"Harga Kain Tenun Desa Sade - Memahami Nilai dan Signifikansinya"
Aktivitas & Spot Desa Sade
Berbagai pesona yang tersaji di Sade, Lombok, yang membuat tempat ini menjadi destinasi liburan yang tidak boleh Anda lewatkan. Beberapa hal yang membuat tempat ini begitu spesial antara lain:
1. Rumah Adat Suku Sasak Ende
Sebuah representasi fisik dari kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat. Rumah tradisional ini dibangun dari bambu, baik untuk tiang maupun dinding. Atapnya ditutupi dengan alang-alang, sementara itu lantainya dilumuridengan kotoran sapi. Tampilan rumah adat Sade ini tentunya memberikan nuansa etnik dan autentik yang kuat.
Struktur arsitektural rumah ini dibagi menjadi tiga zona utama: tempat tidur laki-laki, tempat tidur perempuan, dan tempat kelahiran, mencerminkan struktur sosial dan peran gender dalam masyarakat Sasak.
Selain itu, ada juga variasi dalam jenis rumah di desa ini. Bale Kodong, misalnya, adalah rumah khusus untuk orang tua atau warga yang baru menikah. Sementara itu, Bale Bonter digunakan sebagai tempat bagi pejabat desa, dan Bale Tani adalah rumah tinggal umum bagi warga. Dengan demikian, rumah-rumah ini tidak hanya menunjukkan warisan budaya, tetapi juga struktur sosial dan hirarki dalam masyarakat Suku Sasak.
2. Pagelaran Atraksi Peresean
Peresean, atau yang juga dikenal sebagai Tari Perang, adalah salah satu tradisi budaya yang paling mendalam dan menarik dari Suku Sasak. Dalam pertunjukan ini, dua pemuda beradu keahlian dengan menggunakan penjalin, atau semacam pedang yang terbuat dari batang rotan, dan ende, sebuah tameng yang dibuat dari kulit kerbau tebal. Pertandingan ini bukan hanya sekedar tontonan, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan sejarah yang dalam.
Tarian ini memiliki latar belakang yang unik. Pada awalnya, Peresean dilakukan sebagai ritual untuk memanggil hujan di saat musim kemarau. Namun seiring waktu, fungsi tarian ini berubah menjadi hiburan bagi wisatawan yang berkunjung. Meskipun demikian, esensi dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tarian ini tetap dipertahankan, menjadikannya sebagai simbol kuat dari kekayaan budaya Suku Sasak.
Fasilitas Desa Sade
Sebagai desa adat, tidak banyak fasilitas modern yang bisa Anda jumpai namun untuk fasilitas umum semua tetap ada seperti:
- Area parkir luas
- Pusat informasi
- Tempat ibadah
- Spot foto
- Toko oleh-oleh
- Pagelaran seni
Mengunjungi Desa Sade bisa menjadi aktivitas edukatif yang seru untuk mengisi liburan Anda. Nikmati juga liburan seru lain bersama layanan paket liburan keluarga ke Lombok dari Salsa Wisata.
Melalui layanan tersebut, segala kebutuhan Anda mulai dari akomodasi hingga transportasi pasti terpenuhi dengan baik. Dengan begitu Anda bisa menikmati liburan dengan lebih menyenangkan. Jadi langsung saja hubungi Salsa Wisata sekarang juga.
Daya Tarik
1. Tradisi Memoles Lantai Dengan Kotoran Sapi
2. Mempertahankan Bentuk Rumah
Nuansa tradisonal terlihat dari posisi rumah-rumah yang berjejer dan memiliki bentuk yang sama. Arsitekturnya dibangun dengan kayu, sedangkan untuk atapnya ibuat dari pelepah daun rimbai, ijuk, maupun alang-alang.
Rangkaian banguan terdiri dari tiga bagian, seperti ruang tamu, dapur, kamar tidur, dan lantainya menggunakan tanah liat yang dilumuri kotoran sapi.
Selain itu, masyarakat Desa Sade sangat menaati bahwa membangun hunian harus memperhatikan tata letak. Hunian tidak boleh dibangun di tempat bekas perapian, bekas sumur, tempat pembuangan sampah, dan susur gubug (tusuk sate) karena dipercaya akan membawa dampak kurang baik.
Terdapat lebih dari 700 jiwa yang tinggal di Desa ini. Walaupun bentuk rumahnya yang sama, bangunan rumah adat mereka memiliki tiga jenis dan penting yang diberi nama sesuai fungsi dan tujuan.
Salah satu jenis bangunan di Desa Sade dinamai Bale Tani, yaitu lumbung padi, tempat penyimpanan hasil panen. Ada pula Bale Bonter sebagai tempat atau hunian untuk pejabat desa, serta Bale Kodong diperuntukan bagi para lansia untuk menghabiskan masa tuanya.
3. Tradisi Menenun dan Karya Perempuan Suku Sasak
Selain sebagai petani, mata pencaharian lain masyarakar di Desa Sade adalah menjual hasil karya tenunnya.
Hasil kain tenun yang terkenal dan menjadi ciri khas ialah songket, yang terbuat dari benang perak atau emas yang ditenun bersama benang sutra atau katun. Selain songket, terdapat pula tenun sarung, rang-rang, dan endek.
Tags: tenun