Seni Kreatif di Tangan - Menggali Kecantikan dalam Industri Kerajinan
Apa Itu Industri Kecil?
Biasanya, kita hanya memperhatikan industri skala besar yang sudah memiliki nama dan reputasi di masyarakat. Tanpa disadari, ada industri kecil yang juga ikut menopang ekonomi negara di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah.
Apakah Anda sudah memahami apa itu industri kecil? Menurut Departemen Industri dan Perdagangan, pengertian industri kecil adalah kegiatan usaha industri yang memiliki nilai investasi mencapai Rp200 juta (di luar bangunan, tanah, dan tempat usaha).
Bank Indonesia juga menyebutkan bahwa industri kecil merupakan industri yang memiliki nilai aset kurang dari Rp600 juta.
Sedangkan menurut Peraturan Menteri Nomor 64/MIND/PER 7/2016, industri kecil mempekerjakan paling banyak 20 orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi kurang dari Rp1 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha).
Sederhananya, industri yang memiliki aset di antara Rp200 juta hingga kurang dari Rp1 miliar, termasuk ke dalam industri kecil.
Di Indonesia, ada yang namanya industri kecil menengah. Umumnya, barang-barang yang diproduksi adalah jenis barang untuk kebutuhan sehari-hari. Industri ini memiliki kaitan dengan UKM atau usaha kecil menengah dan UMKM atau usaha menengah kecil mikro.
Sebab, UKM dan UMKM berperan untuk menyalurkan atau mendistribusikan barang-barang yang diproduksi oleh para pelaku di industri kecil. Tanpa adanya alur distribusi yang baik, besar kemungkinan para pelaku industri kecil tidak bisa memasarkan barang-barangnya.
Contoh Industri Kecil
Tahukah Anda, keberadaan industri kecil berperan penting untuk menjaga stabilitas ekonomi negara? Hal ini karena masyarakat adalah roda penggerak ekonomi.
Jika masyarakat tidak melakukan kegiatan ekonomi seperti membuka usaha dan lainnya, maka negara tidak memiliki kas yang cukup untuk dikelola. Sehingga nantinya kestabilan ekonomi bisa terganggu.
Lalu jenis usaha apa saja yang termasuk dalam kategori industri kecil ini? Berikut beberapa contoh industri kecil yang bisa Anda temukan di Indonesia:
1. Kerajinan Kayu
Contoh industri kecil yang pertama adalah kerajinan kayu. Sesuai nama usahanya, para pengrajin kayu memproduksi barang-barang yang terbuat dari kayu. Umumnya seperti meja, kursi, pahatan, dan masih banyak lagi.
2. Usaha Rumahan
Usaha rumahan juga termasuk contoh industri kecil yang sering ditemukan. Biasanya, pelaku usahanya adalah para ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha sendiri di rumah. Contohnya seperti, usaha kuliner, usaha warung sembako, usaha tekstil, dan usaha lainnya yang bisa dilakukan di rumah.
3. Kerajinan Seni Lukis
Sama seperti kerajinan kayu, para pegiat seni lukis menghasilkan karya lukisan yang bisa dipasarkan. Tidak sedikit dari mereka yang juga mengerjakan pahatan.
4. Kerajinan Anyaman
Jika Anda pernah mampir ke toko UKM atau UMKM, pasti Anda pernah melihat kerajinan anyaman. Usaha kerajinan anyaman juga merupakan salah satu contoh industri kecil yang sering ditemukan. Produk yang dihasilkan pun banyak. Ada tas, tikar, hiasan atau pajangan, kursi, dan masih banyak lagi.
5. Usaha Mainan
Contoh industri kecil selanjutnya adalah usaha mainan anak-anak. Namun bukan mainan yang dibuat secara massal oleh pabrik. Melainkan mainan yang dibuat oleh pengrajin. Ada boneka, mainan tradisional, mobil-mobilan, kuda-kudaan, dan lainnya.
Sentra Kerajinan Wayang Kulit, Pucung
Selama hampir 100 tahun Desa Pucung terkenal sebagai desa wayang kulit. Desa ini sudah resmi dinobatkan sebagai Sentra Kerajinan Wayang Kulit oleh pemerintah Kabupaten Bantul.
Desa wisata Pucung terletak di Kalurahan Wukirsari, hanya berjarak 2 km dari Makam Raja-Raja Imogiri. Selain keahlian penduduknya membuat wayang kulit, keindahan alamnya yang asri dengan suasana pedesaan juga menjadi daya tarik tersendiri.
Sejarah Pucung menjadi kampung pengrajin wayang kulit berawal dari mbah Atmo Karyo yang menjadi Lurah Dusun Pucung pada tahun 1917. Pada masa itu menjadi seorang Lurah harus mendapatkan pelatihan dari Panewu (Camat) yang memiliki hubungan langsung dengan keraton Jogja. Pelatihan mbah Atmo langsung dibina oleh Sultan Hamengkubuwono VII. Maka secara tidak langsung, mbah Atmo pun menĀjadi abdi dalem Keraton.
Mbah Atmo alias Mbah Glemboh kemudian diberi tugas Sultan untuk merawat dan menjaga wayang keraton. Saat itulah ia tertarik untuk membuat wayang kulit sendiri. Bersama dengan empat orang tetangganya: Mbah Reso Mbulu, Mbah Cermo, Mbah Karyo, dan Mbah Sumo, mbah Glemboh mulai belajar menatah wayang.
Mbah Glemboh awalnya hendak memperlihatkan hasil karyanya kepada Sultan. Namun di tengah perjalanan, BeĀlanda melihat hasil karya tersebut lalu membeli semuanya. Tambahan pula, pemilik salah satu toko batik terkenal yang kebetulan melihat, membawa wayang itu, kemudian membeli dan memajang wayang Mbah Glemboh di toko batiknya.
Dari sinilah wayang kulit mbah Glemboh semakin dikenal dan laris dibeli orang. Hingga kini, anak keturunan mbah Glemboh beserta segenap warga desa Pucung aktif memproduksi tatah sungging wayang.
Industri manufaktur dan jasa [ sunting | sunting sumber ]
Istilah manufaktur berasal dari dua kata bahasa latin, yaitu manus dan factus yang berarti manus adalah tangan dan factus adalah mengerjakan. Jadi manufaktur artinya mengerjakan dengan tangan atau proses pembuatan produk yang dikerjakan dengan tangan. Pengertian manufaktur sekarang adalah proses pembuatan produk dengan bantuan mesin dan pengontrolan bahkan dikerjakan secara automatis penuh, tetapi tetap melalui pengawasan secara manual. Contoh industri Manufaktur, yaitu: Industri semen, obat-obatan, otomotif, elektronika, pakaian, makanan & minuman, tekstil, sepatu, barang keperluan rumah tangga, dan lain lain.
Perbedaan industri manufaktur dan industri jasa [ sunting | sunting sumber ]
Perbedaan dasar antara industri manufaktur dan industri jasa seperti berikut:
- Industri manufaktur memiliki kemungkinan yang kecil dalam hal kontak langsung dengan konsumen karena aktivitas industri tersebut lebih banyak dilakukan dalam suatu pabrik sedangkan industri jasa memiliki pegawai khusus yang bertugas untuk melayani para konsumen.
- Industri manufaktur merupakan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi sehingga dapat digunakan oleh para konsumen dan masyarakat umum, sedangkan industri jasa yang menyediakan pelayanan jasa kepada konsumen yang membutuhkan.
- Produk dari industri manufaktur bersifat tahan lama dan bersifat fisik (memiliki wujud) sedangkan industri jasa tidak berwujud.
- Hasil keluaran (produk) dari industri manufaktur dapat disimpan dengan jangka waktu tertentu sedangkan hasil dari industri jasa hanya dapat dinikmati.
- Jangka waktu kerja industri manufaktur relatif lebih lama jika dibandingkan dengan industri jasa.
Ciri-ciri Industri Kecil
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa industri kecil adalah sebuah usaha atau industri yang dikembangkan atas sedikit orang dan memiliki nilai investasi kurang dari Rp1 miliar.
Selain itu, ada ciri-ciri industri kecil yang perlu Anda ketahui:
- Terkadang mengalami kesulitan untuk menembus pasar yang lebih luas karena kalah saing dengan produk dari industri besar yang memberikan kualitas terbaik.
- Teknologi yang digunakan oleh industri kecil cenderung terbatas dan tidak sedikit yang sudah ketinggalan zaman. Sehingga bisnisnya mudah disaingi oleh industri besar.
- Umumnya, kemampuan produksi dari industri kecil adalah terbatas. Sebab, umumnya para tenaga kerja yang ada adalah orang-orang sekitar tempat usaha atau para ibu rumah tangga yang memiliki waktu kosong.
- Karena tenaga kerja berasal dari orang-orang sekitar yang dilakukan dengan sistem self employment, maka tidak dibutuhkan keterampilan atau latar belakang pendidikan yang tinggi.
- Beberapa dari industri kecil rentan terhadap persaingan bisnis. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak memiliki sistem organisasi, pelaksanaan, dan kontrol yang baik.
Tags: kerajinan adalah industri