... 5 Contoh Kerajinan Teknik Bubut yang Mudah Dibuat Sendiri - Panduan DIY

Seni Kerajinan DIY - Inspirasi Cantik dari Teknik Bubut dalam Karya Sulaman

Macam-Macam Teknik Cor

Baik dalam industri maupun non industri, ada 3 teknik pengecoran yang sering digunakan.

Masing-masing teknik digunakan dengan tujuannya sesuai kebutuhan. Berikut pembahasan tentang 3 teknik pengecoran yang ada saat ini:

1. Teknik Tuang Sekali Pakai

Cara teknik tuang sekali pakai adalah sebuah teknik untuk mengecor produk-produk yang memiliki tingkat kerumitan tinggi.

Metode ini biasa dipakai pada proses pembuatan arca atau patung dengan detail yang tinggi. Bahan yang digunakan pada teknik ini adalah logam yang biasanya menggunakan emas, perak, atau perunggu.

Teknik tuang sekali pakai dilakukan dengan cara membuat model dari tanah liat yang dilapisi dengan lilin, lalu diberi rongga sebagai jalan cairan logam untuk masuk ke dalamnya dan memenuhi cetakan.

Kemudian cairan logam dibiarkan hingga mengering dan membentuk cetakan sehingga menjadi patung.

Teknik ini dinamakan teknik tuang sekali pakai karena memang cairan hanya dituang sekali dan langsung dikeringkan.

2. Teknik Tuang Berulang

Berbeda dengan teknik tuang sekali pakai yang hanya melakukan penuangan satu kali. Pada teknik tuang berulang pengecoran dilakukan dengan menuangkan bahan cor berulang kali sesuai dengan kebutuhan.

Ada banyak bahan yang bisa dipakai pada teknik ini tergantung dengan kebutuhannya.

Teknik pengecoran dengan teknik tuang berulang banyak dipakai pada proses pembuatan hiasan sederhana. Hiasan ini biasanya memiliki ukuran sedang hingga kecil.

Dengan demikian, bahan yang dipakai pun lebih bervariasi, bisa menggunakan tanah liat, pasir, logam, atau bahkan semen.

3. Teknik Menempa

Dari namanya saja sudah dapat diketahui bahwa teknik ini berbeda jauh dari dua teknik sebelumya. Teknik pengecoran dengan cara ini dilakukan dengan cara menempa logam.

Ada banyak logam yang dipakai pada teknik ini, antara lain besi, emas, perak, baja, tembaga, kuningan, dan lain-lain.

Apa itu Kerajinan Bahan Keras ?

Kerajinan bahan keras merupakan hasil karya buatan pengrajin yang berbahan dasar keras, kuat, padat, kokoh, tahan lama, dan tidak berubah bentuk. Bahan tersebut diolah sesuai kebutuhan fungsional konsumen yang memiliki nilai artistik pada kebudayaan tertentu. Contohnya bahan kayu diolah menjadi hiasan dinding.

Menurut keberadaan asal bahannya, kerajinan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kerajinan alami dan kerajinan buatan. Apa saja, sih ? Ini penjabarannya:

1. Kerajinan Bahan Keras Alami

Ini adalah produk buatan pengrajin yang menggunakan bahan dasar berasal dari alam sekitar. Bahan tersebut umumnya dapat Anda temui di area hutan, perairan, maupun tempat tinggal Anda. Misalnya bambu, rotan, kayu, dan lainnya. Berikut macam-macam bahan keras alami:

1. Bambu

Bambu merupakan bahan dasar yang kokoh dan kuat. Tapi juga punya kelemahan jika kena air secara terus-menerus. Karena akan menyebabkan pelapukan pada batang bambu tersebut. Karakteristik bambu lainnya adalah memiliki rongga berukuran diameter 1-20 cm dan memiliki ruas batang yang unik.

Pada proses pembuatanya akan terlihat keunikannya melalui sayatan ataupun bentuk utuh dari batang bambu yang teksturnya halus. Contoh kerajinan benda berbahan dasar bambu, meliputi:

Alat musik ini menggunakan bahan utama bambu yang berusia 5 tahun, supaya tidak rapuh dan keras. Teknik pembuatan angklung menggunakan metode memilah bambu dan proses penyeteman. Proses penyeteman adalah proses menyelaraskan suara ke alat tuner.

Caping merupakan topi petani yang berbahan dasar bambu. Proses pembuatannya menggunakan teknik anyaman yang kuat dan kokoh. Bertujuan untuk melindungi dari teriknya cuaca ketika bertani.

2. Rotan

Ketahanan batang rotan yang lebih kuat daripada bambu terdapat pada bagian serat batang. Anda dapat menemukan rotan pada tumbuhan yang merambat. Adapun karakteristik rotan, yaitu memiliki ruas batang, tekstur batang halus, dapat membentuk sebuah sayatan maupun bentuk utuh.


Tags: kerajinan contoh teknik

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia