... 5 Inspirasi Kreatif Eceng Gondok Kerajinan: Panduan DIY untuk Seni Jahit

Kerajinan Eceng Gondok - Seni dan Kreativitas dalam Kerajinan Sulam dan DIY

Bengok Craft: Gebrakan Upcycle Eceng Gondok dari Desa Kesongo

Bengok Craft merupakan satu lagi karya putra Tanah Air yang tidak hanya menghadirkan solusi untuk masalah lingkungan, namun juga memberdayakan masyarakat. Simak kisah mereka berikut ini.

Menyadari ini, Firman Setyaji membentuk usaha kerakyatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengolah eceng gondok jadi kerajinan, dengan produk bernama Bengok Craft. Bengok craft melibatkan seluruh lapisan warga, mulai dari ibu-ibu sampai pemuda-pemudi Desa Kesongo, Jawa Tengah.

“Kita mulai memanfaatkan gulma. Hal yang tidak berguna itu diolah menjadi hal yang lebih bermanfaat,” kata Firman kepada Greeners (17/2/2021).

Firman Setyaji membentuk usaha kerakyatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengolah eceng gondok jadi kerajinan, dengan produk bernama Bengok Craft. Foto: Bengok Craft.

Ciri dan Morfologi

Bentuk eceng gondok cukup mudah dikenali. Selain ciri utamanya yang hidup mengapung di permukaan air, tumbuhan ini juga memiliki akar serabut seperti rambut untuk menyerap nutrisi.

Tinggi tanaman mulai 40 hingga 80 centimeter dan tidak memiliki batang sejati. Bentuk daunnya tunggal, berbentuk oval, permukaannya licin dan berwarna hijau. Pada bagian ujung serta pangkal daun cenderung meruncing dengan pangkal tangkai daun lumayan menggelembung.

Jenis bunga enceng gondok termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir dan kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berwarna hitam dan berbentuk bulat. Ketika berbuah, buahnya berbentuk kotak, memiliki tiga ruang dan berwarna hijau.

baca juga: Sirsak - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Budidaya & Manfaat Buah

Pemberdayaan Masyarakat dengan Bengok Craft

Menurut Firman, pemanfaatan eceng gondok menjadi kerajinan merupakan peluang untuk meningkatkan taraf hidup.

“Untuk masalah bisa atau tidaknya, itu bisa dipelajari. Dengan kemauan, angan, dan keterampilan, nanti itu bisa menghasilkan suatu kreasi atau karya,” tutur Firman.

Bengok Craft memberikan solusi untuk warga agar bisa mengolah kerajinan enceng gondok. Biasanya mereka memikul bahan mentah, menjualnya, dan menghasilkan Rp100.000,00 – Rp200.000,00.

“Apabila dijadikan kerajinan bisa sampai jutaan rupiah. Caranya bagaimana? Kita mengolah, bisa jadi topi, bisa jadi tas, dan bisa jadi macam-macam kreasi lainnya,” cakap Firman.

Bengok Craft memberikan solusi untuk warga agar bisa mengolah kerajinan enceng gondok. Foto: Bengok Craft.

Habitat Eceng Gondok

Eceng gondok biasa tumbuh di kolam dangkal, rawa, lahan basah, aliran air yang lambat, danau, penampungan air dan sungai yang arus airnya relatif tenang. Tumbuhan air ini dapat berkembangbiak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan.

Eceng gondok adalah tumbuhan yang sangat kuat dan mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi air yang ekstrem. Mulai dari ketinggian air, kecepatan arus air, jumlah nutrisi di air, pH dan temperatur. Bahkan enceng gondok juga dapat bertahan dari berbagai jenis racun serta zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air (pencemaran air).

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan eceng gondok sangatlah cepat. Menurut penelitian FAO, hal ini terjadi karena habitatnya yang berada di lingkungan berair. Biasanya air mengandung nutrien yang tinggi, seperti nitrogen, fosfat dan potasium.

Meskipun begitu, bukan berarti enceng gondok tidak memiliki kelemahan. Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok. Contohnya seperti kandungan garam di dalam air yang akanmenghambat pertumbuhan enceng gondok.

Kondisi tersebut terjadi di perairan di pantai Afrika Barat. Di sana eceng gondok akan bertambah pesat selama musim hujan. Namun memasuki musim kemarau, enceng gondok akan berkurang secara drastis ketika kandungan garam atau salinitas air meningkat.


Tags: kerajinan gondok eceng

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia