... 5 Daerah di Indonesia yang Terkenal dengan Kerajinan Patung Tanah Liat | Panduan DIY dan Seni Rajut

Kerajinan Patung Tanah Liat - Keindahan Karya Seni DIY dari Daerah yang Terkenal

Alat Makan

Kerajinan dari tanah liat pertama adalah alat makan. Kedengarannya memang agak aneh dan nggak biasa sih. Tapi begitu menggunakannya, maka rumah Anda akan semakin estetik.

Karena kesan yang diberikan oleh alat makan yang terbuat dari tanah liat ini cukup unik dan mampu memberikan kesan mendalam. Bahkan, dengan alat makan dari tanah liat ini, Anda akan mendapatkan sensasi makan yang berbeda dari biasanya.

Pengalaman menarik tersebut juga akan dirasakan oleh orang yang berkunjung ke rumah. Keren kan? Hanya saja, karena memang belum biasa digunakan di Indonesia, harganya agak sedikit mahal.

Tentu, hal ini bukanlah sebuah masalah ya. Terutama bagi Anda yang mencintai barang-barang estetik. Adapun perlengkapan dapur yang bisa dibuat dengan tanah liat berupa gelas, piring, mangkok, garpu, sendok, dan lain sebagainya.

“Salah satu keunggulan alat makan dari tanah liat adalah bentuknya yang beragam dan tergolong unik-unik. Jadi, selain bisa digunakan, ia juga bisa menjadi nilai estetika.”

Baca Juga:

Desa Wisata Kasongan Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi

Ada begitu banyak jenis objek wisata yang menarik dengan konsep-konsep yang menarik. Demikian pula saat Anda berwisata ke Jogja. Di sana juga ada beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, baik itu sebagai wisata edukasi, wisata belanja, sekaligus wisata budaya. Salah satu Tips Liburan ke Jogja adalah berkunjung ke Desa Wisata Kasongan. Desa wisata ini adalah satu dari beberapa desa wisata yang menawarkan wisata gerabah. Bagi Anda yang sangat suka kerajinan tangan atau benda-benda kerajinan yang dibuat dari gerabah, maka lokasi yang satu ini cocok untuk Anda. Berikut penjelasannya.

Desa Kasongan yang merupakan salah satu desa wisata ini terbentuk dari sejarah di masa lalu. Bermula dari kematian seekor kuda di persawahan milik warga di selatan Yogyakarta. Kuda itu ternyata milik Reserse Belanda. Karena pemilik tanah persaeahan tersebut tidak ingin dijatuhi hukuman oleh penjajah, maka tanah persawahan itu dilepas hal kepemilikannya. Dan ternyata ada juga beberapa warga lain yang melepas hak kepemilikan tanahnya juga ksrena takut ikut dihukum. Tanah persawahan tersebut akhirnya diakui hak kepemilikannya oleh warga desa lainnya. Mereka yang kehilangan hak atas tanah mulai berpikir untuk beralih profesi untuk mencari nafkah, yaitu mengoah tanah liat untuk dibuat sebagai perlengkapan dapur dan juga untuk keperluan sehari-hari lainnya, bahkan mainan anak.

Mendongkrak Omzet Bisnis Gerabah

Omzet dari sentra kerajinan gerabah Kasongan cenderung bervariasi, tergantung pada skala dan jenis produk yang dihasilkan oleh setiap pengrajin. Pengrajin yang skala bisnisnya kecil dan hanya mengandalkan penjualan langsung kepada pelanggan dan wisatawan lokal, memiliki omzet yang relatif kecil. Sebaliknya, pengrajin yang skala bisnisnya lebih besar, di mana perolehan penghasilannya dari penjualan baik lokal, luar kota, bahkan ekspor ke mancanegara, tentu saja omzetnya lebih besar.

Menurut Tri Dewi Endarti, seperti dikabarkan oleh Detik Finance (2021), omzet dari bisnis gerabah yang dijalankannya bisa mencapai Rp 5 juta per hari. Secara umum, industri gerabah sempat mengalami penurunan omzet hingga 75% akibat pandemi COVID-19. Untungnya, fenomena tanaman hias yang booming di kalangan masyarakat kembali mendongkrak omzet dari bisnis gerabah ini.

Guna meningkatkan omzet dan memperluas jangkauan pasar, para pengrajin gerabah di Yogyakarta memanfaatkan marketplace dan fitur-fitur platform media sosial. Tak hanya itu, pengrajin gerabah di Yogyakarta juga rajin mengikuti pameran-pameran seni dan kerajinan agar produk dari bisnisnya bisa dikenal secara luas.


Tags: kerajinan yang adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia