Seni Memintal yang Memukau - Mengenal Benang Lawe dalam Kerajinan dan DIY
Akad Nikah atau Pemberkatan
- Prosesi pascanikah atau upacara panggih
Biasanya tari edan-edanan adalah tarian yang dijadikan pembuka akan dimulainya upacara panggih.
DI ritual ini, sanggan diserahkan dari pihak pria kepada kedua orang tua mempelai wanita sebagai simbol penebus putri mereka.
Gantal adalah daun sirih yang diisi bunga pinang, kapur sirih, gambir, dan tembakau hitam, yang diikat dengan benang lawe. Dari arah berlawanan dan berjarak sekitar 2 meter, kedua mempelai saling melemparkan gantal ke satu sama lain.
Mempelai pria akan melemparkan gantal ke dahi, dada, dan lutut mempelai wanita, lalu dibalas oleh mempelai wanita yang melemparkan gantal ke dada dan lutut mempelai pria. Ritual di pernikahan adat Jawa ini melambangkan kedua mempelai akan saling melempar kasih.
RItual wijikan di pernikahan adat Jawa ini juga dikenal dengan sebutan ranupada. Ranu artinya air dan pada artinya kaki.
Ritual ini berwujud dimana mempelai wanita membasuhkan air pada kaki suaminya sebanyak tiga kali. Pembasuhan kaki ini memiliki makna wujud bakti istri kepada suaminya juga untuk menghilangkan halangan menuju rumah tangga yang bahagia.
Di pernikahan adat jawa terdapat perbedaan kasta tertentu yaitu antara pernikahan di masyarakat biasa (yang sebut kawula) serta pernikahan di kaum bangsawan seperti pernikahan putri sultan.
Pada pernikahan putri sultan terdapat prosesi yang disebut pondong, sedangkan di pernikahan kawula, prosesi ini digantikan dengan kanten asto. Pada kanten asto, kedua mempelai berdiri berdampingan sambil mengaitkan jari kelingking dan berjalan bersama menuju pelaminan.
Tiba di pelaminan, kedua mempelai tetap berdiri menghadap tamu dan membelakangi kursi pelaminan.
Sambil disaksikan ibu mempelai wanita, ayah dari mempelai wanita memegang dan menepuk bahu kedua mempelai untuk mendudukkan keduanya di kursi pelaminan.
Makna filosofis balangan gantal
Salah satu hal yang menarik dari pernikahan adat Jawa adalah makna dan nilai-nilai keluhuran yang ada pada setiap upacaranya. Meskipun ada cukup banyak acara, setiap bagiannya mempunyai tujuan yang luhur dan bermakna baik bagi kedua pengantin. Salah satunya upacara balangan gantal.
Secara umum, upacara ini melambangkan pertemuan cinta kedua pasangan atau mereka sudah saling menemukan belahan hatinya. Namun, ada juga yang memaknai sebagai siapa yang akan mendominasi dalam rumah tangga dari kecepatan lemparannya.
Selain upacaranya, isian gulungan gantal juga ada makna filosofinya, lho. Kesempurnaan disimbolkan dari gulungan gantal yang lengkap.
Jambe dimaknai sebagai suara yang indah. Sedangkan gambir kuning menyimbolkan kecantikan. Kecocokan hati terwakilkan oleh tembakau hitam. Terakhir, benang lawe putih menjadi tanda pengikatnya.
Itu tadi penjelasan lengkap mengenai balangan gantal dalam pernikahan adat Jawa. Meskipun terlihat sederhana, upacara adat ini mempunyai makna yang mendalam dan berkesan. Tertarik untuk mengusung tema adat Jawa untuk pernikahan, Bela?
Penulis: Cesilia Sasanda Eka Putri Noveliana
Tags: benang adalah lawe