... Cara Mengganti Alat Tenun dengan Pasien di Atas Tempat Tidur: Panduan Praktis DIY

Menjelajahi Kreativitas - Cara Mengganti Alat Tenun dengan Pasien di Atas Tempat Tidur

Jenis alat tenun

Kegiatan menenun kain pada umumnya dilakukan oleh para perempuan atau ibu rumah tangga. Proses penenunannya juga tidak asal, mereka harus pandai mengatur benang, dan menciptakan motif yang rumit. Alat tenun yang digunakan pun harus aktif di bergerak. Untuk mengetahui jenis alat tenun untuk membuat kain tenun, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.

Alat tenun tradisional atau yang sering disebut sebagai gedogan menjadi awal mula alat yang digunakan untuk menenun. Mekanisme alat tenun tradisional ini sangat sederhana. Alat ini dibuat dari rancangan kayu dan juga bambu. Bentuk dari alat tenun ini dipakai dalam keadaan duduk lesehan dengan kaki membujur.

Jenis alat tenun tradisional ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagiannya :

Pedoman untuk Pengaturan Posisi Pasien

Tindakan yang tepat diperlukan selama pengaturan posisi pasien untuk mencegah cedera bagi pasien dan perawat. Ingatlah prinsip dan pedoman ini saat memposisikan klien:

  • Jelaskan prosedurnya. Berikan penjelasan kepada klien tentang mengapa posisinya harus diubah dan bagaimana hal itu akan dilakukan. Komunikasi yang baik dengan pasien akan membuat mereka lebih mungkin untuk mempertahankan posisi baru yang diberikan.
  • Dorong pasien untuk membantu sebisa mungkin. Tentukan apakah klien dapat sepenuhnya atau sebagian membantu dalam perubahan posisi. Ini akan menjadi bentuk latihan gerak, meningkatkan kemandirian, dan harga diri bagi pasien.
  • Dapatkan bantuan yang memadai. Ketika berencana untuk memindahkan atau memposisikan ulang pasien, mintalah bantuan dari sejawat lain atau keluarga pasien. Penentuan posisi mungkin bukan tugas satu orang, apalagi jika pasien bedrest total.
  • Gunakan alat bantu mekanik. Papan tempat tidur, papan luncur, bantal, lift dan sling pasien dapat memudahkan dalam mengubah posisi pasien.
  • Angkat tempat tidur pasien. Sesuaikan atau posisikan tempat tidur pasien sehingga beratnya berada di tingkat pusat gravitasi perawat.
  • Rubah poisisi tiap 2 jam sekali. Perhatikan bahwa posisi apa pun, benar atau salah, dapat merugikan pasien jika dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Mereposisi pasien setiap 2 jam membantu mencegah komplikasi seperti luka tekan dan kerusakan kulit.
  • Hindari gesekan dan menggeser. Saat menggerakkan pasien, angkat daripada menggeser untuk mencegah gesekan yang dapat mengikis kulit sehingga lebih rentan terhadap kerusakan kulit.
  • Mekanika tubuh yang tepat. Amati mekanika tubuh yang baik untuk keselamatan Anda dan pasien Anda.
  • Posisikan diri dekat dengan klien.
  • Hindari memuntir punggung, leher, dan panggul dengan menjaganya agar tetap sejajar.
    • Tekuk lutut Anda dan jagalah agar tetap lebar.
    • Gunakan lengan dan kaki Anda dan bukan punggung Anda.
    • Kencangkan otot perut dan otot gluteal sebagai persiapan untuk bergerak.
    • Orang dengan beban terberat mengoordinasikan upaya perawat dan memulai dengan hitungan ke 3.

    Posisi Sims

    Posisi Sims atau posisi semiprone adalah ketika pasien mengambil posisi setengah jalan antara posisi lateral dan posisi tengkurap. Lengan bawah diposisikan di belakang klien, dan lengan atas dilenturkan di bahu dan siku. Kaki bagian atas lebih fleksibel di kedua pinggul dan lutut, daripada yang lebih rendah.

    • Mencegah aspirasi cairan. Sims dapat digunakan untuk pasien yang tidak sadar karena memfasilitasi drainase dari mulut dan mencegah aspirasi cairan.
    • Mengurangi tekanan tubuh yang lebih rendah. Ini juga digunakan untuk pasien lumpuh karena mengurangi tekanan pada sakrum dan trochanter pinggul yang lebih besar.
    • Perawatan dan Visualisasi area perineum. Ini sering digunakan untuk pasien yang menerima enema dan kadang-kadang untuk pasien yang menjalani pemeriksaan atau perawatan daerah perineum.
    • Wanita hamil merasa nyaman. Wanita hamil akan sangat nyaman dengan posisi sims untuk tidur.
    • Tingkatkan keselarasan tubuh dengan bantal. Letakkan bantal di bawah kepala pasien dan di bawah lengan atas untuk mencegah rotasi internal. Tempatkan bantal lain di antara kaki.

    Jumat, 09 Mei 2014

    BED MAKING

    Pengertian
    Bed making/merapikan tempat tidur adalah mengganti alat tenun kotor dengan alat tenun yang bersih pada tempat tidur klien.
    Ada dua macam bed making :
     Dengan klien diatas tempat tidur
     Tanpa klien diatas tempat tidur

    Tujuan
    1. Untuk memberikan lingkungan yang bersih
    2. Untuk mencega/menghindari iritasi kulit dengan menciptakan alas tempat tidur dan selimut yang bebas dari kotoran/lipatan
    3. Untuk meningkatkan gambaran diri dan harga diri klien dengan menciptakan tempat tidur yang bersih, rapi dan nyaman
    4. Untuk mengontrol penyeberan mikroorganisme

    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan bed making
    1. Ikuti prinsip asepsis dengan menjaga laken yang kotor jauh dari pakain perawat
    2. Untuk menghindari penyebaran mikroorganisme, jangan pernah mendekatkan linen pada kipas angin
    3. Jangan pernah letakkan linen yang kotor dilantai untuk mencegah infeksi
    4. Jika linen bersih menyentuh lantai, segera ganti
    5. Gunakan bodi mekanik yang sesuai selama bedmaking
    6. Privasi, kenyamanan dan keamanan klien adalah penting saat bed making


    Daftar pustaka
    Lemone, priscillia., Lilis, Carol., Taylor, Carol. 1997. Fundamental of Nursing : The Art and Science of Nursing Care. Philadelpihia , JB Lippincott Company

    Potter, Patricia A., Perry, Anne G. 1993. Fundamentals of Nursing : Concepts, Process and Practice. St. Luis : Mosby Year Book


    CHECKLIST Ketrampilan “Bed Making” dengan klien diatas tempat tidur

    No. Aspek yang dinilai Nilai
    1 2 3
    I. Tahap Pre Interaksi
    1. Cek catatan klien terutama yang berhubungan dengan pergerakan dan posisi
    2. Cuci tangan
    3. Siapkan alat-alat : laken besar, stik laken, alas/perlak, selimut, sarung bantal, bak/ember alat tenun kotor
    II Tahap Orientasi
    1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
    2. Jelaskan tujuan, prosedur dan lama tindakan yang akan dilakukan pada klien
    III Tahap Kerja
    3 Berikan kesempatan pada klien untuk bertanya
    4 Menanyakan keluhan utama klien
    5 Memulai tindakan dengan cara yang baik
    6 Sediakan privasi bagi klien
    7 Susun peralatan dan letakkan pada kursi di samping tempat tidur klien
    8 Turunkan penghalang tempat tidur. Atur tinggi tempat tidur pada posisi yang memudahkan perawat bekerja. Atur posisi klien, bila perlu angkat bantal
    9 Miringkan klien ke arah yang berlawanan dengan posisi perawat
    10 Lepaskan lipatan alat tenun yang terdapat di bawah kasur dari kepala ke kaki tempat tidur. Lipat alat tenun tersebut ke arah klien, pertama-tama stik, perlak kemudian laken besar. Lipat sampai ke bawah bokong klien, punggung dan bahunya. Bila perlak akan dipakai kembali, jangan melipatnya.
    11 Letakkan alat tenun bersih ditengah kasur, arah memanjang
    a. Laken besar dibawah perlak, stik laken diatas perlak
    b. Buka lipatan laken besar ke arah perawat berdiri hingga menutupi separuh dari tempat tidur, kemudian lipat/masukan laken pada ujung, kepala dan kaki tempat tidur ke bawah kasur
    c. Tarik alat tenun dengan tepat sehingga tidak terdapat lipatan pada bagian tengahnya
    12 Bentuk sudut pada kepala tempat tidur dan kaki tempat tidur
    a. Angkat ujung laken sebelah atas dan bentuk segi tiga dengan satu sisi tempat tidur dari ujung laken paralel dengan ujung tempat tidur.
    b. Lipat bagian laken yang terdapat di sebelah bawah kasur
    c. Menurunkan ujung yang lainnya, masukan ke bawah kasur
    d. Lakukan hal yang sama pada kaki tempat tidur
    13 Buka lipatan perlak dan stik laken ke arah perawat berdiri kemudian lipat bagian yang menjuntai ke lantai ke bawah kasur. Lakukan dengan rapi
    14 Pasang penghalang tepat tidur dan pindah ke sisi lain kemudian turunkan penghalang tempat tidur tersebut
    15 Bantu klien bergeser ke posisi lain
    16 Lepas alat tenun yang kotor di bawah kasur dengan cara menggulung dengan permukaan kotor di dalam. Masukan ke dalam bak alat tenun kotor
    17 Buka lipatan alat tenun yang bersih dari kepala ke kaki
    18 Bentuk sudut laken seperti nomor 7
    19 Buka lipatan perlak seperti nomor 8
    20 Pasang selimut pada dada klien, beritahu klien untuk memegang ujung selimut yang kotor. Kemudian perawat menarik lipatan selimut ke arah kaki tempat tidur dan klien menahan pegangan di ujung selimut
    21 Masukan sisi selimut di kaki tempat tidur ke bawah kasur
    22 Ganti sarung bantal
    23 Angkat kepala klien dan letakkan bantal di bawahnya
    24 Kembalikan klien pada posisi semula dan pasang side rail kembali
    25 Buka tirai
    26 Kembalika alat-alat pada tempatnya
    II Tahap Terminasi
    27 Evaluasi hasil yang dicapai (obyektif dan subyektif)
    28 Beri reinforcement positif pada klien
    29 Kontrak pertemuan selanjutnya (kegiatan, waktu, tempat)
    30 Mengakhiri pertemuan dengan cara yang baik
    31 Cuci tangan
    V Dokumentasi


    Tags: cara tenun alat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia