Cara Meredakan Kecepatan Mesin Jahit - Tip & Trik untuk Menyempurnakan Karya Jahitanmu
Jenis Dinamo Listrik
Ada dua jenis dinamo listrik jika dilihat dari segi supply, yaitu sebagai berikut.
1. Dinamo AC (Alternating Current)
Jenis ini umumnya dipakai pada peralatan rumah tangga, contohnya pompa air, mesin cuci, dan lainnya. AC merupakan standar yang dipakai arus PLN. Arus ini mampu bekerja melalui posisi apa saja karena memiliki arus bolak-balik.
2. Dinamo DC (Direct Current)
Jenis ini umumnya ada bisa ditemukan di komponen elektronka yang dilengkapi dengan baterai, contohnya seperti kipas baterai dan starting sepeda motor. Jenis ini juga bisa dipakai sebagai motor dan juga generator.
Jenis DC memiliki arus searah, sehingga yang harus diperhatikan yaitu posisi pengantarnya. Jangan salah dalam memposisikan plus (+) dan min (-) supaya tidak merusak komponen yang sedang dipakai.
Ukuran Jarum Sesuai Jenis Kain
Seperti yang dibahas di atas, kekeliruan dalam memilih ukuran jarum bisa menimbulkan banyak masalah yang kerap malah membuat kerusakan mesin jahit dan perangkatnya. Berikut ini adalah informasi tentang ukuran jarum yang tepat untuk jenis kain yang beragam:
- Jarum nomor 9 untuk bahan sutra, chiffon, voile dan organdi.
- Jarum nomor 11 untuk bahan brokat halus, paris dan katun.
- Jarum nomor 13 untuk bahan shantung, taffeta, katun dan linen.
- Jarum nomor 14 untuk bahan linen, poplin, wol dan semi-wol.
- Jarum nomor 16 untuk bahan jeans
- Jarum nomor 18 dan 20 untuk bahan kain jok dan kain terpal.
Cara cek Motor listrik | shaded Pole apakah masih bagus
- beberapa jenis Kipas angin
- blower
- kipas pada kulkas
- pompa Aquarium
Meskipun kabel keluarannya ada 4 atau 3, bisa menggunakan metode yang sama dengan pengukuran motor listrik kapasitor. jadi untuk mengukur motor listrik jeni ini, bisa menggunakan metode pengecekan diatas.
Agar lebih paham, bisa lihat gambar :
Langkahnya hampir sama dengan Pengecekan motor listrik kapasitor, yang membedakannya, pengecekan motor listrik ini lebih mudah.
1. Cek bagian sambungan kabel apakah ada aliran listriknya atau tidak
2. Cek sambungan kabel dengan Bagian body keren dinamo apakah ada arus mengalir atau tidak, jika ada berarti ada kebocoran dan itu tidak baik, namun jika tidak ada berarti dinamo dalam keadaan baik
Cara memperlambat dinamo mesin jahit
Jika teman-teman semua menggemari dunia fashion dan memiliki ketertarikan untuk menggeluti dunia fashion lebih dalam hingga ingin membuat pakaian sendiri selain dengan menyewa jasa penjahit, kita bisa memulai untuk belajar menjahit sendiri.
Banyak jenis mesin jahit yang dapat dioperasikan oleh penjahit pemula atau yang baru belajar menjahit. Namun kini mesin jahit yang paling diminati adalah mesin jahit yang sudah dilengkapi dengan dinamo. Dimana dinamo ini berfungsi agar kita tidak perlu untuk mengandalkan tenaga lebih agar dapat menjalankan mesin jahit tersebut. Dan pada artikel ini secara khusus kita akan membahas dinamo servo.
Dinamo dalam mesin jahit dapat bersifat permanen dan ada yang tidak permanen. Perbedaannya terletak pada penggunaanya saja. Dinamo servo permanen memiliki mesin jahit yang dibuat khusus menggunakan dinamo servo, sedangkan yang tidak permanen adalah dinamo yang dipasang sendiri pada mesin jahit biasa.
Perbedaannya terdapat pada bentuk fisik serta cara kontrol kedua motor tersebut. Motor jahit biasa memiliki bentuk fisik yang lebih besar karena kecepatan putaran dikontrol menggunakan piringan kampas. Dimana cara kerjanya hampir sama seperti kampas rem pada sepeda motor. Sedangkan dinamo servo memiliki fisik yang lebih kecil karena tidak menggunakan kampas akan tetapi menggunakan komponen elektronik untuk mengontrol kecepatannya.
Berikut kelebihan menggunakan motor atau dinamo servo untuk mesin jahit:
Biasanya tujuan mengganti dinamo high speed biasa ke dinamo servo pada mesin jahit adalah untuk menghemat listrik. Jadi bisa dibilang dinamo servo memiliki konsumsi listrik yang sangat rendah.Dimana dinamo servo hanya memerlukan daya besar ketika dihidupkan pertama kali saja yaitu 550 watt. Sehingga jika ditinggal beberapa menit kita tetap dapat menghidupkannya karena jika motor tidak berputar daya listrik yang dibutuhkan hanya 4 watt saja.
Berbagai Kerusakan Mesin Jahit dan Cara Mengatasinya
Ada banyak jenis kerusakan yang dapat terjadi pada mesin jahit, baik dari mesin jahit itu sendiri maupun yang berhubungan dengan jarum dan benang. Seperti penjelasan berikut:
1. Mesin Berisik
Biasanya hal ini terjadi mesin menjadi kotor akibat debu yang bertumpuk dan menyangkut di mesin. Termasuk juga sisa benang yang dipakai yang bisa membuat gigi mesin terganggu. Apalagi jika penggunaan minyak pelumas yang kurang berkualitas. Gesekan seperti ini bisa menimbulkan bunyi.
Cara mengatasinya cukup mudah namun memang harus dilakukan secara rutin, yaitu dengan membersihkan mesin dari bekas benang atau serat kain. Gunakan sikat gigi atau sikat kecil yang halus agar bisa mengangkat semua serpihan serat dan debu yang bersarang.
Gunakan minyak pelumas yang bermutu baik yang memang disesuaikan untuk mesin jahit. Jangan memberikan pelumas secara berlebihan agar tidak memberikan noda minyak pada kain.
2. Mesin Tidak Mau Menjahit
Jika masalah ini terjadi, solusinya adalah dengan memperhatikan “needle hook” yaitu tempat di mana jarum bekerja. Bukalah sekoci dan perhatikan apakah ada benang yang kusut. Karena biasanya masalah ini disebabkan oleh benang kusut yang menghalangi hook bekerja.
3. Pergerakan Kain Tidak Lancar
Meskipun bisa disebabkan oleh beberapa hal yang berbeda, namun umumnya masalah ini diakibatkan oleh tumpukan serat kain pada gigi penyuap. Hal lain adalah akibat gigi penyuap tidak sesuai tinggi rendahnya.
Tags: jahit cara mesin dinamo