... 8 Inspiratif Ide Kerajinan Tangan dari Ranting Pohon untuk DIY: Panduan dan Tutorial

Keajaiban Kreativitas - Mengubah Ranting Pohon Menjadi Karya Seni Jarum dan DIY

Pengemasan Produk Kerajinan dari Bahan Kayu, Bambu, Rotan, dan Tempurung Kelapa

Kerajinan yang berukuran relatif besar sebagian besar tidak dikemas. Kerajinan yang berukuran kecil, agar penampilannya menarik, produknya dikemas. Tujuannya agar terlihat anggun, estetik, dan tahan lama.

Berikut ini adalah beberapa contoh soal uji kompetensi materi produk, karakteristik, dan kemasan karajinan dari bahan kayu, bambu, rotan, dan tempurung kelapa dalam pembelajaran prakarya. Adapun contoh soalnya adalah sebagai berikut.

1. Teknik pembuatan kerajinan yang dilakukan melalui proses mengambil bagian-bagian dari bahan yang tidak diperlukan pada material yang dipahat disebut teknik .
A. cetak
B. putar
C. carving
D. construction

2. Jenis kayu yanh mudah dibentuk dan sifatnya kuat serta tahan lama adalah kayu .
A. mahoni
B. kembang
C. sengon
D. jati

3. Memiliki karakter tekstur yang alami, berwarna kecokelatan, kuat, dan ringan merupakan ciri-ciri .
A. rotan
B. bambu
C. ranting kayu
D. tempurung kelapa

4. Hutan tropis di Indonesia menyimpan kekayaan alam berupa .
A. rotan
B. tempurung kelapa
C. bambu
D. kayu

5. Penghasil rotan di Indonesia terletak di Pulau .
A. Halmahera, Madura, Biak, dan Flores
B. Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Papua
C. Jawa, Sumatera, Bali, dan Papua
D. Jawa, Lombok, Flores, dan Sumbawa

6. Teknik konstruksi merupakan teknik yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan dari bahan .
A. bambu
B. rotan
C. tempurung kelapa
D. ranting kayu

7. Cirebon, Jawa Barat, merupakan daerah sentra industri . terbesar di Indonesia.
A. kerajinan ranting kayu dan rotan
B. kerajinan tempurung kelapa dan mebel kayu
C. kerajinan dan mebel rotan
D. kerajinan anyaman dan bambu

8. Berikut yang bukan bahan dan peralatan utama yang dibutuhkan dalam membuat kerajinan dengan menggunakan bahan kayu adalah .
A. kuas
B. bor
C. gunting
D. gergaji mesin

Daun-Daun Kering

Pertama hadir dari varian dedaunan. Bagian yang merupakan limbah keras organik adalah daun kering yang biasanya jatuh dari pepohonan. Daun kering tersebut sebenarnya tidak hanya dibuang begitu saja ke sampah, Pins bisa memilih yang terbaik untuk dapat dijadikan barang berguna di kemudian hari. Penasaran bisa menjadi apa?

Daun kering yang gugur dari pepohonan sekitar rumah, dapat kamu manfaatkan sebagai hiasan dekorasi di rumah dengan teknik kolase. Kolase yang merupakan seni dua dimensi penggabungan bahan-bahan menjadi satu karya ini, dapat menambah estetika dalam hunian. Apalagi bila dikerjakan bersama dengan buah hati, pasti akan semakin menyenangkan.

1. Jam dinding unik

Apa Sedulur ingin membuat kerajinan dari koran unik? Coba saja buat jam dinding. Ya, sebagian besar kerajinan tangan dibuat dengan membuat lintingan-lintingan koran lebih dulu. Lintingan tersebut bisa dibuat dengan bantuan tusuk sate atau lidi.

Sedulur bisa menggulung koran di sepanjang lidi, lalu rekatkan ujungnya dengan menggunakan lem. Untuk jam dinding yang berbentuk belah ketupat dengan lintingan koran yang panjangnya berbeda-beda. Sedulur juga bisa menggunakan karton tebal atau tripleks untuk alasnya.

Jam dinding yang satu ini akan membuat setiap orang yang melihatnya menjadi merasa kagum sekaligus heran. Hal ini karena bentuk dan desainnya yang unik dan material pembuatnya adalah barang bekas.

6. Tas jinjing

Selain tempat tisu, kerajinan dari koran mudah yang bisa Sedulur coba adalah tas jinjing. Bayangkan jika Sedulur menggunakan tas semacam ini, tentu saja akan membuat banyak orang yang melihatnya merasa heran dan terpukau.

Nah, jadi kerajinan ini juga dibuat dari gulungan-gulungan koran. Cara untuk membuatnya, Sedulur hanya perlu menghubungkan setiap gulungan koran dengan benang sampai membentuk sebuah rangakaian panjang.

Ulangi langkah tersebut beberapa kali, kemudian susun dengan benang sampai membentuk sisi tas. Buatlah bentuk yang serupa pada bagian depan, belakang, kiri, dan juga kanan. Jika sudah jadi, rangkai keempat sisi dengan benang, dan buat pegangan dengan kawat sebagai ragangannya.

2. Batang Pohon

Menurut Dumanauw (1990), batang merupakan bagian pohon yang dimulai dari pangkal akar sampai ke bagian bebas cabang. Batang pada pohon berfungsi sebagai tempat tumbuhnya cabang, ranting, tunas, serta daun.

Selain itu, batang juga memiliki fungsi lain yakni sebagai alat lalu lintas bahan makanan yang berasal dari akar menuju ke daun melalui kulit dalam. Tempat penyimpanan makanan cadangan juga salah satu fungsi dari batang pohon.

Secara singkat, bagian batang pohon dapat diuraikan sebagai berikut ini beserta fungsinya.
  • Bagian pangkal, yakni dapat digunakan sebagai bahan dasar pertukangan karena secara umum tidak memiliki mata kayu.
  • Bagian tengah dan ujung yakni bagian yang biasanya digunakan untuk industri kayu (pabrik kertas, papan buatan, dan lain-lain) dan umumnya juga pada bagian ini terdapat mata kayu.
  • Bagian percabangan yang dikhususkan untuk industri kayu.
  • Bagian cabang dan ranting dapat digunakan menjadi kayu bakar.
Menurut Mulyani (2006), secara umum batang memiliki beberapa ciri yaitu sebagai berikut:
  • Batang berbentuk silinder yakni panjang dan bulat dengan sifat aktinomorf (sejumlah bidang dapat dibagi menjadi dua bagian).
  • Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku.
  • Pertumbuhan batang biasanya mengarah ke atas menuju cahaya matahari (bersifat fototrop atau heliotrop
  • Pada bagian ujungnya selalu bertambah panjang sehingga disebut mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas
  • Terbentuknya percabangan selama hidupnya
  • Secara umum tidak berwarna hijau kecuali masih pendek atau anakan.
Selain hal tersebut, batang juga memiliki fungsi sebagai berikut:
  • Sebagai pendukung bagian-bagian tumbuhan yang terletak di atas tanah (daun, bunda, dan buah)
  • Bidang asimilasi diperluas dengan percabangan sehingga bagian-bagian tumbuhan di dalam ruang terletak sedemikian rupa dan pada posisi yang menguntungkan.
  • Sebagai saluran pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan pengangkutan hasil asimilasi dari atas ke bawah.
  • Sebagai tempat untuk menimbun makanan cadangan.

Tags: kerajinan produk pohon

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia