... Panduan Lengkap Membuat Baju Tenun Kalimantan: Inspirasi DIY dan Seni Menenun

Keindahan dan Kerajinan Baju Tenun Kalimantan

Baju Adat Pengantin Kalimantan

Baju Adat Pengantin Dayak Kanayatu

Suku Dayak di Kalimantan memiliki ratusan sub suku, salah satu di antaranya adalah Dayak Kanayatu. Baju adat pengantin yang berasal dari suku Dayak Kanayatu itu terbuat dari kulit kayu. Untuk mempelai wanita, busana pengantinnya berhias motif geometris dan terdiri dari 3 bagian, yaitu penutup pundak, penutup tubuh dan bawahan berupa rok panjang.

Selain itu, busana pengantin wanita Dayak Kanayatu itu dilengkapi pula dengan hiasan kepala seperti mahkota yang juga terbuat dari kulit kayu dan dihiasi dengan bulu burung enggang. Sedangkan untuk mempelai pria, menggunakan baju Marote yaitu rompi khas Dayak Kanayatu yang terbuat dari kulit kayu dan juga dihiasi dengan motif geometris.

Sementara itu, untuk bawahannya menggunakan cawat yang terbuat dari lilitan kain dari pinggang, hingga ke bagian pangkal paha. Mempelai pria juga mengenakan hiasan kepala semacam mahkota atau ikat kepala yang melambangkan status sosial raja. Hiasan kepala yang dikenal dengan sebutan tengkulas itu, dihiasi oleh bulu burung kuau raja dan enggang.

Baju Adat Pengantin Melayu Banjar

Busana pengantin khas suku Melayu Banjar ini cukup populer di Kalimantan Selatan. Mempelai wanita mengenakan baju poko berhias manik-manik serta kida-kida, yaitu hiasan pengantin yang bentuknya persegi lima.

Sedangkan, mempelai pria mengenakan kemeja lengkap dengan kerenda pada bagian dada dan dipadukan pula dengan jas sebagai atasan. Sementara itu, untuk bawahannya mengenakan celana panjang yang dilengkapi dengan ikatan kain bermotif halilipan dan tali wenang di bagian pinggang.

Keunikan Baju Adat Kalimantan

Penduduk Kalimantan yang paling dikenal adalah baju adat Dayak. Baju ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu tampilan yang eksotis, sebab terbuat dari berbagai bahan yang berasal dari alam. Selain itu, warna dan motif tersebut juga sangat cerah, unik dan beraneka ragam. Selain untuk upacara adat, pakaian tradisional suku Dayak itu juga berfungsi sebagai tanda pemberian kasta. Sementara itu, untuk baju adat suku Melayu di Kalimantan juga memiliki ciri khasnya sendiri. Berbeda dengan pakaian adat Dayak, baju tradisional Melayu terbuat dari bahan kain dan kental dengan nilai Islami, sehingga cenderung dibuat untuk menutupi aurat.

King Baba

King Baba merupakan salah satu jenis baju adat Kalimantan Barat, khususnya untuk suku Dayak laki-laki. Baju adat ini terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam, yaitu dari kulit tanaman yang diolah sedemikian rupa dan dihias dengan lukisan etnik khas Dayak. Lukisan untuk penghias pakaian adat itu juga terbuat dari pewarna alami, yang mampu menghasilkan warna-warna cerah.

King Bibinge

Sama seperti King Baba, baju tradisional khas suku Dayak ini juga terbuat dari kulit tanaman berserat tinggi yang diolah sedemikian rupa dan dihias dengan lukisan khas Dayak. Namun, King Bibinge ini adalah baju yang khusus dikenakan olah perempuan Dayak. Selain pakaian yang terbuat dari kulit tanaman, King Bibinge juga dilengkapi dengan stagen yang berfungsi sebagai penutup dada.

Pelengkap lain untuk King Bibinge di antaranya seperti ikat kepala berbentuk segitiga, perhiasan seperti gelang yang terbuat dari pintalan akar tanaman, kalung yang terbuat dari tulang hewan dan akar pohon serta berbagai jenis perhiasan lain, yang dikenal dengan sebutan galing gading, tajuk bulu tentawan, tajuk bulu area dan juga pasan manik.

Perkembangan Pakaian Adat Kalimantan

Masyarakat Kalimantan, khususnya suku Dayak didominasi dengan model pakaian tanpa lengan, lengkap dengan celana ataupun rok pendek. Hal tersebut disebabkan karena keseharian suku Dayak dihabiskan di hutan, sehingga model bajunya pun disesuaikan dengan kebiasaan hidup mereka yang cenderung keras di alam terbuka.

Sebenarnya, perkembangan pakaian adat Kalimantan di zaman modern ini, jika dilihat dari desain atau model bajunya tidak mengalami banyak perkembangan. Hanya saja, gambar atau motif hias warna warni khas dari pakaian adat Dayak kini mulai banyak dituangkan dalam versi batik.

Selain itu, Kalimantan juga dikenal berbagai jenis kain tenun. Beberapa jenis kain tenun khas Kalimantan yang menjadi favorit masyarakat Indonesia di antaranya seperti Tenun Sambas khas Kalimantan Selatan, Ulap Doyo khas Kalimantan Timur, Tenun Ikat Sintang khas Kalimantan Barat dan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan.

Baju adat Kalimantan itu beraneka ragam, bahkan masing-masing Propinsi di Kalimantan memiliki jenis pakaian yang berbeda. Kebanyakan pakaian adat masyarakat Kalimantan adalah pakaian khas suku Dayak, yang terbuat dari bahan alam, namun ada pula sebagian daerah di Kalimantan yang baju adatnya berasal dari suku Melayu, yang terbuat dari kain dengan desain pakaian yang lebih tertutup.


Tags: tenun baju kalimantan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia