... Panduan Lengkap: Gambar Kain Tenun Songket untuk Kerajinan dan DIY

Keindahan dan Keunikan Kain Tenun Songket - Panduan dan Inspirasi DIY untuk Pekerjaan Jarum

2. Motif Bada Mudiak (Ikan Teri Hidup Dihulu Sungai)

Sesuai dengan bunyi Pepatah berikut ini “Bada Mudiak” sejenis ikan teri yang banyak hidup di laut pada bagian pinggir pantai. Kehidupan ikan teri ini sanat banyak menarik perhatian manusia, sehingga orang Silungkang mengambil perumpamaan pada tingkah laku yang harus diperhatikan manusia.

Hal ini dapat dilihat dari pepatah yang diibaratkan “Bada Mudiak ka Hulu Sarombongan” (Ikan teri serombongan ke hulu), “Buruang Punai Tabang Sakawan” (bagai burung punai terbang sekawan).

Perumpamaan ini menggambarkan kehidupan yang rukun dan damai saiyo dan sakato. filosofi yang tersirat dari pepatah “Bada Mudiak” yaitu untuk mendapatkan sumber yang jernih kita harus kembali kepangkal. Untuk menyelesaikan permasalahan kita harus kembali kepangkal persoalannya dan ada makna illahi yang tersebunyi dari makna ini, bahwa untuk mencapi kebenaran haruslah kembali pada sumber yang sebenarnya yaitu kebenaran Tuhan.

BACA JUGA : Randai, Seni teater unik khas adat Minangkabau yang Menginspirasi Anak muda

Kain Songket Pandai Sikek, Jenis Tenun Klasik dan Mewah dari Minangkabau

Indonesia tak hanya punya batik sebagai kain tradisional identitas bangsa. Ada pula jenis kain tradisional lain yang tak kalah cantik dan memiliki nilai-nilai kebudayaan, salah satunya adalah songket. Songket merupakan jenis kain tenunan yang berasal dari Sumatra dan tergolong dalam keluarga tenun brokat.

Dari beberapa jenis songket, ada satu yang menarik perhatian, yaitu songket Pandai Sikek. Sesuai namanya, songket ini berasal dari daerah Pandai Sikek, sebuah daerah di Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Sejak zaman dahulu, Pandai Sikek memang dikenal sebagai sentra kerajinan tenun songket yang indah. Ciri khas songketnya adalah ditenun dengan benang emas dan perak yang memberikan efek mewah dan berkilau.

Motif songket Pandai Sikek

Pada dasarnya, pola motif songket Pandai Sikek terbagi dua jenis, yaitu cukie dan sungayang. Cukie biasa digunakan pada bagian seperti tepi kain, kepala kain, badan kain, dan pembatas dua motif. Sedangkan sungayang merupakan pola motif yang menutupi seluruh kain songket.

Adapun tiga motif wajib yang ada di dalam songket ialah batang pinang (pohon pinang), bijo bayam (biji bayam), dan saluak laka. Jika selembar songket tidak memiliki ketiga motif tersebut, maka tidak dianggap sebagai karya perajin Pandai Sikek.

Untuk warna kainnya sendiri terbagi dua, yaitu kain dengan warna dasar dan kain dengan motif yang jelas. Umumnya, warna dasar kain adalah hitam, merah, dan kuning, sebagai simbol kaum adat, cendekiawan, dan ulama. Kemudian, untuk kain yang dipenuhi motif biasanya berwarna emas.

Bila digunakan pada upacara adat, songket Pandai Sikek yang dipakai harus berwarna dasar merah dan hitam dengan motif kuning keemasan. Pada acara pernikahan, pengantin wanita menggunakan songket warna dasar merah sedangkan pria memakai warna dasar hitam.

Pada kain songket, warna kuning menjadi simbol keagungan, ketenaran, tutur kata yang benar, dan menempuh jalan yang benar. Merah melambangkan keberanian dan kesanggupan dalam menghadapi cobaan hidup. Sementara warna hitam merupakan simbol keabadian.


Tags: tenun gambar

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia