... Panduan Lengkap: Cara Membuat Baju Tenun Buton Sendiri di Rumah!

Keindahan Baju Tenun Buton dalam Seni Kerajinan dan DIY

Pakaian Adat Suku Tolaki

Di Sulawesi Tenggara, suku Tolaki terkenal sebagai suku atau etnis terbesar yang mendiami wilayah tersebut. Masyarakat suku Tolaki dikenal sebagai penduduk asli Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka. Lalu, saat ini diketahui mendiami 7 kota atau kabupaten di Sulawesi Tenggara diantaranya Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan.

Sebagai suku yang terbesar, ternyata suku Tolaki pun bisa dibilang masuk jajaran suku tertua di Sulawesi Tenggara, bahkan diperkirakan peradaban suku ini sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Dengan peradaban yang sudah cukup tua tersebut, tidak heran kalau kebudayaan yang ada di suku Tolaki pun mempunyai usia yang tidak muda.

Seperti halnya pakaian adat Sulawesi Tenggara dari suku Tolaki ini yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dulunya, pakaian adat ini dipakai oleh kalangan bangsawan atau kalangan orang yang punya pengaruh. Namun, dengan berkembangnya zaman, penggunaan pakaian adat ini pun dapat dikenakan oleh masyarakat kalangan biasa. Bahkan, saat ini sudah bisa dipakai seperti dalam acara pernikahan.

Babu nggawi disebut sebagai nama pakaian adat Sulawesi Tenggara yang diperuntukkan bagi wanita. Pakaian ini terdiri dari dua komponen utama diantaranya lipa hinoru sebagai atasan dan roo mendaa sebagai bawahan. Lipa hinoru berupa blus, sedangkan roo mendaa berupa rok panjang yang punya warna senada dengan atasannya.

Panjang rok tersebut mencapai mata kaki dan dilengkapi dengan hiasan manik-manik emas di bagian depan. Pakaian ini dilengkapi dengan aksesoris berupa sulepe (ikat pinggang), andi andi (anting-anting), eno-eno (kalung), bolosu (gelang), solop (alas kaki/selop), tusuk konde, dan sanggul dengan hiasan bunga-bunga.

Pakaian Adat Muna Sulawesi Tenggara.

Suku Muna merupakan salah satu suku yang memiliki populasi cukup besar di Sulawesi yaitu sekitar 19%. Suku Muna banyak menempati Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara. Sama halnya seperti suku yang lainnya, suku Muna juga memiliki pakaian yang menjadi ciri khas suku ini.

Baju Adat Muna Sulawesi Tenggara terdiri atas pakaian khusus pria dan baju untuk wanita. Untuk pakaian pria biasanya mereka menggunakan bhatu (baju), bheta (sarung), sala (celana), dan songko (kopiah) atau yang biasanya digantikan dengan kampurui (ikat kepala).

Serangkaian pakaian tersebut adalah yang dipakai sehari-hari oleh para pria suku Muna. Kebanyakan bhatu atau baju yang digunakan oleh suku Muna ialah baju lengan pendek berwarna putih. Tak lupa ikat kepala berbahan kain dengan corak batik.

Bawahan yang digunakan dalah sarung berwarna merah dengan corak geometris horizontal. Ditambah dengan ikat pinggang berwarna kuning yang terbuat dari logam. Fungsi dari ikat pinggang ini adalah untuk penguat sarung dan juga sebagai tempat menyelipkan senjata.

Sedangkan baju adat Sulawesi Tenggara untuk wanita suku Muna, biasanya mereka memakai bhadu, bheta, dan simpulan kagogo. Baju yang digunakan bervariasi, ada yang lengan pendek dan ada pula yang lengan panjang. Bahan baju yang digunakan ialah bahan satin berwarna biru ataupun merah.

Untuk wanita muda biasanya menggunakan kuta kutango atau baju lengan pendek dengan sarung motif geometris berwarna hitam, biru, coklat, merah, atau warna gelap lainnya. Sedangkan untuk aksesoris yang digunakan biasanya adalah gelang emas maupun gelang logam warna putih dan kuning pada kaki para wanita. Hal tersebut merupakan salah satu aksesoris yang wajib ada dalam baju Sulawesi Barat.

Pakaian adat Sulawesi Tenggara masih tetap dipakai dan dikenakan oleh masyarakat setiap suku di Sulawesi. Hal ini menunjukan cara yang terbaik untuk mempertahankan warisan budaya. Walaupun penggunaannya untuk saat ini hanya pada saat upacara adat seperti acara perinikahan, hal tersebut menjadi bukti kecintaan masayarakat Sulawesi terhadap suku dan budayanya.


Tags: tenun baju

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia