"Pesona Keindahan Baju Tenun NTT untuk Wanita yang Memukau"
Baju Adat NTT Sabu
Sesuai dengan namanya, baju adat NTT sabu berasal dari Suku Sabu yang mendiami Pulau Hai Rau, Sabu, Kabupaten Kupang. Pakaian adat sabu untuk laki laki terdiri atas kemeja putih dengan lengan panjang sebagai atasan. Sementara kain tenun yang berupa sarung dipadukan sebagai bawahannya.
Melengkapi penampilan laki laki Suku Sabu, biasanya digunakan beberapa aksesoris. Seperti ikat kepala berupa mahkota tiga tiang yang terbuat dari emas, sepasang gelang emas, perhiasan leher yang disebut habas, kalung mata salak yang digantung di leher, sabuk berkantong yang melingkari pinggang, serta selendang yang disampirkan di bahu.
Sementara para perempuan menggunakan nama baju adat NTT satu ini dengan dipadukan bersama kebaya, serta kain tenun yang memiliki dua buah lilitan. Kain tenun yang dipakai oleh perempuan adalah kain tenun bermotif yang menjadi ciri khas dari Suku Sambu. Bentuknya seperti sarung yang dililitkan menggunakan ikat pinggang, atau biasa disebut dengan istilah pending.
8 Baju Adat Nusa Tenggara Timur (NTB)
Pada kesempatan ini, TradisiKita akan berbagi 8 baju adat Nusa Tenggara yang terdiri dari baju adat laki-laki maupun perempuan dari 4 suku adat yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Suku Rote, Suku Sabu, Suku Helong dan Suku Dawan.
Suku Rote atau Orang Rote berdiam di Pulau Roti, Ndao dan sebagian pantai barat Pulau Timor, di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahasa Roti termasuk rumpun bahasa Austronesia dan terbagi ke dalam beberapa dialek, seperti Unale, Ti, Termanu, Ringgou, Dengka, Ba'a, Bilba, Kolbaffo, Dela, Lole, Keka, Diu, Lelenuk, Talae, Landu. Ahli lain menggolongkan bahasa mereka menjadi dialek Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Lobalain, Rote Tengah, Rote Timur dan dialek Pantai Baru.
a. Baju Adat Perempuan Suku Rote
Kamu wanita pada suku Rote biasanya mengenakan baju kebaya pendek dan bagian bawahnya mengenakan kain tenun sebagai pakaian tradisionalnya. Salah satu motif yang sering digunakan untuk menghiasi pakaian adat ini adalah motif pohon tengkorak.
Sehelai selendang menempel pada bahunya. Rambut disanggul dan memakai hiasan berbentuk bulan sabit dengan tiga buah bintang. Hiasan tersebut disebut bulak molik. Bulan molik artinya bulan baru. Hiasan ini terbuat biasanya terbuat dari emas, perak, kuningan, atau perunggu yang ditempa dan dipipihkan, kemudian dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai bulan sabit.
Selain itu, Aksesoris lainnya adalah gelang, anting, kalung susun (habas), dan pending. Kalung susun atau habas terbuat dari emas atau perak yang merupakan warisan turun-temurun dari sebuah keluarga suku Rote. Terkadang, ada yang menanggap bahwa habas merupakan benda keramat yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Selain habas, aksesoris lainnya adalah pending. Pending merupakan perhiasan yang terbuat dari kuningan, tembaga, perak dan emas dan biasa dipakai di bagian pinggang. Motif yang sering muncul sebagai hiasan pending adalah motif bunga atau hewan unggas.
Tags: tenun baju wanita