Keindahan dan Kerajinan Baju Tenun Kalimantan
Kain Sasirangan
Kain sasirangan merupakan kain khas suku Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. Kain ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 7. Produksi pembuatan kain yang dahulu kala bernama kain langgundi ini berpusat di Jalan Seberang Masjid, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Konon kabarnya kain ini memiliki kekuatan supranatural yaitu mampu menyembuhkan segala macam penyakit dan hal buruk lainnya. Proses pembuatannya pun harus melewati ritual terlebih dahulu.
Berdasarkan cerita yang dipercayai oleh masyarakat suku banjar kain ini dibuat oleh seorang Patih yang berasal dari kerajaan Dipa. Beliau adalah patih Patih Lambung Mangkurat yang kala itu sedang bertapa selama 40 hari 40 malam di atas sungai dengan menggunakan perahu rakit. Arus sungai membawanya ke suatu tempat yang bernama kota Bagantung. Di sana ia mendengar sebuah tangisan dari segumpal buih. Tangisan tersebut diduga merupakan tangisan dari seorang Putri Junjung Buih.
Kain Tenun Corak Insang
Kain tenun ini merupakan kain yang biasa digunakan oleh orang-orang Melayu khususnya di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pada tahun 1777 yaitu pada masa Kesultanan Kadriyah kain ini digunakan oleh para bagsawan dan hanya dipakai di wilayah istana saja. Kain tenun corak insang digunakan pada saat acara pertemuan antar kerajaan atau sebagai oleh khas kerajaan.
Diberi nama corak insang sebab motif kain ini terinspirasi dari anggota tubuh seekor ikan yaitu bagian insang. Insang dianggap memiliki filosofi yaitu alat kehidupan dan hasil akal budi yang akan digunakan dalam hidup. Motif ini juga menggambarkan kehidupan masyarakat Pontianak yang bermukim di sepanjang sungai Kapuas.
Mengenal Tenun Ulap Doyo, Kain Khas Kalimantan Timur
Ada banyak keunikan yang bisa ditemukan di setiap daerah Indonesia, seperti misalnya kain tradisional. Salah satu kain khas Kalimantan Timur yang memiliki corak yang unik adalah Ulap Doyo.
Hal ini karena Indonesia menjadi salah satu negara yang terkenal di seluruh dunia sebagai negara dengan keberagaman suku yang sangat banyak.
Kain Ulap Doyo merupakan kain khas Kalimantan Timur dan ia merupakan produk wastra buatan Suku Dayak Benuaq yang mendiami sebagian wilayah Kalimantan Timur.
Oleh karena itu, Ulap Doyo ini sudah menjadi semacam identitas bagi suku tersebut, bahkan untuk provinsi Kalimantan Timur.
Jika Moms ingin tahu lebih banyak mengenai kain khas Kalimantan Barat ini, maka Moms bisa simak ulasan lengkapnya di sini!
Perkembangan Pakaian Adat Kalimantan
Masyarakat Kalimantan, khususnya suku Dayak didominasi dengan model pakaian tanpa lengan, lengkap dengan celana ataupun rok pendek. Hal tersebut disebabkan karena keseharian suku Dayak dihabiskan di hutan, sehingga model bajunya pun disesuaikan dengan kebiasaan hidup mereka yang cenderung keras di alam terbuka.
Sebenarnya, perkembangan pakaian adat Kalimantan di zaman modern ini, jika dilihat dari desain atau model bajunya tidak mengalami banyak perkembangan. Hanya saja, gambar atau motif hias warna warni khas dari pakaian adat Dayak kini mulai banyak dituangkan dalam versi batik.
Selain itu, Kalimantan juga dikenal berbagai jenis kain tenun. Beberapa jenis kain tenun khas Kalimantan yang menjadi favorit masyarakat Indonesia di antaranya seperti Tenun Sambas khas Kalimantan Selatan, Ulap Doyo khas Kalimantan Timur, Tenun Ikat Sintang khas Kalimantan Barat dan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan.
Baju adat Kalimantan itu beraneka ragam, bahkan masing-masing Propinsi di Kalimantan memiliki jenis pakaian yang berbeda. Kebanyakan pakaian adat masyarakat Kalimantan adalah pakaian khas suku Dayak, yang terbuat dari bahan alam, namun ada pula sebagian daerah di Kalimantan yang baju adatnya berasal dari suku Melayu, yang terbuat dari kain dengan desain pakaian yang lebih tertutup.
7 Kain Tradisional Kalimantan Beserta Gambarnya
Mungkin kamu sudah mengetahui bahwa kain tradisional Indonesia adala kain batik. Namun ternyata masih banyak lho jenis kain tradisional yang dimiliki oleh negeri kita. Salah satu daerah yang memiliki kain tradisionalnya sendiri adalah Kalimantan. Berikut ini adalah pembahasan tentang kain-kain tradisional yang berasal dari Kalimantan.
Kain tradisional yang pertama adalah kain songket sambas yang berasal dari Kalimantan Barat. Kain ini merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak 1668 atau pada saat Borneo berada di bawah kekuasaan Raden Bima. Kain yang umumnya digunakan dalam upacara adat dan sakral ini memiliki ciri khas yaitu menggunakan benang emas. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kain songket sambas adalah benang longsen dan benang pakan dengan beragam warna yang cantik.
Biasanya kain songket sambas ini ditenun oleh remaja dewasa yang belum menikah. Terdapat beberapa tahap dalam proses pembuatan kain ini antara lain tahap mennarau dan tahap mengani. Kain songket tidak hanya indah dan cantik melainkan mengandung nilai-nilai sejarah, falsafah hidup. dan menggambarkan tentang kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai tersebut tertuang dalam corak kain songket yang beragam. Corak atau motif kain songket antara lain pucuk rebung, tabur melati, tabur bintang, bunga tanjung, bunga malek, serong pita berbunga, serong parang manang.
Tags: tenun baju kalimantan