Harga dan Keunikan Kain Tenun Serat Akar Kayu Cendana dalam Dunia Jahitan dan DIY
Motif-Motif Kain Endek
Kain ini memiliki motif ragam hias yang sangat bervariasi. Beberapa motif kain endek dianggap sakral bagi masyarakat Bali. Motif yang masih dianggap sakral yaitu motif patra dan encak saji, dimana motif ini hanya digunakan untuk kegiatan di pura dan untuk kegiatan keagamaan lainnya. Adapula motif dengan nuansa alam yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial. Selain beberapa motif tersebut, ada juga motif endek rang-rang, motif wajik ukir, motif songket dan masih banyak motif-motif lainnya.
Untuk warnanya, kain tenun endek didominasi oleh warna-warna yang cerah seperti merah, oranye, ungu, kuning, biru dan hijau. Warna-warna ini merupakan warna yang cukup mudah dikombinasikan dengan warna-warna dari kebaya atau seragam. Selain itu, sifat dari kain endek adalah lembut, mudah diatur, dan memiliki kesan elegan untuk pakaian formal maupun non formal.
Menganal Kain Tenun Sumba Timur, Dari Proses Pembuatanya dan Motifnya
Kain Tenun Sumba Timur – Harus diakui bahwa Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan, mulai dari kekayaan alam hingga kekayaan budaya. Bagaimana tidak, Ratusan suku bangsa yang mendiami 17 ribu pulau di Indonesia sangatlah kaya dengan adat istiadat, tradisi hingga pakaian yang digunakan.
NTT adalah sebuah daerah yang berada di Indonesia bagian timur. Salah satu daerah di NTT yang cukup terkenal yaitu Pulau Sumba.
Pulau Sumba memiliki berbagai macam destinasi wisata yang ramai dikunjungi, baik masyarakat domestik maupun internasional.
Apalagi keindahan alam savana yang ditawarkan sungguh mengagumkan.
Tapi jangan salah lho, gak cuma pemandangan alam yang membuat sumba ini sangat memikat, melainkan karena keindahan dan kekayaan budayanya. Salah satu yang paling terkenal adalah kain tenun sumba.
Kain tenun menurut asalnya
Kegiatan menenun sebenarnya sudah ada sejak tahun 500SM, terutama di daerah Mesopotamia, Mesir, India, dan Turki. Kain tenun di Indonesia berkembang sejak masa Neolitikum (prasejarah), ditandai dengan ditemukannya benda-beda prasejarah seperti tenunan, alat memintal, dan bahan yang jelas terlihat adanya tenunan pada kain yang terbuat dari kapas. Kain tenun ini ditemukan di situs Sumba Timur, Gunung Wingko, Yogyakarta, Gilimanuk, dan Melolo.
Berikut ini kain tenun menurut asal daerahnya:
1. Kain Tenun Palembang
Ada dua jenis kerajinan tenun di Palembang, yakni Kain Tajung dan Songket. Songket ditenun menggunakan benang emas dan perak, kain Tajung atau Sewet Tajung Gebeng ditenun menggunakan benang sutera. Cukup mewah dan sering menjadi pilihan orang-orang sebagai kain bawahan untuk menghadiri acara yang bersifat formal.
2. Kain Tenun Minangkabau
- Kain Songket Balapak
Biasanya kaum bangsawan akan memilih kain songket balapak dengan teknik dua agar benang emas pada motif terlihat lebih padat dan rapat. Rakyat biasanya akan memilih teknik empat dan enam supaya waran kuning keemasan pada ragam hias tidak terlalu dominan.
3. Kain Tenun Medan (Batak)
Tenun Batak biasa disebut Ulos, yakni kain yang berbentuk selendang. Kain ini ditenun dengan benang berwarna emas dan perak serta didominasi oleh warna merah, hitam, dan putih. Kain ulos digunakan sebagai pakaian sehari-hari tapi juga sebagai bagian dari upacara adat. Ada tiga cara mengenakan ulos:
- Siabithononton (dipakai di badan)
- Sihadanghononton (dililit di kepala atau ditenteng)
- Sitalitahononton (dililit di pinggang)
Proses Pembuatan Kain Tenun Sumba
Proses pembuatan kain tenun sumba – Sumber: FrameATrip.com
Kain tenun sumba timur khususnya biasanya dibuat selama tiga tahun lamanya. Tak heran jika kamu harus membayar dengan uang yang cukup mahal untuk membeli sebuah kain tenun yang berasal dari sumba timur. Kenapa bisa selama itu?
Alasannya adalah pembuatan kain tenun sumba timur ini memiliki 42 tahap pengerjaan. Awal mula pembuatannya ini dimulai dengan meramu tumbuhan dan hewan sebagai bahan pewarna kain.
Tahapan lain dalam pembuatan kain Sumba ini juga menguji kesabaran seperti menyimpannya dalam keranjang tertutup untuk mematangkan warnanya.
Dalam tahap ini kain itu dibiarkan tidur, seperti kita menidurkan anak. Dalam proses ini penenun membiarkan alam ikut campur agar kain menjadi lebih indah.
Baca juga artikel lainnya:
Tags: tenun kayu