Seni Tenun - Eksplorasi Keindahan Daerah Penghasil Tenun dalam Kerajinan Tangan dan DIY
5 Desa Tenun Penghasil Kain Tercantik di Indonesia, Pernah ke Sini?
Desa Prailiu (instagram.com/egirova)
Liburan gak melulu harus mengunjungi wisata alam. Kita juga bisa mengunjungi desa-desa unik yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa di antaranya justru terkenal sebagai desa tenun.
Masing-masing desa memiliki keunikan dan daya tariknya sendiri. Selain batik, kain tenun juga merupakan kain khas yang mencerminkan budaya Indonesia.
Kamu bisa melihat proses pembuatan bahkan belajar membuat kain tenun sendiri di desa-desa ini. Berikut beberapa desa tenun di bawah ini bisa masuk ke daftar liburanmu.
Proses Pembuatan Tenun Ikat
Meski alat yang pengrajin gunakan masih sederhana, proses pembuatan tenun Troso terbilang cukup rumit. Benang-benang sebagai bahan utama pembuat kain sebelumnya harus melalui proses pewarnaan terlebih dahulu kemudian berlanjut proses jemur untuk mengeringkan pewarnaan pada benang. Proses ini bernama menter atau pewarnaan.
Jika warna benang sudah kering, benang kemudian digulung dan dipasang pada ATBM. Jika benang sudah terpasang dan tertata, maka proses menenun bisa mulai berjalan. Kerumitan proses tersebut berlanjut dengan proses pewarnaan yang berjalan secara manual. Namun, justru hal ini membuat motif pada kain tenunan memiliki keunikan tersendiri.
Alat yang masih tradisional serta cara pembuatan tenun Troso yang sangat rumit menghasilkan kain yang tahan lama dengan motif yang indah dan detail. Penggunaan kain tenun ini pun cukup luas karena bisa dipakai oleh semua wanita dari berbagai kalangan tanpa adanya batas atau aturan adat.
Penulis: Tutla Ayuhanna, alumni Universitas Negeri Semarang. Tinggal di Jepara
5 Wilayah dengan jumlah UMK kain dan tenun terbanyak di Indonesia
5 Kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur jadi pusat UMK Kain dan Tenun Indonesia | Infografik : GoodStats
Dari sekian banyak UMK kain dan tenun di Indonesia, GoodStats merangkum setidaknya ada 5 wilayah dengan jumlah UMK kain dan tenun terbanyak di Indonesia, 5 wilayah tersebut yakni:
1. Kabupaten Pekalongan (15.158 UMK)
Kabupaten Pekalongan memiliki identitas sebagai salah satu daerah pusat perajin batik yang ternyata merambat hingga ke perajin tenun. Salah satu desa di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, terdapat sekitar 100 pengrajin kain tenun yang sudah ada sejak 1980-an.
2. Kabupaten Ende (10.547 UMK)
Kain Tenun Ikat Ende Lio menjadi salah satu kain tenun yang terkenal dari Kota Pancasila ini. Pada umumnya, motif yan digunakan untuk kain tenun Ende dan Lio adalah motif flora dan fauna.
Motif kain tenun yang terkenal di Kabupaten Ende antara lain motif Semba yang merupakan selendang untuk kaum laki-laki, motif Lawo Jara Nggaja untuk sarung bagi kaum perempuan, motif Lawo Pundi yang didasarkan pada motif serangga dan binatang melata, motif Lawo Soke yang dibuat dengan meniru daun sukun yang berdiri, motif Lawo Soke Mata Ria yakni dengan meniru bentuk daun sukun yang berdiri dengan ukuran lebih besar, dan masih banyak jenis serta motif kain tenun di Kabupaten Ende.
3. Kabupaten Manggarai (9.970 UMK)
Songke menjadi nama yang disematkan untuk tenun ikat asal Manggarai dengan salah satu motif khasnya bernama mata manuk yang diartikan sebagai mata ayam.
Motif lainnya yang umum ditemukan sebagai corak Songke, adalah motif Wela Ngkaweng yang mengandung makna bahwa kehidupan manusia yang bergantung pada alam. Lain itu ada motif Wela Runu yang mengandung arti bahwa meski pun tampak tak berarti, namun setiap kehidupan di dunia ini memiliki manfaat.
Tags: tenun hasil