Keindahan dan Keunikan Kain Tenun Songket - Panduan dan Inspirasi DIY untuk Pekerjaan Jarum
9 Keunikan Motif dari Songket Silungkang di Sumatera Barat
Infosumbar.net – Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau terdapat berbagai jenis kriya yang muncul sebagai tuntutan budaya masyarakat tradisi seperti: kriya ukir, tenun/songket, sulam,tembikar/keramik, kriya anyam dan lain sebagainya.
Bentuk kriya ini pada umunya sederhana namun pada akhirnya disempurnakan sesuai kebutuhan nagari-nagari yang ada di alam budaya Minangkabau.
Di antara benda kriya yang dimaksud ada yang digunakan untuk kebutuhan fungsional, dalam pengertian dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan ada pula yang dipakai karena tuntutan upacara adat pada tradisi Minangkabau.
Produk kriya yang terkait dengan upacara adat yang dimaksud adalah Kain Tenun Songket.
Kain tenun ini umumnya dipakai pada setiap perayaan dan upacara adat masyarakat tradisi Minangkabau seperti Upacara Adat, perkawinan, upacara adat pengangkatan penghulu, upacara adat turun mandi, dll.
Berikut ini beberapa motif hias yang terdapat pada pakaian adat (kain songket) Silungkang, antara lain adalah:
Motif songket Pandai Sikek
Pada dasarnya, pola motif songket Pandai Sikek terbagi dua jenis, yaitu cukie dan sungayang. Cukie biasa digunakan pada bagian seperti tepi kain, kepala kain, badan kain, dan pembatas dua motif. Sedangkan sungayang merupakan pola motif yang menutupi seluruh kain songket.
Adapun tiga motif wajib yang ada di dalam songket ialah batang pinang (pohon pinang), bijo bayam (biji bayam), dan saluak laka. Jika selembar songket tidak memiliki ketiga motif tersebut, maka tidak dianggap sebagai karya perajin Pandai Sikek.
Untuk warna kainnya sendiri terbagi dua, yaitu kain dengan warna dasar dan kain dengan motif yang jelas. Umumnya, warna dasar kain adalah hitam, merah, dan kuning, sebagai simbol kaum adat, cendekiawan, dan ulama. Kemudian, untuk kain yang dipenuhi motif biasanya berwarna emas.
Bila digunakan pada upacara adat, songket Pandai Sikek yang dipakai harus berwarna dasar merah dan hitam dengan motif kuning keemasan. Pada acara pernikahan, pengantin wanita menggunakan songket warna dasar merah sedangkan pria memakai warna dasar hitam.
Pada kain songket, warna kuning menjadi simbol keagungan, ketenaran, tutur kata yang benar, dan menempuh jalan yang benar. Merah melambangkan keberanian dan kesanggupan dalam menghadapi cobaan hidup. Sementara warna hitam merupakan simbol keabadian.
Tags: tenun gambar