Rencana Bisnis Kerajinan - Inspirasi dan Panduan Praktis dalam Dunia Sulam dan DIY
BAB II PEMBAHASAN
A. Profil
Anyaman bambu atau kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam karya di Indonesia. Selain digunakan sebagai anyaman, bambu juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan alat-alat rumah tangga.
Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas-tas yang unik dan berbeda dari yang lain.
Maka dari itu penulis akan menciptakan sebuah tas yang berasal dari anyaman bambu dengan model dan design kekinian. Anyaman akan dipadukan dengan bahan atau media lain sehingga menghasilkan desain atau model yang unik.
Selain itu kesannya yang cukup mewah juga bisa digunakan dalam berbagai acara.Tentunya dengan ini masyarakat akan jauh lebih tertarik menggunakan produk anyaman bambu dalam negeri.
B. Strategi Pasar
Agar bisnis diatas berhasil, maka penulis akan melakukan strategi pemasaran sebagai berikut ini.
1. Segmenting
Yang pertama yaitu segmenting atau segmentasi pasar, merupakan suatu kegiatan membagi suatu pasar menjadi beberapa kelompok pembeli.
Ada dua kriteria dalam segmentasi pasar, yaitu geografis dan demografis. Untuk kali ini penulis menetapkan kalangan perempuan remaja hingga dewasa, karena pada tahap inilah sifat konsumtif mulai muncul.
2. Targetting
3. Posotioning
Positioning merupakan terbentuknya gambaran yang cocok bagi konsumen untuk tertarik membeli produk ini. agar lebih menarik masyarakat, penulis memberikan berbagai macam model terbaru yang fashionable, serta tambahan bahan yang membuat tas menjadi lebih estetik.
C. Analisis SWOT Untuk Kelayakan Usaha
1. Kekuatan (Strength)
Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan. Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.
Download Contoh Proposal Usaha Kerajinan
Dokumen tertulis ini mencerminkan segala elemen yang relevan, segment bisnis internal, serta eksternal atau bahkan pekerjaan baru. Biasanya proposal bisnis di sini berisikan tentang tujuan dan strategi dikembangkannya bisnis tersebut.
Banyak sekali manfaat yang bisa diambil ketika kamu membuat proposal usaha seperti ini. Manfaat tersebut diantaranya yaitu bisa membandingkan rencana dan pengusaha dengan hasil nyata, serta membantu wirausaha dalam merancang dan menguji strateginya.
Untuk lebih lengkap, silahkan simak penjelasan dibawah ini mengenai proposal usaha kerajinan.
1. Anggaran Usaha dalam Contoh Proposal Usaha Kerajinan
Setiap contoh proposal usaha kerajinan pasti memiliki yang namanya anggaran usaha. Anggaran ini tentu digunakan untuk mengetahui berapa saja budget yang akan dikeluarkan oleh perusahaan terhadap produk tersebut.
Dengan adanya anggaran usaha, bisa dipastikan kamu tidak akan mengalami kerugian terlalu dalam. Selain itu kamu juga bisa lebih memantau pemasukan dan pengeluaran uang yang ada di perusahaan kamu.
Anggaran usaha ini meliputi modal, rencana harga jual, dan juga profit. Jangan lupa untuk melakukan analisis SWOT seperti dibawah ini.
A. Strength
Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan. Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.
Cara memahami kekuatan tersebut bisa dengan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan perusahaan. Apa yang membuat bisnis kamu lebih baik dari lainnya, keunikan, dan masih banyak lagi.
B. Weakness
Kedua yaitu weakness atau biasa disebut sebagai kelemahan. Kamu sudah pasti paham bahwa setiap bisnis tentu memiliki kelemahan. Setiap perusahaan pasti memiliki celah-celah yang bisa berpotensi menimbulkan kesalahan.
Nah, dari sini kamu harus lebih detail dalam mengawasi segala kelemahan bisnis tersebut. Kamu harus bisa mengidentifikasi apa saja yang wajib ditingkatkan dalam perusahaan, yang harus dihindari, dan faktor penyebab kerugiannya.
Faktor-Faktor Sumber Daya yang Dibutuhkan
Faktor-faktor sumber daya yang pendukung keberhasilan usaha produk kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang adalah sebagai berikut :
Faktor Manusia
Faktor manusia merupakan faktor yang utama dalam pencapaian keberhasilan usaha karena manusia yang mempunyai ide dan rencana usaha, manusia juga yang akan mewujudkannya. Disini diperlukan manusia yang beretos kerja tinggi, rajin, optimis dan pantang menyerah.
Faktor Keuangan
Faktor Organisasi
Dengan adanya faktor organisasi maka sumber daya akan masuk pada suatu pola, sehingga orang-orang akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi.
Dengan adanya organisasi berarti seorang wirausaha dapat:
- Mempertegas hubungan dengan para karyawan.
- Menciptakan hubungan antarkaryawan.
- Mengetahui tugas yang akan dijalankan.
- Mengetahui kepada siapa karyawan harus bertanggung jawab.
Faktor Perencanaan
Perencanaan usaha dapat digunakan sebagai alat pengawas dan pengendalian usaha. Oleh karena itu, perencanaan harus dibuat oleh wirausaha sejak usaha didirikan, yaitu dimulai dari:
- Merencanakan produk apa yang akan dibuat
- Memperhitungkan jumlah dana yang diperlukan
- Merencanakan jumlah produk yang akan dibuat
- Merencanakan tempat pemasaran produk.
Faktor Mengatur Usaha
Dalam kaitannya dengan kegiatan mengatur usaha, yang perlu dilakukan wirausahawan adalah sebagai berikut:
- Menyusun uraian tugas pokok untuk menjalankan usahanya
- Menyusun struktur organisasi usaha
- Memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan
- Menetapkan balas jasa dan insentif
- Membuat jadwal usaha
- Pengaturan mesin-mesin produksi
- Pengaturan tata laksana usaha
- Penataan barang-barang
- Penataan administrasi usaha
- Pengawasan usaha dan pengendaliannya.
BAB III RENCANA ANGGARAN
1. Modal/ Pemasukan
Modal yang dibutuhkan oleh penulis dalam sekali produksi tas anyaman adalah Rp.1.500.000, dengan rincian:
Total Biaya = perlengkapan + bahan baku + biaya lainnya
= Rp. 40.000 + Rp. 20.000 + Rp. 15.000Produksi 20 pcs = Rp. 75.000 x 20
= Rp. 1.500.0002. Penentuan Harga Jual
Harga pokok produksi adalah hasil dari total biaya dibagi dengan total produk.
= Rp. 75.000 per pcsHarga Jual = Harga pokok + laba yang diinginkan
= Rp. 75.000 + Rp. 25.000
= Rp. 100.0003. Perhitungan Laba/Rugi
Laba = (Harga Jual x Hasil Produksi) – Modal
= (100.000 x 20)-Rp. 1.500.000
=Rp. 2000.000 – Rp. 1.500.000
= Rp. 500.000Presentase Laba = Laba/ Modal x 100%
= 500.000/1500.000 x 100%
= 33%
Tags: kerajinan contoh usaha perencanaan