Menjelajahi Kreativitas - Cara Mengganti Alat Tenun dengan Pasien di Atas Tempat Tidur
Perhatian!
Metode tidur ini mungkin memperparah gejala masalah pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Jika Anda mengidap gangguan pernapasan ini, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mempraktikkannya.
Cara tidur cepat dalam 30 detik ini mengombinasikan latihan pernapasan dengan kontraksi dan relaksasi otot untuk mengurangi stres dalam tubuh.
Dengan melatih semua kelompok otot utama secara bertahap, metode ini berpotensi membantu mengatasi insomnia kronis atau yang terjadi dalam waktu panjang.
Secara umum, progressive muscle relaxation (PMR) melibatkan langkah-langkah di bawah ini.
- Berbaringlah di tempat tidur dalam posisi yang nyaman, lalu pejamkan mata dan mulai lakukan pernapasan dalam secara perlahan.
- Kemudian, tegangkan dan rilekskan setiap kelompok otot secara berurutan, mulai dari otot wajah hingga ujung kaki Anda.
- Tegangkan masing-masing otot tersebut selama 5 detik dan rilekskan selama 10 detik.
- Lakukan langkah ini secara bertahap dan biarkan tubuh Anda tertidur dengan sendirinya.
Apa itu Pengaturan Posisi Pasien?
Pengaturan posisi pasien melibatkan pemeliharaan dengan benar keselarasan tubuh netral pasien dengan mencegah hiperekstensi dan rotasi lateral yang ekstrim untuk mencegah komplikasi imobilitas dan cedera. Memposisikan pasien adalah aspek penting dari praktik dan tanggung jawab seorang perawat.
Dalam pembedahan, pengumpulan spesimen, atau perawatan lain, pemosisian pasien yang tepat dapat memberikan eksposur yang optimal dari tempat pembedahan / perawatan dan pemeliharaan martabat pasien dengan mengendalikan eksposur yang tidak perlu.
Di sebagian besar pengaturan posisi, pasien yang diposisikan dengan optimal dapat memberikan pengaruh pada peningkatan manajemen jalan nafas dan ventilasi, menjaga keselarasan tubuh, serta memberikan keamanan fisiologis.
Posisi Fowler
Posisi Fowler, juga dikenal sebagai posisi semi-duduk, adalah posisi tempat tidur di mana kepala tempat tidur dinaikkan 45 hingga 60 derajat. Variasi posisi Fowler meliputi: Fowler rendah (15 hingga 30 derajat), semi-Fowler (30 hingga 45 derajat), dan Fowler tinggi (hampir vertikal).
Posisi ortopneik atau tripod menempatkan pasien dalam posisi duduk atau di sisi tempat tidur dengan meja di atas untuk bersandar dan beberapa bantal di atas meja untuk beristirahat.
- Memaksimalkan ekspansi paru. Pasien yang mengalami kesulitan bernafas sering ditempatkan dalam posisi ini karena memungkinkan ekspansi maksimal dada.
- Membantu pengeluaran napas adekuat. Posisi ortopneik sangat bermanfaat bagi pasien yang memiliki masalah menghembuskan napas karena mereka dapat menekan bagian bawah dada ke tepi meja overbed.
Pedoman untuk Pengaturan Posisi Pasien
Tindakan yang tepat diperlukan selama pengaturan posisi pasien untuk mencegah cedera bagi pasien dan perawat. Ingatlah prinsip dan pedoman ini saat memposisikan klien:
- Jelaskan prosedurnya. Berikan penjelasan kepada klien tentang mengapa posisinya harus diubah dan bagaimana hal itu akan dilakukan. Komunikasi yang baik dengan pasien akan membuat mereka lebih mungkin untuk mempertahankan posisi baru yang diberikan.
- Dorong pasien untuk membantu sebisa mungkin. Tentukan apakah klien dapat sepenuhnya atau sebagian membantu dalam perubahan posisi. Ini akan menjadi bentuk latihan gerak, meningkatkan kemandirian, dan harga diri bagi pasien.
- Dapatkan bantuan yang memadai. Ketika berencana untuk memindahkan atau memposisikan ulang pasien, mintalah bantuan dari sejawat lain atau keluarga pasien. Penentuan posisi mungkin bukan tugas satu orang, apalagi jika pasien bedrest total.
- Gunakan alat bantu mekanik. Papan tempat tidur, papan luncur, bantal, lift dan sling pasien dapat memudahkan dalam mengubah posisi pasien.
- Angkat tempat tidur pasien. Sesuaikan atau posisikan tempat tidur pasien sehingga beratnya berada di tingkat pusat gravitasi perawat.
- Rubah poisisi tiap 2 jam sekali. Perhatikan bahwa posisi apa pun, benar atau salah, dapat merugikan pasien jika dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Mereposisi pasien setiap 2 jam membantu mencegah komplikasi seperti luka tekan dan kerusakan kulit.
- Hindari gesekan dan menggeser. Saat menggerakkan pasien, angkat daripada menggeser untuk mencegah gesekan yang dapat mengikis kulit sehingga lebih rentan terhadap kerusakan kulit.
- Mekanika tubuh yang tepat. Amati mekanika tubuh yang baik untuk keselamatan Anda dan pasien Anda.
- Posisikan diri dekat dengan klien.
- Hindari memuntir punggung, leher, dan panggul dengan menjaganya agar tetap sejajar.
- Tekuk lutut Anda dan jagalah agar tetap lebar.
- Gunakan lengan dan kaki Anda dan bukan punggung Anda.
- Kencangkan otot perut dan otot gluteal sebagai persiapan untuk bergerak.
- Orang dengan beban terberat mengoordinasikan upaya perawat dan memulai dengan hitungan ke 3.
Tags: cara tenun alat