Keindahan Baju Tenun Buton dalam Seni Kerajinan dan DIY
Pemahaman Akhir
Pakaian adat di Sulawesi Tenggara mencerminkan keanekaragaman budaya dari suku-suku yang mendiami wilayah ini. Tiga suku yang paling mendominasi di daerah ini adalah suku Tolaki, Buton, dan Muna.
Pakaian adat suku Tolaki terdiri dari dua jenis, yaitu babu nggawi dan babu nggawi langgai. Babu nggawi adalah pakaian adat wanita yang terdiri dari blus (lipa hinoru) dan rok panjang (roo mendaa) dengan berbagai aksesoris. Sedangkan babu nggawi langgai adalah pakaian adat pria yang terdiri dari baju atasan dengan hiasan dan celana panjang (saluaro mendoa) dengan aksesoris lainnya.
Suku Buton memiliki beragam pakaian adat, termasuk baju kambowa, baju kombo, baju kaboroko, dan lain-lain. Setiap pakaian adat memiliki makna dan fungsi tersendiri dalam budaya suku Buton. Pakaian adat ini digunakan dalam berbagai acara, baik untuk kegiatan sehari-hari maupun acara adat dan pernikahan.
Suku Muna juga memiliki pakaian adat khas, terdiri dari bheta (sarung), sala (celana), bhadu (baju), kampurui (ikat kepala), dan songko (kopiah) untuk pria. Sementara itu, wanita Muna mengenakan baju berwarna merah dengan lengan panjang atau pendek, disebut kuta kutango, serta sarung dengan corak garis-garis.
Pakaian adat dari ketiga suku ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadi simbol kebesaran dan makna filosofis dalam kehidupan masyarakat setempat. Keanekaragaman pakaian adat ini mencerminkan keindahan dan keragaman budaya Sulawesi Tenggara yang patut dijaga dan dilestarikan.
Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia
diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)
| Jenis kain tenun | Asal daerah |
| Kain tenun Sambas | Kalimantan Barat |
| Kain tenun Donggala | Sulawesi Tengah |
| Kain tenun Gringsing | Bali |
| Kain Hinggi | Nusa Tenggara Timur |
| Kain tenun Toraja | Sulawesi Selatan |
| Kain tenun songket Sukarara | Nusa Tenggara Barat |
| Kain songket Palembang | Sumatera Selatan |
| Kain tapis | Lampung |
| Kain tenun Ulos | Sumatera Utara |
| Kain songket Minangkabau | Sumatera Barat |
| Kain tenun Troso Jepara | Jawa Tengah |
| Kain tentun Doyo | Kalimantan Timur |
Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola
5. Tunik Tenun
Tunik tenun cocok untuk wanita yang lebih menyukai pakaian longgar dan nyaman. Dengan panjang yang pas dan potongan yang tepat, tunik tenun bisa menjadi pakaian yang trendy dan profesional.
ZALORAns bisa memadukan pakaian tenun ini dengan aneka aksesoris sederhana seperti anting-anting atau kalung untuk melengkapi penampilan ZALORAns. Tetapi, jangan lupakan kebutuhan kamu untuk kenyamanan dan efisiensi saat memilih pakaian tenun terbaik kamu.
Model baju tenun kantor wanita dapat menjadi pilihan yang tepat untuk ZALORAns yang ingin tampil anggun dan profesional. Dengan memilih model baju tenun yang tepat, kamu dapat menciptakan gaya busana kantor yang unik dan menarik. Jadi, yang mana favoritmu, ZALORAns?
Dapatkan berbagai produk fashion dari brand-brand ternama hanya di ZALORA. Jangan lewatkan potongan harga yang sudah menantimu!
Penulis: Audrylea Reika
Pakaian Adat Suku Buton
Suku lainnya yang punya jumlah cukup banyak di Sulawesi Tenggara adalah suku Buton. Setidaknya 26% dari masyarakat Sulawesi Tenggara merupakan masyarakat asli suku Buton. Di Sulawesi Tenggara, masyarakat suku Buton bisa ditemukan di wilayah Kepulauan Buton. Selain di Sulawesi Tenggara, suku ini ternyata bisa kamu temukan di wilayah lain yaitu Kalimantan Timur, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.
Pakaian adat yang dimiliki oleh suku Buton sendiri ternyata bukan hanya satu jenis, melainkan ada 7 macam pakaian adat dari suku Buton dan akan dijelaskan di bawah ini.
Baju Kambowa
Baju kambowa merupakan nama pakaian adat Sulawesi Tenggara dari suku Buton yang dipakai untuk wanita. Pakaian ini punya bentuk ponco tanpa kerah. Pada masa dulu, baju kambowa dikenakan baik untuk kegiatan sehari-hari atau untuk upacara adat.
Jika kaum bangsawan yang menggunakan baju kambowa ini, maka mereka akan memadukannya dengan sarung tiga lapis seperti pada gambar yang tertera diatas. Sedangkan, bagi kalangan biasa, sarung yang dipakai hanya terdiri dari satu lapis saja.
Baju Kombo
Baju kombo juga menjadi pakaian adat suku Buton yang diperuntukkan bagi wanita. Pakaian ini termasuk pakaian kebesaran wanita Buton berbahan satin dengan hiasan manik-manik emas, perak, ataupun kuningan. Warna putih pada baju kombo melambangkan kesucian wanita Buton. Lalu, untuk bawahannya berupa sarung besar yang dinamai bia ogena.
Baju Kaboroko
Baju satu ini juga masih diperuntukkan untuk wanita yang mana berupa pakaian berkerah dengan 4 buah kancing logam di leher, serta 7 kancing di bagian lengan baju. Baju kabaroko dipadukan dengan bawahan bia-bia itanu atau sarung 2 lapis dengan lapisan dalam berwarna putih dan lapisan luar berwarna hitam.
Jenis Sarung Buton
Ada tiga jenis utama sarung Buton, yakni, sarung Bhia wolio, katambha gawu, dan bhetano katambha mpuu.
- Bhia wolio merupakan sarung yang bisa dipakai pria dan wanita dalam acara keagamaan dan acara sosial.
- Bhetano katamba mpuu merupakan Kain sarung tenun buton yang hanya dipakai untuk kaum perempuan. motif sarung untuk perempuan, pada bagian atasnya yang dipakai hingga menutupi dada, tidak ada motif atau polos
- Katambha gawu merupakan kain sarung tenun buton yang hanya bisa dipakai oleh kaum laki-laki . Pada sarung laki-laki ada motif yang membedakan di bagian atas. Ada jahitan berbentuk motif kotak-kotak yang pengrajin tenun menyebutnya dengan istilah kepala.
Menurut penuturan pengrajin lokal, menenun sarung untuk dipakai kaum laki-laki, lebih sulit dibanding wanita. Hal ini karena pada sarung laki-laki, memiliki motif kotak-kotak pada bagian kepala.
Tags: tenun baju