Seni Ukir Kayu - Eksplorasi Warisan Budaya dalam Kerajinan Tangan dan Proyek DIY
Bentuk Ornamen Nusantara dan Makna Ornamen Nusantara
1. Gunungan
Gunungan adalah simbol seluruh jagat raya, yang pusatnya adalah simbol keagungan dan keesaan.
Orang jawa sekali memasang motif gunungan dirumah sebagai harapan akan adanya ketentraman dan perlindungan dalam rumah.
Ornamen nusantara, gunungan bisa juga diartikan gerbang atau pintu surga, karena biasanya gambar dalam gunungan ada gerbang besar yang bisa diartikan awal dan akhir.
2. Wajikan
Wajikan berasal dari kata wajik yaitu sejenis makanan yang berasal dari ketan yang dicampur dengan gula kelapa.
3. Lung-Lungan
Kata “lung” memiliki makna batang tumbuhan yang masih muda. simbol ini berupa tangkai, buah, bunga dan daun.
Jenis tumbuhan yang sering digunakan ialah tumbuhan teratai, melati, kliwuh, beringin buah keben dan lain-lain.
Simbol ini dipercaya melambangkan kesuburan sebagai sumber penghidupan di muka bumi.
4. Patran
Patran seperti bentuk daun yang disusun berderet-deret, biasanya patran diletakan pada bangunan yang sempit dan panjang.
5. Banyu Tetes
Salah satu ornamen ini bisa di tempatkan bersamaan dengan patran. Ornamen nusantara ini menggambarkan tetesan air hujan dari pinggiran atap yang berkilau memantulkan cahaya matahari.
Jenis-jenis motif ukir
Di Indonesia banyak sekali daerah-daerah yang menghasilkan kerajinan seni ukir dan masing-masing daerah memiliki motif ukiran khas. Berikut motif ukiran serta asal daerahnya di Indonesia: Baca juga: Langkah-Langkah Membuat Ukiran
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Yatiman seniman seni ukir relief 3 dimensi asal Jepara saat menyelesaikan hasil karyanya di Tangerang, Banten, Rabu (17/01/2017). Yatiman menjadi seorang seniman ukir kayu sejak umur 19 tahun di Jepara Jawa Tengah.
Kota yang terkenal sebagai Kota ukiran di pulau Jawa adalah kota. Biasanya bahan yang digunakan sebagai media ukir adalah kayu. Sebagian besar masyarakatnya mempunyai usaha ukiran kayu. Sehingga, di kota tersebut banyak dijumpai tokoh-tokoh yang menyediakan berbagai macam ukiran. Dari perabotan rumah tangga berukuran besar hingga hiasan dengan ukuran yang paling kecil.
Fungsi Seni Ukir
Dalam karya seni ukir ada beberapa fungsi yang dimiliki, diantaranya :
Fungsi Hias
Karya seni ukir yang dibuat oleh para seniman hanya untuk hiasan, artinya motif ukir tersebut tidak mengandung makna tertentu. Contohnya ukiran hiasan dinding.
Fungsi Magis
Ukiran ini dibuat dengan mengandung simbol-simbol tertentu dan digunakan sebagai benda magis yang berhubungan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ukiran pada patung suku asmat yang bernilai magis.
Fungsi Simbolik
Fungsi ukiran simbolik biasanya terdapat pada ukiran tradisional yang unik yaitu untuk menyimbolkan hal-hal tertentu yang berkaitan dengan spiritual.
Contohnya seperti beberapa ornamen rumah adat di Indonesia, seperti simbol ornament rumah adat Jawa Tengah.
Pada beberapa bangunan di Jawa biasanya dapat kita jumpai kayu yang terukir. Pada ornament tersebut mengandung makna simbolis. Seperti ayam jago, gunungan ular naga, banyu tretes, banaspati dan sebagainya.
Seni Ukir Kayu yang Menakjubkan di Indonesia, Ini Faktanya!
Kesenian yang ada di Indonesia tentu terdiri dari berbagai macam jenis. Selain seni musik maupun tari, ada juga seni karya berupa barang seperti seni ukir kayu. Selain karena mudah didapat dan relatif mudah diukir, material kayu menarik minat para seniman dan desainer bahkan sejak berabad-abad yang lalu. Kayu yang digunakan sangat bervariasi, tergantung tingkat kekerasan dan seratnya.
Kayu yang paling umum digunakan termasuk boxwood, pinus, pir, walnut, willow, oak, dan ebony.Sejak kayu dipoles dan diwarnai hingga apresiasi terhadap kualitas dan tekstur alaminya, kayu tidak hanya mengambil bentuk yang dibayangkan seniman tetapi juga dihargai karena memiliki kualitas estetika yang tidak berubah.
Mengukir kayu adalah bentuk pengerjaan kesenian dengan menggunakan alat pemotong atau pisau khusus. Alat ini juga dikenal dengan sebutan alat ukir kayu. Alat ini juga digunakan bersama dengan sebuah palu di tangan lainnya sehingga menghasilkan penggambaran bahkan patung berbahan kayu yang merupakan bagian dari seni ukir kayu. Seni ukir kayu mencakup segala jenis patung di kayu, mulai dari relief dekoratif pada benda-benda kecil hingga figur berbentuk bulat, furnitur, dan dekorasi arsitektur.
Dalam perkembangan waktu yang cukup lama di seluruh dunia, seperti seni ukir kayu topeng dan patung di suku-suku Afrika, seni ukir kayu Eropa yang sangat berkembang di Skandinavia, dan juga seniman kayu Jerman yang menciptakan patung dan altar yang monumental pada abad ke-15 dan ke-16. Di Indonesia, seni ukir kayu hadir dan diwujudkan pada dinding-dinding arsitektur. Hal ini juga terlihat dari seni bangunan percandian yang memiliki karya-karya batu ornamentik yang indah. Lalu, pengembangan seni ukir kayu dipertahankan sehingga mencapai puncak perkembangannya pada zaman keemasan kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
Tags: yang adalah kayu ukiran