... 10 Contoh Produk Kerajinan DIY yang Meningkatkan Prestise Anda!

10 Contoh Produk Kerajinan Needlework DIY dengan Nilai Prestise Tinggi

Upaya Pemerintah

Pemerintah lewat Kementerin Perdagangan melakukan serangkaian seminar web untuk meningkatkan peluang ekspor ke berbagai negara di dunia. Salah satu seminar webnya mengambil tema Mendorong Ekspor Produk Kerajinan Tangan ke Pasar Jepang” yang digelar secara virtual pada Rabu, 30 Juni 2021. Pada kesempatan ini diundang pembicara yang merupakan importir produk-produk kerajinan Asia ke Jepang yang sekaligus Direktur Utama dari PT Kasana Internasional Kreatif, Yoshio Yokobor.

Seminar web tersebut menyampaikan mengenai berbagai informasi yang diharapkan membuat para pelaku usaha kerajinan bisa menangkap informasi mengenai tren yang berkembang di masyarakat Jepang, referensi konsumen di Jepang, regulasi yang berlaku, serta standar produk agar dapat dijual di negara bersangkutan. Sehingga, akhirnya para pelaku usaha dapat mengembangkan strategi untuk bisa memasuki pasar internasional khususnya negara Jepang itu sendiri.

Dalam seminar web tersebut, terungkap banyak peluang produk ekspor ke Jepang seperti fesyen. Indonesia rutin mengekspor topi renda dan penutup kepala lainnya, wig sintetis (synthetic wigs dan wigs), janggut palsu (false beards), alis dan bulumata palsu dari rambut manusia (eyebrows and eyelashes of human hair).

Business matching melibatkan lima pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk produk fesyen dan tujuh pelaku UKM berorientasi ekspor untuk produk kerajinan tangan binaan BBPPEI dan BHMTC.

Distribusi logistic pun tergaggu akibat adanya pembatasan dan control yang ketat. Program Indonesian SEA dicanangkan oleh pemerintah sebagai penjawab permasalahan-permasalahan tersebut. Pemerintah akan berupaya mendata keberadaan muatan apa saja yang akan diekspor, terkhusu muatan yang berasal dari para pengusaha UKM. Akan diklasifikasikan juga muatannya seperti apa, berapa banyak container yang akan digunakan, Pelabuhan tujuan ekspornya ke Pelabuhan mana.

Nantinya terdapat juga sebuah media komunikasi untuk memperlancar kegiatan tersebut yaitu Shipping Enterprises Alliance Communication Media (SEACOMM). Media komunikasi tersebut akan digunakan sebagai jembatan antara pengusaha pelayaran dan produsesn terkait ketersediaan ruang muat di atas kapal.

Dampak Pandemi dan Peluang Pertumbuhan

Pandemi COVID-19 memberikan berbagai dampak bagi seluruh lapisan masyarakat. Industri kerajinan juga terdampak akibat penyakit menular lewat tetesan ini. Dampaknya banyak terasa pada biaya logistijk yang meningkat.

Contohnya adalah hambatan proses pengurusan sertifikat layak fungsi, masih berlakunya sistem verifikasi legalitas kayu yang meningkatkan biaya, stabilitas harga dan pasokan kayu, kelangkaan bahan baku rotan, dan masalah bahan-bahan penunjang produk kerajinan seperti mur, baut, dan juga kain tekstil.

Pelaku UKM mebel dan angkota HIMKI menyebutkan bahwa terjadinya peningkatan biaya muat barang sebesar 500% pada 2020. Di mana sebelum pandemic, biaya muat berkisar 2.800 dolar AS unuk mengirim barang ke Jerman. Sedangkan saat pandemic ini, harganya naik menjadi 12.800 dolar AS untuk mengirimkan barang ke Jerman dan membutuhkan sekitar 20.000 dolar AS untuk mengirimkan barang ke Amerika Serikat.

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia menyatakan bahwa tetap optimis dengan kondisi pemulihan sekarang ini. Ia menuturkan bahwa industry ini masih memiliki peluang yang besar dan akan terus mengalami pertumbuhan.

Ia juga percaya bahwa dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah selagi memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia dapat menjadikan Indonesia sebagai pemimpin pasar untuk industri kerajinan di Asia Tenggara.

Peluang ini juga sejalan dengan hasil penelitian Research And Markets yang menyebutkan bahwa infusti furnitur dan kerjinan global akan tumbuh sebesar 18,9% atau menjadi 671,07 miliar dolar AS yang sebelumnya sebesar 564,17 miliar dolar AS.

Produk Kerajinan Ekspor

Produk-produk kerajinan yang dapat diekspor sangat banyak jenisnya. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kerajinan Kain Batik

Kain ini merupakan warsan dari leluhur Indonesia. Sejak ratusan tahun lalu nenek moyang bangsa Indonesia melakukan tradisi ini. Batik menggabungkan seni dan teknologi. Berbagai motif, corak, dan warna dihasilkan oleh berbagai daerah di Indonesia.

Motif-motif batik ini dipengaruhi oleh beberbagai hal. Misalnya geografi, daerah pesisir akan memiliki motif-motif yang cenderung berhubungan dengan biota laut atau pesona laut. Ada juga motif yang terinspirasi dari kepercayaan dan tumbuhan. Karena keunikannya ini, kain batik dari Indonesia cukup diminati oleh berbagai orang di belahan dunia.

2. Kerajinan Kayu Ukir

Seni ukir adalah sebuah hiasan yang bersifat kruwikan, buledan, sambung-menyambung, dan merupakan sebuah lukisan yang cantik. Ukir atau mengukir sendiri adalah sebuah kegiatan memahat aksara atau gambar pada kayu, akhirnya menghasilkan bentuk timbul dan cekung atau datar sesuai dengan rencana.

3. Kerajinan Wayang

Wayang adalah sejenis boneka khas Indonesia. Wayang sendiri biasanya terbuat dari kulit sapi dan kerbau. Wayang digunakan sebagai pemeran dalam pagelaran wayang. Wayang meceritakan cerita zaman dahulu sebagai mediumnya. Bentuknya unik dan sangat khas Indonesia. Mulai dari wajah, perlengkapan, pakaian, dan bagian tubuh tersebut. Kerajinan ini dapat dijadikan sebagai pajangan di rumah.

4. Ayaman

Anyaman adalah proses membuat sebuah benda yang indah dan menarik dengan melakukan tindih-mendindih dan silang-menyilang pada bahan yang digunakan. Biasanya ayaman terbuat dari rotan maupun bambu.

Macam Kerajinan Tangan Indonesia yang Terkenal hingga Mancanegara

Batik

Membahas kerajinan tangan khas Indonesia, batik tentu menjadi yang pertama. Batik sudah diakui oleh dunia sebagai salah satu kekayaan budaya dari Indonesia. Bahkan UNESCO menobatkan batik sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia.

Batik sendiri berasal dari bahasa Jawa "mbatik", yang terdiri dari kata "mbat" artinya melempar dan "tik" artinya titik. Jadi, batik bisa diartikan sebagai mencorakkan banyak titik-titik pada kain.

Batik sendiri sudah ada sejak lama dan digunakan sebagai bahan pakaian raja-raja di masa lalu. Uniknya lagi, setiap daerah di Indonesia memiliki batik khas masing-masing. Misalnya saja, batik Solo berbeda dengan batik Pekalongan, Madura, hingga Bali yang masing-masing memiliki corak dan motif khas yang membedakannya satu sama lain.

Tenun Sumba (NTT)

Selain batik, tenun menjadi kain tradisional asal Indonesia yang sangat diminati karena keindahannya. Tenun Sumba dari Nusa Tenggara Timur termasuk yang paling terkenal dan diminati oleh warga Indonesia dan mancanegara.

Jika Anda berkunjung ke Sumba, maka Anda melihat banyak industri penghasil tenun yang tidak terhitung jumlahnya. Yang membuat tenun ini dihargai sangat mahal adalah proses pembuatannya yang masih sangat tradisional serta pewarnaan yang dilakukan dengan cara manual.

Motif yang ada pada kain tenun Sumba sendiri adalah gambaran kehidupan sehari-hari penduduk di Sumba. Beberapa motif yang terkenal antara lain adalah singa, buaya, kuda nil, dan cumi-cumi yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Kain tenun yang dipakai oleh warga Sumba juga mengindikasikan status sosial mereka.

Wayang Kulit (Jawa)


Tags: kerajinan contoh produk nilai

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia