... Benang Logam pada Bahan Tekstil: Temukan Kecuali di Proyek DIY Anda! - Panduan Jarum dan Kerajinan

Benang Logam - Elemen Bersinar dalam Dunia Kerajinan, Kecuali...

Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil

Ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada karya seni atau kerajinan dengan tujuan untuk memperindah atau menghias. Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenun, tatah sungging, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Teknik penggubahan motif ragam hias adalah secara realis, stilasi, dan deformasi. Ragam hias tersebut muncul dengan bentuk-bentuk yang bervariasi. Ragam hias yang terdapat dalam karya kerajinan atau seni tradisional sering kali terdapat makna spiritual dan harapan tertentu.

Ragam hias asli Nusantara biasanya berbentuk realis atau hasil stilasi/penggayaan dan deformasi flora, fauna, figuratif, benda. Ada pula ragam hias bermotif abstrak dan hasil adaptasi pengaruh budaya luar, misalnya dari Tiongkok, India, dan Persia.

Proses Persiapan Penyempurnaan Tekstil

Pembakaran Bulu

Proses ini bertujuan untuk menghilangkan bulu-bulu yang berupa ujung-ujung serat yang menonjol/keluar dari permukaan benang atau kain.

Bulu-bulu serat hanya terdapat pada benang staple. Bulu-bulu serat akan mengurangi kilap bahan, kelicinan permukaan bahan, dan akan menahan kotoran sehingga bahan cepat kotor.

Bahan tekstil yang harus dibakar bulunya yaitu yang menghendaki permukaan licin dan mengkilap, corak permukaan kelihatan, kotoran yang menempel mudah dihilangkan pada waktu pencucian, tidak gatal waktu dipakai dan sebagainya. Misalnya kain sapu tangan, kain serbet, kain yang akan di-merser, benang jahit, bahan pelapis (lining/voering), dan sebagainya.

Proses Penghilangan Kanji (Desizing)

Proses ini bertujuan untuk menghilangkan kanji pada benang lusi yang sebelumnya diberikan sebagai penguat saat proses pertenunan. Kanji akan mengganggu pengerjaan penyempurnaan selanjutnya. Zat-zat penghilang kanji antara lain asam sulfat dan enzim.

Proses Pemasakan (Scouring)

Proses ini bertujuan melepaskan kotoran zat perekat alam serisin dari filamen serat sutra. Penghilangan tersebut terdiri atas pemanasan dalam larutan alkalin atau larutan sabun. Proses ini juga digunakan untuk menghilangkan minyak-minyak dan kotoran yang terdapat pada serat-serat buatan.

Proses Pengelantangan (Bleaching)

Pengelantangan merupakan proses pemutihan terutama bahan kapas dengan cara merusak zat-zat pigmen alam yang ada pada serat. Proses pengelantangan dilakukan apabila:

  • Bahan yang dikehendaki berwarna putih bersih, misalnya kain putih, pakaian putih, kain seprai, sarung bantal, dan sebagainya.
  • Bahan akan dicelup atau dicap dengan warna-warna muda dan cerah, misalnya merah, kuning, orange, dan sebagainya.

Proses Stabilisasi Dimensi Kain (Stensering)

Proses pada mesin stenter, yaitu mesin dengan prinsip menarik kain ke arah panjang dan lebar serta dengan memanaskannya sekaligus dimana lebar dan panjang kain dapat di setting, demikian juga dengan temperaturnya sehingga diperoleh kain dengan dimensi sesuai dengan yang dikehendaki.

Jenis-Jenis Logam

Berikut adalah kami akan berikan uraian mengenai Jenis-Jenis Logam secara lengkap dan perlu kalian ketahui :

1. Baja

Definisi baja menyatakan bahwa baja merupakan paduan logam yang terdiri terutama dari besi sebagai unsur utama yang dicampur dengan karbon. Proporsi campuran ini biasanya terdiri dari 99% besi dan 1% karbon, meskipun perbandingan ini dapat bervariasi. Tidak dapat disangkal bahwa baja merupakan logam yang sangat umum digunakan dalam era modern, terutama dalam bidang konstruksi.

Fakta Menarik: Pada tahun 2017, produksi baja mencapai lebih dari 1,8 miliar ton di seluruh dunia (setengahnya berasal dari China). Sebagai perbandingan, jika berat rata-rata seekor gajah Afrika adalah sekitar 5 ton, dan kita membayangkan menumpuk gajah-gajah tersebut untuk membentuk jembatan menuju bulan (meskipun tidak mungkin dilakukan), berat totalnya masih tidak akan sebanding dengan jumlah baja yang diproduksi setiap tahun.

2. Baja Karbon / Carbon Steel

Baja karbon merupakan jenis baja dasar yang mengandung kandungan karbon yang signifikan, bersama dengan unsur besi, meskipun beberapa unsur tambahan dalam jumlah kecil dapat dicampurkan.

Baja karbon terbagi menjadi tiga kategori, yaitu baja karbon rendah, baja karbon sedang, dan baja karbon tinggi. Tingkat kandungan karbon ini memengaruhi sifat-sifat baja, dimana semakin tinggi kandungan karbon akan membuat baja lebih keras dan kuat, sementara kandungan karbon yang lebih rendah membuat baja menjadi lebih lembut dan mudah diolah.

Penggunaan utama baja karbon adalah sebagai bahan konstruksi struktural, komponen mekanis sederhana, dan berbagai jenis peralatan.

3. Paduan / Alloy

Paduan atau baja paduan dibuat dengan mencampurkan unsur-unsur tambahan ke dalam komposisi logam. Hal ini mengubah karakteristik logam dan memungkinkan penyesuaian sifat-sifatnya secara spesifik. Anda bisa mengibaratkan paduan seperti rekayasa genetika pada logam. Paduan merupakan jenis logam yang umum digunakan karena biaya produksinya yang relatif terjangkau.

Unsur-Unsur Logam

Dalam penjelasan di atas sudah kita ketahui bahwa logam adalah suatu unsur kimia yang keras dan dapat mencair pada titik didih yang sangat tinggi. Unsur-unsur logam yang banyak dikenal antara lain adalah logam, non logam, dan semi logam.

Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur logam :

1. Unsur Logam

Pada kategori ini, bahan material memiliki sifat yang sangat berkilauan dan mampu menghantarkan listrik serta panas dengan baik. Logam umumnya berada dalam bentuk padat pada tekanan dan suhu normal, kecuali dalam kasus penggunaan air raksa. Sifat dasar ini membuat logam mudah untuk ditempa, yang memungkinkan pembuatan berbagai jenis objek.

Contoh unsur logam meliputi aluminium (Al), besi (Fe), emas (Au), barium (Ba), kalsium (Ca), kalium (K), kromium (Cr), nikel (Ni), natrium (Na), mangan (Mn), dan magnesium (Mg).

2. Unsur Non Logam

Pada kelompok unsur ini, sifat-sifat logam tidak ditemukan sama sekali. Banyak unsur non logam memiliki ciri fisik dan bentuk yang beragam satu sama lain. Secara umum, unsur non logam berwujud gas, seperti halnya oksigen, atau dalam bentuk cair, seperti bromin. Ketika berada dalam wujud padat, unsur non logam memiliki tekstur yang rapuh dan keras.

Contoh unsur non logam meliputi oksigen (O), iodin (I), silikon (Si), neon (Ne), nitrogen (N), karbon (C), klorin (Cl), helium (He), hidrogen (H), fosforus (P), fluorin (F), belerang (S), dan bromin (Br).

3. Unsur Semi Logam

Selain unsur logam dan non logam, terdapat juga kelompok unsur lain yang disebut sebagai semi logam. Unsur ini umumnya masih memiliki beberapa sifat logam dan sering disebut sebagai metaloid. Pada kelompok unsur ini, biasanya terdapat sifat semi konduktor yang tidak mampu menghantarkan listrik pada suhu rendah, namun menjadi jauh lebih baik dalam menghantarkan listrik saat suhu lebih tinggi.

E. Apa Fungsi Ragam Hias pada Bahan Tekstil?

Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda, misalnya batik, sulam, bordir, songket, sablon, tenun ikat, dan lukis. Salah satu penerapan ragam hias adalah teknik lukis yang diterapkan pada tas kain. Tas kain atau totebag terbuat dari bahan kain yang menyerap cat. Menggunakan pewarna misalnya cat tekstil atau cat sablon dengan alat kuas.

Berikut ini contoh penerapan ragam hias pada tas kain atau totebag, dengan teknik lukis. Perhatikan gambar dan langkah-langkahnya berikut ini,

Lebih jelasnya silahkan simak video penerapan ragam hias pada bahan tekstil berikut ini.


Demikian ulasan tentang "Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel materi pelajaran Seni Budaya menarik lainnya hanya di situs SeniBudayaku.com.


Tags: benang bahan pada logam berikut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia