Keindahan Baju Tenun Buton dalam Seni Kerajinan dan DIY
Pakaian Adat Suku Tolaki
Di Sulawesi Tenggara, suku Tolaki terkenal sebagai suku atau etnis terbesar yang mendiami wilayah tersebut. Masyarakat suku Tolaki dikenal sebagai penduduk asli Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka. Lalu, saat ini diketahui mendiami 7 kota atau kabupaten di Sulawesi Tenggara diantaranya Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan.
Sebagai suku yang terbesar, ternyata suku Tolaki pun bisa dibilang masuk jajaran suku tertua di Sulawesi Tenggara, bahkan diperkirakan peradaban suku ini sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Dengan peradaban yang sudah cukup tua tersebut, tidak heran kalau kebudayaan yang ada di suku Tolaki pun mempunyai usia yang tidak muda.
Seperti halnya pakaian adat Sulawesi Tenggara dari suku Tolaki ini yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dulunya, pakaian adat ini dipakai oleh kalangan bangsawan atau kalangan orang yang punya pengaruh. Namun, dengan berkembangnya zaman, penggunaan pakaian adat ini pun dapat dikenakan oleh masyarakat kalangan biasa. Bahkan, saat ini sudah bisa dipakai seperti dalam acara pernikahan.
Babu nggawi disebut sebagai nama pakaian adat Sulawesi Tenggara yang diperuntukkan bagi wanita. Pakaian ini terdiri dari dua komponen utama diantaranya lipa hinoru sebagai atasan dan roo mendaa sebagai bawahan. Lipa hinoru berupa blus, sedangkan roo mendaa berupa rok panjang yang punya warna senada dengan atasannya.
Panjang rok tersebut mencapai mata kaki dan dilengkapi dengan hiasan manik-manik emas di bagian depan. Pakaian ini dilengkapi dengan aksesoris berupa sulepe (ikat pinggang), andi andi (anting-anting), eno-eno (kalung), bolosu (gelang), solop (alas kaki/selop), tusuk konde, dan sanggul dengan hiasan bunga-bunga.
Pakaian Adat Buton Sulawesi Tenggara.
Baju Adat Buton Sulawesi Tenggara hanya berupa sarung dan ikat kepala dengan nuansa berwarna biru. Suku Buton biasanya tidak mengenakan baju, hanya kain-kain biasa. Ciri khas dari suku Buton ialah rumbai-rumbai pada ikat pinggang yang disebtu kabokena tanga.
Penggunaan ikat kepala atau biru-biru yang ditumpuk menjadi beberapa lipatan juga menjadi ciri khas suku Buton. Bagi para wanita suku Buton, mereka memakai baju Kombowa. Pakaian ini terdiri dari baju lengan pendek tanpa kancing yang disebut bia-bia itanu dengan motif kotak kecil-kecil. Para wanitanya juga menggunakan beberapa perhiasan seperti cincin, gelang dan anting berbahan emas mulia.
Selain menggunakan baju tradisional untuk sehari-hari, masyarakat suku Buton juga memiliki pakaian adat Indonesia lainnya. Pakaian ini digunakan saat acara adat ataupun upacara adat. Salah satu acara adat ialah acara sunatan dan acara memingit gadis atau dalam bahasa Sulawesi disebut posuo.
Pada acara posuo, sang gadis mengenakan pakaian yang disebut pakaian kalambe. Pakaian tersebut ialah baju kambowa dengan bawahan sarung berlapis dua, ikat pinggang dan juga perhiasan emas.
Tags: tenun baju