Hewan Laut yang Kulitnya Dapat Dijadikan Bahan Pembuat Kerajinan DIY
Sifat dan Karakteristik Bahan Kerajinan Dari Kulit Asli
Masyarakat memiliki alasan yang beragam dalam membeli produk kerajinan yang berasal dari kulit hewan. Salah satunya adalah daya tahan yang lama.
Pada dasarnya, daya tahan kulit hewan dipengaruhi oleh hewan itu sendiri. Semakin besar ukuran hewan, maka hasilnya akan semakin berat dan tebal. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang menggunakan kulit sapi dengan karakter kaku dan tebal. Selain itu, terdapat beberapa contoh kerajinan lain yang memiliki karakter tebal dan berat. Mulai dari ikat pinggang, sarung tangan, topi, tas, sepatu, sandal, dan dompet.
Tahan Panas
Jaket dengan bahan kulit, mampu atau tahan terhadap panas. Hal ini dikarenakan kulit bisa menahan panas dengan baik, sebab udara besar sudah berada di dalam material ini. Selain itu, udara sebagai konduktor yang panas dan buruk, membuat bahan kulit tahan terhadap panas.
Daya Regang Yang Bagus
Karakter dari kerajinan yang berbahan kulit adalah memiliki sifat merenggang yang baik. Selain itu, bahan ini juga tahan jika ditarik. Bahkan bahan kulit juga tahan terhadap abrasi mulai dari kondisi kering atau basah. Namun sebenarnya, semua itu tergantung dari jenis kulit hingga metode penyamakan.
Sifat Elastis Yang Baik
Sifat dari kulit sendiri cenderung elastis, atau hampir sama dengan plastik. Namun kulit sendiri juga bisa dibuat menjadi lentur atau menjadi keras. Hal seperti ini tergantung dari kemampuan air dalam membasahi benda padat (wettability) dari serat kulit. Namun pada dasarnya, hal ini dipengaruhi oleh metode penyamakan.
Tahan Bahan Kimia
Kulit sendiri mempunyai daya tahan terhadap api atau panas. Selain itu, kulit juga tahan dari asam lemah atau alkali lemah. Pada dasarnya, asam dan alkali yang kuat bisa membuat kualitas kulit menurun. Akan tetapi, jenis kulit terbaik tidak akan terpengaruh oleh asam dan alkali lemah.
Kerajinan Tangan dari Serat Hewan
Gambar Kerajinan dari Serat Hewan
awsimages.detik.net.id
Kalian pernah menjumpai tas mahal di atas? Ya, tas di atas adalah tas hasil kerajinan dari serat hewan buaya sebagai produk brand Hermes. Tas ini cukup fenomenal pasalnya dibuat dari kulit buaya yang dibuat tidak banyak sehingga harganya cukup fantastis.
Tas Hermes di atas merupakan salah satu dari sekian banyak kerajinan yang berasal dari serat hewan. Karena ada banyak kerajinan di bawah ini yang terbuat dari bahan dasar serat hewan.
Tidak hanya indah, tapi juga unik dan fungsional sekali. Sehingga, tidak jarang banyak orang yang sangat antusias mengenakan pakaian atau aksesoris dari kerajinan hewan, meskipun memang merogoh kocek lebih dalam.
Pengertian Kerajinan Kulit
Hal pertama yang akan kita bahas bersama adalah pengertian dari kerajinan kulit. Sama seperti namanya, kerajinan kulit adalah salah satu jenis kerajinan yang dibuat dengan bahan dasar kulit.
Beberapa kulit hewan yang kerap digunakan untuk pembuatan kerajinan kulit adalah seperti kulit ular, sapi, biawak, buaya, kambing, kerbau dan lain sebagainya.
Lalu hasil jadi dari kerajinan ini juga terbilang begitu beragam. Contohnya adalah tas, lukisan, sabuk, dompet, jaket, hiasan dinding dan lain sebagainya. Karena memiliki bahan baku yang terkadang begitu sulit didapatkan dan berkualitas tinggi.
Tentunya harga yang ditawarkan juga relatif tinggi dibandingkan dengan kerajinan dengan bahan baku lainnya. Di Indonesia sendiri juga sudah banyak pengrajin yang memanfaatkan kulit asli dari hewan guna produk kerajinan yang dibuatnya.
Kulit Alligator/Buaya
Ternyata hewan dengan punggung bergerigi ini dapat diambil kulitnya dan dijadikan produk fashion. Baik buaya air asin atau air tawar dapat diambil kulitnya untuk dijadikan bahan produk fashion. Namun, ada perbedaan di antara keduanya. Motif dari kulit buaya air asin lebih menonjol daripada buaya air tawar. Selain itu, Ukuran kulit buaya air asin juga lebih panjang.
Bahkan kulit pada aligator atau buaya memiliki pola khas yang sangat disukai pecinta fashion. Jika Anda melihat permukaan kulitnya dengan seksama, Anda akan melihat pola berbentuk kotak-kotak. Selain itu, di tiap kotak akan terlihat titik kecil atau yang disebut dengan folikel. Namun sayangnya, harga jaket dengan bahan kulit buaya sangat mahal. Bahkan harganya bisa berlipat dibandingkan dengan harga jaket dari kulit sapi maupun domba.
Hal ini juga disebabkan proses pengolahan kulit buaya yang juga tidak mudah. Walau demikian, banyak pecinta fashion yang menyukai kulit buaya. Hal ini karena kesan mewah sekaligus gagah yang ditampilkannya. Selain itu, tiap jaket dari kulit buaya pasti berbeda hasil akhirnya, walaupun dibuat oleh pengrajin yang sama. Hal ini karena tekstur kulit buaya yang juga berbeda-beda.
Baca Juga : Cara Merawat Jaket Kulit Agar Tetap Lemas
Kulit hewan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan jaket adalah kulit yang sama yang biasa digunakan untuk pembuatan sepatu, tas dan lain sebagainya. Hanya saja tentu untuk ketebalannya bahan yang digunakan untuk jaket tentu lebih tebal dibandingkan untuk tas, dompet maupun produk fashion lainnya. Namun, apapun jenis kulitnya, Anda harus dapat merawat dengan benar agar produk tersebut bisa awet dan tahan lama.
Kulit Bison
Di Indonesia, produksi jaket dari kulit bison memang sangat jarang ditemui. Hal ini dikarenakan hewan ini tidak terdapat di Indonesia sehingga harus impor. Hal ini membuat harga kulit bison menjadi mahal. Tetapi di tempat yang banyak berkembang hewan bison, produk dengan bahan kulit bison bisa dengan mudah ditemukan.
Namun, kulit bison sudah terkenal di dunia karena memiliki karakteristik yang hampir sama dengan kulit sapi. Bahkan bisa dikatakan lebih baik dari kulit sapi. Jika dilihat seksama, Anda akan melihat pola serat khas kulit yang terlihat alami. Selain itu, resistensi kulit bison terhadap debu dan cuaca juga sangat baik. Kebanyakan produk jaket yang menggunakan bahan kulit bison adalah jaket pemotor. Kulit bison juga lebih tebal dan alot sehingga lebih tahan lama.
Tags: kerajinan bahan yang adalah kulit hewan