Menyulam Elegansi - Panduan Lengkap tentang Blazer Tenun Pria untuk Pengrajin DIY
Kapan waktu yang tepat untuk memakainya?
Ilustrasi lapel (unsplash.com/Shamim Nakhaei)
Ilustrasi lapel (pexels.com/Nahashon Diaz)
Reader and then writer
IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Apa itu lapel?
Ilustrasi lapel (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Dalam KBBI, lapel dapat disebut juga dengan kelepak. Di dunia tekstil dan mode, lapel merupakan sebutan bagi kerah pada jas, blazer, maupun tuxedo. Sebagian mengartikan lapel sebagai bagian dada baju yang dilipat ke samping atau merupakan lanjutan dari kerah.
Lapel menjadi fitur yang menarik perhatian bagi orang yang memakai, maupun yang melihatnya. Ada banyak variasi lapel, dan masing-masing bekerja dengan cara yang berbeda. Terdapat tiga jenis lapel secara umum, yang wajib diketahui. Mulai dari, notch lapel, peak lapel, dan shawl lapel.
1. Pakaian Adat suku Rote
Suku Rote di Nusa Tenggara Timur mendiami Pulau dengan nama yang sama dengan nama sukunya yaitu Pulau Rote. Pakaian yang mereka kenakan merupakan hasil tenunan sendiri yang menggunakan bahan serat gewang. Mereka juga menggunakan pewarna alami untuk bahan kain tenunnya.
Para pria di suku Rote biasanya mengenakan pakain kemeja putih yang dipadukan dengan sarung tenun sebatas betis. Lalu menggunakan selempang dari kain tenun dan hafa berupa kain tenun yang dililit di pinggang. Tak lupa akesoris berupa topi ti’ilangga, habas berupa kalung, dan juga golok.
Sedangkan para kaum wanita mengenakan kain tenun yang dipakai seperti kemben dan bagian bawah menggunakan tenun ikat. Pada bahu kiri dilempangkan kain tenun, lalu pendi berupa ikat pinggang terbuat dari perak atau emas. Lalu hiasan kepala bulak moti atau bulan baru dan habas berupa kalung.
Tags: tenun pria blazer