Seni Cantik dalam Keindahan - Mengenal Lebih Jauh Gambar Alat Tenun Tradisional
Alat tenun tradisional (Gedogan)
Alat tenun tradisional adalah alat tenun yang sangat umum digunakan di berbagai daearah. Alat tenun tradisional ini disinyalir sudah ada dan digunakan untu menenun sejak zaman prasejarah. Hal ini terbukti dengan ditemukannya benda prasejarah dan relief yang menggambarkan alat tenun yang masih sangat sederhana.
Alat tenun tradisional (gedogan) terbuat dari bambu dan kayu, yang fungsinya hanya untuk mengaitkan benang lungsi saja. Terdapat dua ujung bilah kayu dan bambu pada alat ini. Ujuang pertama dikaitkan pada tiang atau pondasi rumah, sedangkan ujung satunya diikat pada badan penenun. Pada saat menenun, posisi penenun duduk dilantai kemudian mulailah penenun menenun dengan meletakan benang lungsi dan pakan secara bergantian.
Dibutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk menghasilkan sehelai kain tenun yang indah. Tak heran jika kain tenun ini mempunyai nilai jual yang sangat fantastis. Tetapi jangan khawatir, harga mahal terbayar dengan kualitas kain dan keindahan kain tenun yang didapat.
Penemuan Alat Tenun Mesin
Alat tenun listrik adalah alat tenun mekanis, dan merupakan salah satu perkembangan utama dalam industrialisasi tenun selama awal Revolusi Industri. Alat tenun listrik pertama dirancang pada tahun 1786 oleh Edmund Cartwright dan pertama kali dibangun pada tahun yang sama.
47 tahun berikutnya, perusahaan Howard dan Bullough menyempurnakan alat tenun inidan membuatnya bekerja secara otomatis sepenuhnya. Perangkat ini dirancang pada tahun 1834 oleh James Bullough dan William Kenworthy, dan diberi nama alat tenun Lancashire.
Pada tahun 1850, ada total sekitar 260.000 operasi alat tenun listrik di Inggris. Dua tahun kemudian muncul alat tenun Northrop yang mengisi ulang shuttle ketika kosong. Alat ini menggantikan alat tenun Lancashire.
Sejarah [ sunting | sunting sumber ]
ATBM pada mulanya diciptakan oleh insinyur di Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada tahun 1912, sehingga alat ini juga dikenal sebagai alat tenun model TIB. Alat ini pertama kali digunakan di Kabupaten Wajo pada tahun 1950-an untuk memproduksi kain sarung Samarinda. [2]
Sejarah tenun ikat di Indonesia dimulai saat Indonesia berada di bawah pengaruh budaya asing yang berasal dari daratan tenggara asia dan bahkan lebih jauh lagi. Hal tersebut dikarenakan letak Indonesia yang berada di persimpangan jalur migrasi kuno sehingga menjadi rute perdagangan melalui Asia dan Pasifik. Negara-negara lain yang singgah di Indonesia seperti Cina, India, Persia, Mesir, dan Eropa membawa budaya mereka dan pada akhirnya memberikan pengaruh bagi budaya Indonesia. [3]
Industri Tekstil Rumahan
Pada Abad Pertengahan, broadcloth menjadi populer dan industri kain lebar mengelompok khususnya di Perancis utara, Flanders dan di Belanda. Broadcloth bebas aus, bebas air dan tanah, serta tahan lama dan hanya memerlukan sedikit perawatan.
Sekitar tahun 1780 tekstil dapat diproduksi lebih murah dan dalam jumlah yang jauh lebih besar, berkat alat tenun yang digerakkan secara mekanis (mesin uap). Hal ini diperlukan karena populasi tumbuh secara eksponensial. Selama Revolusi Industri, berbagai penemuan teknologi menyebabkan peran yang berbeda bagi pekerja dalam prosesnya. Proses menenun berubah menjadi industri pengolahan.
Pada akhir abad ke-19, serat sintetis pertama dibuat dan penemuan nilon dan kemudian, misalnya, poliester menyusul pada abad ke-20.
Macam Macam Alat Tenun
Sebelum kita membahas mengenai sejarah alat tenun, alangkah baiknya jika kamu mengegtahui dulu berbagai jenis alat tenun. Di Indonesia, pada dasarnya alat tenun terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Alat tenun tradisional (Gedogan)
Proses pembuatan kain tenun dengan alat ini cukup rumit sehingga dapat memakan waktu berbulan bulan. Itulah sebabnya harga selembar kain tenun yang dihasilkan dari alat tenun tradisional ini cukup mahal. Namun itu semua sepadan dengan kualitas yang dihasilkan.
2. Alat Tenun Bukan Mesin
Alat tenun bukan mesin merupakan pengembangan dari alat tenun gedogan. Awalnya diciptakan oleh seorang insinyur dari Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada tahun 1912. Dengan menggunakan alat ini proses pembuatan kain tenun bisa lebih sedikit cepat ketimbang menggunakan yang tradisional.
3. Alat Tenun Mesin
Yang terakhir adalah alat tenun yang terbuat dari mesin. Alat tenun mesin ini adalah teknologi lanjutan dari alat tenun bukan mesin dimana semuanya digerakkan secara otomatis menggunakan mesin. Sehingga proses pembuatan kain tenun bisa lebih halus, rapi dan juga cepat. Harga kain juga lebih murah karena biaya produksinya yang rendah.
Tags: tenun gambar alat tradisional