... 5 Daerah di Indonesia yang Terkenal dengan Kerajinan Patung Tanah Liat | Panduan DIY dan Seni Rajut

Kerajinan Patung Tanah Liat - Keindahan Karya Seni DIY dari Daerah yang Terkenal

Jenis Karya Kerajinan Daerah Yogyakarta


17 Kerajinan Tangan di Indonesia Teknik Bahan Daerah , Sumber : padukata.com

02 04 2022 · Gerabah gerabah yang dihasilkan oleh para pengrajin di Madura merupakan gerabah yang dibuat dari tanah liat yang berwarna kuning dengan pasir halus Tanah liat hitam dapat juga dipergunakan tetapi kualitasnya kurang efektif Beberapa daerah di Madura menjadi penghasil gerabah seperti di Mandala Andulyang Duko Ru Baru Yangkatan Kyangean Baragung Pademawa Dalpenyang


17 Kerajinan Tangan di Indonesia Teknik Bahan Daerah , Sumber : padukata.com

Rekomendasi Buku Terkait Kerajinan Tangan

1. Membuat Kerajinan dari Kayu

Kayu merupakan salah satu bahan alam yang banyak terdapat di Indonesia. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, kayu juga banyak digunakan sebagai bahan kerajinan yang bernilai tinggi. Bahan kerajinan yang baik adalah kayu-kayu yang sudah tua dan dikeringkan karena tidak terlalu menyusut.

Ada dua jenis kayu kerajinan, yaitu kayu lunak (kayu pinus, kayu meranti) dan kayu keras (kayu sawo, kayu mahoni, kayu jati). Peralatan yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan kayu, di antaranya gergaji tangan, gergaji bentuk, gergaji potong, pisau, batu asah ameril, batu asah alam, papan pengasah yang dilapisi kulit, pahat cekung, penusuk, penjepit, palu dari kayu, papan tempat menggergaji, papan untuk menggergaji bentuk, papan triplek untuk alas.

2. Makrame: Kreasi Tali untuk Dekorasi Rumah

Macramé mulai bermunculan di sekitar kita, seperti taplak meja, gantungan pot, pajangan dinding, dan ribuan produk lainnya. Setiap projek dalam buku ini dilengkapi dengan nama knot yang digunakan, bahan yang diperlukan, ukuran dan panjang benang, serta langkah pengerjaan. Yang Grameds perlukan hanyalah waktu untuk membaca, kesabaran, dan tali.

Dilengkapi dengan gambar dan foto detail, buku ini akan menuntun kamu menghasilkan hiasan rumah yang dekoratif. Potensi tanpa batas yang menjadi salah satu keunikan craft ini, akan membawa imajinasi Grameds dalam menciptakan berbagai hal baru yang bahkan belum terpikirkan olehmu sekarang.

Mendongkrak Omzet Bisnis Gerabah

Omzet dari sentra kerajinan gerabah Kasongan cenderung bervariasi, tergantung pada skala dan jenis produk yang dihasilkan oleh setiap pengrajin. Pengrajin yang skala bisnisnya kecil dan hanya mengandalkan penjualan langsung kepada pelanggan dan wisatawan lokal, memiliki omzet yang relatif kecil. Sebaliknya, pengrajin yang skala bisnisnya lebih besar, di mana perolehan penghasilannya dari penjualan baik lokal, luar kota, bahkan ekspor ke mancanegara, tentu saja omzetnya lebih besar.

Menurut Tri Dewi Endarti, seperti dikabarkan oleh Detik Finance (2021), omzet dari bisnis gerabah yang dijalankannya bisa mencapai Rp 5 juta per hari. Secara umum, industri gerabah sempat mengalami penurunan omzet hingga 75% akibat pandemi COVID-19. Untungnya, fenomena tanaman hias yang booming di kalangan masyarakat kembali mendongkrak omzet dari bisnis gerabah ini.

Guna meningkatkan omzet dan memperluas jangkauan pasar, para pengrajin gerabah di Yogyakarta memanfaatkan marketplace dan fitur-fitur platform media sosial. Tak hanya itu, pengrajin gerabah di Yogyakarta juga rajin mengikuti pameran-pameran seni dan kerajinan agar produk dari bisnisnya bisa dikenal secara luas.

Peran Pemerintah dalam Memajukan Industri Gerabah di Yogyakarta

Industri gerabah di Yogyakarta bukan hanya sekadar seni kerajinan, melainkan pelestarian budaya dan tradisi yang memiliki nilai secara ekonomi. Sebab itu pemerintah daerah setempat mengambil peran dalam upaya mengembangkan dan memajukan sentra kerajinan gerabah Kasongan . Pemerintah mendukung dalam bentuk pemberian berbagai program pelatihan, promosi, dan bantuan teknis kepada para pengrajin.

Tak hanya itu, pemberdayaan masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul untuk meningkatkan kualitas kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat yang berkecimpung dalam industri gerabah. Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan industri-industri kecil dengan memberikan kemudahan dalam proses pengajuan izin usaha, dan pembinaan secara intensif. Adanya peran dan dukungan pemerintah ini, diharapkan bisa meningkatkan laju pertumbuhan sektor industri gerabah.

Dukungan juga diwujudkan dalam bentuk pembukaan galeri seni dan pusat kerajinan tangan. Tujuannya tentu saja untuk memamerkan dan memasarkan aneka produk gerabah lokal, yang kualitasnya standar internasional.

Adanya potensi ekspor produk gerabah juga tidak luput dari perhatian pemerintah setempat. Hal ini dibuktikan dengan pemberian fasilitas bagi pengrajin gerabah yang ingin berpartisipasi dalam pameran seni dan festival budaya baik di dalam maupun luar negeri. Benar saja, produk gerabah Kasongan berhasil menembus pasar internasional seperti Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Dalam penyelenggaraan program-program pelatihan, pemerintah menitikberatkan pada pembelajaran tentang teknik pembuatan gerabah, manajemen bisnis, dan strategi pemasaran. Dukungan pemerintah yang diberikan secara berkelanjutan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kreativitas dari pengrajin gerabah. Selain itu, juga mampu menciptakan peluang ekonomi yang mendorong peningkatan kesejahteraan pengrajin para khususnya, dan masyarakat setempat pada umumnya.

Memanfaatkan Karakteristik Tanah Liat untuk Pembuatan Kerajinan

Seperti yang kita ketahui tanah liat memiliki sifat dasar yang lunak sehingga mudah dalam hal pembentukannya. Dengan sifat dan bentuknya yang lengket ketika basah serta mengeras ketika kering. Namun, lebih dari itu tanah liat juga memiliki berbagai karakteristik lain yang bisa mendukungnya dalam proses pembuatan kerajinan tanah liat.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

1. Bersifat Lengket

Salah satu ciri-ciri utama dari tanah liat adalah sifatnya yang lengket. Tanah liat sendiri umumnya memiliki tekstur yang lebih lengket ketika basah sehingga lebih mudah dalam mengubah bentuknya. Namun, tanah liat juga dapat menjadi gumpalan keras ketika sudah menjadi kering. Hal ini dikarenakan kandungan jenis mineral pada lempung yang banyak terdapat dalam tanah liat.

2. Sulit Menyerap Air

Tanah liat juga memiliki sifat sulit menyerap air sehingga lebih banyak diperuntukkan sebagai bahan bangunan. Karenanya tanah liat biasanya tidak disarankan digunakan untuk lapisan tanah media tanaman.

3. Berwarna Abu-abu

Umumnya tanah liat tidak memiliki warna yang terlalu terang atau terlalu gelap. Warna tanah liat yang cenderung hanya berwarna hitam dan keabu-abuan. Namun beberapa jenis tanah liat juga memiliki warna dasar kuning kemerahan yang lebih banyak digunakan oleh para pengrajin tanah liat.

4. Dapat Berubah Menjadi Butiran Halus

Karena sifatnya yang keras dan menggumpal ketika kering, butiran-butiran kecil dari tanah liat kemudian dapat terpecah jika tidak menyatu dengan bentuk awalnya. Butiran ini sendiri biasanya seperti pada pasir dan kerikil yang umum ditemukan pada area sekitar tanah liat ketika kering, dan pada dasarnya, tanah liat terdiri dari dua jenis yaitu tanah liat primer bersifat murni dan tanah liat sekunder dengan sifatnya yang plastis.


Tags: kerajinan yang adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia