... Desa Tenun Sukarara: Tempat Terbaik untuk Belajar Kerajinan Jarum dan DIY

Keajaiban Desa Tenun Sukarara - Tradisi dan Keindahan di Dunia Rajutan

Lokasi Desa Adat Sukarara

Desa Adat Sukarara tercatat secara administratif berlokasi di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Desa ini tak jauh dari Desa Sade yang juga merupakan desa adat dan menjadi desa wisata yang juga dikunjungi banyak wisatawan. Baca informasi terlengkap mengenai Desa Sade pada tautan berikut : Desa Sade

Ketika wisatawan akan mengunjungi Pantai Kuta Mandalika, wisatawan akan melewati desa yang satu ini. Sehingga ketika berkunjung ke wisata pantai di Lombok Tengah jangan lewatkan Desa Adat Sukarara.

Dari Kota Mataram untuk menuju ke desa adat ini wisatawan akan menempuh perjalanan hanya 40 Menit dengan jarak yang perlu ditempuh sejauh 25 KM. Sedangkan jika dari Bandara Internasional Lombok hanya memakan waktu 20 Menit dengan jarak 12 KM.

Berikut adalah lokasi lebih detail Desa Adat Sukarara di Aplikasi Google Maps :

Beragam Aktivitas Menarik

Tenun Sasak, Lombok (IDN Times/Sunariyah)

Selama mengunjungi Desa Sukarara, terdapat beragam aktivitas yang dapat dilakukan oleh para wistawan, antara lain:

· Mempelajari banyak hal tentang desa sukarara saat berkunjung, seperti sejarah, tradisi, budaya.

· Wisatawan dapat mempelajari teknik tenun yang dibimbing oleh warga sekitar, dimulai dari membuat benang, menenun, memakai mesin tenun, dan hasilnya boleh dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

· Wisatawan dapat membeli kain tenun langsung dari perajinnya, selain itu terdapat kerajinan tangan lainnya seperti gantungan kunci, kaos, topi, dan lain sebagainya.

· Terdapat rumah tradisional sasak yang cocok untuk dijadikan spot foto, serta wisatawan bisa mengenakan baju adat suku sasak.

Bangkit dari pandemi

Hidupnya Sukarara antara lain ditopang dengan penjualan kain tenun. Itu sebabnya, saat pandemi Covid-19 menghantam, seketika masyarakat Sukarara pun ikut lesu. ”Toko kami tutup sejak April hingga Juli 2020 saat awal-awal Covid-19. Sama seperti di tempat lain, kami juga khawatir dengan pengunjung. Apalagi, mereka memegang-megang kain. Bagaimana kalau virus Covid-19 menular dari kain,” ungkap Amin menggambarkan kekhawatiran saat itu.

Guna menyokong satu sama lain, Amin mengajak para pekerjanya untuk berbagi. Mereka membawa makanan yang bisa dikonsumsi bersama saat tugas. Sebagian besar warga Sukarara masih memiliki sawah yang hasilnya bisa mereka konsumsi sendiri. Hasil dari sawah inilah yang membantu kehidupan Sukarara manakala kain tenun tidak bisa dijual lantaran tidak ada tamu yang berkunjung ke Sukarara.

Di kala pandemi, Amin tidak membuka lebar kanal penjualan daring. Baginya, penjualan langsung menjadi yang terbaik lantaran warna, motif, dan kondisi kain yang sangat mungkin berbeda-beda satu dan lain. ”Kalau lihat foto saja, nanti kain yang datang bisa jadi enggak sesuai dengan yang dilihat di foto,” katanya beralasan.

Ia mengaku beberapa kali mendapatkan keluhan dari pembeli yang merasa menerima kain berbeda dari yang di foto. ”Kalaupun saya jual daring, saya hanya layani pembeli yang sudah pernah ke Patuh. Jadi, mereka tahu kalau setiap kain tidak ada yang sama persis sekalipun model dan warna yang sama. Ya, inilah kain tenun, lebih banyak aspek seni ketimbang sekadar pakaian,” ucap Amin.

Desa Adat Sukarara, Mengenal Adat dan Tradisi Lombok

Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jam Buka :

Pukul 08.00 – 19.00 WITA setiap hari Senin – Minggu.

Tiket Masuk :

Peta :

Galeri :

Di Pulau Lombok selain ada destinasi wisata alam yang begitu memukau terdapat juga pesona desa adat yang juga sering dikunjungi wisatawan. Desa Adat Sukarara dikenal menjadi salah satu destinasi berlibur yang harus banget untuk dikunjungi.

Desa Adat Sukarara Lombok menjadi salah satu desa yang menghasilkan karya kain tenun Lombok. Sebagian besar masyarakat Desa Sukarara merupakan penghasil kerajinan tenun songket khas Pulau Lombok yang sangat terkenal.

Ada satu hal yang unik dari desa adat yang satu ini, dimana perempuan-perempuan Sukarara yang diharuskan bisa menenun. Keharusan tersebut dianggap sebagai cara menjaga budaya nenek moyang dengan membuat suatu peraturan kepada seluruh masyarakat yang bernuansa kearifan lokal.

Keunikan Desa Sukarara

tenunsengkang.com

Selain keunikan kerajinan tangan dari Desa Sukarara Lombok, terdapat keunikan lain dari warga Desa Sukarara itu sendiri. Diketahui bahwa menenun merupakan salah satu syarat wajib bagi mereka yang ingin menikah. Hal ini sebenarnya bermaksud untuk melestarikan kerajinan tenun songket.

Selanjutnya, terdapat keunikan lainnya, yakni hasil tenunan yang unik terasa halus dan cocok untuk dipadukan dengan pakaian Anda sehari-hari, kain tenun yang dibuat langsung dari warga sekitar, menenun menjadi sebuah tradisi, dan terdapat rumah tradisional suku sasak.


Tags: tenun

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia