... Cara Menjahit Bendera Merah Putih ala Fatmawati: Panduan DIY Jahitan Jarum

Menjahit Bendera Merah Putih - Kisah Kreativitas dan Keterampilan dalam Kerajinan Tangan

Masa Kecil Fatmawati

Fatmawati adalah anak tunggal dari pasangan H.Hassan Din dan Siti Chadidjah. Beliau lahir di Bengkulu pada tanggal 5 Februari 1923. Meskipun berstatus sebagai puteri satu-satunya, bukan berarti Fatmawati hidup dengan bergelimang harta dan kemanjaan. Justru, kondisi ekonomi orangtuanya tidak semulus yang dikira.

Peliknya keadaan finansial keluarga saat itu membuat Fatmawati harus berpindah sekolah dan rumah. Ia pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tingkat II, Hollandsch Inlandsche School (HIS), kemudian bermukim di Palembang, dan akhirnya tinggal di Curup, sebuah kota yang berada di antara Lubuk Linggau dan Bengkulu.

Sejak kecil, Fatmawati dibekali dengan nilai-nilai agama oleh keluarganya, terutama kepiawaiannya dalam melantunkan ayat suci Al-Quran. Beliau juga pandai bergaul dan aktif mengurus organisasi Muhammadiyah. Organisasi inilah yang menjadi awal pertemuan Fatmawati dengan Ir.Soekarno.

Mengenang Sosok Fatmawati, Penjahit Bendera Merah Putih yang Dikibarkan Saat Indonesia Merdeka

Di balik pengibaran bendera merah putih saat kemerdekaan Indonesia rupanya ada sosok penting di baliknya yaitu Fatmawati.

Diperbarui 17 Agu 2022, 14:05 WIB Diterbitkan 17 Agu 2022, 14:05 WIB

Liputan6.com, Jakarta Di momen HUT Kemerdekaan RI saat ini upacara pengibaran bendera merah putih menjadi salah satu agenda yang banyak dilakukan masyarakat. Pengibaran bendera merah putih sendiri menandakan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 silam. Itu mengapa penting bagi kita untuk terus mengenang momen bersejarah pengibaran bendera merah putih saat kemerdekaan Indonesia.

HUT ke-77 RI, Bendera Pusaka Diarak Kereta Kencana dari Monas ke Istana

Kenalkan, Ini Tim Pancasila Tangguh yang Akan Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka

I Dewa Ayu, Paskibraka Pembawa Baki Bendera Pusaka di Istana Merdeka

Di balik pengibaran bendera merah putih saat kemerdekaan Indonesia rupanya ada sosok penting di baliknya yaitu Fatmawati. Fatmawati sendiri adalah penjahit Bendera Merah Putih pertama yang kini menjadi bendera nasional Republik Indonesia.

Fatmawati merupakan ibu negara Republik Indonesia pertama yang merupakan istri ke-3 dari presiden pertama Indonesia, Soekarno. Fatmawati rupanya terlibat langsung dalam proses kemerdekaan Indonesia. Fatmawati menjahit sendiri bendera merah putih untuk kemudian dikibarkan sebagai tanda kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Bendera tersebut dijahit oleh Fatmawati ketika ia mengandung Guruh Soekarnoputra.

Meski begitu banyak yang belum mengetahui sosok Fatmawati. Fatmawati lahir dari pasangan Hasan Din dan Chadijah. Fatmawati kecil yang memiliki nama panggilan Ma tumbuh sebagai sosok yang tabah dan aktif berorganisasi di tengah keluarga sederhana dengan nilai keislaman yang kuat.

Fatmawati, 17 Agustus, dan Kain Bendera

Brainies, kalau kamu ingat, perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka tidaklah mudah. Bahkan, sempat terjadi perdebatan antara golongan muda dengan golongan tua yang menimbulkan peristiwa Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945. Golongan muda mendesak Soekarno dkk untuk segera menyatakan kemerdekaan.

Berkat bantuan Hitoshi Shimizu lewat perantara Chairul Basri, kain itu sampai di tangan Fatmawati dari sebuah gudang Jepang di kawasan Pintu Air, Jakarta Pusat. Hanya itu satu-satunya kain yang bisa dijahit untuk bendera. Sambil menitikkan air mata, Fatmawati menjahit kain tersebut menggunakan mesin jahit tangan. Sebab, ia tak diizinkan menggunakan mesin jahit kaki lantaran tengah hamil tua.

Teman-teman, pernahkah kamu berkunjung ke daerah Jakarta Selatan? Ada salah satu rumah sakit bersejarah yang terletak di Cilandak. Ya, benar! Namanya Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati. Kira-kira apa sih hubungan rumah sakit ini dengan Sang Ibu Negara?

Teringat ayahandanya, H. Hassan yang mengidap asma, Bu Fatmawati prihatin dengan kondisi anak-anak yang terserang penyakit TBC di kawasan pemukiman padat penduduk. Ia bersikeras untuk membantu pengobatan anak-anak tersebut dengan mendirikan sanotarium (rumah sakit untuk penyakit jangka panjang) khusus anak.

RSUP Fatmawati di Cilandak (sumber: metrosindonews.com)

Gagasan ini disambut baik oleh kolega dan masyarakat. Dana dikumpulkan dari hasil lelang peci dan pakaian sang suami, Ir. Soekarno, hingga terkumpul 28 juta rupiah. Psstt, pada saat itu, uang 28 juta rupiah masih banyak ya, teman-teman, sehingga cukup untuk modal awal membangun Yayasan Rumah Sakit Ibu Soekarno.

Dipilihlah Cilandak karena masih asri dan luas untuk menampung pasien. Tanggal 24 Oktober 1954, peletakkan batu pertama rumah sakit pun dimulai dan rampung pada tahun 1958. Tanggal 20 Mei 1967, Rumah Sakit Ibu Soekarno berganti nama menjadi RSUP Fatmawati. Pergantian ini diusulkan oleh Direktur Rumah Sakit yang menjabat kala itu, yakni Soehasim, serta diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin atas persetujuan masyarakat.


Tags: jahit putih fatmawati ende

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia