Keajaiban Desa Tenun Sukarara - Tradisi dan Keindahan di Dunia Rajutan
Desa Adat Sukarara, Mengenal Adat dan Tradisi Lombok
Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jam Buka :
Pukul 08.00 – 19.00 WITA setiap hari Senin – Minggu.
Tiket Masuk :
Peta :
Galeri :
Di Pulau Lombok selain ada destinasi wisata alam yang begitu memukau terdapat juga pesona desa adat yang juga sering dikunjungi wisatawan. Desa Adat Sukarara dikenal menjadi salah satu destinasi berlibur yang harus banget untuk dikunjungi.
Desa Adat Sukarara Lombok menjadi salah satu desa yang menghasilkan karya kain tenun Lombok. Sebagian besar masyarakat Desa Sukarara merupakan penghasil kerajinan tenun songket khas Pulau Lombok yang sangat terkenal.
Ada satu hal yang unik dari desa adat yang satu ini, dimana perempuan-perempuan Sukarara yang diharuskan bisa menenun. Keharusan tersebut dianggap sebagai cara menjaga budaya nenek moyang dengan membuat suatu peraturan kepada seluruh masyarakat yang bernuansa kearifan lokal.
Bangkit dari pandemi
Hidupnya Sukarara antara lain ditopang dengan penjualan kain tenun. Itu sebabnya, saat pandemi Covid-19 menghantam, seketika masyarakat Sukarara pun ikut lesu. ”Toko kami tutup sejak April hingga Juli 2020 saat awal-awal Covid-19. Sama seperti di tempat lain, kami juga khawatir dengan pengunjung. Apalagi, mereka memegang-megang kain. Bagaimana kalau virus Covid-19 menular dari kain,” ungkap Amin menggambarkan kekhawatiran saat itu.
Guna menyokong satu sama lain, Amin mengajak para pekerjanya untuk berbagi. Mereka membawa makanan yang bisa dikonsumsi bersama saat tugas. Sebagian besar warga Sukarara masih memiliki sawah yang hasilnya bisa mereka konsumsi sendiri. Hasil dari sawah inilah yang membantu kehidupan Sukarara manakala kain tenun tidak bisa dijual lantaran tidak ada tamu yang berkunjung ke Sukarara.
Di kala pandemi, Amin tidak membuka lebar kanal penjualan daring. Baginya, penjualan langsung menjadi yang terbaik lantaran warna, motif, dan kondisi kain yang sangat mungkin berbeda-beda satu dan lain. ”Kalau lihat foto saja, nanti kain yang datang bisa jadi enggak sesuai dengan yang dilihat di foto,” katanya beralasan.
Ia mengaku beberapa kali mendapatkan keluhan dari pembeli yang merasa menerima kain berbeda dari yang di foto. ”Kalaupun saya jual daring, saya hanya layani pembeli yang sudah pernah ke Patuh. Jadi, mereka tahu kalau setiap kain tidak ada yang sama persis sekalipun model dan warna yang sama. Ya, inilah kain tenun, lebih banyak aspek seni ketimbang sekadar pakaian,” ucap Amin.
Lokasi Desa Adat Sukarara
Desa Adat Sukarara tercatat secara administratif berlokasi di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Desa ini tak jauh dari Desa Sade yang juga merupakan desa adat dan menjadi desa wisata yang juga dikunjungi banyak wisatawan. Baca informasi terlengkap mengenai Desa Sade pada tautan berikut : Desa Sade
Ketika wisatawan akan mengunjungi Pantai Kuta Mandalika, wisatawan akan melewati desa yang satu ini. Sehingga ketika berkunjung ke wisata pantai di Lombok Tengah jangan lewatkan Desa Adat Sukarara.
Dari Kota Mataram untuk menuju ke desa adat ini wisatawan akan menempuh perjalanan hanya 40 Menit dengan jarak yang perlu ditempuh sejauh 25 KM. Sedangkan jika dari Bandara Internasional Lombok hanya memakan waktu 20 Menit dengan jarak 12 KM.
Berikut adalah lokasi lebih detail Desa Adat Sukarara di Aplikasi Google Maps :
3. Motif Keker atau Merak
Bentuk motif keker atau merak ini meyerupai bentuk sepasang burung merak yang sedang bertengger di sebuah pohon. Seperti halnya motif yang lain, warna dasar yang biasa digunakan ialah warna warna gelap seperti biru tua atau hitam. Sedangkan warna motifnya sendiri akan menggunakan warna yang kontras dengan warna dasar seperti warna kuning cerah atau emas. Motif keker atau merak ini biasanya menutupi sebagian dari kain utama. Pola yang digunakan adalah pola berangkai dimana motif saling terhubung berarah horizontal. Prinsip pola yang diterapkan adalah prinsip pengulangan linier dimana motif mengalami pengulangan dari garis yang pasti. Isian juga ditambahkan di beberapa bagian kain dengan motif geometris untuk mengisi area kain. Motif isian tersebut merupakan gabungan motif geometris yang menyerupai bunga. Motif geometris juga terdapat pada pinggiran kain yang digunakan sebagai hiasan pinggir kain songket. Motif yang digunakan adalah motif geometris bentuk meander dan pilin serta gabungan bentuk garis yang membentuk segi tiga. Terkadang penenun akan menempatkan motif hiasan pinggir di bagian bawah atau pun samping kain.
Merak merupakan salah satu jenis burung yang sangat indah. Keindahan burung merak bisa dilihat ketika ekor burung merak sedang mekar. Hal ini akan terjadi ketika burung merak akan memasuki masa kawin. Keindahan bentuk dan warna burung merak sangat indah dengan sebuah mahkota diatas kepalanya menjadikan burung merak terlihat seperti seorang putri atau pangeran dengan gaun yang menawan. Keindahan burung merak menginspirasi masayarakat Desa Sukarara membuat songket motif keker atau merak.
Motif keker atau merak juga sering disebut sebagai motif bulan madu karena motif ini merupakan motif yang melambangkan cinta suci yang abadi. Perlambangan cinta yang abadi bagi masyarakat Desa Sukarara diungkapkan dengan motif sepasang burung merak yang sedang memadu kasih. Kain songket keker atau merak ini biasa digunakan masyarakat saat pergi ke pesta. Sebagian besar masyarakat juga percaya jika pasangan pengantin menggunakan kain ini saat prosesi adat perkawinan akan membuat hubungan cinta mereka abadi selamanya.
5 Jenis Motif Kain Tenun Khas Desa Sukarara, Lombok Tengah dan Makna Motif Nya
Motif kain tenun atau songket khas Desa Sukarara pada umumnya terbentuk dari perpaduan motif geometris seperti persegi panjang, persegi empat, garis memanjang, dan segitiga. Motif yang akan dibuat ditentukan pada saat proses penghanaian benang pakan dengan alat tradisonal. Motif atau reragian terbentuk dari persilangan benang pakan dan benang lungsin. Benang pakan merupakan benang dengan arah vertikal mengikuti panjang kain, sedangkan benang lungsin adalah benang dengan arah horizontal atau mengikuti lebar kain. Meski banyak motif kain songket yang ada saat ini, hanya beberapa motif saja yang sangat dikenal oleh masyarakat di Desa Sukarara. Diantaranya adalah motif wayang, subahnale, keker atau merak, bintang empet, dan alang atau lumbung.
Tags: tenun