Seni Ukir Kayu - Eksplorasi Warisan Budaya dalam Kerajinan Tangan dan Proyek DIY
Jenis Cat dan Cara Mengecat Kayu Ukir Khas Indonesia
Jika Anda pemula maka cara paling mudah adalah memberikan finishing warna natural. Bukan sekedar pernis dan cara aplikasinya harus tepat. Ukiran memiliki banyak lekukan yang harus bisa dijangkau oleh alat aplikasi.
Jenis cat yang disarankan untuk proses finishing adalah Biovarnish. Hasil finishing natural akan membangkitkan tampilan ukiran dengan kesan etnik yang kental. Cat Biovarnish sendiri adalah produk cat water based yang aplikasinya menggunakan alat semprot.
Mengapa alat semprot? Karena aplikasi dengan spray gun memberikan tekanan khusus sehingga larutan cat dapat menjangkau area yang sulit. Warna yang diberikan akan mempertajam warna asli kayu apapun jenis kayu yang digunakan.
Apa saja produk Biovarnish yang digunakan dan bagaimana cara menggunakannya? Ikuti langkah lengkapnya berikut ini:
Langkah Aplikasi Biovarnish
- Amplas permukaan kayu ukir dengan amplas kasar. Pastikan seluruh bagian terjangkau dan bersihkan debu amplas.
- Campurkan Biovarnish sanding sealer dengan air. Aduk rata kemudian masukan ke dalam tabung spray. Semprotkan sanding sealer merata ke seluruh permukaan kayu. Tunggu lapisan ini mengering kemudian lanjutkan dengan proses pengamplasan.
- Campurkan Biovarnish wood stain (pilih warna yang sesuai) dengan air. Aduk merata hingga tidak ada cat yang mengendap. Semprotkan wood stain ke seluruh permukaan kayu hingga merata.
- Tunggu lapisan cat mengering hingga rata kemudian lanjutkan dengan pengamplasan ambang. Bersihkan debu amplas.
- Lanjutkan dengan aplikasi Biovarnish clear coat. Campurkan clear coat dengan air kemudian semprotkan cat ke seluruh permukaan kayu hingga merata. Proses kering hanya membutuhkan waktu semalaman.
Seni Ukir Kayu yang Menakjubkan di Indonesia, Ini Faktanya!
Kesenian yang ada di Indonesia tentu terdiri dari berbagai macam jenis. Selain seni musik maupun tari, ada juga seni karya berupa barang seperti seni ukir kayu. Selain karena mudah didapat dan relatif mudah diukir, material kayu menarik minat para seniman dan desainer bahkan sejak berabad-abad yang lalu. Kayu yang digunakan sangat bervariasi, tergantung tingkat kekerasan dan seratnya.
Kayu yang paling umum digunakan termasuk boxwood, pinus, pir, walnut, willow, oak, dan ebony.Sejak kayu dipoles dan diwarnai hingga apresiasi terhadap kualitas dan tekstur alaminya, kayu tidak hanya mengambil bentuk yang dibayangkan seniman tetapi juga dihargai karena memiliki kualitas estetika yang tidak berubah.
Mengukir kayu adalah bentuk pengerjaan kesenian dengan menggunakan alat pemotong atau pisau khusus. Alat ini juga dikenal dengan sebutan alat ukir kayu. Alat ini juga digunakan bersama dengan sebuah palu di tangan lainnya sehingga menghasilkan penggambaran bahkan patung berbahan kayu yang merupakan bagian dari seni ukir kayu. Seni ukir kayu mencakup segala jenis patung di kayu, mulai dari relief dekoratif pada benda-benda kecil hingga figur berbentuk bulat, furnitur, dan dekorasi arsitektur.
Dalam perkembangan waktu yang cukup lama di seluruh dunia, seperti seni ukir kayu topeng dan patung di suku-suku Afrika, seni ukir kayu Eropa yang sangat berkembang di Skandinavia, dan juga seniman kayu Jerman yang menciptakan patung dan altar yang monumental pada abad ke-15 dan ke-16. Di Indonesia, seni ukir kayu hadir dan diwujudkan pada dinding-dinding arsitektur. Hal ini juga terlihat dari seni bangunan percandian yang memiliki karya-karya batu ornamentik yang indah. Lalu, pengembangan seni ukir kayu dipertahankan sehingga mencapai puncak perkembangannya pada zaman keemasan kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
Tags: yang adalah kayu ukiran