Batik Indramayu - Jejak Kecantikan di Negeri Jarum dan Kreativitas Sendiri
Daftar Kota Penghasil Batik di Indonesia
1. Pekalongan
Pekalongan jadi salah satu kota penghasil batik di Indonesia.
Terletak di jalur Pantura, sekitar 100 km dari sebelah Barat Semarang, kota ini secara khusus menjadi sentra industri batik terbesar tanah air.
Batik Pekalongan seringnya dijuluki sebagai batik pesisir, karena lokasi kota tersebut tepat berada di Pesisir Pulau Jawa.
Ciri khas motif batiknya kebanyakan bertema alam dengan pemilihan warna cenderung cerah.
Konon, sebagian besar motif dari Batik Pekalongan ini banyak dipengaruhi oleh budaya dari tiga negara, yakni China, Belanda, dan Arab.
Karena menjadi kota penghasil batik di Indonesia yang paling populer, Pekalongan pun secara khusus membangun Museum Batik.
Selama itu, bangunan ini beberapa kali sempat mengalami perubahan fungsi, mulai dari dijadikan Balai Kota, hingga dijadikan Kantor Walikota.
Di Museum Batik Pekalongan, tersimpan banyak sekali koleksi batik dengan beragam corak, dari daerah Jawa maupun daerah lainnya, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Selain Museum Batik, Pekalongan juga dikenal sebagai pusat industri tahu.
(Baca Juga: 15 Jenis dan Makna Batik Indonesia)
2. Solo
Selain Pekalongan, Solo atau disebut pula Surakarta juga dianggap sebagai kota penghasil batik di Indonesia.
Dengan slogannya �The Spirit of Java�, kota ini menyimpan banyak sekali budaya dan seni yang menawan, salah satunya tentu saja batik.
Kehadiran batik di kota ini sebetulnya banyak dipengaruhi oleh budaya peninggalan Kerajaan Majapahit dan Mataram.
Pekalongan, Jawa Tengah
Bait tersebut tertuang dalam lirik lagu berjudul “Sosial Betawi Yoi” yang ditulis dan dibawakan oleh grup band Slank. Lirik tersebut benar adanya. Sebab, Pekalongan menjadi kota pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang terdaftar sebagai anggota jaringan kota kreatif dunia UNESCO karena kerajinan batiknya.
Melansir infobatik.id, batik khas Pekalongan memiliki beberapa ciri. Ciri pertama adalah batik Pekalongan didominasi oleh warna-warna cerah khas pesisir. Warna tersebut antara lain merah, biru, hijau, violet dan oranye. Kedua, batik Pekalongan memiliki coran yang penuh dengan ornamen garis dan titik.
Untuk batik yang diproduksi oleh warga keturunan Tiongkok, biasanya terdapat corak naga atau burung phoenix. Namun, ada pula, kok, yang memasukan unsur tumbuhan dalam coraknya.
Motif asli batik Pekalongan adalah motif Jlamprang. Motif tersebut memiliki delapan warna yang natural, menarik dan tidak menggunakan ornamen benda hidup dalam coraknya.
Yogyakarta
Yogyakarta dan batik memiliki perjalanan historis yang panjang. Wilayah Yogyakarta, tepatnya di Kota Gede merupakan pusat kerajaan Mataram Islam saat awal didirikan oleh Panembahan Senopati. Sejak saat itu, daerah tersebut menjadi pusat peradaban Jawa, sekaligus tempat berkembangnya semua kebudayaan, termasuk batik. Pada periode-periode berikutnya, Yogyakarta terus mempertahankan statusnya sebagai salah satu kiblat kebudayaan Jawa melalui Kesultanan Yogyakarta yang masih eksis hingga saat ini. Pada tahun 2021, Dinas Pariwisata Yogyakarta menggelar Jogja Batik Carnival 2021. Acara tersebut bertujuan untuk menunjukkan aktivitas batik di Indonesia, terutama Yogyakarta. Selain itu, Jogja Batik Carnival 2021 juga digunakan sebagai penegasan bahwa Yogyakarta merupakan kota batik dunia.
Cirebon menjadi salah satu daerah penghasil batik terbesar yang ada di Provinsi Jawa Barat. Kota Cirebon sendiri menjadi motif batik khasnya sebagai ikon kota, yaitu motif Megamendung. Motif batik Megamendung melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan.
Solo
Shutterstock/Innayah Proses pembuatan batik tulis oleh seorang pengrajin di Kampung Batik Laweyan, Solo.
Kota Solo atau Surakarta sebagai salah satu pusat batik di Indonesia sudah terbangun sejak masa lampau. Diketahui, Solo pernah menjadi pusat Kerajaan Mataram Surakarta, dan dilanjutkan dengan Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran. Eksistensi Solo sebagai pusat batik di Indonesia tercermin dari banyaknya sentra batik di kota ini. Baca juga: Ingin Tahu Proses Membatik di Kampung Batik Laweyan? Ini Caranya Sentra-sentra batik di Solo antara lain Batik Danar Hadi, Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan, Pasar Klewer, Beteng Trade Center, Pusat Grosir Solo, hingga Lumbung Batik Solo. Di antara sentra batik tersebut, Kampung Batik Laweyan mungkin menjadi yang paling terkenal. Pasalnya, industri batik tulis di Laweyan ini sudah mulai berkembang sejak abad ke-14 Masehi, pada masa Kesultanan Pajang. Pada saat teknik batik cap ditemukan, Kampung Batik Laweyan juga tidak ketinggalan, bahkan melahirkan banyak juragan batik.
Mengenal Indramayu
Meski memiliki pengaruh dari Lasem bukan berarti Batik Indramayu ini tidak memiliki ciri khas atau karakteristik. Karakteristik batik Indramayu yang paling dikenali adalah adopsi motif dari letak geografis masyarakat pesisir seperti kapal nelayan, ikan dan motif biota laut lainnya.
Dari beberapa motif ini maka bisa didapati gambaran kisah hidup masyarakat pesisir yang sehari-hari dekat dengan kehidupan di laut sebagai sumber mata pencaharian utama. Ragam flora dan fauna yang menjadi motif khas batik Indramayu tersebut diungkap secara datar dengan banyak lengkungan dan garis-garis yang meruncing atau riritan.
Ciri khas lain dari batik yang juga disebut batik Paoman atau batik Dermayon ini adalah adanya lubang-lubang kecil dari teknik complongan. Dijumpainya bentuk isen-isen atau sawut yang pendek dan kaku juga menjadi ciri khas dari batik Indramayu.
Tags: yang adalah