Kerajinan Cantik dari Limbah Pipa PVC - Inspirasi DIY untuk Keterampilan Sulam dan Rajut
Langkah Membersihkan Limbah Plastik untuk Bahan Kerajinan
Banyak sekali ragam kerajinan yang bisa dibuat dari limbah plastik. Contohnya: dompet, kap lampu, tas, payung, jas hujan anak, topi, dan wadah aksesoris. Sejumlah barang kerajinan itu bisa di rumah dengan bahan dari aneka jenis plastik.
Sebelum mengubah sampah plastik menjadi karya kerajinan, sebaiknya limbah itu dibersihkan terlebih dulu. Ada 3 langkah yang bisa dilakukan untuk membersihkan limbah plastik.
Pertama, mengumpulkan sejumlah sampah plastik ke dalam ember atau baskom berisi air dan cuci hingga bersih dari kotoran atau lumpur yang menempel pada plastik
Langkah itu untuk menghilangkan bau dan kotoran yang tersisa. Untuk membersihkan kotoran pada celah-celah dan gerigi plastik, gunakan sikat gigi bekas.
Ketiga, tiriskan plastik yang sudah bersih di tempat teduh. Pakai lap pel untuk mempercepat proses pengeringan. Lalu, atur dan rapikan bahan plastik.
Jenis atau Contoh Limbah PVC
Limbah PVC umumnya dapat dibagi menjadi tiga jenis:
Jenis limbah PVC ini adalah pipa PVC pertama yang umumnya digunakan sebagai saluran pembuangan limbah, karena ketebalannya yang dapat mengalirkan limbah cair bertekanan tinggi dengan baik. Limbah PVC SDR 41 umumnya memiliki ukuran panjang 6 meter per batang dan diameter 3 sampai 24 inci.
Limbah PVC JIS atau Japanese Industrial Standard adalah salah satu jenis PVC yang paling banyak beredar di pasaran karena kualitasnya yang terbaik.
Limbah PVC SNI atau Standard Nasional Indonesia diproduksi di dalam negeri dan memiliki panjang antara 4 hingga 6 meter per batang. Limbah PVC ini mudah diaplikasikan dengan disambung. Jenis limbah PVC SNI terdiri dari empat jenis, yaitu limbah PVC SNI S 6.3 (batas tekanan 16 bar), SNI S 10 (batas tekanan 12.5 bar), SNI S 12 (batas tekanan 10 bar), dan SNI S 16 (batas tekanan 8 bar).
Limbah PVC mengandung bahan dasar klorin yang berbahaya dan sulit terurai secara alami. Jika limbah PVC dibuang dan tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa bahaya atau dampak negatif limbah PVC yang perlu diperhatikan adalah:
Pencemaran udara karena pembakaran limbah PVC dapat menghasilkan zat-zat beracun seperti dioksin dan furan.
Pencemaran tanah karena limbah PVC yang dibuang secara sembarangan dapat merusak struktur tanah dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Pencemaran air karena limbah PVC yang terbuang ke dalam sungai atau laut dapat mencemari air dan membahayakan organisme air yang hidup di dalamnya.
Jenis-jenis Limbah Padat dan Contohnya
Limbah padat disebut juga sabagai sampah. Limbah ini mudah ditemui di lingkungan sekitar serta bersumber dari aktivitas domestik (rumah) maupun industri.
Contoh limbah padat adalah plastik, wadah styrofoam, botol, kaleng, kertas, besi scrap, potongan kayu, sisa makanan, dan lain sebagainya.
Adapun jenis-jenis limbah padat dan contohnya adalah sebagai berikut:
- Sampah organik mudah busuk (garbage). Contoh: sampah sisa makanan.
- Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish). Contoh: selulosa, kertas, plastik, kaca, dan logam.
- Sampah abu (ashes). Contoh: abu sisa hasil pembakaran.
- Sampah bangkai binatang (dead animal). Contoh: bangkai tikus, ikan, dan binatang ternak yang mati.
- Sampah sapuan (street sweeping). Contoh: dedaunan, kertas, dan plastik yang tersebar di jalanan.
- Sampah industri (industrial waste). Contoh: potongan kayu limbah industri mebel, plastik limbah industri sepatu, dan lain sebagainya.
Pengelolaan Limbah PVC Bekas
Banyak masyarakat yang cenderung membuang limbah PVC bekas ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai solusi pengelolaan limbah PVC, namun hal ini menyebabkan perjalanan limbah PVC bekas di berbagai wilayah lingkungan yang dapat menurunkan kualitas lingkungan dan berdampak pada kesehatan. Sebagai solusi, pengelolaan limbah PVC bekas dapat dilakukan melalui pendekatan konsep 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Konsep ini dapat membantu mengurangi limbah PVC yang dihasilkan, memanfaatkan kembali limbah PVC yang masih dapat digunakan, serta mendaur ulang limbah PVC untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan.
Reduce
Konsep Reduce pada pengelolaan limbah PVC bertujuan untuk mengurangi jumlah timbulan limbah PVC atau pipa PVC bekas di lingkungan melalui upaya-upaya dalam mengubah perilaku konsumsi dan aktivitas produksi limbah PVC. Dengan menerapkan konsep ini, kita dapat mengurangi permasalahan limbah PVC yang sulit diolah secara sepenuhnya mengingat keterbatasan fasilitas pengelolaan limbah PVC, kapasitas limbah PVC yang dihasilkan, dan terbatasnya jasa daur ulang limbah PVC atau pipa PVC bekas yang tersedia di wilayah Indonesia.
Reuse
Recycle
Konsep recycle merupakan salah satu dari konsep 3R yang dapat menjadi langkah awal mewujudkan sirkular ekonomi di Indonesia sebagai alternatif dari ekonomi linier tradisional. Melalui pengelolaan recycle, limbah PVC dapat diubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis dengan cara meregenerasi produk. Proses recycle melibatkan perubahan bentuk limbah PVC, di mana penggilingan limbah PVC akan menghasilkan biji plastik dengan kualitas yang sesuai dengan standar. Biji plastik yang dihasilkan dari limbah PVC dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan produk lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, pengelolaan limbah PVC melalui konsep recycle dapat membantu mengurangi permasalahan limbah serta meningkatkan nilai ekonomis dari limbah PVC yang tadinya dianggap sebagai barang tidak berguna.
Tags: kerajinan dari contoh adalah limbah berikut