Panduan lengkap - Memahami dan Membuat Baju Tenun NTT dengan Sentuhan DIY
Pemanfaatan Tenun Insana
Dengan tampilannya yang sangat khas yakni berwarna cerah dan memiliki motif yang sangat menawan, kain tenun insana secara pada prinsipnya dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan. Berikut beberapa fungsi kain tenun insana jika dilihat dari sudut pandang budaya.
- Kain tenun insana dapat difungsikan sebagai sarung, selimut dan selendang.
- Sebagai pakaian untuk pesta dalam ritual-ritual adat seperti acara kematian, acara adat kawin-mawin dan penjumputan tamu.
- Sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (mas kawin).
- Sebagai mitos, lambang suku yang dijaga kelestariannya dan dihormati karena menurut kepercayaan suku tertentu.
- Kain tenun insana dipercaya dapat melindungi pemakainya dari gangguaan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain.
- Untuk keperluan lain yang lebih luas kain tenun insana dengan warna yang colorfull sangat cocok dijadikan sebagai tas tenun, baju tenun atau aneka sovenir lainnya.
Mengenal Jenis Kain Tenun Khas NTT
1. Kain Tenun Lotis
Nama kain tenun NTT yang pertama ini bernama kain tenun lotis atau sering disebut sebagai kain songket. Proses produksi yang dilalui dalam pembuatan produk yang satu ini terbilang mirip dengan kain Buna. Namun untuk warna, kain songket ini didominasi dengan kombinasi warna gelap seperti navy, hitam, merah hati ataupun coklat yang terlihat sangat gagah.
Jenis pewarna yang digunakan oleh penenun biasanya berbahan alami seperti menggunakan mengkudu, tauk, kunyit atau jenis tanaman dengan warna terang lainnya. Namun di zaman sekarang ini, banyak juga perajin yang beralih ke pewarna kimia karena cenderung memiliki manfaat lebih yaitu dapat mempercepat pemrosesan, ringan dan tahan kilap, tahan abrasi, dan warnanya juga lebih serbaguna.
Selain itu, masyarakat di NTT dapat mengkarakterisasi motif jaringan berdasarkan lokasi pengguna. Hal ini karena motif tenun mewakili ciri khas suku atau pulau yang didiaminya. Tema utama dari kain tenun adalah bentuk kehidupan masyarakat dan hubungan emosional yang sangat erat dengan masyarakat dan menggambarkan sebuah ketenangan dan kedamaian.
Masyarakat NTT begitu bangga dan senang mengenakan pakaian sukunya, sebaliknya mereka merasa malu dan malu ketika mengenakan pakaian suku lain. Setiap kerajaan, kelompok suku, wilayah dan pulau juga menciptakan berbagai pola atau motif hias yang unik pada tekstil. Hal itu kemudian diwariskan dengan mendidik anak cucu untuk menjamin kelangsungan seni menenun.
Salah satu contoh yang bisa ditemukan misalnya tekstil dari Sumba Timur yang bermotif tengkorak. Ketika berada di Maumere, motifnya menunjukkan hujan, pepohonan, dan dahan. Bisa jadi tema-tema tersebut terinspirasi dari orang-orang jaman dahulu yang meninggalkan rumahnya dan memandang alam, sehingga lahirlah tema-tema alam ini.
6. Pakaian Adat Suku Lio
Suku Lio merupakan suku terbesar dan juga tertua yang terdapat di Pulau Flores NTT. Orang Lio memiliki ragam kain tenun yang diberi nama tenun ikat patola. Kain tenun ini dibuat untuk kalangan kerajaan dan juga kepala suku. Motif dari kain tenunnya berupa motif dedaunan, biawak, dan manusia.
Pakaian pria yang biasa dikenakan oleh Suku Lio berupa ragi atau kain sarung yang berwarna hitam dengan beragam motif. Luka merupakan selendang yang biasa di digunakan di sebelah kanan. Satu lagi adalah lesu berupa ikat kepala yang hanya digunakan oleh para pelaksana ritual adat.
Wanita dari suku Lio biasanya mengenakan pakaian tradisional yang bernama lambu yang mirip dengan baju bodo. Bawahannya biasanya berupa kain sarung yang disebut dengan lawo yang memiliki beragam motif. Aksesoris yang dikenakan biasanya berupa tusuk konde, anting , dan juga kalung.
Baju Adat NTT
Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman suku dan budaya yang mengagumkan. Salah satu kebanggaan ibu pertiwi adalah baju adat sebagai penanda atau simbol setiap provinsi. Dari berbagai macam pakaian tradisional yang dimiliki Indonesia, baju adat NTT tidak kalah menarik untuk diulas.
- 1. Keunikan Baju Adat NTT (Nusa Tenggara Timur)
- 2. Macam-Macam Baju Adat NTT
- 2.1 Baju Adat Suku Dawan
- 2.2 Baju Adat Suku Helong
- 2.3 Baju Adat Suku Rote
- 2.4 Baju Adat Suku Sabo
Seperti yang Budyayanesia ketahui, Indonesia merupakan daerah kepulauan dan terdapat lebih dari satu suku asli. Masing-masing suku memiliki pakaian adat yang berbeda. Ciri khas yang dimiliki penduduk asli NTT tidak jarang digunakan sebagai media pengenal keanekaragaman Indonesia di kancah Internasional.
Tags: tenun baju