Seni Kreatif di Tangan - Menggali Kecantikan dalam Industri Kerajinan
Sentra Kerajinan Batik Kayu, Krebet
Kalau batik biasa dikenal dengan teknik tulis dan cap pada media kain, beda halnya dengan kampung Krebet yang memproduksi kerajinan batik pada media kayu. Para pengrajin batik di Sendangsari, Pajangan, Bantul menggunakan media kayu untuk berkreasi sejak tahun 1970-an.
Beberapa motif batik yang di produksi di Kampung Krebet antara lain parangrusak, parangbarong, Kawung, garuda, Sidomukti, dan Sidorahayu.
Awalnya produk yang dihasilkan para pengrajin di Desa Wisata Krebet sebatas topeng dan wayang. Namun, para pengrajin berinovasi dan mampu menghasilkan berbagai macam produk lainnya.
Berbagai produk kerajinan yang dihasilkan oleh warga Krebet adalah lemari, asesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, dan hiasan batik kayu lainnya. Soal harga mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah.
Kantor Bappeda Bantul
Komplek Parasamya
Jl. RW. Monginsidi No.1, Bantul Kurahan, Bantul, Kec. Bantul Kab. Bantul, DI Yogyakarta 55711
Komite Ekonomi Kreatif Bantul
Jl. Prof. Dr. Supomo. Sh No.2 Bejen, Ringinharjo, Kec. Bantul Kab. Bantul, DI Yogyakarta 55712
Jenis industri [ sunting | sunting sumber ]
Bidang industri dibedakan menjadi dua, yaitu industri barang dan industri jasa. Industri barang merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan industri ini menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda motor, pupuk, dan obat-obatan. Sementara itu, industri jasa merupakan kegiatan ekonomi yang dengan cara memberikan pelayanan jasa. Contohnya: jasa transportasi seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, dan pelayaran. Perusahaan jasa ada juga yang membantu proses produksi. Contohnya, jasa bank dan pergudangan. Pelayanan jasa ada yang langsung ditujukan kepada para konsumen. Contohnya asuransi, kesehatan, penjahit, pengacara, salon kecantikan, dan tukang cukur.
Industri berawal dari pekerjaan tukang atau juru. Sesudah mata pencaharian hidup berpindah-pindah sebagai pemetik hasil bumi, pemburu, dan nelayan pada zaman purba, manusia tinggal menetap, membangun rumah, dan mengolah tanah dengan bertani, dan berkebun serta beternak. Kebutuhan mereka berkembang misalnya untuk mendapatkan alat pemetik hasil bumi, alat berburu, alat menangkap ikan, alat bertani, berkebun, alat untuk menambang sesuatu, bahkan alat untuk berperang serta alat-alat rumah tangga. Para tukang, dan juru timbul sebagai sumber alat-alat, dan barang-barang yang diperlukan itu. Dari situ mulailah berkembang kerajinan, dan pertukangan yang menghasilkan barang-barang kebutuhan. Untuk menjadi pengrajin, dan tukang yang baik diadakan pola pendidikan magang, dan untuk menjaga mutu hasil kerajinan, dan pertukangan di Eropa dibentuk berbagai gilda (perhimpunan tukang, dan juru sebagai cikal bakal berbagai asosiasi sekarang).
Pertambangan besi, dan baja mengalami kemajuan pesat pada abad pertengahan. Selanjutnya pertambangan bahan bakar seperti batu bara, minyak bumi, dan gas maju pesat pula. Kedua hal itu memacu kemajuan teknologi permesinan, dimulai dengan penemuan mesin uap yang selanjutnya membuka jalan pada pembuatan, dan perdagangan barang secara besar-besaran, dan massal pada akhir abad 18, dan awal abad 19. Mulanya timbul pabrik-pabrik tekstil (Lille, dan Manchester) dan kereta api, lalu industri baja (Essen) dan galangan kapal, pabrik mobil (Detroit), pabrik alumunium. Dari kebutuhan akan pewarnaan dalam pabrik-pabrik tekstil berkembang industri kimia, dan farmasi. Terjadilah Revolusi Industri.
Contoh Industri Kecil
1. Industri Makanan Dan Minuman
Industri makanan dan minuman adalah industri yang memproduksi dan memasarkan produk makanan dan minuman kepada konsumen.
Industri ini melibatkan berbagai jenis bisnis, mulai dari produksi bahan makanan dasar seperti tepung dan gula, hingga produksi makanan dan minuman jadi yang siap dikonsumsi.
Contoh industri kecil bidang makanan dan minuman dalam pembuatan roti, kue, makanan ringan, minuman ringan, jus buah, susu segar, yoghurt, dan sejenisnya.
Contoh produk makanan ringan yang populer di Indonesia diantaranya:
- Keripik singkong: keripik singkong adalah makanan ringan yang terbuat dari singkong yang diiris tipis dan digoreng hingga renyah.
- Kerupuk: kerupuk adalah makanan ringan yang terbuat dari bahan seperti tepung tapioka atau ikan yang digoreng hingga mengembang dan menjadi renyah.
- Emping: emping adalah makanan ringan yang terbuat dari biji melinjo yang diiris tipis dan digoreng hingga renyah.
- Dodol: dodol adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari ketan, gula, dan santan yang direbus hingga menjadi padat dan kental.
2. Industri Kerajinan
Industri Kerajinan adalah sektor industri yang memproduksi barang-barang yang dibuat secara manual dengan menggunakan keterampilan tangan dan alat tradisional maupun modern.
Produk-produk kerajinan dapat dihasilkan dari berbagai jenis bahan, seperti kain, kayu, logam, batu, kulit, dan sebagainya. Industri kerajinan memiliki nilai estetika, nilai seni, dan keunikan dalam setiap produknya.
Di Indonesia, terdapat berbagai jenis produk kerajinan yang dibuat oleh masyarakat dari berbagai daerah, di antaranya:
- Kerajinan kayu: Produk kayu yang diukir atau dibentuk secara manual, seperti patung, relief, topeng, dan lain-lain.
- Ukiran kayu: Ukiran yang dihasilkan dari kayu, seperti ukiran jepara, ukiran bali, dan lain-lain.
- Kerajinan perak: Produk perak yang dihasilkan dengan teknik manual, seperti gelang, anting, kalung, dan lain-lain.
- Anyaman: Produk yang dihasilkan dari teknik anyaman, seperti tas anyaman, keranjang anyaman, dan lain-lain.
- Patung: Patung yang dibuat dari berbagai jenis bahan, seperti kayu, logam, batu, dan sebagainya.
- Rotan: produk yang dibuat dari bahan dasar rotan yang diolah dan dijadikan berbagai macam bentuk dan fungsi, seperti kursi, meja, rak dsb.
Tags: kerajinan adalah industri