasnya yang dipakai hingga menutupi dada, tidak ada motif atau polos
- Katambha gawu merupakan kain sarung tenun buton yang hanya bisa dipakai oleh kaum laki-laki . Pada sarung laki-laki ada motif yang membedakan di bagian atas. Ada jahitan berbentuk motif kotak-kotak yang pengrajin tenun menyebutnya dengan istilah kepala.
Menurut penuturan pengrajin lokal, menenun sarung untuk dipakai kaum laki-laki, lebih sulit dibanding wanita. Hal ini karena pada sarung laki-laki, memiliki motif kotak-kotak pada bagian kepala.
Tags: tenun baju