Benang PGA - Mengenal Bahan Utama dalam Seni Kerajinan Jarum dan DIY
Rambut, urat, benang wol, dan serat tumbuhan dijadikan alat untuk mengikat luka
ilustrasi pengobatan klasik (medicalacademic.co.za)
Sebuah laporan berjudul "The History and Evolution of Sutures in Pelvic Surgery” dalam Journal of the Royal Society of Medicine tahun 2011, disebutkan bahwa sekitar 3000 tahun Sebelum Masehi, penduduk Mesir memanfaatkan serat tumbuhan, rambut, urat, dan benang wol untuk menjahit luka. Bekas bentuk jahitan dari serat tumbuhan, rambut, urat, dan benang wol ini juga ditemukan pada sisa-sisa mumi di Mesir.
Hal tersebut juga sejalan dengan, dilansir Katsan Medical Device, bahwa suku Indian di Amerika Utara menjahit pembuluh darah dengan tendon dan menjahit luka mereka dengan serat tanaman lokal. Selain dari serat, di Yunani teknik jahit pada masa itu masih memanfaatkan rambut ekor kuda sebagai benangnya. Menarik, ya?
Teknik jahit sudah sejak dahulu didokumentasikan dalam papirus
ilustrasi papirus Mesir (unsplash.com/Jeremy Bezanger)
Masih dari laporan dalam jurnal yang sama, dijelaskan bahwa Edwin Smith berhasil menemukan papirus pengetahuan medis yang sudah dikodifikasi pada tahun 1600 SM. Setidaknya terdapat 48 kasus tindakan medis yang diabadikan secara rinci dalam papirus Edwin Smith.
Dalam papirus tersebut, terukir tulisan “If thou findest that wound open and its stitching loose thou shouldst draw together for him the gash with two strips of linen.” Ini menunjukkan bahwa metode jahit pada saat itu masih memanfaatkan linen. Saat ini papirus tersebut berada di Metropolitan Museum of Art of New York City, Amerika Serikat.
Tahun 1970 menjadi awal dikenalkannya benang operasi yang dapat diserap PGA
ilustrasi penggunaan benang operasi (pexels.com/Anna Shvets)
Benang bedah sintetis pertama yang bisa diserap PGA (suatu homopolimer asam glikolat) mulai dikenalkan dan digunakan pada tahun 1970. Seperti dilansir Katsan Medical Device, benang bedah yang digunakan sampai tahun 1930-an umumnya catgut, sutra, linen, dan katun.
Kemudian, benang berbahan poliamida (nilon) digunakan pada tahun 1941 sebagai benang bedah sintetis selama perang dunia. Hingga pada tahun 1970, ditemukanlah sebuah benang sintetis yang mampu diserap PGA.
Seiring waktu, benang operasi mulai diperhatikan terkait bahan pembuatannya yang harus nyaman, minim memicu reaksi jaringan, tidak memicu pertumbuhan bakteri, harus memiliki kekuatan tarik tinggi, mudah disterilkan, dan lain sebagainya. Jadi, bagaimana menurutmu fakta sejarah benang operasi, menarik bukan?
Bahan pembuat benang operasi
Perbedaan benang operasi yang jadi daging dan tidak ini didasarkan pada bahan pembuatnya, sebagian bisa diserap tubuh dan lainnya tidak.
Setiap jenis benang terbuat dari bahan yang berbeda, baik alami maupun sintetis.
1. Bahan benang yang bisa diserap (absorbable)
Jenis benang medis ini biasanya digunakan untuk menjahit bagian paling dalam dari sayatan. Meski begitu, benang ini juga bisa dokter gunakan pada permukaan kulit.
Berikut ini merupakan bahan-bahan pembuat benang yang bisa diserap tubuh.
Serat usus (gut)
Benang monofilamen alami ini berasal dari serat dinding usus hewan, seperti sapi, kambing, dan domba. Ini digunakan untuk menjahit jaringan lunak bagian dalam tubuh.
Akan tetapi, benang dari serat usus tidak digunakan untuk operasi kardiovaskular dan sistem saraf. Pasalnya, benang ini bisa memicu reaksi buruk yang lebih besar dan berisiko menyebabkan komplikasi operasi .
Polydioxanone (PDS)
Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk perut atau jantung bayi dan anak-anak.
Poliglecaprone (Monocryl)
Benang monofilamen sintetis ini digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka. Namun, bahan ini tidak boleh digunakan untuk operasi kadiovaskular atau sistem saraf.
Jenis benang ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar bekasnya tidak terlihat.
Poliglaktin (Vicryl)
Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah.
Benang ini juga tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian kardiovaskular atau sistem saraf.
2. Bahan benang yang tidak dapat diserap (non-absorbable)
Semua jenis bahan benang jahit yang tidak dapat diserap biasanya dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk prosedur kardiovaskular dan sistem saraf.
Jenis-Jenis Benang untuk Operasi Plastik
Benang untuk operasi plastik adalah komponen penting dalam prosedur ini. Benang ini digunakan untuk menjahit luka dan mengangkat jaringan kulit atau otot yang mengendur.
Ada beberapa jenis benang untuk operasi plastik yang umum digunakan, yaitu absorbable dan nonabsorbable . Masing-masing jenis benang untuk operasi plastik ini bisa terdiri dari dua jenis, yaitu beberapa utas benang yang dikepang bersama (braided) maupun satu utas benang (monofilament).
Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis benang untuk operasi plastik.
1. Absorbable
Benang absorbable adalah benang yang dapat diserap dan umumnya kehilangan sebagian besar kekuatan tariknya dalam 1 hingga 3 minggu. Benang ini bisa terserap sepenuhnya dalam waktu 3 bulan.
Pada umumnya, benang absorbable hanya digunakan untuk jahitan dalam. Namun, belakangan penggunaan benang ini mulai dianjurkan untuk penutupan luka perkutan pada orang dewasa dan anak-anak. Beberapa jenis benang absorbable untuk operasi plastik antara lain:
2. Non-Absorbable
Benang nonabsorbable adalah benang yang terbuat dari bahan buatan yang tidak dimetabolisme oleh tubuh. Berikut beberapa contoh jenis benang untuk operasi plastik nonabsorbable:
Tags: benang adalah