Kerajinan Eceng Gondok - Seni dan Kreativitas dalam Kerajinan Sulam dan DIY
Contoh Kerajinan dari Eceng Gondok
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Eceng Gondok |
| ">1 | ">Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok |
| ">2 | ">Kerajinan Taplak dari Eceng Gondok |
| ">3 | ">Kerajinan Tas dari Eceng Gondok |
| ">4 | ">Kerajinan Topi dari Eceng Gondok |
Eceng gondok merupakan salah satu bentuk hama yang ada pada perairan, tetapi meskipun eceng gondok ini termasuk kedalam hama, ternyata tumbuhan ini juga bisa dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang mempunyai nilai seni serta nilai jual yang cukup tinggi loh.
Berikut ini merupakan contoh kerajinan dari eceng gondok yang paling banyak ditemui, yuk simak penjelasan di bawah ini!
1. Kerajinan Sandal dari Eceng Gondok
Kerajinan dari eceng gondok yang pertama adalah sandal atau sepatu. Ya, siapa sangka ternyata tumbuhan yang dianggap hama oleh sebagian orang ini bisa disulap menjadi sandal.
Selain bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari sandal yang terbuat dari eceng gondok ini bisa kalian jual kembali loh, apalagi sandal ini juga tidak kalah dengan sandal yang dibuat dari bahan yang lainnya.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Bengok Craft
Menurut Firman, pemanfaatan eceng gondok menjadi kerajinan merupakan peluang untuk meningkatkan taraf hidup.
“Untuk masalah bisa atau tidaknya, itu bisa dipelajari. Dengan kemauan, angan, dan keterampilan, nanti itu bisa menghasilkan suatu kreasi atau karya,” tutur Firman.
Bengok Craft memberikan solusi untuk warga agar bisa mengolah kerajinan enceng gondok. Biasanya mereka memikul bahan mentah, menjualnya, dan menghasilkan Rp100.000,00 – Rp200.000,00.
“Apabila dijadikan kerajinan bisa sampai jutaan rupiah. Caranya bagaimana? Kita mengolah, bisa jadi topi, bisa jadi tas, dan bisa jadi macam-macam kreasi lainnya,” cakap Firman.
Bengok Craft memberikan solusi untuk warga agar bisa mengolah kerajinan enceng gondok. Foto: Bengok Craft.
Berawal dari Bahan Mentah
“Di sini malah yang belum ada perajinnya. Nah, ini makanya kita bergerak untuk ayo kita di sini juga bisa bikin jadi daerah perajin. Angan-angan nantinya ingin jadi sentra kerajinan, itu kita mulai dan kita terus berproses dan berprogress,” ucap Firman.
Merek Bengok Craft bermakna sederhana, namun erat dengan ciri khas produk yang mereka jual. Firman menuturkan, bengok merupakan penyebutan nama lokal enceng gondok di daerah mereka.
“Sedangkan craft itu nama global. Kita sedari awal pengin bawa produk lokal ini ke ranah global,” tambahnya.
Ketika menjual eceng gondok basah ke para penjemur, biasanya bahan mentah itu terjual Rp500,00 per kilo.
“Dijemur selama 2-3 minggu sampai kering itu dijual per kilonya Rp5000,00. Apabila satu kilo ini dibikin kerajinan, itu bisa menghasilkan berkali-kali lipat,” jelas Firman.
Misalnya, perajin membuat topi, topi membutuhkan eceng gondok sekitar satu kilogram. “Jadi, ada peningkatan harga di situ. Bahkan 10 kali lipat lebih dengan kita berkreasi,” ucap Firman.
Firman menuturkan, bengok merupakan penyebutan nama lokal enceng gondok di Desa Kesongo, Jawa Tengah. Foto: Bengok Craft.
Tags: kerajinan gondok eceng