... 5 Hal yang Bukan Contoh Kerajinan Gerabah dalam Kerajinan Sulam dan DIY

Bukan Kerajinan Gerabah - Inspirasi DIY dan Sulaman untuk Karya Tangan Anda

Pengertian dan Selayang Pandang Sejarah

Merupakan perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dilakukan dengan diawali proses pembentukan dan dibakar agar bentuk bisa bertahan lama dan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Secara harfiah, berdasarkan penjelasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertianya adalah alat dapur yang digunakan untuk memasak dan lain sebagainya, yang dibuat dari tanah liat dengan cara dibakar.

Oleh karena itu biasanya alat ini sangat mengandung nilai seni, budaya dan sejarah yang tinggi. Bisa digunakan juga sebagai alat yang antik. Bagi Sedulur yang ingin berbeda dan eksentrik, Sedulur bisa menggunakan alat-alat ini untuk penggunaan kebutuhan dapur dan kebutuhan sehari-hari.

Teknik pembuatan tembikar dari masa tersebut masih sangat sederhana, yaitu dengan teknik tangan dan pembakaran tradisional. Pembakaran tradisional adalah pembakaran secara terbuka, dalam lubang dangkal beralas tanah liat dengan api rerumputan menyala. Teknik pembuatan tembikar seperti itu masih digunakan sampai sekarang oleh sebagian perajin keramik di Indonesia.

Untuk mendapatkan tembikar yang menarik, maka salah satu yang dilakukan oleh pembuat tembikar adalah dengan memberikan motif hias pada tembikar. Pada tembikar yang digunakan untuk rumah tangga biasanya bermotif sederhana atau polos, sedangkan untuk kepentingan lain tentunya memerlukan motif yang lebih menarik.

Hal yang membedakan penggunaan wadah untuk berbagai kebutuhan dibedakan dengan motif dan hiasan luarnya. Karena kerajinan gerabah berasal dari tanah liat, ketahanannya sangat lama. Semakin lama dibakar semakin tahan, semakin lama digunakan akan semakin kuat. Oleh karena itu, dalam setiap pertemuan arkeologis, gerabah salah satu peninggalan yang banyak ditemukan.

Manfaat Kerajinan dari Pecahan Keramik

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari membuat kerajinan dari pecahan keramik, di antaranya adalah:

1. Mengurangi sampah

Dengan memanfaatkan pecahan keramik yang sudah tidak terpakai, kita bisa mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari barang pecah belah. Selain itu, kita juga bisa menghemat biaya pembelian bahan baku untuk membuat kerajinan.

2. Meningkatkan keterampilan

Membuat kerajinan dari pecahan keramik membutuhkan keterampilan dalam mengolah, memotong, menempel, dan merapikan pecahan keramik. Keterampilan ini bisa meningkatkan kemampuan motorik, koordinasi mata dan tangan, serta konsentrasi kita.

3. Menumbuhkan rasa seni

Membuat kerajinan dari pecahan keramik juga membutuhkan rasa seni yang tinggi. Kita harus bisa membuat desain motif yang sesuai dengan bentuk, warna, dan ukuran pecahan keramik.

Selain itu, kita juga harus bisa menyesuaikan kerajinan yang di buat dengan fungsi dan estetika ruangan yang akan di hiasi.

4. Menambah penghasilan

Kerajinan dari pecahan keramik bisa menjadi salah satu sumber penghasilan bagi kita. Kita bisa menjual kerajinan yang kita buat kepada orang lain, baik secara online maupun offline.

Kerajinan dari pecahan keramik memiliki nilai jual yang cukup tinggi, karena merupakan karya seni yang unik.

Gerabah adalah Perkakas dari Tanah Liat, Kenali Fungsi dan Proses Pembuatannya

Gerabah adalah suatu perangkat yang bisanya digunakan sebagai wadah.

Diperbarui 10 Mei 2023, 14:06 WIB Diterbitkan 10 Mei 2023, 14:06 WIB

Liputan6.com, Jakarta Gerabah adalah suatu perangkat yang terbuat dari tanah liat. Biasanya alat perlengkapan dari gerabah ini digunakan untuk kegiatan sehari-hari, contohnya sebagai alat dapur. Biasanya gerabah dibuat menjadi kendi ataupun belanga.

Gerabah kerap kali digunakan sebagai tempat air atau tempat makanan. Perlengkapan dari gerabah ini dikenal sejak zaman dulu, sehingga menjadi sumber sejarah pada suatu peradaban di masa lalu. Gerabah tidak begitu sulit dibuat.

Sejarah gerabah

ilustrasi membuat gerabah (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Menurut sejarah, kerajinan gerabah diperkirakan berasal dari negeri China, yakni sekitar 4000 SM. Pada masa itu, orang-orang membuat gerabah dengan tujuan sebagai perkakas rumah tangga dan teknik pembuatannya melalui teknik bakar. Seiring berjalannya waktu, gerabah tidak lagi dibuat untuk perkakas rumah tangga saja, namun untuk kebutuhan bangunan rumah.

Dari perkembangan itu pula, masyarakat menggolongkan gerabah menjadi dua jenis, yakni mampu menyerap air dan yang tidak mampu menyerap air. Untuk yang mampu menyerap air, ada bata merah, kuali, tungku, dan lain-lain. Sementara yang tidak mampu menyerap air, ada tegel lantai, cangkir, guci, piring, dan lain-lain.

Sebagai pengingat, masyarakat pada zaman prasejarah kerap menggunakan keranjang anyaman untuk menyimpan bahan makanan. Agar tidak bocor, masyarakat melapisinya dengan tanah liat hingga muncul gerabah dalam kehidupan sehari-hari hingga saat ini.

Proses pembuatan gerabah

ilustrasi membuat gerabah (pexels.com/KoolShooters)

Penasaran gak sih bagaimana para pengrajin membuat gerabah? Apa saja proses yang harus dilalui sebelum akhirnya gerabah dapat digunakan? Nah, untuk tahu lebih lengkapnya, simak proses pembuatan gerabah di bawah ini!

1. Persiapan produksi

Editor’s picks

Pada persiapan produksi, hal-hal yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti tanah liat, pasir, serta alat bantu, yakni meja putar. Agar mudah dibentuk, sebaiknya tanah liat yang digunakan harus hasil dari menggali secara langsung. Hal ini karena tekstur tanah liat lebih lengket dan mudah dibentuk.

2. Proses produksi

Jika bahan-bahan sudah lengkap, saatnya memasuki proses produksi. Pada proses ini, ada beberapa tahap yang harus dilewati, seperti:

3. Penyelesaian gerabah (finishing)

Terakhir, gerabah masuk ke proses penyelesaian atau finishing. Pada tahap ini, pengrajin akan memberikan hiasan atau pewarna pada gerabah tersebut agar lebih menarik untuk dilihat. Adanya warna juga akan meningkatkan daya tarik masyarakat untuk membeli hasil kerajinan tangan ini.


Tags: kerajinan dari yang contoh adalah berikut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia