Keindahan dan Keunikan Batik Tenun serta Songket dalam Seni Kerajinan
Mengenal Kain Songket – Sejarah, Persebaran serta Cara Pembuatan Kain Songket Yang Memiliki Efek Kemilau Cemerlang
Mengenal Kain Songket – Kata songket berasal dari istilah sungkit dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, yang berarti “mengait” atau “mencungkil.“ Hal ini berkaitan dengan metode pembuatannya, mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, dan kemudian menyelipkan benang emas.
Kain Songket adalah kain tenun mewah yang biasanya dikenakan saat kenduri, perayaan atau pesta. Songket dapat dikenakan melilit tubuh seperti sarung, disampirkan di bahu, atau sebagai destar atau tanjak. Hiasan ikat kepala tanjak adalah semacam topi hiasan kepala yang terbuat dari kain songket yang lazim dipakai oleh sultan dan pangeran serta bangsawan Melayu.
Songket merupakan kain istimewa karena tidak dikenakan sehari-hari. Songket dinilai terlalu mewah jika digunakan sejari-hari. Oleh karena itu songket juga lebih sering digunakan untuk upacara-upacara adat.
Songket tidak bisa digunakan secara sembarangan, karena dalam setiap warna serta ragam hias dimiliki masing-masing memiliki makna yang melambangkan si pemakainya. Misalnya songket yang dikenakan untuk acara perkawinan berbeda dengan songket yang dikenakan untuk acara adat lainnya.
Kain Songket Nusantara
Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia
diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)
| Jenis kain tenun | Asal daerah |
| Kain tenun Sambas | Kalimantan Barat |
| Kain tenun Donggala | Sulawesi Tengah |
| Kain tenun Gringsing | Bali |
| Kain Hinggi | Nusa Tenggara Timur |
| Kain tenun Toraja | Sulawesi Selatan |
| Kain tenun songket Sukarara | Nusa Tenggara Barat |
| Kain songket Palembang | Sumatera Selatan |
| Kain tapis | Lampung |
| Kain tenun Ulos | Sumatera Utara |
| Kain songket Minangkabau | Sumatera Barat |
| Kain tenun Troso Jepara | Jawa Tengah |
| Kain tentun Doyo | Kalimantan Timur |
Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola
Cara Pembuatan Kain Songket
Pada dasarnya, baik kain songket maupun tenun ikat tidak berbeda jauh. Keduanya sama-sama dibuat dengan menganyam dua jenis bening yang lajurnya dibuat vertikal dan horizontal melalui bantuan alat dan bilah-bilah kayu.
Hanya saja, pada songket, ada teknik tambahan berupa penyukitan atau teknik cukit, yakni ada bagian benang yang sebelum dianyamankan ke jalur yang lain diangkat dan setengah dipelintir terlebih dahulu menggunakan sebuah alat. Namun, teknik ini tidak berpengaruh besar pada tekstur songket.
Yang paling membedakan songket dengan jenis kain tenun biasa tak lain pada jenis benang yang dipakai. Pada songket, selalu ada benang emas atau benang perak yang terhias pada permukaan kain. Benang emas dan perak ini merupakan benang yang berasal dari kepompong ulat sutera. Hal inilah yang membuat kain songket sangat mahal.
Demikianlah informasi tentang sejarah dan persebaran kain songket serta bagaimana pembuatan kain tenun Songket. semoga bermanfaat.
Apa Saja Jenis Seni Kriya?
Seni kriya tenun merupakan salah satu jenis seni kriya yang ada di Indonesia - WonderVerse
Ada berbagai teknik dan bahan yang digunakan dalam seni kriya, seperti anyaman, kerajinan logam, tenunan, pembuatan keramik, dan masih banyak lagi. Berikut ini beberapa jenis seni kriya yang umum dikenal:
1. Seni kriya tenun
Tenun merupakan proses pembuatan kain dengan menenun benang-benang secara horizontal dan vertikal. Contoh dari seni kriya tenun di antaranya ada kain songket, ikat, batik, dan tenun tradisional dari berbagai budaya di seluruh dunia.
2. Seni kriya anyaman
Menggunakan bahan seperti bambu, rotan, daun pandan, atau serat lainnya untuk membuat keranjang, tas, tikar, dan produk anyaman lainnya. Contoh seni kriya anyaman meliputi keranjang rotan, tas anyaman, dan topi anyaman.
3. Seni kriya logam
Jenis seni kriya ini mengolah logam seperti perunggu, tembaga, besi, atau perak menjadi berbagai bentuk seni seperti patung, perhiasan, wadah, dan hiasan dinding.
4. Seni kriya keramik
Membuat barang-barang dari tanah liat yang diproses dengan membakarnya dalam suhu tinggi. Contoh seni kriya keramik meliputi vas bunga, piring, cangkir, dan patung.
5. Seni kriya kaca
Memanipulasi kaca menggunakan metode seperti pemolesan, pemotongan, dan pemanasan untuk membuat benda-benda seperti kaca patri, ukiran kaca, atau perhiasan kaca.
6. Seni kriya kulit
Mengolah kulit hewan menjadi produk seperti tas, sepatu, ikat pinggang, dan aksesoris lainnya. Contoh seni kriya kulit meliputi pembuatan dompet, ikat pinggang, dan jaket kulit.
7. Seni kriya tekstil
Seni kriya yang menggunakan kain sebagai media utama, meliputi teknik-teknik seperti bordir, sulam, quilting, dan pewarnaan kain. Contoh seni kriya tekstil termasuk batik, bordir tangan, sulaman, dan quilting.
Tags: kerajinan tenun