Cara Meredakan Kecepatan Mesin Jahit - Tip & Trik untuk Menyempurnakan Karya Jahitanmu
Jenis Dinamo Listrik
Ada dua jenis dinamo listrik jika dilihat dari segi supply, yaitu sebagai berikut.
1. Dinamo AC (Alternating Current)
Jenis ini umumnya dipakai pada peralatan rumah tangga, contohnya pompa air, mesin cuci, dan lainnya. AC merupakan standar yang dipakai arus PLN. Arus ini mampu bekerja melalui posisi apa saja karena memiliki arus bolak-balik.
2. Dinamo DC (Direct Current)
Jenis ini umumnya ada bisa ditemukan di komponen elektronka yang dilengkapi dengan baterai, contohnya seperti kipas baterai dan starting sepeda motor. Jenis ini juga bisa dipakai sebagai motor dan juga generator.
Jenis DC memiliki arus searah, sehingga yang harus diperhatikan yaitu posisi pengantarnya. Jangan salah dalam memposisikan plus (+) dan min (-) supaya tidak merusak komponen yang sedang dipakai.
Bagian-Bagian Dinamo
Alat ini juga terkenal dengan sebutan mesin listrik dinamis, yang mana untuk dapat bekerja, alat ini perlu didukung dengan beberapa komponen penting penyusunnya. Lalu, apa saja bagian-bagian penting yang ada di dalamnya? Simak penjelasan berikut!
1. Rotor
Rotor yaitu komponen yang dililiti oleh kawat tembaga. Bagian ini bertugas untuk bergerak serta menghasilkan putaran. Dalam rotor terdapat poros yang berfungsi untuk membantu menghasilkan tenaga penggerak.
Rotor juga mempunyai komponen yang terdiri atas lilitan kawat yang fungsinya untuk membantu pergerakan dari alat tersebut. Lilitan kawat yang ada pada rotor mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kecepatan yang akan dihasilkan nantinya.
Saat jumlah lilitan kawat semakin banyak, maka rotor akan mempunyai pergerakan yang makin cepat. Begitu pun jika jumlah lilitan rotor sedikit akan menghasilkan putaran yang melemah.
2. Stator
Berbanding terbalik dengan rotor yang menjadi komponen bergerak, sedangkan strator merupakan komponen yang diam. Stator menjadi bagian yang statis serta di dalamnya juga ada lilitan kawat. Fungsi lilitan kawat yang ada dalam statir yaitu untuk menghasilkan medan magnet.
Medan magnet ini nantinya berada di sekitar rotor. Semakin banyak jumlah lilitan kawat yang dipakai, maka nantinya akan menghasilkan medan magnet yang semakin besar. Begitu pula sebaliknya.
3. Brush
Komponen penting lainnya yaitu brush atau biasa disebut dengan sikat. Brush ini dibuat dari kawat tembaga dan letaknya ada di bagian ujung rotor. Fungsi brush yaitu untuk menghubungkan arus listrik dengan rotor.
Saat rotor bergerak, maka brush akan mengalami gesekan. Dari adanya gesekan inilah akan menghubungkan arus listrik secara bertahap.
Cara cek Motor Listrik | kapasitor baik atau rusak
Motor listrik jenis ini merupakan jenis motor listrik yang paling banyak digunakan. Ciri-ciri motor listrik (dynamo) ini tentu adalah memiliki yang namanya Kapasitor.
- Pompa air
- Mesin cuci,
- dan benda-benda lain dengan kapasitor.
Yang berwarna biru bisa kita ibaratkan sebagai motor listrik, dan yang berwana Hitam itu kapasitor. Sementara garis biru, merah dan kuning bisa kita ibarat sebagai ketiga kabel keluaran dari motor listrik
Jika sobat sedang memeriksa motor listrik Pompa air, pasti kebingungan karena pompa air memiliki 2 kabel keluaran, maka sobat harus membuka penutup kapasitor untuk melihat ketiga kabel keluaran motor listrik.
Yang harus sobat lakukan sebetulnya cukup sederhana, yaitu mengukur ketiga kabel tersebut satu persatu. Misalnya seperti pada gambar :
Pada gambar diatas dijelaskan bahwa sebelum pengukuran dilakukan, pisahkan dulu kabel dari kapasitor.
Ini dimaksudkan supaya arus dari kapasitor tidak terhitung dan mempengaruhi hasil pengukuran. Jika sudah dipisahkan silahkan lakukan pengukuran. Dengan cara :
1. Arahkan AVOmeter agar mengukur tahanan atau Ohm
2. Pasti sobat tahukan bagaimana caranya, sudah saya beberkan di pembahasan cara menggunakan AVO meter diatas Loh… maka jangan sampai lewatkan pembahasan itu ya.
Tags: jahit cara mesin dinamo