... Menemukan Keindahan Tenun: Jejak Daerah Penghasil Tenun di Indonesia

Seni Tenun - Eksplorasi Keindahan Daerah Penghasil Tenun dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Keindahan Motif Tenun Jepara

Penggunaan ATBM dalam proses pembuatan tenun memang sangat berpengaruh pada penampilan fisik dan motif. Itulah kenapa motif-motif yang terlihat pada kain tenun Jepara sangat menarik dan unik. Beragamnya jenis dan motif tenun yang ada menunjukkan kreatifitas pengrajin tenun di daerah kelahiran RA Kartini tersebut.

Beberapa jenis motif yang biasa kita temukan pada tenun Jepara adalah jenis misris, blanket, rangrang dan baron. Motif-motif tersebut sangat khas dan tidak kita temukan pada setiap daerah penghasil tenun. Semua dapat di temuan di sentra Tenun Troso dengan proses pembuatan kerajinan yang masih tradisional.

Tidak heran jika tenun daerah ini sudah terkenal di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Bali, Lombok, Jakarta. Toko tenun Jepara dapat kita temukan di daerah tersebut. Selain itu toko tenun online juga banyak yang menyediakan kain blanket, rangrang, misris CSM dan baron dari daerah yang juga penghasil ukir kayu ini. Anda dapat menemukan pengrajin yang jual kain tenun di marketplace online Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak dengan mudah.

UMK kain dan tenun masih terpusat di Pulau Jawa

Produksi kain tenun dengan identitas khas suatu daerah menjadi potensi tersendiri bagi daerah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi kain tenun di Indonesia didominasi oleh industri kecil dan menengah yang berada di desa/kelurahan sebagai pusat produksi kain tenun daerah.

Dalam data potensi desa (Podes) berdasarkan keberadaan jenis dan industri kecil mikro, per tahun 2018 terdapat 19.063 desa yang memiliki produsen kain dan tenun di dalamnya.

Di level provinsi, jumlah desa yang memiliki Usaha Kerja Mikro (UMK) kain dan tenun terbanyak berada di Pulau Jawa dengan urutan pertama adalah Jawa Tengah, yang memiliki 3.800 desa dengan perajin kain dan tenun di dalamnya.

Sementara itu, Jawa Timur berada di urutan ke-2 dengan 2.777 desa perajin kain dan tenun dan Jawa Barat berada di urutan ke-3 dengan 2.496 desa perajin kain dan tenun.

Sebaran desa dengan pengrajin kain dan tenun di dalamnya. | Infografis: GoodStats

Jumlah UMK kain dan tenun terbanyak masih terpusat di Pulau Jawa dengan 125.722 unit per tahun 2018. Jumlah tersebut meningkat sekitar 4 persen dibandingkan data yang tercatat sebelumnya di tahun 2014 sebanyak 107.381 unit.

Namun, di saat UMK kain dan tenun masih terpusat di Pulau Jawa, daerah Maluku beserta kepulauan di sekitarnya justru menjadi daerah dengan persentase peningkatan tertinggi.

Pada tahun 2014, hanya terdapat 81 UMK kain dan tenun di wilayah Maluku. Sementara itu, pada tahun 2018 jumlah UMK kain dan tenun di Maluku meningkat tajam, sebesar 49,6 persen atau menjadi 406 unit.

Meningkatnya jumlah UMK kain dan tenun di Maluku tentu saja disebabkan permintaan pasar terhadap kain dan tenun khas Maluku meningkat sehingga unit produksi kian bertambah.

Selain itu, penyebab lain meningkatnya jumlah UMK perajin kain dan tenun di Maluku adalah kerja sama antara pihak-pihak dalam memasarkan kain dan tenun khas Maluku.


Tags: tenun hasil

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia