Menjelajahi Kreativitas - Cara Mengganti Alat Tenun dengan Pasien di Atas Tempat Tidur
Posisi Sims
Posisi Sims atau posisi semiprone adalah ketika pasien mengambil posisi setengah jalan antara posisi lateral dan posisi tengkurap. Lengan bawah diposisikan di belakang klien, dan lengan atas dilenturkan di bahu dan siku. Kaki bagian atas lebih fleksibel di kedua pinggul dan lutut, daripada yang lebih rendah.
- Mencegah aspirasi cairan. Sims dapat digunakan untuk pasien yang tidak sadar karena memfasilitasi drainase dari mulut dan mencegah aspirasi cairan.
- Mengurangi tekanan tubuh yang lebih rendah. Ini juga digunakan untuk pasien lumpuh karena mengurangi tekanan pada sakrum dan trochanter pinggul yang lebih besar.
- Perawatan dan Visualisasi area perineum. Ini sering digunakan untuk pasien yang menerima enema dan kadang-kadang untuk pasien yang menjalani pemeriksaan atau perawatan daerah perineum.
- Wanita hamil merasa nyaman. Wanita hamil akan sangat nyaman dengan posisi sims untuk tidur.
- Tingkatkan keselarasan tubuh dengan bantal. Letakkan bantal di bawah kepala pasien dan di bawah lengan atas untuk mencegah rotasi internal. Tempatkan bantal lain di antara kaki.
Kesimpulan
- Relaksasi adalah kunci utama untuk membantu Anda tidur cepat dalam 30 detik.
- Beberapa metode relaksasi yang bisa Anda lakukan yakni metode militer, pernapasan 4-7-8, progressive muscle relaxation (PMR), guided imagery , dan mendengarkan musik.
- Selain itu, penting juga untuk menerapkan kebiasaan tidur sehat atau sleep hygiene , seperti dengan mematikan lampu dan menghindari penggunaan alat elektronik sebelum tidur.
- Jika gangguan tidur berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Apa itu Pengaturan Posisi Pasien?
Pengaturan posisi pasien melibatkan pemeliharaan dengan benar keselarasan tubuh netral pasien dengan mencegah hiperekstensi dan rotasi lateral yang ekstrim untuk mencegah komplikasi imobilitas dan cedera. Memposisikan pasien adalah aspek penting dari praktik dan tanggung jawab seorang perawat.
Dalam pembedahan, pengumpulan spesimen, atau perawatan lain, pemosisian pasien yang tepat dapat memberikan eksposur yang optimal dari tempat pembedahan / perawatan dan pemeliharaan martabat pasien dengan mengendalikan eksposur yang tidak perlu.
Di sebagian besar pengaturan posisi, pasien yang diposisikan dengan optimal dapat memberikan pengaruh pada peningkatan manajemen jalan nafas dan ventilasi, menjaga keselarasan tubuh, serta memberikan keamanan fisiologis.
Jenis alat tenun
Kegiatan menenun kain pada umumnya dilakukan oleh para perempuan atau ibu rumah tangga. Proses penenunannya juga tidak asal, mereka harus pandai mengatur benang, dan menciptakan motif yang rumit. Alat tenun yang digunakan pun harus aktif di bergerak. Untuk mengetahui jenis alat tenun untuk membuat kain tenun, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.
Alat tenun tradisional atau yang sering disebut sebagai gedogan menjadi awal mula alat yang digunakan untuk menenun. Mekanisme alat tenun tradisional ini sangat sederhana. Alat ini dibuat dari rancangan kayu dan juga bambu. Bentuk dari alat tenun ini dipakai dalam keadaan duduk lesehan dengan kaki membujur.
Jenis alat tenun tradisional ini terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah bagiannya :
Posisi Fowler
Posisi Fowler, juga dikenal sebagai posisi semi-duduk, adalah posisi tempat tidur di mana kepala tempat tidur dinaikkan 45 hingga 60 derajat. Variasi posisi Fowler meliputi: Fowler rendah (15 hingga 30 derajat), semi-Fowler (30 hingga 45 derajat), dan Fowler tinggi (hampir vertikal).
Posisi ortopneik atau tripod menempatkan pasien dalam posisi duduk atau di sisi tempat tidur dengan meja di atas untuk bersandar dan beberapa bantal di atas meja untuk beristirahat.
- Memaksimalkan ekspansi paru. Pasien yang mengalami kesulitan bernafas sering ditempatkan dalam posisi ini karena memungkinkan ekspansi maksimal dada.
- Membantu pengeluaran napas adekuat. Posisi ortopneik sangat bermanfaat bagi pasien yang memiliki masalah menghembuskan napas karena mereka dapat menekan bagian bawah dada ke tepi meja overbed.
Tags: cara tenun alat