... 10 Contoh Produk Kerajinan DIY yang Meningkatkan Prestise Anda!

10 Contoh Produk Kerajinan Needlework DIY dengan Nilai Prestise Tinggi

Jenis-Jenis Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan ini terdiri atas dua jenis, yaitu bahan keras alam dan buatan.

1. Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan untuk karya yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan di alam, misalnya kayu, bambu, batu, rotan dan sebagainya yang berada di bentang alam Indonesia.

Kebanyakan orang memilih benda keras untuk produk fungsional yang membutuhkan penggunaan dalam waktu jangka panjang. Hal ini dikarenakan benda-benda tersebut terbuat dari benda keras dan memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama, bahkan bertahun-tahun lamanya. Selain itu, bahan keras alam memiliki daya tarik tersendiri karena keaslian dan keistimewaan bahan asli yang natural dari alam.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Berikut adalah beberapa contoh bahan yang termasuk bahan keras buatan dan dapat digunakan untuk membuat kerajinan adalah kayu, bambu, dan rotan yang akan dijelaskan karakteristiknya di bawah ini.

a. Kayu

Banyak pohon yang kayunya dapat dimanfaatkan untuk bahan keras alami. Beberapa macam jenis kayu tersebut di antaranya adalah, albasia, pinus, mahoni, jati, hitam, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dsb.

Masing-masing kayu memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda. Namun, selain keras kayu juga secara umum memiliki serat atau urat kayu, dan lingkaran tahun yang indah. Kayu bersifat tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir. Sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati. Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.

b. Bambu

Bambu memiliki batang yang kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air secara terus menerus. Berbeda dengan kayu yang utuh, bamboo memiliki rongga kopling di dalamnya, dengan ukuran diameter 1 hingga 20 cm. Sehingga bahan ini dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan. Bambu juga memiliki ruas batang yang unik. Terkadang dalam pembuatannya, bentuk alami bambu sangat ditonjolkan. Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas. Bambu dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuh.

Produk Kerajinan Ekspor

Produk-produk kerajinan yang dapat diekspor sangat banyak jenisnya. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kerajinan Kain Batik

Kain ini merupakan warsan dari leluhur Indonesia. Sejak ratusan tahun lalu nenek moyang bangsa Indonesia melakukan tradisi ini. Batik menggabungkan seni dan teknologi. Berbagai motif, corak, dan warna dihasilkan oleh berbagai daerah di Indonesia.

Motif-motif batik ini dipengaruhi oleh beberbagai hal. Misalnya geografi, daerah pesisir akan memiliki motif-motif yang cenderung berhubungan dengan biota laut atau pesona laut. Ada juga motif yang terinspirasi dari kepercayaan dan tumbuhan. Karena keunikannya ini, kain batik dari Indonesia cukup diminati oleh berbagai orang di belahan dunia.

2. Kerajinan Kayu Ukir

Seni ukir adalah sebuah hiasan yang bersifat kruwikan, buledan, sambung-menyambung, dan merupakan sebuah lukisan yang cantik. Ukir atau mengukir sendiri adalah sebuah kegiatan memahat aksara atau gambar pada kayu, akhirnya menghasilkan bentuk timbul dan cekung atau datar sesuai dengan rencana.

3. Kerajinan Wayang

Wayang adalah sejenis boneka khas Indonesia. Wayang sendiri biasanya terbuat dari kulit sapi dan kerbau. Wayang digunakan sebagai pemeran dalam pagelaran wayang. Wayang meceritakan cerita zaman dahulu sebagai mediumnya. Bentuknya unik dan sangat khas Indonesia. Mulai dari wajah, perlengkapan, pakaian, dan bagian tubuh tersebut. Kerajinan ini dapat dijadikan sebagai pajangan di rumah.

4. Ayaman

Anyaman adalah proses membuat sebuah benda yang indah dan menarik dengan melakukan tindih-mendindih dan silang-menyilang pada bahan yang digunakan. Biasanya ayaman terbuat dari rotan maupun bambu.

Macam Kerajinan Tangan Indonesia yang Terkenal hingga Mancanegara

Batik

Membahas kerajinan tangan khas Indonesia, batik tentu menjadi yang pertama. Batik sudah diakui oleh dunia sebagai salah satu kekayaan budaya dari Indonesia. Bahkan UNESCO menobatkan batik sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia.

Batik sendiri berasal dari bahasa Jawa "mbatik", yang terdiri dari kata "mbat" artinya melempar dan "tik" artinya titik. Jadi, batik bisa diartikan sebagai mencorakkan banyak titik-titik pada kain.

Batik sendiri sudah ada sejak lama dan digunakan sebagai bahan pakaian raja-raja di masa lalu. Uniknya lagi, setiap daerah di Indonesia memiliki batik khas masing-masing. Misalnya saja, batik Solo berbeda dengan batik Pekalongan, Madura, hingga Bali yang masing-masing memiliki corak dan motif khas yang membedakannya satu sama lain.

Tenun Sumba (NTT)

Selain batik, tenun menjadi kain tradisional asal Indonesia yang sangat diminati karena keindahannya. Tenun Sumba dari Nusa Tenggara Timur termasuk yang paling terkenal dan diminati oleh warga Indonesia dan mancanegara.

Jika Anda berkunjung ke Sumba, maka Anda melihat banyak industri penghasil tenun yang tidak terhitung jumlahnya. Yang membuat tenun ini dihargai sangat mahal adalah proses pembuatannya yang masih sangat tradisional serta pewarnaan yang dilakukan dengan cara manual.

Motif yang ada pada kain tenun Sumba sendiri adalah gambaran kehidupan sehari-hari penduduk di Sumba. Beberapa motif yang terkenal antara lain adalah singa, buaya, kuda nil, dan cumi-cumi yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Kain tenun yang dipakai oleh warga Sumba juga mengindikasikan status sosial mereka.

Wayang Kulit (Jawa)

A Prinsip Kerajinan Bahan Keras

1. Keunikan Bahan Kerajinan

Bahan kayu memiliki keunikan tekstur urat/serat kayu yang sangat unik dan tidak dapat ditemui pada bahan lainnya.

2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan

1. Produk dengan nilai fungsional.

2. Produk dengan nilai informatif.

3. Produk dengan nilai simbolik.

4. Produk dengan nilai prestise (wibawa).

Gambar . Unsur pesan pada produk kerajinan bahan keras.

3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan

Adapun faktor-faktor permasalahan obyektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum perancangan adalah sebagai berikut:

1. Faktor Teknis

• metode produksi yang handal

• penerapan daya mesin atau manual, dan,

• tingkat kemahiran sumber daya manusianya.

2. Faktor Ekonomis

• pemasaran yang tahan persaingan,

• sistem pemasokan atau distribusi,

• kebijakan penciptaan (hak cipta),

• nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta

• selera masyarakat terhadap produk tersebut.

3. Faktor Ergonomis

4. Faktor Sains dan Teknologi

• terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifikasi)

• selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi

5. Faktor Estetika

• menampilkan bentuk keindahan

• memiliki daya pikat

• penggarapan yang rinci/detail

• perupaan atau pewarnaan

• kesan atau gugahan yang ditampilkan

6. Faktor Kondisi Lingkungan

• kondisi lingkungan atau wilayah setempat


Tags: kerajinan contoh produk nilai

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia