Seni dan Kreativitas - Memahami Keindahan Gelang Kain Tenun dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Mengenal Suku Dawan
Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana keunikan tenun ikat amarasi, yuk kenalan terlebih dahulu dengan Suku Dawan. Sebab suku pemilik pakaian adat amarasi ini begitu menarik untuk dibahas. Mereka merupakan penduduk lokal yang mendiami Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT, sehingga disebut pula sebagai suku amarasi.
Suku dawan sendiri sampai sekarang menempati seluruh wilayah Timor Barat, dan termasuk sebagai suku terbesar di Pulau Timor. Mereka memiliki budaya yang masih kental dengan nilai nilai moral warisan leluhur. Yang mana hingga saat ini masih diturunkan kepada anak dan cucu meski mulai tergerus seiring perjalanan waktu.
Suku yang memiliki nama pakaian daerah NTT amarasi tersebut juga dikenal dengan nama Suku Atoni Meto. Berasal dari dua kata atoni yang berarti manusia, dan meto yang berarti tanah kering. Masyarakat biasa menyebutkan ‘Atoni pah meto’ yang artinya orang orang dari tanah kering.
Pemanfaatan Tenun Insana
Dengan tampilannya yang sangat khas yakni berwarna cerah dan memiliki motif yang sangat menawan, kain tenun insana secara pada prinsipnya dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan. Berikut beberapa fungsi kain tenun insana jika dilihat dari sudut pandang budaya.
- Kain tenun insana dapat difungsikan sebagai sarung, selimut dan selendang.
- Sebagai pakaian untuk pesta dalam ritual-ritual adat seperti acara kematian, acara adat kawin-mawin dan penjumputan tamu.
- Sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (mas kawin).
- Sebagai mitos, lambang suku yang dijaga kelestariannya dan dihormati karena menurut kepercayaan suku tertentu.
- Kain tenun insana dipercaya dapat melindungi pemakainya dari gangguaan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain.
- Untuk keperluan lain yang lebih luas kain tenun insana dengan warna yang colorfull sangat cocok dijadikan sebagai tas tenun, baju tenun atau aneka sovenir lainnya.
Cara Menggunakan Tenun Ikat Amarasi
1. Pada Pria
Pada pria, tenun ikat amarasi digunakan dengan kemeja atau baju bodo. Kainnya sendiri diikat pada pinggang dan ditambah dengan selimut penutup serta selendang. Pria Suku Dawan biasanya menggunakan beberapa aksesoris tambahan untuk tenun ikat amarasi. Seperti ikat kepala atas yang dikenal sebagai destar, kemudian dikombinasikan dengan hiasan tiara dan gelang Timor 2 buah serta kalung habas emas.
2. Pada Wanita
Wanita Suku Dawan mengenakan dua lembar tenunan sebagai penutup badan. Yang pertama yaitu kain tais yang dipasang setinggi dada sampai mata kaki. Umumnya corak pada kain tenun tersebut menampilkan warna meriah. Seperti paduan warna kuning, biru tua, jingga, dan putih dalam lajur bergaris sempit. Kemudian dipadukan dengan corak ikat putih dengan latar biru tua atau hitam.
Sementara lembar keduanya adalah selempang yang terikat di depan dada berbentuk huruf V. Yang kedua ujungnya diletakkan pada kedua bahu bagian belakang. Untuk aksesorisnya, para wanita akan menggunakan seperangkat perhiasan dari logam kuning yang dikenal dengan istilah pato eban. Aksesoris tersebut semakin melengkapi nama pakaian daerah NTT amarasi, membuatnya unik dan khas.
Masih kental akan budaya, sangat menarik bukan pakaian adat dari Suku Dawan atau Suku Amarasi tersebut ? Tenun ikat amarasi ini masih sering dipakai oleh masyarakat setempat dan menjadi status sosial mereka. Hal itu tentu perlu diapresiasi, karena dengan begitu penduduk ikut melestarikan budaya Indonesia yang semakin tergerus oleh arus globalisasi.
- Menikmati Keindahan Kelimutu Sebagai Nama Danau di NTT yang Istimewa
- Daftar Nama Sungai di NTT yang Didominasi Jenis Sungai Ephemeral
- Mengulik Seluk Beluk Nama Marga Di Ntt, Ragam, Dan Tujuannya
Sejarah Tenun Gringsing
Menurut legenda, Kain Tenun gringsing adalah pemberian Dewa Indra, Dewa dalam Agama Hindu yang merupakan Dewa Pelindung Manusia. Saat itu dewa Indra sedang mengagumi keindahan langit malam. Saking kagumnya, Ia mencoba menggambarkannya pada umat manusia pilihannya, yaitu masyarakat Tenganan, Bali.
Diajarkannya para wanita Tenganan untuk menguasai teknik menenun Kain tenun gringsing demi mengabadikan keindahan bintang, bulan, matahari, dan hamparan langit lainnya. Maka terciptalah ciri Kain Tenun Gringsing yang bernuansa gelap pekat seperti gelapnya malam.
Kain Tenun Gringsing digunakan dalam ritual adat dan keagamaan dalam masyarakat Bali. Kain Tenun ini dipercaya mengandung kesaktian Dewa Indra, Dewa pelindung umat manusia. Kain Tenun Gringsing dipercaya mempunyai kekuatan magis, yaitu mampu menyembuhkan penyakit dan penolak bala.
Ciri Khas Tenun Gringsing
Sebagai catatan, menurut para ahli kain dan tekstil dunia, Kain tenun Gringsing termasuk kain tenun yang langka. Hanya ada 3 tempat di dunia ini yang mengusai teknik menenun Gringsing, yaitu India, jepang, dan Tenganan (Indonesia).
Seorang pakar kain bernama Urs Ramseyer (1984) yang menulis buku berjudul Clothing, Ritual and Society in Tenganan Pegeringsingan Bali, menduga bahwa masyarakat Tenganan adalah merupakan imigran dari India kuno karena juga penganut Dewa Indra.
Para imigran tersebut kemungkinan membawa teknik dobel ikat melalui pelayaran dari Orrisa atau Andhra Pradesh, kemudian mengembangkannya secara independen di Tenganan. Adapun kemungkinan lainnya adalah, para imigran tersebut menguraikan kutipan-kutipan dari beberapa jenis tenun patola untuk dikembangkan di Nusantara.
Kain Tenun Gringsing adalah satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik teknik dobel ikat. Proses pembuatannya memerlukan waktu 2-5 tahun, bahkan ada yang 10 th. Umumnya, masyarakat Tenganan memiliki kain gringsing berusia ratusan tahun yang digunakan dalam upacara khusus.
Kata Gringsing berasal dari kata ‘gring’ yang artinya ‘sakit’ dan ‘sing’ yang artinya ‘tidak’. Sehingga bila keduanya digabungkan artinya menjadi ‘tidak sakit’. Oleh karena itu Kain tenun Gringsing diyakini mempunyai kekuatan mistis sebagai penolak bala.
Sebagai catatan, di Bali, berbagai upacara seperti upacara potong gigi, pernikahan, dan upacara keagamaan lainnya dilakukan dengan bersandar pada kekuatan Kain Tenun Gringsing ini.
Tags: tenun