Hewan Laut yang Kulitnya Dapat Dijadikan Bahan Pembuat Kerajinan DIY
12 Kerajinan Serat Hewan
1. Bulu Domba
Domba memiliki bulu dengan warna yang putih secara dominan, sisanya adalah coklat atau kehitaman. Teknik kerajinan serat hewan ini adalah mengubahnya menjadi benang wool terlebih dulu. Tak hanya untuk pakaian, beragam kerajinan tangan pun banyak memanfaatkan benang wool.
Benang wol mudah untuk dibentuk menjadi apa saja. Meskipun tebal, bulu sangat hangat untuk digunakan sebagai pakaian.
Meski begitu, harga benang wool kini sangat mahal untuk mendapatkan kualitas terbaik. Sebagian besar, domba untuk wool dijadikan jaket dan karpet.
2. Kulit Sapi
Penggunaan serat kulit sapi sudah ada sejak zaman dulu. Sapi merupakan hewan domestik yang dipelihara dan dikonsumsi.
Serat kulitnya sangat cocok untuk dibuat ke dalam bentuk kerajinan tangan hingga fashion karena mudah ditemukan, murah, dan mudah untuk diwarnai.
Kualitas serat sapi beragam tergantung dari mana sapi tersebut berasal. Sifat umum dari serat kulit sapi adalah tahan air, tahan lama, tidak mudah sobek, tebal, kuat, fleksibel, adem, dan nyaman dipakai.
Kerajinan serat hewan ini di antaranya adalah dompet, jaket, wayang, bedug, tas dan sarung tangan.
3. Bulu Berang-Berang
Semua bulu berang-berang memiliki ketebalakan dan kerapatan yang sagat tinggi. Seratnya terdiri dari bulu yang panjang-panjang, bahkan di bagian bawah kulit serat terdapat bulu halus. Karakteristik inilah yang membuat bulu berang-berang sangat hangat.
Kulit Alligator/Buaya
Ternyata hewan dengan punggung bergerigi ini dapat diambil kulitnya dan dijadikan produk fashion. Baik buaya air asin atau air tawar dapat diambil kulitnya untuk dijadikan bahan produk fashion. Namun, ada perbedaan di antara keduanya. Motif dari kulit buaya air asin lebih menonjol daripada buaya air tawar. Selain itu, Ukuran kulit buaya air asin juga lebih panjang.
Bahkan kulit pada aligator atau buaya memiliki pola khas yang sangat disukai pecinta fashion. Jika Anda melihat permukaan kulitnya dengan seksama, Anda akan melihat pola berbentuk kotak-kotak. Selain itu, di tiap kotak akan terlihat titik kecil atau yang disebut dengan folikel. Namun sayangnya, harga jaket dengan bahan kulit buaya sangat mahal. Bahkan harganya bisa berlipat dibandingkan dengan harga jaket dari kulit sapi maupun domba.
Hal ini juga disebabkan proses pengolahan kulit buaya yang juga tidak mudah. Walau demikian, banyak pecinta fashion yang menyukai kulit buaya. Hal ini karena kesan mewah sekaligus gagah yang ditampilkannya. Selain itu, tiap jaket dari kulit buaya pasti berbeda hasil akhirnya, walaupun dibuat oleh pengrajin yang sama. Hal ini karena tekstur kulit buaya yang juga berbeda-beda.
Baca Juga : Cara Merawat Jaket Kulit Agar Tetap Lemas
Kulit hewan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan jaket adalah kulit yang sama yang biasa digunakan untuk pembuatan sepatu, tas dan lain sebagainya. Hanya saja tentu untuk ketebalannya bahan yang digunakan untuk jaket tentu lebih tebal dibandingkan untuk tas, dompet maupun produk fashion lainnya. Namun, apapun jenis kulitnya, Anda harus dapat merawat dengan benar agar produk tersebut bisa awet dan tahan lama.
Jenis Kulit Hewan yang Dapat Dimanfaatkan Dalam Pembuatan Jaket Adalah
Domba merupakan jenis binatang yang paling populer digunakan sebagai bahan jaket. Bahkan kulit domba sering disebut sebagai bahan terbaik dari yang paling baik atau crème de la crème. Tentunya ada alasan atas pemberian gelar ini. Hal ini dikarenakan karakteristik dari kulit domba yang lembut dan ringan.
Dengan demikian jaket kulit yang menggunakan kulit domba akan terasa nyaman ketika digunakan karena lentur. Selain itu, jaket dengan kulit domba terlihat elegan serta tahan lama. Maka tidak heran jika banyak pengrajin jaket yang menggunakan bahan dari kulit domba. Selain itu, kulit domba juga sangat mudah ditemukan.
Kelebihan lain yang dimiliki jaket kulit domba dibandingkan jenis kulit lainnya adalah perawatannya yang mudah. Bahkan jika dibandingkan dengan kulit sapi, jaket kulit domba lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Pemakaian jaket kulit domba juga sangat fleksibel. Anda dapat menggunakannya baik di cuaca panas maupun dingin.
Baca Juga : Cara Membedakan Jaket Kulit Domba Asli dengan Imitasi
Contoh Kerajinan Kulit
Kulit hewan memang bisa dijadikan sebagai bahan baku kerajinan kulit. Mungkin Anda hanya tahu tas dan juga tas saja. Namun ada beberapa kerajinan lain selain tas dan jaket. Apa saja kerajinan kulit tersebut? Berikut adalah contohnya.
1. Bedug Kulit Sapi
Kulit sapi tak hanya bisa dijadikan bahan baku pembuatan aksesoris saja. Namun sampai saat ini kulit sapi menjadi salah satu bahan baku favorit dalam pembuatan bedug yang ada di masjid-masjid.
Memiliki sifat yang kuat dan tekstur lembut adalah alasan kenapa kulit sapi kerap dijadikan bahan baku pembuatan bedug. Selain itu warna kulit sapi yang berwarna putih sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan alat religi.
Banyak banget kulit hewan yang dijadikan bahan baku jaket. Setiap kulit hewan memiliki karakteristiknya tersendiri. Setiap karakteristik kulit tersebut sudah dijelaskan pada poin sebelumnya.
Contohnya adalah kulit buaya atau aligator memang kerap jadi bahan baku pembuatan jaket kulit. Meski memiliki harga yang terbilang tinggi. Namun peminat dari jaket kulit buaya sampai saat ini masih terus banyak.
3. Tas dan Dompet
Berikutnya adalah tas dan juga dompet dari kulit hewan. Beberapa kulit hewan memang bisa diolah menjadi kerajinan tas maupun dompet. Selain bersifat halus, kebanyakan kulit hewan juga memiliki daya tahan yang kuat.
4. Sepatu
Sepatu dari kulit juga sampai saat ini masih terus diproduksi. Sifatnya yang kuat dari kulit hewan adalah salah satu alasannya. Salah satu kulit hewan yang kerap digunakan untuk membuat sepatu adalah kulit sapi.
Tags: kerajinan bahan yang adalah kulit hewan