Seni Cantik dalam Keindahan - Mengenal Lebih Jauh Gambar Alat Tenun Tradisional
Catatan kaki [ sunting | sunting sumber ]
- ^ ab Rujukan kosong (bantuan)
- ^ Islami, Cantika Nur (2019-07-25). "Mempelajari Perbedaan Alat Tenun Gedog dan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)". Indonesian Craft (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-26 . Diakses tanggal 2020-04-01 .
- ^ Ariani, Novi (2020-03-05). "Sejarah Tenun Ikat di Indonesia". Indonesian Handwoven (dalam bahasa Inggris) . Diakses tanggal 2020-07-11 .
- ^"Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)/ Kasuksak – LPK ANUGRAH – PENGRAJIN SONGKET TENUNAN" . Diakses tanggal 2020-04-01 .
Artikel bertopik tekstil ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
3 Jenis Alat Tenun Sering dipakai Membuat Kain Tenun Nusantara
Jenis Alat Tenun – Kain tenun merupakan salah satu kain tradisional yang mempunyai nilai budaya yang sangat tinggi. Memang kain tenun belum sepopuler batik, tetapi keindahan dan filosofi budaya yang terdapat didalam kain tenun tidak kalah dengan batik. Menemukan kain tenun memang tidak semudah menemukan kain batik, padahal hampir disetiap daerah mempunyai jenis, sejarah, motif dan corak, serta ciri khas setiap masing-masing daerah.
Jika Batik sudah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, lain hal nya dengan kain tenun. Ketenaran kain tenun masih kalah jika dibandingkan dengan batik sebagai bahan sandang yang digunakan oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena masih sulitnya kain tenun ditemukan dipasaran dan belum adanya campur tangan pemerintah dalam usaha memperkenalkan dan melestarikan kain tenun secara maksimal.
Meskipun tidak sepopuler batik tetapi kain tenun mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan kain tenun terletak pada proses pembuatannya. Untuk membuat sehelai kain tenun yang indah, pengerajin tenun membutuhkan waktu berbulan-bulan lamanya. Hal ini disebabkan karena alat yang digunakan untuk menenun masih menggunakan tangan alias manual. Sulitnya proses pembuatan kain tenun, menyebabkan ketersediaan kain tenun dipasaran tidak terlalu banyak dan harga untuk sehelai kain tenun terbilang cukup fantastis sehingga tidak semua orang bisa memilikinya.
Macam-macam Alat Tenus
Macam Macam Alat Tenun
Sebelum kita membahas mengenai sejarah alat tenun, alangkah baiknya jika kamu mengegtahui dulu berbagai jenis alat tenun. Di Indonesia, pada dasarnya alat tenun terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Alat tenun tradisional (Gedogan)
Proses pembuatan kain tenun dengan alat ini cukup rumit sehingga dapat memakan waktu berbulan bulan. Itulah sebabnya harga selembar kain tenun yang dihasilkan dari alat tenun tradisional ini cukup mahal. Namun itu semua sepadan dengan kualitas yang dihasilkan.
2. Alat Tenun Bukan Mesin
Alat tenun bukan mesin merupakan pengembangan dari alat tenun gedogan. Awalnya diciptakan oleh seorang insinyur dari Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada tahun 1912. Dengan menggunakan alat ini proses pembuatan kain tenun bisa lebih sedikit cepat ketimbang menggunakan yang tradisional.
3. Alat Tenun Mesin
Yang terakhir adalah alat tenun yang terbuat dari mesin. Alat tenun mesin ini adalah teknologi lanjutan dari alat tenun bukan mesin dimana semuanya digerakkan secara otomatis menggunakan mesin. Sehingga proses pembuatan kain tenun bisa lebih halus, rapi dan juga cepat. Harga kain juga lebih murah karena biaya produksinya yang rendah.
Mengenal Jenis Jenis Alat Tenun Yang Ada Di Dunia
Alat Tenun Berbobot Lungsin (Warp Weighted Loom)
Sejarah alat tenun dimulai dari periode Neolitikum, dimana menenun mulai berkembang menjadi proses yang menyerupai seperti yang kita kenal saat ini dengan salah satu iterasi pertama dari alat tenun. Alat tenun berbobot lusi adalah alat tenun sederhana di mana benang lusi diposisikan secara vertikal.
Backstrap Loom
Backstrap adalah alat tenun awal yang masih banyak digunakan dalam berbagai budaya di seluruh dunia bahkan hingga saat ini. Gaya alat tenun ini banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah, khususnya Guatemala dan Peru.
Namun demikian, versi alat tenun ini juga ada di beberapa bagian Asia seperti Jepang, Indonesia, dan India, serta penduduk asli Amerika Navajo dan Zuni. Sulit untuk menentukan dengan tepat kapan alat khusus ini muncul, karena banyak iklim di mana alat ini digunakan tidak kondusif untuk mengawetkan komponen alat tenun atau kain yang dihasilkan.
Alat ini sangat rumit, dan unik karena penenun menjadi bagian dari alat tenun, dan dapat bertindak sebagai “pengatur lungsin otomatis,” yang secara konstan menyesuaikan ketegangan.
Heddle Loom
Desain alat tenun mulai berkembang lebih pesat selama Abad Pertengahan, dengan ditemukannya treadles. Bagian khusus dari alat tenun ini mengangkat heddles tertentu (untaian melingkar yang mengangkat benang-benang individual dalam lungsin untuk menciptakan pola.)
Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia
diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)
| Jenis kain tenun | Asal daerah |
| Kain tenun Sambas | Kalimantan Barat |
| Kain tenun Donggala | Sulawesi Tengah |
| Kain tenun Gringsing | Bali |
| Kain Hinggi | Nusa Tenggara Timur |
| Kain tenun Toraja | Sulawesi Selatan |
| Kain tenun songket Sukarara | Nusa Tenggara Barat |
| Kain songket Palembang | Sumatera Selatan |
| Kain tapis | Lampung |
| Kain tenun Ulos | Sumatera Utara |
| Kain songket Minangkabau | Sumatera Barat |
| Kain tenun Troso Jepara | Jawa Tengah |
| Kain tentun Doyo | Kalimantan Timur |
Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola
Tags: tenun gambar alat tradisional