... 8 Jenis Hama yang Mengganggu Sarang Lebah dengan Benang: Panduan DIY untuk Melindungi Sarang Anda

Jenis Hama Membuat Benang yang Menyerang Sarang Lebah

Perbedaan sarang tawon dan lebah

Bila jenis hewan penghasil madu tak begitu berbahaya buat manusia, lain halnya dengan tawon yang membahayakan. Bila lebah bisa membangun sarangnya di sekitar rumah kita, tawon justru bisa membuatnya di rumah kita.

Untuk mengetahuinya, silakan cek apa ada rumah serangga dengan bentuk heksagonal di bagian dalam yang terbuat dari kertas dan menggantung di kayu atau bagian bangunan lain. Bila iya, ini tawon dan harus segera dibasmi sebab berbahaya.

Pembasmian tawon harus dilakukan oleh ahlinya, jasa pembasmi tawon. Tim Fumida yang sudah terlatih akan mengatasi masalah hama pengganggu ini dengan cepat dan tepat.

Anda bisa menghubungi kami di nomor 0822-1123-1123 atau 021-29049130.

Hama Pada Tanaman Kelengkeng

1. Trusuk

Gejala : Hama trusuk menyerang dengan membuat lubang dan masuk kedalam lubang batang pohon. Daun mengalami perubahan warna dari hijau hingga kuning yang membuat daun rontok dan cabang pohon mengering. Jika dibiarkan, hama trusuk dapat menyebabkan kematian.

Cara pengendalian : Olah tanah dengan memberikan pupuk organik yang dicampur dengan pupuk kimia dasar yang biasa dipakai. Atau anda bisa gunakan pestisida organik dengan cara menyemprotkan pestisida. Penyemprotan pestisida dianjurkan agar dilakukan sore hari.

2. Penggerek Batang (Zeuzeta Coffeae Neitner)

Gejala : Hama mengebor kulit hingga kambiun batang hingga menggerek bagian kambium. Jika hama penggerek sudah melingkari tanaman maka bisa menyebabkan tanaman mengering dan mati.

Cara pengendalian : Beri pupuk organik yang dicampur pupuk kimia dan disertai dengan pemberian pestisida dengan cara disemprotkan ke tanaman.

3. Penghisap Buah (Tessaratoma javanica)

Gejala : Hama merusak tanaman pada fase pembungaan dengan cara merusak bunga-bunga muncul. Biasanya kumbang berada disekitaran bunga, pada buah muda dan berkembang dibagian atas kelengkeng.

4. Kutu daun (Aphids)

Gejala : Biasanya kutu daun sering ditemukan di bawah daun karena hama ini tidak menyukai sinar matahari. Kutu menyerang daun muda atau daun pucuk sehingga merusak daun.

Cara Pengendalian : Kurangi pemberian pupuk N pada tanaman. Atau gunakan insektisida kimia yang berbahan aktif antara lain monokrotophos, profenofos, methidathion,malathion,phosphamidon.

5. Lalat Buah

Gejala : Lalat buah akan menusukan ovipositor kedalam buah kelengkeng hingga membuat buah busuk. Akan muncul titik hitam bekas tusukan pada buah.

Cara Pengendalian : Buang buah yang sudah terserang lalat buah. Lakukan pembungkusan buah atau pemasangan feromon trap (selambu).

Beberapa jenis dan ciri sarang lebah

Sebagaimana diketahui, jenis lebah di Indonesia ada banyak. Tapi, ada tiga jenis yang paling sering ditemui di sekitar kita bahkan ada yang membuat sarangnya di tempat tinggal kita. Tiga jenis itu yakni lebah kayu, madu, dan tanah (bumble bee).

Lebah kayu

Ini adalah salah satu jenis serangga yang tidak hidup berkoloni. Sesuai dengan namanya, hewan ini membangun sarang dengan melubangi kayu. Biasanya, saat membuat sarangnya mereka mengeluarkan suara berdengung dan cukup mengganggu.

Hewan ini memang jarang menyengat. Tapi efek negatifnya adalah bisa merusak struktur kayu pada bangunan rumah Anda. Meski tidak makan kayu, bagian dalamnya bisa rusak karena dilubangi untuk dijadikan rumah.

Lebah tanah (bumble bee)

Selanjutnya adalah lebah tanah yang sarangnya memang terbentuk di dalam tanah. Mereka biasanya memanfaatkan rongga bangunan atau lubang yang sudah dibuat oleh hewan lain.

Jadi, bila dibiarkan juga akan membahayakan struktur bangunan dan cenderung merugikan.

Lebah madu

Kalau jenis yang satu ini tipenya ada banyak di Indonesia. Warnanya ada yang hitam, kuning, oranye, hingga cokelat. Ini merupakan sejenis serangga yang tidak membuat masalah karena selain tidak menyengat, sarangnya juga bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Meski begitu, saat sarangnya diganggu atau diancam manusia, mereka akan segera bertindak. Bersama koloninya yang berjumlah banyak, mereka pun akan melakukan tindakan pertahanan bahkan penyerangan kepada si pengganggu.

Biasanya, hewan ini membangun sarang di dahan pohon atau pepohonan yang dekat sekali dengan taman bunga. Sebab dari bungalah mereka mendapatkan nektar untuk menghasilkan madu.

Tutorial Lengkap: Cara Lebah Madu Membuat Sarang yang Efektif dan Efisien

Sebelum kita mempelajari cara lebah madu membuat sarang, akan lebih baik jika kita memahami sedikit tentang kehidupan dan perilaku lebah madu. Lebah madu atau Apis mellifera adalah serangga yang hidup secara sosial dan dikenal karena kemampuan mereka dalam memproduksi madu. Mereka tinggal dalam koloni yang terdiri dari satu ratu, ribuan pekerja, dan beberapa pejantan. Setiap anggota koloni memiliki peran dan tanggung jawabnya sendiri untuk mempertahankan dan mengurus sarang

Bagaimana sebenarnya lebah madu membuat sarangnya? Proses ini dimulai ketika lebah pekerja yang sudah berusia 12-18 hari mulai mengeluarkan kelenjar lilin di bagian belakang tubuh mereka. Kelenjar ini menghasilkan lilin dalam bentuk kerucut kecil yang disebut sisir lilin. Kemudian, lebah pekerja mengunyah sisir lilin ini dan menggigit-gigitnya dengan rahang mereka untuk membentuk bentuk sarang yang kami kenal. Selama proses ini, mereka tidak hanya berkoordinasi dan bekerja sama dengan lebah-lebah lainnya, tetapi juga menggunakan patokan visual dan bau untuk membantu mereka membangun sarang yang sempurna

Penyakit Pada Tanaman Kelengkeng

1. Akar Putih (Rigidoporus lignosus)

Gejala : adanya perubahan pada daun, daun berwarna kusam dan terlihat leih tebal. Selanjutnya daun akan menguning dan rontok serta ranting-ranting pohon mati. Lama-kelamaan pohon akan roboh karena akarnya membusuk.

Ciri-Ciri : Ketika tanaman kelengkeng dibuka, akan terlihat benang-benang putih seperti jala yang menempel pada akar.

Cara Pengendalian : Buat parit galian di sekeliling tanaman yang terserang untuk memotong persebaran jamur didalam tanah agar tidak menyebar ke tanaman lain. Jika tanaman sudah terserang berat, maka anda bisa cabut tanaman dan taburkan antagonis Trichoderma harzianum kedalam lubang untuk mencegah penyebaran jamur.

2. Bercak Daun (Pestalotia sp)

Gejala : Menyerang daun hingga daun memiliki bentuk tidak beraturan, bercak dimulai dari tepi daun yang menjalar menuju tulang daun. Bercak berwarna coklat tua dengan tepi kehitaman dan berwarna kuning. Daun yang terserang penyakit ini reasa rapuh ketika diremas.

Cara Pengendalian : Lakukan pembersihan area tanaman dari gulma dan kotoran. Kurangi kelembapan di area tanaman dengan melakukan pemangkasan pohon utama dan tanaman peneduh. Atau anda bisa lakukan penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif klorotalonil.

3. Jamur Upas (Corticium salmonicolor)

Gejala : Terdapat benang putih seperti jaring laba-laba pada batang yang terserang, selanjutnya berubah menjadi kerak berwarna merah jambu dan akhirnya membusukkan jaringan batang dibawahnya. Selain itu, cabang atau batang yang membusuk akan mudah patah sehingga infeksi dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman.

Cara Pengendalian : Lakukan pengamatan intensif pada tanaman yang terserang, pemangkasan batang yang terserang kemudian membakarnya. Fungisida yang dianjurkan adalah yang memiliki kandungan bahan aktif copper.


Tags: benang yang membuat adalah jenis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia