Seni Kerajinan DIY - Inspirasi Cantik dari Teknik Bubut dalam Karya Sulaman
Contoh Teknik Cor
Mengetahui teknik pengecoran secara teori tentu saja akan menyulitkan dalam pemahamannya, maka dari itu perlu adanya informasi mengenai contoh teknik pengecoran.
Berikut adalah beberapa contoh teknik pengecoran:
1. Pengecoran Tradisional (Traditional Casting)
Beberapa teknik pengecoran yang masuk pada teknik ini antara lain:
- Dry Sand Casting
- Sand Mold Casting
- Full Mold Casting
- Shell Mold Casting
- Cement Mold Casting
- Vacuum Mold Casting
Teknik pengecoran tradisional tentu saja masih menggunakan cara lama, baik dari segi alat seperti cetakan dan alat tuang maupun dari segi metode.
2. Pengecoran Non-Tradisional (Contemporary Casting – Non Traditional Casting)
Teknik pengecoran yang masuk dalam kategori ini adalah:
- High Pressure Die Casting
- Centrifugal Casting
- Permanent Mold Casting
- Investment Casting
- Solid Ceramic Casting
- Plaster Mold Casting
Proses pengecoran dengan teknik cor ini sudah lebih modern dan tidak mengandalkan alat percetakan sederhana yang menggunakan pasir dan tanah liat.
Proses ini banyak dipakai untuk membuat produk berukuran yang lebih kecil dan lebih detail.
Macam-Macam Teknik Cor
Baik dalam industri maupun non industri, ada 3 teknik pengecoran yang sering digunakan.
Masing-masing teknik digunakan dengan tujuannya sesuai kebutuhan. Berikut pembahasan tentang 3 teknik pengecoran yang ada saat ini:
1. Teknik Tuang Sekali Pakai
Cara teknik tuang sekali pakai adalah sebuah teknik untuk mengecor produk-produk yang memiliki tingkat kerumitan tinggi.
Metode ini biasa dipakai pada proses pembuatan arca atau patung dengan detail yang tinggi. Bahan yang digunakan pada teknik ini adalah logam yang biasanya menggunakan emas, perak, atau perunggu.
Teknik tuang sekali pakai dilakukan dengan cara membuat model dari tanah liat yang dilapisi dengan lilin, lalu diberi rongga sebagai jalan cairan logam untuk masuk ke dalamnya dan memenuhi cetakan.
Kemudian cairan logam dibiarkan hingga mengering dan membentuk cetakan sehingga menjadi patung.
Teknik ini dinamakan teknik tuang sekali pakai karena memang cairan hanya dituang sekali dan langsung dikeringkan.
2. Teknik Tuang Berulang
Berbeda dengan teknik tuang sekali pakai yang hanya melakukan penuangan satu kali. Pada teknik tuang berulang pengecoran dilakukan dengan menuangkan bahan cor berulang kali sesuai dengan kebutuhan.
Ada banyak bahan yang bisa dipakai pada teknik ini tergantung dengan kebutuhannya.
Teknik pengecoran dengan teknik tuang berulang banyak dipakai pada proses pembuatan hiasan sederhana. Hiasan ini biasanya memiliki ukuran sedang hingga kecil.
Dengan demikian, bahan yang dipakai pun lebih bervariasi, bisa menggunakan tanah liat, pasir, logam, atau bahkan semen.
3. Teknik Menempa
Dari namanya saja sudah dapat diketahui bahwa teknik ini berbeda jauh dari dua teknik sebelumya. Teknik pengecoran dengan cara ini dilakukan dengan cara menempa logam.
Ada banyak logam yang dipakai pada teknik ini, antara lain besi, emas, perak, baja, tembaga, kuningan, dan lain-lain.
Macam-Macam Bahan Keras
pixabay
Dalam membuat sebuah kerajinan bahan keras terdapat dua macam, yaitu bahan keras alam dan bahan keras buatan. Berikut ini pengertian dan juga contoh bahan keras alam dan bahan keras buatan, yaitu:
Kerajinan Bahan Keras Alam
Bahan keras alam merupakan jenis kerajinan yang sifatnya memang keras dan biasanya bahan ini didapatkan dari lingkungan di sekitarnya dan diolah menjadi sebuah kerajinan. Kerajinan bahan keras alam bisa dibuat dengan menggunakan bahan seperti kayu, bambu, rotan dan lainnya.
Pengolahan berbahan keras alam dapat dilakukan dengan cara membentuk suatu kerajinan yang kita inginkan. Teknik dalam pembuatan kerajinan bahan keras juga bermacam-macam, bisa dengan cara diukir, dipahat, dipotong dan lainnya.
Kerajinan dengan bahan keras alam akan bertahan lebih lama dan lebih kuat asalkan kita harus tahu dan memahami cara perawatan yang benar. Produk kerajinan bahan keras bisa menghasilkan kerajinan seperti lukisan, ornamen, dan hiasan cantik lainnya.
Selain itu, masih banyak contoh produk kerajinan dengan bahan keras alam, seperti:
Kerajinan Limbah dari Tempurung Kelapa
Siapa sangka tempurung kelapa yang tadinya tidak memiliki nilai jual dapat disulap menjadi suatu kerajinan dengan nilai jual. Tempurung kelapa sendiri merupakan bahan keras. Dengan bahan baku yang cukup murah dan mudah didapatkan, kita bisa membuat kerajinan yang unik.
Contoh yang dapat dibuat adalah kerajinan seperti, perabot rumah tangga, sendok sayur, gayung air, asbak rokok, piring, figura dan masih banyak lagi.
Penutup
Pembuatan kerajinan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai bahan, baik alami maupun buatan. Meskipun bahan alami berasal dari alam, kerajinan bahan buatan yang dibuat oleh manusia memiliki nilai jual dan estetika yang tidak kalah penting.
Terdapat berbagai teknik pembuatan produk kerajinan bahan buatan, tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Untuk bahan keras seperti logam, kaca, kawat, kaleng, dan timah, teknik-teknik seperti las, patri, ukiran, dan bubut sering digunakan. Sementara itu, untuk bahan lunak, seperti cetak, coil, putar, tenun, dan bordir, digunakan dalam pembuatan kerajinan.
Beberapa contoh kerajinan bahan buatan yang bisa dibuat termasuk kerajinan sabun batangan dengan teknik ukir atau cetak, kerajinan gips dengan mencetak dan memodifikasi gypsum, kerajinan lilin dengan mencairkan lilin dan mencetaknya dalam cetakan, kerajinan plastik dengan mengubah kemasan bekas menjadi tas, dompet, dan lain-lain, kerajinan clay dengan membentuk tanah liat menjadi bentuk yang diinginkan, kerajinan kain dengan memotong atau menjahit kain menjadi produk seperti tas atau baju, kerajinan kaca dengan teknik cold working, flameworking, fusing, hot sculpting, dan slumping, kerajinan fiberglass dengan mencampurkan filamen kaca dan resin dalam cetakan, kerajinan kulit sintetis dengan memanfaatkan kulit sintetis menjadi tas, sandal, dan sepatu, dan kerajinan bubur kertas dengan menghancurkan kertas dan membentuknya menjadi berbagai produk.
Nah, sekian 10 contoh yang menarik untuk dicoba. Kerajinan bahan buatan di atas kebanyakan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Jadi, kamu tidak perlu kesulitan dalam mengkreasikan produk kerajinan bahan buatan yang dimodifikasi.
Apa itu Kerajinan Bahan Keras ?
Kerajinan bahan keras merupakan hasil karya buatan pengrajin yang berbahan dasar keras, kuat, padat, kokoh, tahan lama, dan tidak berubah bentuk. Bahan tersebut diolah sesuai kebutuhan fungsional konsumen yang memiliki nilai artistik pada kebudayaan tertentu. Contohnya bahan kayu diolah menjadi hiasan dinding.
Menurut keberadaan asal bahannya, kerajinan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kerajinan alami dan kerajinan buatan. Apa saja, sih ? Ini penjabarannya:
1. Kerajinan Bahan Keras Alami
Ini adalah produk buatan pengrajin yang menggunakan bahan dasar berasal dari alam sekitar. Bahan tersebut umumnya dapat Anda temui di area hutan, perairan, maupun tempat tinggal Anda. Misalnya bambu, rotan, kayu, dan lainnya. Berikut macam-macam bahan keras alami:
1. Bambu
Bambu merupakan bahan dasar yang kokoh dan kuat. Tapi juga punya kelemahan jika kena air secara terus-menerus. Karena akan menyebabkan pelapukan pada batang bambu tersebut. Karakteristik bambu lainnya adalah memiliki rongga berukuran diameter 1-20 cm dan memiliki ruas batang yang unik.
Pada proses pembuatanya akan terlihat keunikannya melalui sayatan ataupun bentuk utuh dari batang bambu yang teksturnya halus. Contoh kerajinan benda berbahan dasar bambu, meliputi:
Alat musik ini menggunakan bahan utama bambu yang berusia 5 tahun, supaya tidak rapuh dan keras. Teknik pembuatan angklung menggunakan metode memilah bambu dan proses penyeteman. Proses penyeteman adalah proses menyelaraskan suara ke alat tuner.
Caping merupakan topi petani yang berbahan dasar bambu. Proses pembuatannya menggunakan teknik anyaman yang kuat dan kokoh. Bertujuan untuk melindungi dari teriknya cuaca ketika bertani.
2. Rotan
Ketahanan batang rotan yang lebih kuat daripada bambu terdapat pada bagian serat batang. Anda dapat menemukan rotan pada tumbuhan yang merambat. Adapun karakteristik rotan, yaitu memiliki ruas batang, tekstur batang halus, dapat membentuk sebuah sayatan maupun bentuk utuh.
Tags: kerajinan contoh teknik