... Harga Kain Tenun Toraja per Meter: Panduan Belanja dan Proyek DIY

Harga Kain Tenun Toraja per Meter - Panduan Lengkap untuk Pekerjaan Jarum dan DIY

Kain Tenun Memiliki Motif dan Corak yang Khas

Kain tenun di Desa wisata tenun To'barana Toraja memiliki motif dan corak yang menjadi ciri khas. Secara umum kain-kain Toraja memiliki latar berwarna merah dengan motif geometris berwarna biru, putih, dan hitam. Motif dan corak kain tenun Toraja ini biasanya terinspirasi dari ukiran Tongkonan.


Sehingga hal tersebut bisa menambah keunikan dan keindahan dari kain tenun Toraja. Apabila Anda berkunjung pada desa wisata tenun ini bisa memilih kain tenun yang memiliki motif dan corak indah. Untuk harganya sangat bervariasi tergantung dengan tingkat kerumitan pembuatannya.


Dalam mengunjungi desa tenun To'barana Anda juga bisa menggunakan jasa pemandu. Jasa pemandu bisa membantu Anda untuk mengenal sejarah, adat, dan kekayaan dari budaya Toraja. Maka dari itu, jangan sampai melewati untuk mengunjungi desa tenun To'barana apabila liburan ke Toraja.


Desa wisata tenun To'barana Toraja jadi pilihan terbaik untuk membeli kain tenun khas Tana Toraja. Di desa wisata ini banyak tersedia kain tenun dengan berbagai corak dan motif yang indah.

Tidak hanya membeli saja, tetapi para pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuatan tenun dengan cara tradisional.

Komposisi Kain TC

Seperti diuraikan sebelumnya, kandungan serat polyester pada kain TC lebih banyak dibandingkan kandungan katun. Ini berarti, kandungan serat polyester pada kain TC mencapai di atas 50 persen, bisa 55 persen polyester + 45 persen katun atau 65 persen polyester + 35 persen katun, tergantung kualitas kain TC itu sendiri.

Di awal kemunculannya, kain TC ini ditujukan untuk mengisi ceruk baru akibat kelemahan yang dimiliki kain katun, yaitu mudah kusut dan kekuatan tarik serat yang relatif rendah dibandingkan serat sintetis. Sebaliknya, kelemahan kain yang terbuat dari serat sintetis terutama tidak mampu menyerap keringat sehingga terasa panas bagi pemakai.

Selain sebagai kain, bahan TC ini sebenarnya pernah juga dicoba untuk batik (batik tetoron). Namun, pembuatan batik tetoron terkendala pada pewarnaan dan pelorodan akibat tendensi pelekatan malam yang lebih lekat pada kain tetoron dibandingkan kain jenis mori. Hal ini kemudian diatasi dengan menambahkan soda abu pada air lorodan.

Anda harus menambahkan bahan penguat pada tinta jika Anda melakukan pencetakan di atas kain TC, bertujuan untuk menjaga agar tinta menempel pada kain lebih baik. Apabila Anda tidak menambahkan bahan penguat, seringkali tinta kurang kuat menempel pada kain TC, sehingga mengakibatkan tinta mudah luntur. [1]


Tags: tenun toraja

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia