Keindahan dan Kerajinan Baju Tenun Kalimantan
7 Kain Tradisional Kalimantan Beserta Gambarnya
Mungkin kamu sudah mengetahui bahwa kain tradisional Indonesia adala kain batik. Namun ternyata masih banyak lho jenis kain tradisional yang dimiliki oleh negeri kita. Salah satu daerah yang memiliki kain tradisionalnya sendiri adalah Kalimantan. Berikut ini adalah pembahasan tentang kain-kain tradisional yang berasal dari Kalimantan.
Kain tradisional yang pertama adalah kain songket sambas yang berasal dari Kalimantan Barat. Kain ini merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak 1668 atau pada saat Borneo berada di bawah kekuasaan Raden Bima. Kain yang umumnya digunakan dalam upacara adat dan sakral ini memiliki ciri khas yaitu menggunakan benang emas. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kain songket sambas adalah benang longsen dan benang pakan dengan beragam warna yang cantik.
Biasanya kain songket sambas ini ditenun oleh remaja dewasa yang belum menikah. Terdapat beberapa tahap dalam proses pembuatan kain ini antara lain tahap mennarau dan tahap mengani. Kain songket tidak hanya indah dan cantik melainkan mengandung nilai-nilai sejarah, falsafah hidup. dan menggambarkan tentang kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai tersebut tertuang dalam corak kain songket yang beragam. Corak atau motif kain songket antara lain pucuk rebung, tabur melati, tabur bintang, bunga tanjung, bunga malek, serong pita berbunga, serong parang manang.
Kain Tenun Samarinda
Sarung merupakan kain yang umum digunakan di Indonesia terutama para laki-laki. Samarinda ternyata memiliki kain sarung tradisionalnya sendiri yang dikenal sebagai sarung tenun Samarinda atau Tajong Samarinda dalam bahasa lokal. Dalam proses pembuatannya memakan waktu cukup lama sebab kain ini ditenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin. Tak heran jika satu lembar kain sarung membutuhkan waktu hingga 2 minggu.
Asal usul dari kain sarung ini dimulai sejak tahun 1668 yang dibawa oleh seseorang dari Bugis. Ia adalah Sultan La Madukelleng bersama dengan rombongannya dan meminta sebidang tanah kepada penguasa Kutai saat itu. Permintaan pun dipenuhi oleh Raja dengan syarat harus tetap patuh pada pemerintah Kutai. Tanah ini lah yang sekarang disebut dengan Samarinda.
Sultan Madukelleng dan rombongan pun memanfaatkan wilayah mereka agar berkembang. Mereka pun menerapkan budaya menenun Bugis ke Samarinda hingga terciptalah kain sarung tenun Samarinda. Kain ini memiliki banyak sekali motif namun yang paling umum adalah motif geometris.
Berbagai Motif Kain Ulap Doyo
Foto: motif kain ulap doyo (helloindonesia.id)
Untuk motif, kain Ulap Doyo yang sudah eksis sejak berabad-abad silam ini muncul memiliki berbagai motif dan corak.
Motif kain khas Kalimantan Timur ini bisa berupa flora dan fauna yang ada di tepian Sungai Mahakam.
Selain itu, juga ada motif yang menggambarkan peperangan antara manusia dengan naga juga menjadi sumber inspirasi para pembuatnya.
Berdasarkan informasi di situs Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, motif naga ini bisa melambangkan kecantikan seorang wanita.
Moms juga bisa menemukan motif limar atau perahu yang melambangkan kerja sama.
Sementara itu, ada motif timang atau harimau melambangkan keperkasaan seorang pria.
Motif tangga tukar toray atau tangga rebah bermakna melindungi usaha dan kerjasama masyarakat, dan berbagai motif yang lain.
Sementara itu, cara memakai kain khas Kalimantan Timur ini cukup beragam.
Tenun Ulap Doyo dapat digunakan oleh laki-laki dan perempuan dalam upacara adat, tari-tarian, dan dalam kehidupan sehari-hari suku Dayak Benuaq.
Menariknya, terdapat pembagian kasta dan bisa dilihat dari motif kain khas Kalimantan Timur ini.
Misal, kain motif waniq ngelukng, diperuntukan masyarakat biasa.
Sementara itu kain bermotif jaunt nguku hanya boleh dipakai kalangan bangsawan atau raja.
Tenun Ikat Sintang : Mengenal Kain Dayak Khas Kalimantan Barat
Kain ini dikenal mempunyai kekhasan dalam motif, kehalusan, dan cara pembuatan yang tetap mempertahankan teknik tradisional. Dalam berbagai lomba kain tenun, kain tenun Sintang kerap menjadi juara. Bahkan dalam sebuah lomba kain tenun se-Provinsi Kalimantan Barat, kain tenun Sintang menyabet semua gelar juara.
Kain tenun ikat sintang merupakan jenis kain tenun ikat yang hasilkan oleh masyarakat suku Dayak dari Kalimantan Barat. Tepatnya, berasal dari dua daerah kecil dikabupaten sintang yakni Ensaid panjang dan Bukit kelam. Dalam sistem kebudayaan leluhur Dayak, tekstil berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat.
Suku Dayak membuat tenunan dengan motif yang indah untuk baju, rok, cawat dan selimut. Terdapat perbedaan dekorasi teksnik dalam pembuatan kain tenun khas suku dayak kabupaten sintang yaitu ikat, sungkit, pilin dan idan.
Tags: tenun baju kalimantan