Kerajinan Eceng Gondok - Seni dan Kreativitas dalam Kerajinan Sulam dan DIY
Habitat Eceng Gondok
Eceng gondok biasa tumbuh di kolam dangkal, rawa, lahan basah, aliran air yang lambat, danau, penampungan air dan sungai yang arus airnya relatif tenang. Tumbuhan air ini dapat berkembangbiak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan.
Eceng gondok adalah tumbuhan yang sangat kuat dan mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi air yang ekstrem. Mulai dari ketinggian air, kecepatan arus air, jumlah nutrisi di air, pH dan temperatur. Bahkan enceng gondok juga dapat bertahan dari berbagai jenis racun serta zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air (pencemaran air).
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan eceng gondok sangatlah cepat. Menurut penelitian FAO, hal ini terjadi karena habitatnya yang berada di lingkungan berair. Biasanya air mengandung nutrien yang tinggi, seperti nitrogen, fosfat dan potasium.
Meskipun begitu, bukan berarti enceng gondok tidak memiliki kelemahan. Ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok. Contohnya seperti kandungan garam di dalam air yang akanmenghambat pertumbuhan enceng gondok.
Kondisi tersebut terjadi di perairan di pantai Afrika Barat. Di sana eceng gondok akan bertambah pesat selama musim hujan. Namun memasuki musim kemarau, enceng gondok akan berkurang secara drastis ketika kandungan garam atau salinitas air meningkat.
26. Dompet Persegi Panjang
Pergi ke acara-acara formal maupun non formal para wanita biasanya memilih dompet atau clutch persegi panjang. Selain sebagai pemanis, dompet juga bisa dijadikan tempat menyimpan handphone dan juga uang. Agar berbeda daripada dompet lainnya, bisa menjadikan dompet persegi panjang ini sebagai referensi.
Terbuat dari eceng gondok bukan berarti tampilan dompet ini murahan. Justru akan terlihat semakin menawan apalagi jika dipadukan dengan pakaian yang sesuai. Pasti akan lebih cantik dan juga elegan.
Itulah ragam kerajinan dari eceng gondok yang bisa dijadikan referensi. Selain warnanya yang netral, kerajinan yang terbuat dari eceng gondok terlihat lebih unik dan menarik. Serat tanaman gulma ini tidak mudah rontok apabila dijadikan kerajinan sehingga banyak masyarakat yang menyukainya.
Tidak hanya masyarakat lokal, masyarakat internasional pun sudah banyak yang melirik kerajinan dari eceng gondok. Hal tersebut tentunya akan membuat pengrajin di negara Indonesia semakin dikenal dan produk-produk buatan Indonesia semakin berkembang. Jadi jika ingin mencoba berbagai jenis kerajinan dari eceng gondok, referensi diatas bisa sedikit membantu.
Bengok Craft: Gebrakan Upcycle Eceng Gondok dari Desa Kesongo
Bengok Craft merupakan satu lagi karya putra Tanah Air yang tidak hanya menghadirkan solusi untuk masalah lingkungan, namun juga memberdayakan masyarakat. Simak kisah mereka berikut ini.
Menyadari ini, Firman Setyaji membentuk usaha kerakyatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengolah eceng gondok jadi kerajinan, dengan produk bernama Bengok Craft. Bengok craft melibatkan seluruh lapisan warga, mulai dari ibu-ibu sampai pemuda-pemudi Desa Kesongo, Jawa Tengah.
“Kita mulai memanfaatkan gulma. Hal yang tidak berguna itu diolah menjadi hal yang lebih bermanfaat,” kata Firman kepada Greeners (17/2/2021).
Firman Setyaji membentuk usaha kerakyatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengolah eceng gondok jadi kerajinan, dengan produk bernama Bengok Craft. Foto: Bengok Craft.
Berawal dari Bahan Mentah
“Di sini malah yang belum ada perajinnya. Nah, ini makanya kita bergerak untuk ayo kita di sini juga bisa bikin jadi daerah perajin. Angan-angan nantinya ingin jadi sentra kerajinan, itu kita mulai dan kita terus berproses dan berprogress,” ucap Firman.
Merek Bengok Craft bermakna sederhana, namun erat dengan ciri khas produk yang mereka jual. Firman menuturkan, bengok merupakan penyebutan nama lokal enceng gondok di daerah mereka.
“Sedangkan craft itu nama global. Kita sedari awal pengin bawa produk lokal ini ke ranah global,” tambahnya.
Ketika menjual eceng gondok basah ke para penjemur, biasanya bahan mentah itu terjual Rp500,00 per kilo.
“Dijemur selama 2-3 minggu sampai kering itu dijual per kilonya Rp5000,00. Apabila satu kilo ini dibikin kerajinan, itu bisa menghasilkan berkali-kali lipat,” jelas Firman.
Misalnya, perajin membuat topi, topi membutuhkan eceng gondok sekitar satu kilogram. “Jadi, ada peningkatan harga di situ. Bahkan 10 kali lipat lebih dengan kita berkreasi,” ucap Firman.
Firman menuturkan, bengok merupakan penyebutan nama lokal enceng gondok di Desa Kesongo, Jawa Tengah. Foto: Bengok Craft.
Contoh Kerajinan dari Eceng Gondok
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Eceng Gondok |
| ">1 | ">Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok |
| ">2 | ">Kerajinan Taplak dari Eceng Gondok |
| ">3 | ">Kerajinan Tas dari Eceng Gondok |
| ">4 | ">Kerajinan Topi dari Eceng Gondok |
Eceng gondok merupakan salah satu bentuk hama yang ada pada perairan, tetapi meskipun eceng gondok ini termasuk kedalam hama, ternyata tumbuhan ini juga bisa dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang mempunyai nilai seni serta nilai jual yang cukup tinggi loh.
Berikut ini merupakan contoh kerajinan dari eceng gondok yang paling banyak ditemui, yuk simak penjelasan di bawah ini!
1. Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok
Kerajinan dari eceng gondok yang pertama adalah sandal atau sepatu. Ya, siapa sangka ternyata tumbuhan yang dianggap hama oleh sebagian orang ini bisa disulap menjadi sandal.
Selain bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari sandal yang terbuat dari eceng gondok ini bisa kalian jual kembali loh, apalagi sandal ini juga tidak kalah dengan sandal yang dibuat dari bahan yang lainnya.
Tags: kerajinan gondok eceng