Kain Tenun Sulawesi - Keindahan Tradisi dan Keterampilan DIY dalam Kerajinan Sulam1 / 2
Fungsi Kain Tenun Sumba
Selain berfungsi sebagai bahan pakaian, penggunaan kain tenun Sumba juga sering untuk upacara adat dan tingkatan sosial seseorang di masyarakat. Semakin banyak jumlah kain tenun yang mereka miliki, beragam corak dan warnanya, maka semakin tinggi juga kedudukan pemiliknya di mata masyarakat.
Sedangkan pada upacara pemakaman, kain tenun yang terbaik akan selalu hadir untuk menutupi jenazah. Hal ini sebagai penghargaan pada almarhum. Bagi para pelayat pun biasanya membawa kain tenun sebagai tanda belasungkawa.
Selain corak yang memiliki makna, pemilihan warna kain tenun untuk setiap acara pun berbeda. Misalnya, untuk acara pernikahan lebih sering memakai kain tenun bewarna terang seperti merah. Dan untuk kematian, akan menggunakan warna hitam atau biru. Sedangkan untuk upacara adat biasa bisa memakai warna kain tenun apa saja.
Melihat dari keindahan tenun Sumba ini bisa kita katakan jika wastra ini merupakan hasil karya seni. Tidak heran jika tenun Sumba menjadi salah satu warisan dunia dari Indonesia.
Penulis : Ikke Dwi A. Alumni jurusan Jurnalistik Universitas Padjajaran yang juga seorang pecinta kain tradisional dan tinggal di Bandung.
Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia
diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)
| Jenis kain tenun | Asal daerah |
| Kain tenun Sambas | Kalimantan Barat |
| Kain tenun Donggala | Sulawesi Tengah |
| Kain tenun Gringsing | Bali |
| Kain Hinggi | Nusa Tenggara Timur |
| Kain tenun Toraja | Sulawesi Selatan |
| Kain tenun songket Sukarara | Nusa Tenggara Barat |
| Kain songket Palembang | Sumatera Selatan |
| Kain tapis | Lampung |
| Kain tenun Ulos | Sumatera Utara |
| Kain songket Minangkabau | Sumatera Barat |
| Kain tenun Troso Jepara | Jawa Tengah |
| Kain tentun Doyo | Kalimantan Timur |
Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola
Kain Tenun Berkualitas
Donggala memang terkenal sebagai penghasil kain tenun yang berkualitas dan bercorak indah. Karena tenun daerah ini berbahan dasar kain sutra yang diberikan tenunan – tenunan benang perak dan emas. Selembar sarung tenun Donggala asli dibuat dari benang yang halus dan berwarna – warni bak pelangi.
Satu lagi keunikan dari kain ikat Donggala adalah kain tenunnya memiliki motif yang umum atau bersifat universal. Jadi siapa saja baik dari kalangan atas maupun bawah bisa menggunakan kain tenun ikat ini. Jadi dari sini kain Donggala memiliki makna persamaan derajat yang tersimpan. Tidak ada perbedaan atau diskriminasi dari kalangan bawah dan kalangan atas, semua memiliki derajat yang sama di mata Tuhan.
Hal ini sangatlah berbeda dengan kain tenun yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Seperti halnya kain ulos atau kain tenun yang berasal dari pulau Nusa Tenggara. Di sana, ada motif kain tenun yang dikhususkan untuk para bangsawan atau pembesar suku.
Baca Juga : Tenun Aceh
Perbedaan yang mendasar ada dari sisi pemakai. Tenun ikat Donggala yang dibuat untuk kaum tua biasanya memiliki motif – motif dengan warna dasar yang cenderung gelap. Sedangkan gambar tenun Donggala untuk kaum muda memiliki motif dengan warna dasar cerah.
Motif Tenun Donggala
Kain sutra Donggala memiliki berbagai variasi motif dan corak. Motif dan corak yang dimiliki sarung tenun Donggala asli kebanyakan adalah menerapkan gambar yang tidak melanggar ajaran Islam.
Motif yang popular adalah motif bunga, motif daun, motif fauna seperti halnya kupu – kupu dan kakaktua. Sedangkan menampilkan motif yang berhubungan dengan manusia yang dianggapnya tabu dan melanggar ajaran Islam. Karena itu, gambar manusia tidak muncul sama sekali pada motif kain ikat di Donggala.
Motif yang terkenal di Donggala adalah motif Buya Bomba atau motif bunga. Motif bunga ini terlihat kecil daripada motif yang lainnya, karena dibentuk dan diproses dari benang pakan yang ditenun di atas benang lungsi. Motif Buya Bomba yang masih banyak diminati wisatawan hingga saat ini adalah motif daun keladi dan juga motif tevanumpule atau daun rambat. Selain itu, ada juga motif lain bernama Buya Sabe yang juga cukup terkenal.
Tags: tenun ciri lawe