... Panduan Lengkap: Ciri Kain Tenun Sulawesi Asli untuk Kerajinan Jarum dan DIY

Kain Tenun Sulawesi - Keindahan Tradisi dan Keterampilan DIY dalam Kerajinan Sulam1 / 2

Fungsi Kain Tenun Sumba

Selain berfungsi sebagai bahan pakaian, penggunaan kain tenun Sumba juga sering untuk upacara adat dan tingkatan sosial seseorang di masyarakat. Semakin banyak jumlah kain tenun yang mereka miliki, beragam corak dan warnanya, maka semakin tinggi juga kedudukan pemiliknya di mata masyarakat.

Sedangkan pada upacara pemakaman, kain tenun yang terbaik akan selalu hadir untuk menutupi jenazah. Hal ini sebagai penghargaan pada almarhum. Bagi para pelayat pun biasanya membawa kain tenun sebagai tanda belasungkawa.

Selain corak yang memiliki makna, pemilihan warna kain tenun untuk setiap acara pun berbeda. Misalnya, untuk acara pernikahan lebih sering memakai kain tenun bewarna terang seperti merah. Dan untuk kematian, akan menggunakan warna hitam atau biru. Sedangkan untuk upacara adat biasa bisa memakai warna kain tenun apa saja.

Melihat dari keindahan tenun Sumba ini bisa kita katakan jika wastra ini merupakan hasil karya seni. Tidak heran jika tenun Sumba menjadi salah satu warisan dunia dari Indonesia.

Penulis : Ikke Dwi A. Alumni jurusan Jurnalistik Universitas Padjajaran yang juga seorang pecinta kain tradisional dan tinggal di Bandung.

Kain Tenun Berkualitas

Donggala memang terkenal sebagai penghasil kain tenun yang berkualitas dan bercorak indah. Karena tenun daerah ini berbahan dasar kain sutra yang diberikan tenunan – tenunan benang perak dan emas. Selembar sarung tenun Donggala asli dibuat dari benang yang halus dan berwarna – warni bak pelangi.

Satu lagi keunikan dari kain ikat Donggala adalah kain tenunnya memiliki motif yang umum atau bersifat universal. Jadi siapa saja baik dari kalangan atas maupun bawah bisa menggunakan kain tenun ikat ini. Jadi dari sini kain Donggala memiliki makna persamaan derajat yang tersimpan. Tidak ada perbedaan atau diskriminasi dari kalangan bawah dan kalangan atas, semua memiliki derajat yang sama di mata Tuhan.

Hal ini sangatlah berbeda dengan kain tenun yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Seperti halnya kain ulos atau kain tenun yang berasal dari pulau Nusa Tenggara. Di sana, ada motif kain tenun yang dikhususkan untuk para bangsawan atau pembesar suku.

Baca Juga : Tenun Aceh

Perbedaan yang mendasar ada dari sisi pemakai. Tenun ikat Donggala yang dibuat untuk kaum tua biasanya memiliki motif – motif dengan warna dasar yang cenderung gelap. Sedangkan gambar tenun Donggala untuk kaum muda memiliki motif dengan warna dasar cerah.

Kain Tenun Sumba : Warisan Dunia dari NTT

Kain tenun Sumba adalah kain tenun yang berasal dari provinsi NTT atau Nusa Tenggara Timur, tepatnya di daerah Sumba. Motif yang kaya makna dan cara pembuatan yang asli membuat harganya sangat mahal. Namun, sebanding dengan nilai yang ada pada selembar wastra khas Indonesia.

Indonesia memang kaya dengan ragam teknik kain tradisional. Ada yang berbentuk songket seperti di Palembang dan Bali. Ada juga teknik menjelujur pada kain sasirangan. Selain itu, masih banyak cara pembuatan tradisional yang menarik dari berbagai daerah Nusantara. Contohnya teknik ikat tenun Sumba NTT.

Tenun Sumba yang melegenda ini sekarang sudah diakui menjadi warisan dunia loh. Masing-masing wilayah di Sumba memang memiliki ragam dan corak tersendiri. Baik itu kain tenun yang berasal dari daerah Sumba Timur dan Barat, keduanya memiliki ciri khas masing-masing.

Kerajinan Tenun: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya

Sejumlah perempuan menenun di baawah rumah Desa Gumananon, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah. Sulawesi Tenggara. Desa Gumananon menjadi tempat warisan leluhur turun temurun terkait tenun Kamohu. (Dok. KemenKopUKM)

Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Kerajinan tenun menjadi salah satu kekayaan budaya, berupa kerajinan tangan, yang dimiliki Indonesia. Apa itu kerajinan tenun?

Pola Motif yang Khas

Ciri pertama dari kain tenun Sulawesi yang asli adalah pola motif yang khas dan unik. Setiap daerah di Sulawesi memiliki pola dan desain yang berbeda-beda, mencerminkan keberagaman etnis dan budaya. Misalnya, kain tenun Toraja dapat dikenali melalui motif geometris dan binatang-bintang yang menggambarkan mitologi setempat. Ciri ini menunjukkan bahwa setiap kain tenun Sulawesi memiliki identitasnya sendiri, membedakan satu daerah dari yang lain.

Setiap suku atau daerah memiliki pola dan motif khas dalam kain tenunnya. Berikut adalah beberapa contoh pola dan motif yang sering dijumpai di beberapa daerah di Sulawesi:

1. Toraja

Motif Binatang: Kain tenun Toraja sering dihiasi dengan motif binatang, seperti burung, kuda, atau babi. Binatang-binatang ini sering memiliki makna simbolis dan terkait dengan mitologi setempat.

Motif Geometris: Pola geometris, seperti garis-garis dan segitiga, juga sering muncul dalam kain tenun Toraja. Motif ini mencerminkan keindahan alam dan tanah tinggi Toraja.

2. Bugis-Makassar

Motif Ikat Celup: Kain tenun dari suku Bugis-Makassar sering menggunakan teknik ikat celup. Dari motif yang dihasilkan dari teknik ini bisa sangat beragam, termasuk motif bunga, daun, atau bahkan pola abstrak yang kompleks.

Motif Lalang: Motif lalang atau rumput laut adalah motif yang sering dijumpai. Lalang dianggap sebagai simbol keberuntungan dan keharmonisan dalam budaya Bugis-Makassar.

3. Bajo (Sulawesi Selatan)

Motif Kapal Lepa: Suku Bajo, yang banyak bermukim di pesisir Sulawesi Selatan, sering menggunakan motif kapal lepa dalam kain tenun mereka. Kapal lepa adalah kapal tradisional suku Bajo dan dianggap sebagai simbol keberanian dan petualangan.

4. Mamasa (Sulawesi Barat)

Motif Etnik Mamasa: Kain tenun dari daerah Mamasa sering dihiasi dengan motif etnik yang kaya warna dan detail. Motif ini mencerminkan sejarah dan identitas etnis Mamasa.


Tags: tenun ciri lawe

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia