Seni Tenun Batik Pria - Kreativitas dan Keterampilan dalam Kerajinan Tangan
7 Motif Kain Tenun Sumba, Apa yang Membuatnya Spesial?
Motif kain tenun jadi salah satu identitas suatu daerah di Indonesia karena keberagamannya dan nilai yang diusungnya.
Salah satu daerah di Indonesia bagian timur tepatnya di provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki motif kain tenun yang khas adalah pulau Sumba.
Dengan Pulau Sumba yang semakin diminati sebagai tujuan wisata oleh turis lokal maupun mancanegara, eksistensi kain tenun Sumba pun semakin dicari karena dianggap spesial dari segi motif, cara pembuatan, hingga nilai spiritualnya!
Namun sebelum berminat untuk memiliki kain tenun Sumba, ada beberapa informasi menarik yang perlu kamu tahu tentang mahakarya tersebut.
Table of Contents

Baju batik pria dengan motif geometri jadi ciri khas gaya urban kontemporer
Baju batik tak selalu harus dihiasi ragam hias flora atau fauna, serta tak melulu berhiaskan garis-garis organic yang terlihat melengkung atau meliuk. Mengikuti perkembangan tren fashion, kini banyak bermunculan baju batik pria yang mengaplikasikan motif bersifat kaku dan tegas dengan menggunakan garis-garis geometri.
Adanya garis-garis geometri pada baju batik pria tentu mampu menjadikan tampilan tampak lebih modern dan trendi. Selain itu, penggunaan garis-garis geometri yang tak biasa ini semakin menguatkan kesan urban dan kontemporer pada tampilan seorang pria. Jadi, bagi pria yang kurang menyukai pakaian batik karena alasan motifnya yang tampak tradisional, maka rasanya desain baju bermotif batik geometri bisa menjadi solusi gaya maskulinmu.

7 Motif Kain Tenun Sumba
Nah untuk tahu lebih lanjut tentang jenis dan makna dari kain tenun Sumba, simak penjelasannya di bawah ini ya!
1. Kain Sumba Motif Ayam
Kain khas Sumba motif ayam (source: wangapuantikstore)
Motif ayam di kain satu ini berasal dari Kabupaten Sumba Timur.
Motif ayam yang lebih tepatnya ayam jantan ini memiliki makna kesadaran (karena ayam selalu berkokok setiap pagi untuk membangunkan manusia), kehidupan, serta pemimpin yang bersifat melindungi.
Biasanya kain tenun motif ayam ini dapat kalian temui di pasar tradisional Sumba Timur dengan harga sekitar 1,6 juta Rupiah.
2. Kain Sumba Motif Kuda
Kain khas Sumba motif Kuda (source: gpwisataindonesia)
Kain motif kuda berasal dari Kabupaten Sumba Timur yang melambangkan kejantanan, kebesaran, keberanian, ketangkasan, kebanggan, dan status sosial.
Motif satu ini jadi salah satu yang paling banyak diminati karena kuda jadi salah satu hewan yang paling sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai kendaraan.
Kain tenun motif kuda ini juga bisa kalian dapatkan di pasar tradisional di Sumba dengan harga sekitar 5 juta Rupiah.
3. Kain Sumba Motif Rusa
Kain Sumba motif rusa (source: Kementerian LHK)
Berasal dari Kabupaten Sumba Timur, kemegahan tanduk rusa dalam motif ini melambangkan kebijaksanaan pemimpin yang memperhatikan kehidupan masyarakat yang dipimpinnya.
Rusa yang melepaskan diri dari kepungan manusia melambangkan keberanian pemimpin untuk bertindak dan bijaksana dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Sejarah Batik Papua
Pertama kali muncul batik Papua ini pada era 1985-an, waktu itu pemerintah Indonesia memperoleh bantuan dari PBB. Tentang hal pemberdayaan kebudayaan Indonesia bagian timur yang diwakili oleh The united Nations Development program (UNDP)
Awal mulanya Jimmy memulai karirnya menjadi asisten desainer di dalam negeri, lalu mencoba membuat desain pakaian batik dengan motif sendiri. Dan kemudian pada akhirnya seorang Jimmy Afaar, berhasil dalam merenovasi dominannya desain batik Jawa.
Keberhasilannya tersebut membuat bapak Joko Widodo beserta Ibu Iriana Widodo tertarik untuk menggunakan batik “Port Numbay” pada acara kenegaraan. Dengan kehadiran batik Papua ini, Keanekaragaman batik Indonesia menjadi semakin lengkap, walaupun dilihat sejarahnya Papua tidak terlalu mengenal budaya .
Dan juga keterampilan membatik seperti masyarakat di Pulau Jawa, namun sekarang sentra batik Papua mulai meningkat, dengan berkembangnya Batik Papua. Sebagai masyarakat Indonesia patut bangga dan turut melestarikan batik tersebut serta mengenalkannya kepada generasi muda.

Sejarah Batik Lampung
Batik Lampung sendiri muncul karena gagasan salah satu penduduk Jawa yang lama menetap di Lampung yaitu Gatot Kartiko. Dengan ide kreatifnya dalam mengembangkan corak atau motif batik dari kain tenun, yaitu kain tapis dan siger.
Keberadaan batik lampung dikembangkan atas dasar bisnis yang menonjolkan ciri khas daerah dari kota lampung itu sendiri seperti halnya pada batik jember yang dibuat karena faktor bisnis yang dipadu dengan ciri khas kota tersebut.
Perkembangan batik lampung cukup pesat ketika mulai dikenakan oleh Mantan gubernut lampung bapak Sjachroedin Z.P. Batik lampung makin populer saat dikenakan oleh mantan presiden RI yang sangat mencintai batik indonesia yaitu bapak Susilo Bambang Yudhoyono ketika menghadiri acara HIMPI di Lampung.

Tags: tenun pria