... Benang Logam pada Bahan Tekstil: Temukan Kecuali di Proyek DIY Anda! - Panduan Jarum dan Kerajinan

Benang Logam - Elemen Bersinar dalam Dunia Kerajinan, Kecuali...

Unsur-Unsur Logam

Dalam penjelasan di atas sudah kita ketahui bahwa logam adalah suatu unsur kimia yang keras dan dapat mencair pada titik didih yang sangat tinggi. Unsur-unsur logam yang banyak dikenal antara lain adalah logam, non logam, dan semi logam.

Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur logam :

1. Unsur Logam

Pada kategori ini, bahan material memiliki sifat yang sangat berkilauan dan mampu menghantarkan listrik serta panas dengan baik. Logam umumnya berada dalam bentuk padat pada tekanan dan suhu normal, kecuali dalam kasus penggunaan air raksa. Sifat dasar ini membuat logam mudah untuk ditempa, yang memungkinkan pembuatan berbagai jenis objek.

Contoh unsur logam meliputi aluminium (Al), besi (Fe), emas (Au), barium (Ba), kalsium (Ca), kalium (K), kromium (Cr), nikel (Ni), natrium (Na), mangan (Mn), dan magnesium (Mg).

2. Unsur Non Logam

Pada kelompok unsur ini, sifat-sifat logam tidak ditemukan sama sekali. Banyak unsur non logam memiliki ciri fisik dan bentuk yang beragam satu sama lain. Secara umum, unsur non logam berwujud gas, seperti halnya oksigen, atau dalam bentuk cair, seperti bromin. Ketika berada dalam wujud padat, unsur non logam memiliki tekstur yang rapuh dan keras.

Contoh unsur non logam meliputi oksigen (O), iodin (I), silikon (Si), neon (Ne), nitrogen (N), karbon (C), klorin (Cl), helium (He), hidrogen (H), fosforus (P), fluorin (F), belerang (S), dan bromin (Br).

3. Unsur Semi Logam

Selain unsur logam dan non logam, terdapat juga kelompok unsur lain yang disebut sebagai semi logam. Unsur ini umumnya masih memiliki beberapa sifat logam dan sering disebut sebagai metaloid. Pada kelompok unsur ini, biasanya terdapat sifat semi konduktor yang tidak mampu menghantarkan listrik pada suhu rendah, namun menjadi jauh lebih baik dalam menghantarkan listrik saat suhu lebih tinggi.

Proses Penyempurnaan Tekstil

Proses penyempurnaan tekstil dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu

  1. Penyempurnaan tekstil secara Kimia dan mekanik
  2. Penyempurnaan Secara fisika/Mekanik

Penyempurnaan tekstil secara Kimia dan mekanik antara lain :

  • Merserisasi
  • Krep/Pengeritingan (Creaping)
  • Penyempurnaan Tahan Kusut (Anti Crease Mark)
  • Penyempurnaan Anti Susut (anti-shrink)
  • Penyempurnaan Tahan Air dan Tolak Air
  • Penyempurnaan Tahan Api
Merserisasi

Tujuan Proses merserisasi adalah untuk mendapatkan sifat-sifat yang lebih baik dari bahan kapas, diantaranya kekuatannya, daya serap, dan kilaunya. Proses ini dilakukan dengan perendaman sesaat bahan kapas dalam larutan kaustik soda atau alkali kuat, kemudian segera dilakukan proses netralisasi dan pencucian. Efek dari proses ini akan miningkatkan sifat kapas antara lain:

  • Bahan menyusut
  • Kekuatan bahan bertambah tinggi
  • Daya serap terhadap air meningkat
  • Daya celup zat warna bertambah tinggi
  • Pegangan bahan menjadi lebih penuh.
Krep/Pengeritingan (Creaping)

Penyempurnaan krep bertujuan untuk membuat permukaan kain menjadi tidak rata atau berkerut. Ada dua cara yaitu: cara mekanik dan cara kimia.

  • Penyempurnaan krep cara mekanik dilakukan dengan mengerjakan kain pada mesin kalender EmĀ­bossing, di mana permukaan rol kerasnya bermotif kerut-kerut. Tetapi penyempurnaan ini bersifat sementara, karena akan hilang oleh pencucian berkali-kali dan oleh penyetrikaan.
  • Penyempurnaan krep cara kimia dilakukan dengan mencapkan pasta cap yang mengandung kaustik soda, asam sulfat, seng klorida, atau lainnya pada permukaan kain kapas. Oleh zat-zat penggelembung tersebut, serat kapas akan menyusut dalam pencucian, sedangkan bagian yang tidak dicap akan kusut sehingga menimbulkan efek kerut pada permukaan kain yang disebut efek plise. Hasilnya berupa bahan krep seersucker, crinkle (kain kelobot).

Tags: benang bahan pada logam berikut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia