"Keindahan dan Kekayaan Kain Tenun Sulawesi - Mengungkap Harga dan Kebudayaan"
Keistimewaan Tenun Bentenan
Keistimewaan dari kain Bentenan ini yaitu proses pembuatannya yang rumit dan memakan waktu yang lama, kain bentenan ditenun dengan teknik dobel ikat, benang yang membentuk lebar kain (pakan) disebut Sa’lange dan benang yang memanjang (lungsi) disebut Wasa’lene.
Teknik double ikat seperti ini adalah teknik tenun ikat dengan tingkat kesulitan yang tinggi, sangat jarang teknik ini digunakan di daerah lain. Motif yang dapat tercipta dari teknik ini akan bergambar halus, rumit dan sangat unik.
Kain Bentenan ditenun tanpa terputus menghasilkan sebuah kain berbentuk silinder atau tabung. Kemudian dalam proses pewarnaan, kain Bentanan menggunakan zat pewarna alami yang berasal dari tumbuhan yang tumbuh di wilayah tersebut.
Warna biru atau hijau biasanya diperoleh dari pohon Taun, kemudian apabila ditambah dengan air kapur sirih, maka warna biru itu akan berubah menjadi hitam.
Semak Lenu (morinda bractenta) untuk warna kuning dan apabila dicampur air kapur sirih akan menjadi warna merah. Lelenu (peristrophe tinctoris) untuk warna merah, Sangket (homnolanthus paulifolius) kulitnya menghasilkan warna hitam.
Desa Sa'dan To'barana, Tempat Kain Tenun Terbaik di Toraja
Desa Sa'dan To'barana - Bagi yang belum mengetahui desa wisata tenun To'barana Toraja menjadi pilihan menarik untuk Anda kunjungi. To'barana Toraja merupakan salah satu desa wisata dengan budaya yang kaya. Dalam desa wisata ini Anda bisa melihat berbagai hasil kain tenun khas Toraja yang indah.
Keindahan hasil tenun Toraja tentu berbeda dari tempat yang lain. Hal itu karena Toraja memiliki kain tenun yang khas sendiri.
3. Kain Tenun Toraja
Kalau Moms sedang mencari kain khas Makassar yang digunakan untuk taplak meja, maka kain ini sangatlah tepat.
Kain tenun Toraja memiliki ciri khas dari bahannya yang kuat, namun halus. Keindahannya pun terlihat dari motif mayoritasnya yang berupa bentuk manusia atau binatang.
Selain digunakan sebagai taplak meja, kain ini juga bisa digunakan sebagai selimut atau pajangan dinding. Sungguh menarik kan, Moms!
Bagi Moms yang sedang berlibur ke Makassar, jangan lupa menyempatkan diri untuk berbelanja oleh-oleh khas, salah satunya kain khas Makassar.
Tidak hanya bisa didapat secara langsung, Moms juga bisa membeli kain ini secara online.
Sejarah Tenun Bentenan
Kain bentenan dibuat di Tombulu, Tondano, Ratahan, Tombatu, dan wilayah lainnya di Minahasa. Namun, nama ‘bentenan’ diambil dari nama wilayah pelabuhan utama di Sulawesi Utara, yaitu Bentenan.
Dari pelabuhan inilah, kali pertama kain Bentenan diekspor, tepatnya pada abad ke-15 hingga ke-17.
Sekitar abad ke-15, Suku Minahasa mulai menenun dengan benang katun dari hasil tenunan inilah dinamakan Kain Tenun Bentenan karena di tenun di Desa Bentenan yang terletak di Pantai Timur Minahasa Selatan.
Pasa masanya, Kain Tenun Bentenan adalah salah satu kain yang sangat tinggi pembuatannya. Bukan saja karena pembuatannya, namun sebelum kain ini ditenun diadakan ritual pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mengutip artikel dari Museum Nasional Indonesia, jumlah kain bentenan yang terakhir ditenun tahun 1880 kini jumlahnya tidak sampai sepuluh buah di dunia.
Bahkan, kini hanya ada dua kain bentenan di Indonesia dan keduanya disimpan di Museum Nasional. Kain khas Manado ini menjadi sebuah mahakarya para penenun Minahasa.
Desa Wisata Sa'dan To'barana Toraja
Toraja merupakan salah satu provinsi yang ada pada Sulawesi Selatan. Tidak hanya terkenal dengan wisata alam dan budayanya saja, tetapi Toraja juga terkenal dengan hasil kerajinannya. Salah satu kerajinan yang khas dari Tana Toraja yaitu tenun.
Toraja memiliki budaya tenun secara turun-temurun. Berbagai kain hasil tenunan bisa Anda dapatkan dalam pasar atau toko souvenir di Rantepao kabupaten Toraja Utara. Namun apabila ingin memberi langsung bisa mengunjungi Sa'dan To'barana.
Sa'dan To'barana sendiri merupakan kampung tenun yang terletak pada desa Sa'dan Malimbong 16 km dari Rantepao. Desa ini sudah terkenal sejak puluhan tahun dengan keahlian kerajinan tenun.
Adanya berbagai Tongkonan dan milik keluarga bangsawan Langi Para'pa yang menjadi keluarga terpandang sudah turun temurun di sana. Sebagian besar warga To'barana memiliki kepandaian dalam bidang tenun menenun.
Keahlian tersebut sudah diwariskan sejak zaman dahulu. Mereka sudah berhasil untuk melestarikan keahlian tenun turun-temurun sampai saat ini. Berikut sejumlah informasi yang sudah Tondok Toraya ringkas untuk Anda.
Tags: tenun lawe