Kerajinan Patung Tanah Liat - Keindahan Karya Seni DIY dari Daerah yang Terkenal
Manfaat Tanah Liat Sebagai Bahan Baku Kerajinan
Kerajinan dari tanah liat merupakan suatu barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan seseorang. Dan pada dasarnya tanah liat biasa juga digunakan sebagai jenis bahan baku yang berasal dari tanah tertentu serta memiliki sifat yang lengket dan mudah dibentuk untuk dijadikan suatu barang kerajinan.
Warna tanah liat juga terbagi menjadi beberapa, yaitu tanah liat berwarna merah, putih, coklat, dan masih banyak lagi. dari beragam jenis tanah liat pun terdapat manfaat yang masing-masing berbeda. Biasanya tanah liat juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk bahan kecantikan alami juga sebagai bahan untuk pembuatan genting dan lainnya.
Berikut ini merupakan beberapa manfaat tanah liat yang perlu kita ketahui untuk dijadikan produk-produk bernilai tinggi.
1. Berperan dalam Hal Kesehatan
Tanah liat bermanfaat untuk Kesehatan, sebab dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit pada perut. Sebab pada dasarnya tanah liat mengandung zat sponge yang dapat menyerap racun pada tubuh.
Selain itu tanah liat juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi berbagai rasa sakit pada luka-luka ringan. Karena selain mengandung zat sponge, tanah liat ternyata juga mengandung zat besi dan zat zink.
2. Bermanfaat Sebagai Bahan Bangunan
Manfaat kedua dari tanah liat selain bermanfaat untuk kesehatan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan bangunan seperti pada materi pembuatan batu bata, genting, keramik, dan masih banyak lagi. Proses pembuatan batu bata sendiri kerap melibatkan air, abu merang hingga akhirnya cetakan harus melalui proses pembakaran, penggilingan, dan pengeringan.
Pengrajin di Sentra Kerajinan Gerabah Kasongan
Yogyakarta menjadi rumah bagi ratusan pengrajin gerabah yang masih tetap eksis hingga saat ini. Mereka memperoleh keahlian ini secara turun-temurun dari leluhurnya dan berkomitmen untuk terus mengembangkan sentra kerajinan gerabah Kasongan .
Dilansir dari Jurnal Poster Pirata Syandana yang berjudul Pusat Seni Gerabah Kasongan (2023), jumlah pengrajin gerabah yang tersebar di seluruh wilayah Kasongan kurang lebih mencapai 481 unit usaha. Seiring dengan meningkatnya minat dan permintaan pasar, jumlah pengrajin gerabah terus mengalami peningkatan.
Meski terpusat di Kasongan, namun pengrajin gerabah juga tersebar di berbagai wilayah di Yogyakarta, seperti Panjangrejo di Kecamatan Pundong dan Ngentak di Kecamatan Sedayu. Semua penghasil gerabah ini secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul. Namun tidak diketahui pasti jumlah pengrajin yang masih aktif di kedua wilayah tersebut.
Di setiap desa penghasil gerabah, wisatawan dapat menemukan bengkel-bengkel kecil yang menjadi tempat para pengrajin bekerja. Selain itu, terdapat pula toko-toko atau galeri yang digunakan untuk memajang hasil karya gerabah guna menarik minat beli dari wisatawan.
Meski mengalami perkembangan yang signifikan, bukan berarti sentra kerajinan gerabah Kasongan bebas dari kendala. Ratusan pengrajin gerabah di kota ini masih menghadapi cukup banyak masalah mulai dari persaingan harga, ketersediaan bahan baku dengan harga terjangkau, sarana prasarana yang masih minim, dan akses informasi terkait desa wisata yang terbatas.
Tidak semua pengrajin memiliki galeri atau toko yang letaknya strategis di tepi jalan raya, tetapi ada yang harus masuk gang. Sayangnya informasi untuk akses ke galeri atau toko tersebut masih minim, sehingga jangkauan wisatawan tidak merata. Sebab, tidak semua wisatawan berkenan mengunjungi ke seluruh toko yang tersebar di wilayah sentra gerabah terbesar di Yogyakarta itu.
Tags: kerajinan yang adalah