... 10 Daerah Terkenal di Indonesia untuk Belajar Kerajinan Gerabah DIY

Keindahan Seni Gerabah - Jejak Kreativitas di Daerah Penciptaan

Sejarah singkat Sentra Keramik Plered

Kerajinan keramik atau gerabah sudah ada sejak beberapa abad yang lalu, di Indonesia sendiri sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Yakni sekitar tahun 1795, di daerah Citalang, yang menjadi pusat pembuatan batu bata dan genteng.

Maka sejak saat itu, rumah penduduk di Kabupaten Karawang yang dulunya beratapkan ijuk atau daun kalapa berubah menjadi genteng. Di Plered sendiri konon katanya sudah ada sejak tahun 1904, dan dijalankan secara turun temurun.

Di Kecamatan Plered terdapat 3 desa yang menjadi sentra pembuatan keramik atau gerabah dengan spesialisasi tersendiri, yakni:

  • Desa Citeko dan Desa Pamoyanan, merupakan pusat pembuatan genteng.
  • Desa Anjun, lebih difokuskan pada keramik tradisional dan fungsi. Seperti ulekan, kendi, pot bunga, cangkir, gelas, piring, tempat payung, dan yang lain sebagainya.

Bahkan di Desa Anjun terdapat Museum Keramik Plered, merupakan sebuah tempat untuk wisata edukasi dan budaya kerajinan keramik atau gerabah di Purwakarta.

Keris

Keris merupakan senjata tradisional khas Jawa termasuk Yogyakarta yang sudah ada sejak dahulu kala. Bagi masyarakat Jogja keris bukan hanya sekedar senjata tetapi juga benda berharga yang mengandung nilai filosofi leluhur. Keris terbuat dari besi yang dibentuk meliuk-liuk hingga menampilkan kesah gagah dan eksotis. Setiap keris memiliki bentuk liukan atau disebut luk dengan jumlah ganjil mulai dari tiga hingga seterusnya.

Jumlah luk yang ganjil bukan tanpa maksud dalam artian ada maknanya sendiri. Makna tersebut adalah manusia tidak akan pernah bisa genap atau sempurna. Keris memiliki wadah pembungkus yang disebut dengan warangka. Cara mengeluarkan keris dari warangka pun memiliki arti. Apabila pemilik keris tersebut dikeluarkan dengan cara menarik warangkanya maka berarti pemilik tersebut menghormat pandai besi atau pembuat keris tersebut. Namun jika pemilik keris mengeluarkannya dengan cara menarik gagang keris itu menandakan ia akan menikam atau menusuk seseorang.

Selain sebagai senjata tradisional, keris juga merupakan simbol dari status sosial seperti keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek yang hanya boleh digunakan dan dimiliki oleh sultan keraton Yogyakarta. Keris juga kerap dijadikan sebagai aksesoris pelengkap dalam berpakaian terutama pakaian adat.

Fasilitas Sentra Keramik Plered

  • Area parkir yang cukup luas
  • Toilet
  • Musola
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Daerah Plered Purwakarta, terkenal akan kerajinan keramik atau gerabah yang terbuat dari tanah liat. Gerabag Plered, Purwakarta sudah terkenal hingga ke pasar Asia hingga Eropa.

Daya tarik yang dimiliki Sentra Keramik Plered, diantaranya:

1. Banyaknya Keramik Dengan Beragam Bentuk

Keramik atau gerabah yakni merupakan salah satu kerajinan tangan yang terbuat dari tanah liat merah, kemudian dibentuk dan diukir dengan menggunakan tangan.

Untuk kemudian dibentuk menjadi beberapa bentu seperti diantaranya:

  • vas bunga,
  • guci,
  • celengan,
  • ulekan,
  • dan masih banyak lagi

Selain melihat beberapa hasil para pengrajin, kamu juga dapat membelinya. Harga yang ditawarkan terjangkau kok. yakni mulai dari Rp. 5.000,- hingga jutaan rupiah. Tergantung pada jenis, bentuk, dan motif dari keramik itu sendiri.

Kerajinan Keramik atau Gerabah Purwakarta memiliki ciri khas tersendiri, sehingga berbeda dengan gerabah atau keramik dari daerah atau juga negara lain.

2. Mencoba Membuat Keramik Atau Gerabah Sendiri

Kamu akan diberikan bahan-bahan pembuatan gerabah yang terdiri dari tanah liat, sebaskom air, dan juga meja putar. Susah-susah gampang sih memang, tapi seru banget deh pokoknya. Dimana hasilnya nanti dapat kamu bawa ke rumah sebagai kenang-kenangan.

Sebenarnya untuk menjadi keramik atau gerabah yang siap dijual, harus melewati beberapa tahap lagi. Yakni:

Kerajinan Kulit Manding

Kota Jogja seakan dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki keterampilan dalam berbagai hal mulai dari perak, gerabah, hingga kulit. Jika kamu pecinta kerajinan gerabah kamu bisa mengunjungi desa Kasongan, jika kamu menyukai kerajinan perak maka kamu bisa berwisata ke Kotagede, dan jika kamu seorang penggemar kerajinan kulit maka kamu bisa datang ke desa Manding. Desa Manding berlokasi di Jl. DR Wahidin Sudiro Husodo, Manding, kota Bantul.

Kerajinan kulit Manding berjaya pada tahun 1980 an dan memiliki puluhan toko di sepanjang jalan. Berbeda dengan kerajinan kulit daerah lainnya, kerajinan kulit Manding terbuat dari kulit nabati dengan teknik tatah timbul. Jahitan pada kerajinan kulit Manding dikerjakan secara manual dengan menggunakan tangan. Produk kerajinan tangan Manding berupa jaket, sepatu, sandal, tas, ikat pinggang, dompet, pigura hingga gantungan kunci. Meski kini tak sepopuler dulu namun kerajinan ini masa ada hingga saat ini.

Keunikan Desa Kasongan

Saat ini, desa wisata ini memang menjadi salah satu ikon wisata. Namun sebenarnya desa ini hanya desa biasa. Hanya saja, warganya memang didominasi oleh para perajin gerabah. Desa ini menjadi tempat tinggal.vagi para kundi atau gundi, atau buyung. Yang merupakan sebutan bagi orang-orang yang membuat kendi atau buyung atau kuali. Kesemuanya adalah peralatan dapur yang dibuat dari tembikar, gerabah, atau tanah liat.

Galeri-galeri itu menampilkan berbagai jenis kerajinan tangan dari gerabah yang menarik dan bisa dibeli jika Anda berkenan sebagai salah satu Oleh-oleh Khas Jogja. Beberapa yang disukai pengunjung adalah pot bunga, lampu hias, guci, kendi, patung, dan beberapa souvenir unik yang menarik. Ada juga berbagai elemen dekorasi yang cocok untuk diletakkan di rumah.

Ada salah satu rlemen dekorasi yang legendaris dan terkenal di desa wisata ini, yaitu patung Loro Blonyo. Loro Blonyo itu sendiri adalah patung pengantin. Patung ini dibuat dalam berbagai bentuk atau pose. Nama dari Loro Blonyo diambil dari nama galeri yang pertama kali mempopulerkan bentuk itu, yaitu Galeri Loro Blonyo. Kabarnya, patung ini diambil atau diadopsi bentukannya dari patung pengantin dari Kraton Yogyakarta. Mungkin Anda yang menyukai kerajinan tangan akan suka dengan patung tersebut.

Pengunjung juga bisa melakukan beberapa kegiatan menarik lainnya daripada hanya sekadar melihat-lihat dan belanja karena ini juga salah satu Wisata Belanja di Jogja yang direkomendasikan . Selain itu pengunjung juga bisa mengikuti kursus singkat. Tujuannya untuk melihat secara langsung proses pembuatan dari kerajinan gerabah itu sendiri, juga bisa sekalian mencoba membuatnya dengan arahan dari perajin yang ada di sana. Tentu kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.


Tags: kerajinan yang adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia