"Harga Kain Tenun Desa Sade - Memahami Nilai dan Signifikansinya"
Mengenal Desa Sade, Desa Adat Suku Sasak: Keunikan, Harga Tiket, dan Aturan
Luas Desa Sade sekitar 5,5 hektar dan memiliki sekitar 150 rumah. Setiap rumah terdiri satu kepala keluarga. Semua penduduk Desa Sade adalah suku Sasak Lombok. Baca juga: Uniknya Rumah Adat di Desa Sade Lombok, Beratap Alang-alang dan Jerami Penduduk Desa Sade masih satu keturunan karena mereka melakukan perkawinan antar saudara.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Parajin kain songket di Desa Sade, Lombok.
Mata pencaharian penduduk Desa Sade adalah petani. Mereka menanam padi di sawah tadah hujan sehingga tidak ada irigasi dengan masa panen setahun sekali. Di tengah menunggu masa panen, penduduk Desa Sade memiliki pekerjaan sampingan menenun untuk memenuhi kebutuhan pokok. Jarak tempuh Desa Sade dari Kota Mataram sekitar 43 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Perjalanan ke Desa Sade dari Mataram dapat melalui Jalan By Pass Bandara Internasional Lombok.
Fasilitas Desa Adat Sade
Tersedia jasa tour guide yang siap membantu kalian dengan harga yang terjangkau.
Lokasi Desa sade sangat strategis dan berada satu jalur dengan kawasan wisata Mandalika.
Jika berangkat dari Kota Mataram diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan jarak 41 kilometer. Jika dari Bandara International Lombok hanya 25 menit dengan jarak 12 kilometer. Jarak tempuh kendaraan wisatawan berbeda-beda tergantung kecepatan dan kondisi jalan karena memasuki kawasan wisata.
Desa Sade buka setiap hari dari pukul 08.00-19.00.
Harga yang tercantum dapat tidak selalu sama dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kesepakatan dari pihak pengelola wisata Desa Sade.
Nah itu dia, informasi tentang Desa Wisata terkenal di Lombok Tengah. Tidak ada salahnya kalian mengunjungi Desa Sade selepas berkunjung ke Sirkuit Mandalika. Desa Sade akan menyajikan kekayaan dan keragaman budaya di sudut Indonesia yang perlu dikembangkan dan dilestarikan. ** (DE)
Kredit foto: Google Maps Akmal Basinda, Google Maps Nia Kurniasih, dan Google Maps Farida Hanim.
Tags: tenun