... Ini Dia Unsur Ergonomis Karya Kerajinan dalam Bidang Needlework dan DIY

Unsur Ergonomis Karya Kerajinan dalam Konteks Jahit Menjahit dan DIY

Unsur Estetika dan Ekonomis Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Dalam perkembanganya produk, kerajinan tidak dapat melepaskan din dan unsur-unsur seni pada umumnya. Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya kerajinan atraktif dan bernilai ekonomis. Pada produk kerajinan, aspek fungsi menempati porsi utama. Maka, karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis yang meliputi: kenyamanan, keamanan dan keindahan (estetika).

Motif Ragam Hias Produk Kerajinan dan Bahan Keras, Produk kerajinan dan beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal di mancanegara sejak zaman dahulu. Keanekaragaman produk kerajinan tersebut memiliki motif dan ragam hias yang khas di setiap daerah. Setiap motif dan ragam hias mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat.

Beberapa daerah yang terkenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif dan ragam hias Nusantara. Kekayaan kreasi bangsa Indonesia penlu kita syukuri sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Unsur ergonomis

Terdapat lima elemen dalam ergonomi: keamanan, kenyamanan, kemudahan penggunaan, produktivitas/kinerja, dan estetika.

1. Keamanan

Ketika prinsip-prinsip ergonomi diaplikasikan dalam kerangka keselamatan kerja, terciptalah konsep keselamatan ergonomis. Keselamatan ergonomis memastikan bahwa produk, metode, dan lingkungan yang digunakan oleh para pekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan serta kapabilitas individu pekerja.

2. Kenyamanan

Sangatlah penting bahwa produk, termasuk furniture, dirancang dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi. Furniture harus memberikan kenyamanan kepada pengguna, misalnya kursi harus mampu mendukung punggung pengguna dan ketinggian kursi harus disesuaikan dengan perkiraan tinggi kaki pengguna sehingga kakinya dapat menyentuh lantai.

Dalam hal pencahayaan di meja kerja, ada beberapa lampu kerja yang memiliki intensitas cahaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya, yang dapat menyebabkan silau dan ketidaknyamanan bagi pengguna.

Prinsip-prinsip ergonomi dapat memungkinkan untuk merancang ulang hal-hal ini dengan berfokus pada kontrast prinsip-prinsip yang ada.

Baca Juga : √ Mengenal Jenis Dinding Rumah Beserta Cara Merawatnya

3. Kemudahan penggunaan

Ketika duduk di kursi yang dirancang ergonomis dan bekerja dengan komputer, perlu untuk menyesuaikan ketinggian kursi. Menempatkan monitor komputer pada posisi yang tidak menyebabkan stres pada mata atau tangan adalah hal yang penting.

Sebaiknya, bagian atas layar ditempatkan tepat di bawah ketinggian mata. Dengan duduk tegak, posisi ini tidak akan memberikan beban ekstra pada leher, bahu, atau mata kalian.

4. Produktivitas / kinerja

Ergonomi juga memiliki potensi untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Dalam setiap rumah, dapur sering menjadi ruangan yang paling sering digunakan. Dan sebuah dapur yang dirancang dengan efisiensi biasanya menjadi kunci utama untuk menciptakan kehidupan yang lebih nyaman.

Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Keras

Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras, seperti kayu, bambu, batu, dan rotan.

Bahan keras buatan adalah bahan – bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang – barang kerajinan seperti berbagai jenis logam dan fiberglass. Kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.

Produk kerajinan sangat beraneka ragam. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan keras.

Kerajinan logam

Kerajinan logam menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain. Teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris, kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan benda fungsional lainnya, seperti: gelas, kap lampu, perhiasan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan.

Logam memiliki sifat keras, sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

Kerajinan kayu

Negara Indonesia merupakan daerah tropis yang sebagian besar wilayahnya diisi oleh lautan dan juga hutan. Hutan yang tersebar di banyak tempat di Indonesia tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perajin. Karya kerajinan ukir kayu adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir.

Kerajinan ukiran memang lebih banyak menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain.

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Jenis rancangan suatu kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam berbagai kesatuan bahan dan teknik. Oleh karena iur, sebelum menentukan sebuah kerajinan kita harus mengetahui jenis dan karakteristik dari kerajinan tekstil.

Rancangan dalam pembuatan kerajinan tekstil juga perlu diperhatikan yaitu berupa cara menentukan:

  1. susunan dari garis,
  2. bentuk,
  3. warna, dan
  4. tekstur.

Dalam mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang di dalamnya terdapat:

  1. kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat,
  2. kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut.

Selanjutnya terdapat dua macam teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu struktural dan dekoratif, yakni sebagai berikut.

  1. Structural Technique
    Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut.
  2. Decorative Technique
    Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita.

Pengertian ergonomi

Jika melihat asal katanya, istilah “ergonomi” berasal dari gabungan kata Yunani “ergos” dan “nomos”. “Ergos” mengacu pada kerja, sementara “nomos” mengandung makna aturan. Oleh karena itu, istilah ini merujuk pada “aturan kerja”.

Ergonomi berkaitan dengan interaksi antara manusia dengan sistem, profesi, prinsip, data, dan metode. Tujuannya adalah untuk merancang sistem-sistem tersebut agar sesuai dengan kebutuhan, keterbatasan, dan keterampilan manusia.

Dengan kata lain, ergonomi adalah ilmu yang membahas tentang desain yang diperuntukkan bagi manusia. Secara simpel, istilah ini dapat diartikan sebagai usaha untuk menyesuaikan lingkungan kerja dengan kebutuhan dan karakteristik penggunanya.

Penyesuaian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketidaknyamanan saat bekerja.


Tags: kerajinan yang adalah berikut ergonomis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia