Ciri Khas Produk Kerajinan Tulang Ikan untuk Hobi Sulam dan DIY
Contoh Kerajinan dr Tulang Ikan
Tulang ikan adalah sebuah limbah yg dihasilkan oleh ikan, dimana kalian mampu menemukan limbah ini dgn mudah di kawasan pesisir, pasar ikan & banyak sekali restoran.

Apa Saja Manfaat Ikan?
Dengan mengetahui pengertian ikan dan ciri-cirinya Anda semakin paham tentang apa itu ikan. Berikutnya, yang perlu diketahui adalah manfaat dari ikan untuk manusia dan kehidupan di bumi.
1. Makanan
Banyak jenis ikan yang bermanfaat sebagai makanan bagi manusia. Bukan saja sekedar makanan biasa, tapi kandungan hebat dari ikan membantu tumbuh kembang manusia sejak kecil hingga dewasa.
Terdapat berbagai vitamin, mineral, lemak esensial, dan zat penting lainnya yang memiliki peranan dalam sistem metabolisme tubuh. Makanya, dari kecil anak-anak selalu dianjurkan untuk banyak makan ikan.
2. Mengendalikan Berbagai Penyakit
Ikan juga membantu manusia untuk mengendalikan berbagai penyakit dengan mengkonsumsinya pada takaran yang tepat.
3. Menjadi Bahan Baku Berbagai Produk
Berbagai jenis ikan juga dimanfaatkan untuk bahan baku berbagai produk, mulai dari makanan, produk kecantikan, hingga industri.
Banyak pengetahuan baru, yang bisa didapat dari informasi seputar pengertian ikan dan lainnya. Untuk membuat kesadaran lebih tinggi bahwa di alam terdapat makhluk lain yang memiliki keunikannya sendiri.

13+ Contoh Kerajinan dari Tulang Ikan dan Cara Membuatnya
Kerajinan dr Tulang Ikan – Apakah kalian pernah mendengar kerajinan dr tulang ikan? Ya, ternyata tulang ikan bukan cuma sekedar sampah yg tak berguna loh.
Melainkan tulang ikan bisa disulap menjadi banyak sekali macam bentuk kerajinan baik itu miniatur atau aksesoris yg sangat unik. Mungkin memang masih banyak yg tak percaya bahwa tulang ikan ini mampu dijadikan selaku kerajinan yg unik dgn harga jual yg cukup tinggi.
Banyak sekali bentuk yg mampu dibikin dr limbah tulang ikan ini, lalu apa saja contoh kerajinan dr tulang ikan tersebut? Maka dr itu, pribadi saja yuk simak misalnya di bawah ini!
Daftar Isi Artikel

1. Limbah Keras Organik dan Contohnya
Limbah keras organik merupakan limbah yang berasal dari sumber daya alam laut dan daratan, baik dari tumbuhan maupun hewan yang bersifat keras, padat, pejal, solid serta memerlukan waktu yang cukup lama untuk terurai.
Secara umum, limbah jenis ini berasal dari limbah domestik, yaitu dari sampah rumah tangga. Di antara contoh limbah keras organik, yaitu:
- Tulang hewan
- Tempurung kelapa
- Cangkang kerang
- Potongan Kayu
- Sisik Ikan
- Tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing)
Limbah di atas dapat diolah menjadi beberapa bentuk kerajinan, seperti:
- Kerajinan cangkang kerang
- Kerajinan sisik ikan
- Kerajinan tulang ikan
- Kerajinan tempurung kelapa

Teknik Pengolahan Limbah Keras
Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan. Hanya saja, diperlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu proses pengolahannya.
Demikian juga limbah keras anorganik turut membutuhkan suatu teknologi khusus untuk mengolahnya hingga dapat dimanfaatkan ulang, seperti teknologi pemanasan, pembakaran, dan penghancuran untuk memproses ulang limbah anorganik tersebut.
Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.
Pada dasarnya pengolahan limbah masih berkaitan dengan prinsip 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle. Di sisi lain, terdapat pula prinsip 5R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Disposal.
1. Reduce
Prinsip reduce atau pengurangan dilakukan dengan cara mengurangi produksi limbah. Hal itu dapat dimulai dengan cara sederhana seperti dengan membawa kantung belanja sendiri.
2. Reuse
Prinsip reuse dilakukan dengan cara memanfaatkan kembali material yang aman untuk digunakan, salah satunya dengan cara membuat kerajinan tangan atau proses upcycle.
3. Recycle
Prinsip recycle dilakukan dengan cara mendaur ulang limbah, dilakukan dengan meleburkan, mencacah, hingga melelehkannya untuk dibentuk kembali menjadi produk baru yang dapat digunakan ulang.
4. Recovery
Selanjutnya, recovery dilakukan dengan cara menghasilkan energi atau material baru dari hasil proses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu).
5. Disposal/Pembuangan
Limbah produk sisa dari proses recovery yang umumnya berupa abu atau material sisa lainnya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk diolah dan diproses ulang agar tidak merusak lingkungan.

Tags: kerajinan produk ciri