Seni Kerajinan Dalam Bingkai Gerabah - Menyulam Keindahan dalam Vas Bunga, Guci, dan Piring
Manfaat Kerajinan Bahan Lunak
Kerajinan lunak tentu memiliki banyak sekali manfaatnya, selain untuk hiasan, banyak juga orang yang mengandalkan penghasilan dari bisnis kerajinan ini, berikut ini beberapa manfaat dari kerajinan bahan lunak:
Fungsi Ekonomis
Ternyata selain mempunyai nilai seni yang tinggi, kerajinan ini juga mempunyai nilai ekonomis. Membuat karya kerajinan dan mampu berinovasi, bisa menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan, dan tentunya membuka peluang menciptakan lapangan pekerjaan.
Karya seni yang memiliki nilai artistik yang tinggi bisa laku dengan harga yang fantastis. Tentunya kerajinan ini bisa kita jadikan sumber penghasilan juga nantinya.
Fungsi Pakai
Produk yang dihasilkan dari kerajinan ini mempunyai fungsi pakai, nah biasanya produk ini dipakai sebagai wadah, alat ataupun perlengkapan busana.
Untuk menjadikan produk yang kita kerjakan menjadi benda pakai, kita harus mengutamakan target produk jadinya seperti apa, lebih ke manfaat penggunaannya nanti, adapun keindahan atau estetika hanya sebagai elemen pendukung.
Fungsi Hiasan
Nah untuk mencapai fungsi hiasan, kita harus mengutamakan keindahan di banding kegunaan. Fungsi kerajinan lunak sebagai benda hias dibuat hanya untuk dijadikan pajangan dan hiasan atau elemen estetis.
Kita pasti sering melihat contoh dari kerajinan lunak dengan fungsi ini, antara lain seperti guci, patung, dan lain sebagainya.
Teknik dalam Proses Pembuatan Gerabah
Bahan dasar yang digunakan untuk membuat gerabah adalah tanah liat. Sebelum dibuat gerabah, tanah liat tersebut diproses terlebih dahulu dalam beberapa tahapan. Selain itu, ada juga bahan tambahan lain, yaitu kaolin. Tanah liat yang sudah siap kemudian dibentuk dengan tangan langsung atau menggunakan alat putar.
Bentuk gerabah yang akan dibuat disesuaikan dengan fungsi benda tersebut saat digunakan. Ada gerabah yang digunakan untuk alat memasak seperti periuk dan belanga, ada yang digunakan untuk menyimpan air atau beras seperti tempayan, ada yang digunakan untuk menyimpan air minum seperti kendi, dan ada yang digunakan untuk hiasan seperti guci dan vas bunga.
Dalam membuat benda yang terbuat dari bahan tanah liat diperlukan teknik-teknik tertentu agar dalam prosesnya mudah dan efektif. Adapun teknik-teknik yang biasanya digunakan oleh pembuat gerabah atau keramik antara lain teknik lempeng, teknik plat, teknik pilin, teknik putar, teknik cetak tekan, dan teknik tuang.
1. Teknik Lempeng (Slabing)
Teknik lempeng (slabing) merupakan teknik yang digunakan untuk membuat benda gerabah berbentuk kubistis dengan permukaan rata. Teknik ini diawali dengan pembuatan lempengan tanah liat dengan menggunakan rol kayu penggilas.
2. Teknik Plat (Pinching)
Teknik plat (pinching) merupakan teknik membuat keramik dengan cara memplat tanah liat langsung menggunakan tangan. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah agar tanah liat lebih padat dan tidak mudah mengelupas sehingga hasilnya akan tahan lama. Proses plat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
- Ambil segumpal tanah liat plastis.
- Tanah liat tersebut diulet-ulet dan diplintir-plintir dengan ibu jari sambil dibentuk sesuai dengan bentuk benda yang kamu inginkan.
- Haluskan menggunakan kuas atau kain halus.
Contoh dari gerabah
ilustrasi membuat gerabah (pexels.com/Anubhaw Anand)
Adapun beberapa contoh gerabah bisa kamu jumpai pada perkakas rumah tangga sesuai dengan asal mulanya. Berikut beberapa contoh dari gerabah.
- Kendi digunakan sebagai alat minum.
- Periuk digunakan sebagai alat untuk memasak nasi.
- Belanga digunakan sebagai alat untuk memasak sayur.
- Tempayan digunakan sebagai alat untuk menyimpan beras atau air.
- Anglo digunakan sebagai alat untuk memasak (berupa seperti kompor).
Dari contoh gerabah yang disebutkan di atas, adakah alat gerabah yang pernah kamu gunakan dalam kehidupan?
Gerabah menjadi karya seni yang memiliki harga jual tinggi karena proses pembuatannya tidak mudah. Selain itu, prosesnya juga masih dilakukan secara tradisional dengan tangan. Jadi, wajar saja kalau saat membeli gerabah, kamu akan melihat harga yang cukup tinggi.
Nah, itulah informasi mengenai gerabah beserta sejarah dan contohnya. Apakah kamu salah satu pengrajin atau penjual gerabah?
Oleh: Srikandy Indah Karina S.B
Proses pembuatan gerabah
ilustrasi membuat gerabah (pexels.com/KoolShooters)
Penasaran gak sih bagaimana para pengrajin membuat gerabah? Apa saja proses yang harus dilalui sebelum akhirnya gerabah dapat digunakan? Nah, untuk tahu lebih lengkapnya, simak proses pembuatan gerabah di bawah ini!
1. Persiapan produksi
Editor’s picks
Pada persiapan produksi, hal-hal yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti tanah liat, pasir, serta alat bantu, yakni meja putar. Agar mudah dibentuk, sebaiknya tanah liat yang digunakan harus hasil dari menggali secara langsung. Hal ini karena tekstur tanah liat lebih lengket dan mudah dibentuk.
2. Proses produksi
Jika bahan-bahan sudah lengkap, saatnya memasuki proses produksi. Pada proses ini, ada beberapa tahap yang harus dilewati, seperti:
3. Penyelesaian gerabah (finishing)
Terakhir, gerabah masuk ke proses penyelesaian atau finishing. Pada tahap ini, pengrajin akan memberikan hiasan atau pewarna pada gerabah tersebut agar lebih menarik untuk dilihat. Adanya warna juga akan meningkatkan daya tarik masyarakat untuk membeli hasil kerajinan tangan ini.
Tags: kerajinan dari contoh adalah bunga