Jenis Kayu yang Cocok untuk Ukiran - Memahami Pembagian dan Pilihan Terbaik
Mengenal Kayu
Kita akan terlebih dahulu berkenalan dengan material kayu. Kayu merupakan suatu material alam yang banyak digunakan buat konstruksi sebuah bangunan. Jenis kayu pun saat ini ada banyak sekali dan pada setiap jenisnya punya karakteristik serat, kadar air, keawetan, keindahan dan tingkat kekuatan yang berbeda.
Maka dari itulah kita wajib sekali untuk mengetahui bagaimana karakteristik sebuah jenis kayu sebelum membelinya. Kalau kita salah dalam mengerti karakteristik sebuah kayu, maka penggunaannya nanti tidak akan efektif. Kalau Anda ingin mempelajari lebih lanjut mengenai karakteristik kayu maka saya akan bantu.
Hal ini tentu saja bisa berakihat harga kayu jadi mahal di Indonesia Apalagi kalau kayu itu merupakan jenis kayu langka yang paling bagus terbaik dan terkuat. Umumnya kayu langka seperti ini memang akan diburu, bahkan sampai keluar negeri, dan harganya bisa jadi termahal kalau di ekspor ke Eropa atau Amerika.
Balik lagi ke jenis kayu, maka kita akan melihat adanya perbedaan jenis kayu kelas 1, kayu kelas 2, kelas 3, kelas 4 dan kelas 5. Dalam kelima kelas ini akan dibedakan lagi menjadi tingakt kelas berbeda, antara lain adalah perbedaan kelas dengan tingkat keawetan, tingkat kekuatan sampai dengan tingkat pemakaiannya.
Perbedaan kelas inilah juga yang akan membedakan karakteristik seperti tingkat keras, tahan air, anti rayap, ringan, olahan, lunak, solid, lentur, empuk dll dalam suatu jenisnya.
Nantinya kalau memilih kayu, juga harus melihat apakah kayu itu warna merah, hitam, putih, ungu atau warna lain. Setiap warna juga punya karakteristik berbeda. Sebelum kita mengetahui apa saja jenis kayu, ada baiknya kita mengetahui manfaat kayu untuk kehidupan manusia terlebih dahulu.
Jenis-Jenis Seni Kriya
Indonesia memiliki beragam bentuk dan jenis seni kriya yang dikerjakan dengan teknik dan anke bahan untuk membuatnya. Dari beragam bentuk hasil karya seni kriya di nusantara ada yang masih menggunakan hiasan atau ornamen tradisional daerah dan ada pula yang sudah memakai gaya meodern mengikuti perkembangan pasar. Berikut ini jenis-jenis seni kriya Nusantara berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuatnya, antara lain,
a. Seni Kriya Kayu
Kriya kayu merupakan salah satu jenis seni kriya/ kerajinan yang dalam pengerjaannya selalu menggabungkan antara nilai kegunaan atau fungsi sekaligus nilai keindahan/ hias menggunakan bahan dari kayu. Pembuatan seni kriya kayu dapat dikerjakan dengan berbagai teknik seperti teknik pahat, ukir, dan lain-lain. Jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk membuat karya seni kriya sangat beragam. Seni kriya kayu umumnya menggunakan bahan kayu keras seperti kayu jati, jayu mahoni, kayu akasia dan lain-lain. Hasil karya seni kriya kayu diantaranya seperti patung, topeng, wayang golek, furnitur, dan hiasan ukir-
ukiran.
b. Seni Kriya Tekstil
Seni kriya tekstil adalah salah satu jenis kriya dengan bahan dasarnya berupa kain. Istilah tekstil memiliki lingkup yang luas dan mencakup bermacam-macam aneka jenis kain yang pembuatannya pembuatannya dilakukan dengan cara diikat, dipres, ditenun, dan masih banyak teknik pembuatankarya seni kriya menggunakan kain. Umumnya kain terbuat dari serat yang diputar atau dipilin agar menghasilkan benang yang panjang, selanjutnya dirajut atau ditenun agar menghasilkan kain berupa barang jadi. Jenis karya seni kriya tektil nusantara dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu kriya tenun dan kriya batik.
c. Seni Kriya Keramik
Seni kriya keramik adalah salah satu jenis seni kriya dari bahan tanah liat yang dibakar untuk menghasilkan beragam benda fungsional maupun benda estetis. Pembuatan seni kriya keramik dapat dikerjakan dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, atau teknik cetak tuang. Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik diantaranya adalah daerah bandung, jepara, cirebon, banjarnegara, malang, purwerejo, jogyakarta, banjar negara, dan sulawesi selatan.
Tags: yang untuk kayu jenis ukiran digunakan yaitu