... Benang PGA: Panduan Lengkap untuk Mengenal dan Menggunakan Benang PGA dalam Kerajinan Sulam DIY

Benang PGA - Mengenal Bahan Utama dalam Seni Kerajinan Jarum dan DIY

Jenis-Jenis Benang untuk Operasi Plastik

Benang untuk operasi plastik adalah komponen penting dalam prosedur ini. Benang ini digunakan untuk menjahit luka dan mengangkat jaringan kulit atau otot yang mengendur.

Ada beberapa jenis benang untuk operasi plastik yang umum digunakan, yaitu absorbable dan nonabsorbable . Masing-masing jenis benang untuk operasi plastik ini bisa terdiri dari dua jenis, yaitu beberapa utas benang yang dikepang bersama (braided) maupun satu utas benang (monofilament).

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis benang untuk operasi plastik.

1. Absorbable

Benang absorbable adalah benang yang dapat diserap dan umumnya kehilangan sebagian besar kekuatan tariknya dalam 1 hingga 3 minggu. Benang ini bisa terserap sepenuhnya dalam waktu 3 bulan.

Pada umumnya, benang absorbable hanya digunakan untuk jahitan dalam. Namun, belakangan penggunaan benang ini mulai dianjurkan untuk penutupan luka perkutan pada orang dewasa dan anak-anak. Beberapa jenis benang absorbable untuk operasi plastik antara lain:

2. Non-Absorbable

Benang nonabsorbable adalah benang yang terbuat dari bahan buatan yang tidak dimetabolisme oleh tubuh. Berikut beberapa contoh jenis benang untuk operasi plastik nonabsorbable:

Pengenalan metode pengendalian hemostatis dan benang usus

Editor’s picks

ilustrasi pengobatan zaman dulu (tmc.edu)

Sebagaimana dilansir Delhi Journal of Ophthalmology tahun 2015, Aurelius Cornelius Celsus (25 SM–50 M) berhasil menemukan dan menuliskan metode jahit kepang serta metode pengendalian hemostatis pada pembuluh darah. Aurelius menuliskan temuannya dengan begitu rinci, bahkan ia menerangkan cara mengikat di beberapa tempat guna mengendalikan hemostatis.

Tidak terlalu jauh dari temuan Aurelius, Galenus berhasil menemukan benang operasi yang dibuat dari bahan usus. Benang operasi yang terbuat dari usus hasil penelitian Galenus ini ditujukan untuk menjahit dan memperbaiki tendon para gladiator pada masa itu.

Tahun 1970 menjadi awal dikenalkannya benang operasi yang dapat diserap PGA

ilustrasi penggunaan benang operasi (pexels.com/Anna Shvets)

Benang bedah sintetis pertama yang bisa diserap PGA (suatu homopolimer asam glikolat) mulai dikenalkan dan digunakan pada tahun 1970. Seperti dilansir Katsan Medical Device, benang bedah yang digunakan sampai tahun 1930-an umumnya catgut, sutra, linen, dan katun.

Kemudian, benang berbahan poliamida (nilon) digunakan pada tahun 1941 sebagai benang bedah sintetis selama perang dunia. Hingga pada tahun 1970, ditemukanlah sebuah benang sintetis yang mampu diserap PGA.

Seiring waktu, benang operasi mulai diperhatikan terkait bahan pembuatannya yang harus nyaman, minim memicu reaksi jaringan, tidak memicu pertumbuhan bakteri, harus memiliki kekuatan tarik tinggi, mudah disterilkan, dan lain sebagainya. Jadi, bagaimana menurutmu fakta sejarah benang operasi, menarik bukan?

Teknik jahit sudah sejak dahulu didokumentasikan dalam papirus

ilustrasi papirus Mesir (unsplash.com/Jeremy Bezanger)

Masih dari laporan dalam jurnal yang sama, dijelaskan bahwa Edwin Smith berhasil menemukan papirus pengetahuan medis yang sudah dikodifikasi pada tahun 1600 SM. Setidaknya terdapat 48 kasus tindakan medis yang diabadikan secara rinci dalam papirus Edwin Smith.

Dalam papirus tersebut, terukir tulisan “If thou findest that wound open and its stitching loose thou shouldst draw together for him the gash with two strips of linen.” Ini menunjukkan bahwa metode jahit pada saat itu masih memanfaatkan linen. Saat ini papirus tersebut berada di Metropolitan Museum of Art of New York City, Amerika Serikat.


Tags: benang adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia