... Benang Spindel: Apa Itu dan Bagaimana Menggunakannya dalam Kerajinan dan DIY

Benang Spindel - Keajaiban Benang dalam Dunia Kerajinan dan DIY

Tahap pembelahan sel meiosis

Pembelahan meiosis terjadi dalam dua proses, yaitu fase satu dan dua. Pada fase satu akan terjadi proses reduksi kromosom. Sementara itu, pada fase dua akan terjadi pembelahan seperti pada tahapan mitosis lengkap.

1. Meiosis fase satu

Sama seperti pembelahan mitosis pada tahap awal, kromosom akan bergerak ke titik tengah. Sementara itu, sentrosom bergerak ke kutub berlawan untuk membentuk spindel.

Mengutip dari laman Your Genome, perbedaan tahap awal pembelahan sel meiosis adalah adanya kromosom yang melakukan pindah silang atau crossing over.

Proses tersebut akan menghasilkan kromosom campuran dari kromosom asli yang berbeda.

Pada tahap akhir meiosis fase satu, sel akan terbelah dan terjadi proses sitokinesis. Sel inti juga akan kembali terbentuk untuk persiapan proses selanjutnya.

2. Meiosis fase dua

Tahap pembelahan meiosis dua sama dengan proses mitosis dan sudah tidak lagi terjadi crossing over. Bedanya, sel yang dihasilkan berjumlah empat dan bersifat haploid (jumlah kromosom setengah dari sel asli).

Susunan genetik yang dibawa oleh hasil pembelahan meiosis juga berbeda. Inilah alasan mengapa anak yang dilahirkan tidak selalu memiliki sifat yang sama persis dengan orang tua mereka.

Kesimpulan

  • Proses pembelahan sel bertujuan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi.
  • Amitosis terjadi pada makhluk hidup bersel tunggal. Prosesnya lebih sederhana tanpa melibatkan pembagian kromosom.
  • Mitosis terjadi pada sel somatik, terdiri dari empat fase, dan menghasilkan dua sel diploid.
  • Meiosis terjadi pada sel gamet, terdiri atas dua fase, dan menghasilkan empat sel haploid.

Gametogenesis

Pembelahan mitosis memang terlibat dengan pembentukan sel-sel induk yang sifatnya diploid. Sedangkan pembelahan meiosis terlibat dalam proses perubahan sel-sel induk sel gamet menjadi sel-sel gamet yang bersifat haploid. Proses pembentukan gamet tersebut dinamakan gametogenesis.

Gametogenesis pada Manusia dan Hewan

Gametogenesis pada manusia dan hewan berbeda dengan gametogenesis pada tumbuhan. Gametogenesis pada manusia dan hewan dibedakan menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Bagaimanakah proses-prosesnya? Yuk, simak gambar dan penjelasan berikut ini.

a. Spermatogenesis

Adalah proses pembentukan sperma atau sel kelamin jantan yang terjadi di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus.

Berdasarkan gambar tersebut, proses spermatogenesis adalah sebagai berikut.

  • Spermatogonium (2n) akan membelah menjadi spermatosit primer atau spermatosit I secara mitosis.
  • Melalui proses pembelahan secara meiosis, spermatosit I akan menghasilkan dua sel spermatosit sekunder atau spermatosit II (n).
  • Setiap spermatosit II membelah menghasilkan spermatid (n).
  • Spermatid akan mengalami pematangan menjadi spermatozoa (sperma).

b. Oogenesis

Berdasarkan gambar tersebut, proses oogenesis adalah sebagai berikut.

  • Oogonium membelah secara mitosis menghasilkan oosit primer.
  • Oosit primer membelah secara meiosis menghasilkan satu oosit sekunder dan satu badan kutub primer.
  • Oosit sekunder membelah menghasilkan sebuah ootid dan badan kutup sekunder Sedangkan badan kutup primer membelah menjadi dua badan kutup sekunder.
  • Ootid berkembang menjadi ovum matang, sedangkan badan kutup sekunder bergabung dengan kedua badan kutup sekunder yang lain yang berasal dari pembelahan badan kutup primer sehingga diperoleh tiga badan kutup sekunder.
  • Ketiga badan kutup sekunder mengalami degenerasi, sehingga pada proses oogenesis dihasilkan satu buah ovum.

Siklus Sel

Sebelum dijelaskan mengenai siklus sel, yuk perhatikan terlebih dahulu gambar berikut ini.

Siklus sel mencakup dua fase, yaitu interfase dan fase mitosis atau fase pembelahan.

Interfase

Tahap interfase adalah tahap yang sangat aktif bagi sel, karena pada tahap ini digunakan sel untuk mempersiapkan pembelahan. Interfase terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap G1, S, dan G2.

a. Tahap G1

Pada tahap G1 terjadi aktivitas biosintesis yang tinggi. Sel sedang aktif mensintesis RNA (transkripsi) dan protein (translasi) serta membentuk sitoplasma baru, yang nantinya merupakan bahan untuk membina sel anak. Peristiwa ini mendorong inti dan sitoplasma membesar. Lama tahap G1 adalah 30-40 % dari waktu siklus sel

b. Tahap S

Adalah tahap replikasi dan transkripsi DNA. Dengan demikian, sel anak mengandung bahan genetik yang sama dengan sel induk. Lama tahap S sama dengan tahap G1 yaitu 30-40 % dari waktu siklus sel

c. Tahap G2

Adalah tahap persiapan diri sel untuk membelah. Lama tahap G2 yaitu 10-20 % dari waktu siklus sel

Tahap Pembelahan/Mitosis atau Fase M


Tags: benang adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia