... Cara Mengganti Alat Tenun dengan Pasien di Atas Tempat Tidur: Panduan Praktis DIY

Menjelajahi Kreativitas - Cara Mengganti Alat Tenun dengan Pasien di Atas Tempat Tidur

Indonesian Papers

Indonesia papers merupakan blogspot dengan pembahasan tentang tutorial, tips dan trik, Askep, Materi, Buku, Berita, Kontes Seo, Olahraga, Ekonomi, Wisata, Politik, Ceramah, Gambar, Computer, Service, Permainan, Cerita, Film dan Music

Mengganti Alat Tenun Kotor pada tempat tidur tanpa memindahkan pasien diatasnya

Pengertian
mengganti alat tenun kotor pada tidur tanpa memindahkan pasien karena pasien baru istirahat/total bedres menderita sakit parah atau tidak sadar.

Tujuan
1. Agar tempat tidur pasien bersih dan rapih sehingga memberikan rasa aman pada pasien
2. Mencegah terjadinya luka baring/dekubitus
3. Mempertahankan kebersihan dan kerapihan

Persiapan Alat
1. Alat tenun bersih yang diperlukan dan disusun menurut urutan penggunaanya.
2. Kursi atau bangku
3. Tempat terutup kain kotor
4. Ember bersisih larutan desinfetan
5. Lap kerja, sehelai kering dan sehelai basah
6. Laken, Stik laken, dan sarung bantal.
7. Selimut

Persiapan pasiean
pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan

  • Seprei kecil digulung ketengah sejauh mungkin
  • Perlak dibersihkan dengan larutan desinfektan, lalu dikeringkan dan gulung ketengah sejauh mungkin
  • Seprei besar digulung ketengah sejauh mungkin.

Hal-Hal yang perlu diperhatikan :
1. Selama bekerja hendaknya perawat tetap memperhatikan keadaan umum pasien.
2. Jangan melelahkan pasien
3. Alat tenun yang rusak, robek atau mempunyai noda hendaknya jangan dipasang dan diganti yang lain.
4. Hindarkan tindakan yang menimbulkan rasa malu dan lelah pada pasien serta tetap menjaga kesopanan.

Jenis alat tenun

Kegiatan menenun kain pada umumnya dilakukan oleh para perempuan atau ibu rumah tangga. Proses penenunannya juga tidak asal, mereka harus pandai mengatur benang, dan menciptakan motif yang rumit. Alat tenun yang digunakan pun harus aktif di bergerak. Untuk mengetahui jenis alat tenun untuk membuat kain tenun, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.

Alat tenun tradisional atau yang sering disebut sebagai gedogan menjadi awal mula alat yang digunakan untuk menenun. Mekanisme alat tenun tradisional ini sangat sederhana. Alat ini dibuat dari rancangan kayu dan juga bambu. Bentuk dari alat tenun ini dipakai dalam keadaan duduk lesehan dengan kaki membujur.

Jenis alat tenun tradisional ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagiannya :

Posisi Fowler

Posisi Fowler, juga dikenal sebagai posisi semi-duduk, adalah posisi tempat tidur di mana kepala tempat tidur dinaikkan 45 hingga 60 derajat. Variasi posisi Fowler meliputi: Fowler rendah (15 hingga 30 derajat), semi-Fowler (30 hingga 45 derajat), dan Fowler tinggi (hampir vertikal).

Posisi ortopneik atau tripod menempatkan pasien dalam posisi duduk atau di sisi tempat tidur dengan meja di atas untuk bersandar dan beberapa bantal di atas meja untuk beristirahat.

  • Memaksimalkan ekspansi paru. Pasien yang mengalami kesulitan bernafas sering ditempatkan dalam posisi ini karena memungkinkan ekspansi maksimal dada.
  • Membantu pengeluaran napas adekuat. Posisi ortopneik sangat bermanfaat bagi pasien yang memiliki masalah menghembuskan napas karena mereka dapat menekan bagian bawah dada ke tepi meja overbed.

Tujuan Pengaturan Posisi Pasien

Tujuan akhir dari pemosisian pasien yang tepat adalah untuk melindungi pasien dari cedera dan komplikasi fisiologis imobilitas. Secara khusus, sasaran pemosisian pasien meliputi:

  • Memberikan kenyamanan dan keamanan pasien.
  • Memberikan jalan napas adekuat dan mempertahankan sirkulasi sepanjang prosedur (mis., Dalam pembedahan, dalam pemeriksaan, pengumpulan spesimen, dan perawatan). Gangguan aliran balik vena ke jantung, dan ketidakcocokan ventilasi-ke-perfusi adalah komplikasi umum. Penempatan yang tepat meningkatkan kenyamanan dengan mencegah kerusakan saraf dan dengan mencegah ekstensi atau rotasi tubuh yang tidak perlu.
  • Menjaga martabat dan privasi pasien. Dalam operasi, penentuan posisi yang tepat adalah cara untuk menghormati martabat pasien dengan meminimalkan eksposur pasien yang sering merasa rentan secara perioperatif.
  • Memberikan visibilitas dan akses maksimum. Posisi yang tepat memungkinkan kemudahan akses bedah serta kemudahan untuk pemberian anestesi selama fase perioperatif.

Tags: cara tenun alat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia