Keindahan Seni Gerabah - Jejak Kreativitas di Daerah Penciptaan
Desa Wisata Kasongan Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi
Ada begitu banyak jenis objek wisata yang menarik dengan konsep-konsep yang menarik. Demikian pula saat Anda berwisata ke Jogja. Di sana juga ada beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, baik itu sebagai wisata edukasi, wisata belanja, sekaligus wisata budaya. Salah satu Tips Liburan ke Jogja adalah berkunjung ke Desa Wisata Kasongan. Desa wisata ini adalah satu dari beberapa desa wisata yang menawarkan wisata gerabah. Bagi Anda yang sangat suka kerajinan tangan atau benda-benda kerajinan yang dibuat dari gerabah, maka lokasi yang satu ini cocok untuk Anda. Berikut penjelasannya.
Desa Kasongan yang merupakan salah satu desa wisata ini terbentuk dari sejarah di masa lalu. Bermula dari kematian seekor kuda di persawahan milik warga di selatan Yogyakarta. Kuda itu ternyata milik Reserse Belanda. Karena pemilik tanah persaeahan tersebut tidak ingin dijatuhi hukuman oleh penjajah, maka tanah persawahan itu dilepas hal kepemilikannya. Dan ternyata ada juga beberapa warga lain yang melepas hak kepemilikan tanahnya juga ksrena takut ikut dihukum. Tanah persawahan tersebut akhirnya diakui hak kepemilikannya oleh warga desa lainnya. Mereka yang kehilangan hak atas tanah mulai berpikir untuk beralih profesi untuk mencari nafkah, yaitu mengoah tanah liat untuk dibuat sebagai perlengkapan dapur dan juga untuk keperluan sehari-hari lainnya, bahkan mainan anak.
Blangkon
Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.
Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.
Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.
Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.
Sentra kerajinan gerabah
Sapto Hudoyo seniman asal Yogyakarta, disebut-sebut sebagai orang yang membantu warga desa mengembangkan kerajinan di Kasongan pada 1970-an. Ia membina warga agar bisa membuat kerajinan yang lebih unik dan menarik sehingga bisa menambah nilai jual.
Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi Kasongan umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak, naga, bunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), cendera mata, pigura, hiasan dinding, dan berbagai macam perabotan.
Seiring waktu, produk gerabah yang dihasilkannya menjadi lebih bervariasi, meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu, topeng-topengan dan masih banyak yang lainnya.
Produk gerabah Kasongan di Bantul terus berkembang hingga kini dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Karena keunggulan kualitasnya itu, gerabah kasongan mampu menembus pasar ekspor hingga ke Eropa dan Amerika.
Keunikan Desa Kasongan
Saat ini, desa wisata ini memang menjadi salah satu ikon wisata. Namun sebenarnya desa ini hanya desa biasa. Hanya saja, warganya memang didominasi oleh para perajin gerabah. Desa ini menjadi tempat tinggal.vagi para kundi atau gundi, atau buyung. Yang merupakan sebutan bagi orang-orang yang membuat kendi atau buyung atau kuali. Kesemuanya adalah peralatan dapur yang dibuat dari tembikar, gerabah, atau tanah liat.
Galeri-galeri itu menampilkan berbagai jenis kerajinan tangan dari gerabah yang menarik dan bisa dibeli jika Anda berkenan sebagai salah satu Oleh-oleh Khas Jogja. Beberapa yang disukai pengunjung adalah pot bunga, lampu hias, guci, kendi, patung, dan beberapa souvenir unik yang menarik. Ada juga berbagai elemen dekorasi yang cocok untuk diletakkan di rumah.
Ada salah satu rlemen dekorasi yang legendaris dan terkenal di desa wisata ini, yaitu patung Loro Blonyo. Loro Blonyo itu sendiri adalah patung pengantin. Patung ini dibuat dalam berbagai bentuk atau pose. Nama dari Loro Blonyo diambil dari nama galeri yang pertama kali mempopulerkan bentuk itu, yaitu Galeri Loro Blonyo. Kabarnya, patung ini diambil atau diadopsi bentukannya dari patung pengantin dari Kraton Yogyakarta. Mungkin Anda yang menyukai kerajinan tangan akan suka dengan patung tersebut.
Pengunjung juga bisa melakukan beberapa kegiatan menarik lainnya daripada hanya sekadar melihat-lihat dan belanja karena ini juga salah satu Wisata Belanja di Jogja yang direkomendasikan . Selain itu pengunjung juga bisa mengikuti kursus singkat. Tujuannya untuk melihat secara langsung proses pembuatan dari kerajinan gerabah itu sendiri, juga bisa sekalian mencoba membuatnya dengan arahan dari perajin yang ada di sana. Tentu kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Lokasi Desa Kasongan
Desa Wisata Kasongan itu sendiri berada di pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Wisatawan yang berasal dari pusat Jogja bisa menuju ke arah selatan Jogja. Tujulah perempatan Rong Road selatan – jalan Bantul, atau yang biasa disebut dengan perempatan Dongkelan. Dari perempatan tersebut, ambil.ke.arah selatan. Tidak sampai 30 menit, Anda akan sampai di Desa Kasongan sebagai desa wisata yang terkenal. Anda bisa melihat sebuah gerbang masuk atau gapura desa wisata itu. Masuk saja dan nikmati seluruh aktivitas menarik di sana.
Tips Liburan Sehari di Jogja adalah berkunjung ke wisata edukasi untuk mengetahui proses pembuatan gerabah. Proses pembuatan gerabah pada dasarnya dibedakan menjadi dua cara utama. Yaitu dengan cara cetak atau dengan cara manual. Pembuatan dengan teknik cetak biasanya digunakan untuk perlengkapan yang diproduksi secara massal. Sedangkan yang dibuat dengan tangan biasanya adalah model guci, pot, atau jambangan, atau yang bentuknya silinder.
Untuk proses pembuatan tangan sendiri, dilakukan dengan menambahkan sedikit demi sedikit tanah liat sambil diputar. Proses ini juga dilengkapi dengan proses perhitungan yang menghitung besaran diameter dari bentuk tersebut. Seluruh proses itu bisa memakan waktu 2 sampai 4 hari, hingga proses penjemurannya. Lalu proses selanjutnya adalah dipoles dengan cat atau lainnya sehingga terlihat menjadi lebih menarik. Proses pembuatan ini dilakukan oleh perajin galeri. Galeri itu sendiri kebanyakannya adalah milik keluarga yang diwariskan secara turun temurun. Walau pada akhirnya mereka merekrut karyawan atau pekerja di kemudian hari, mereka tetap bertanggung jawab dengan galeri mereka.
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai objek wisata Desa Wisata Kasongan yang menarik untuk dikunjungi. Semoga bermanfaat untuk Anda dan selamat berlibur. Jika tertarik, segera agendakan untuk berkunjung ke sana, terutama bagi Anda yang menggemari kerajinan tangan dari gerabah.
Tags: kerajinan yang adalah