... Jenis Kayu untuk Ukiran: Perbedaan, Keunggulan, dan Kegunaannya - Panduan DIY

Jenis Kayu yang Cocok untuk Ukiran - Memahami Pembagian dan Pilihan Terbaik

Berbagai Macam Jenis Amplas Berdasarkan Jenisnya

Amplas adalah salah satu alat penting yang terlihat sepele tetapi sangat berfungsi untuk memerikan penampilan yang halus dan rata. Cara aplikasi amplas pun berbeda-beda tergantung media yang akan diamplas.

Misalnya saja Anda akan melakukan pengamplasan pada permukaan yang luas dan rata maka dibutuhkan balok untuk pengamplasan agar tekanannya sama. Terkadang untuk bidang yang luas membutuhkan alat grinda untuk mempercepat proses pengamplasan.

Macam-macam amplas yang peru Anda ketahui berdasarkan jenisnya ini bisa Anda lihat dalam pembagian berikut:

  1. Nomor, ukuran kepadatan pasir pada amplas atau besar kecilnya pasir bsia dilihat dari nomor amplas. Jika pada nomor amplas tertera nomor kecil seperti 180 maka tingkat kekasaran amplas cukup tinggi. Sedangkan semakin besar angkanya seperti 400 maka tingkat kehalusan amplas sangat tinggi. Amplas kasar dengan nomor kecil biasanya digunakan untuk permukaan yang masih kasar atau untuk mengamplas dempul. Sedangkan amplas bernomor besar biasanya untuk mengamplas permukaan yang sudah dicat.
  2. Fungsi, berdasarkan fungsinya amplas dibagi menjadi dua yaitu amplas logam/ besi dan amplas kayu. Fungsi ini digunakan sesuai dengan materialnya untuk amplas logam atau besi bisanya terbuat dari silicon carbide sehingga sangat kasar dan kuat bahkan digunakan untuk mengamplas kerak besi atau karat. Sedangkan untuk amplas kayu terbuat dari bahan alumunium oxide yang tidak mudah aus dan dan digunakan untuk mengamplas permukaan cat keras seperti pada kayu.
  3. Aplikasi, jenis amplas yang digunakan untuk proses aplikasi adalah amplas basah dan amplas kering. Jika kayu biasanya digunakan amplas kering karena kayu sudah memiliki MC level yang standar sehingga tidak mungkin untuk diberikan air. Sedangkan untuk amplas basah biasanya digunakan untuk benda logam.
Jenis-Jenis Seni Kriya

Indonesia memiliki beragam bentuk dan jenis seni kriya yang dikerjakan dengan teknik dan anke bahan untuk membuatnya. Dari beragam bentuk hasil karya seni kriya di nusantara ada yang masih menggunakan hiasan atau ornamen tradisional daerah dan ada pula yang sudah memakai gaya meodern mengikuti perkembangan pasar. Berikut ini jenis-jenis seni kriya Nusantara berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuatnya, antara lain,

a. Seni Kriya Kayu
Kriya kayu merupakan salah satu jenis seni kriya/ kerajinan yang dalam pengerjaannya selalu menggabungkan antara nilai kegunaan atau fungsi sekaligus nilai keindahan/ hias menggunakan bahan dari kayu. Pembuatan seni kriya kayu dapat dikerjakan dengan berbagai teknik seperti teknik pahat, ukir, dan lain-lain. Jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk membuat karya seni kriya sangat beragam. Seni kriya kayu umumnya menggunakan bahan kayu keras seperti kayu jati, jayu mahoni, kayu akasia dan lain-lain. Hasil karya seni kriya kayu diantaranya seperti patung, topeng, wayang golek, furnitur, dan hiasan ukir-
ukiran.

b. Seni Kriya Tekstil
Seni kriya tekstil adalah salah satu jenis kriya dengan bahan dasarnya berupa kain. Istilah tekstil memiliki lingkup yang luas dan mencakup bermacam-macam aneka jenis kain yang pembuatannya pembuatannya dilakukan dengan cara diikat, dipres, ditenun, dan masih banyak teknik pembuatankarya seni kriya menggunakan kain. Umumnya kain terbuat dari serat yang diputar atau dipilin agar menghasilkan benang yang panjang, selanjutnya dirajut atau ditenun agar menghasilkan kain berupa barang jadi. Jenis karya seni kriya tektil nusantara dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu kriya tenun dan kriya batik.

c. Seni Kriya Keramik
Seni kriya keramik adalah salah satu jenis seni kriya dari bahan tanah liat yang dibakar untuk menghasilkan beragam benda fungsional maupun benda estetis. Pembuatan seni kriya keramik dapat dikerjakan dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, atau teknik cetak tuang. Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik diantaranya adalah daerah bandung, jepara, cirebon, banjarnegara, malang, purwerejo, jogyakarta, banjar negara, dan sulawesi selatan.

Cara Menggunakan Amplas Sesuai Kebutuhan

Jika Anda sudah mendapatkan jenis amplas yang diinginkan kemudian bagaimana cara menggunakan amplas dengan mudah? Apakah ada teknik tertentu dalam pengemplasan? berikut ini beberapa tips dalam pengamplasan untuk mendapatkan hasil yang halus dan rata:

Lakukan Finishing dengan Cat yang Tepat untuk Hasil Halus

Di Indonesia Anda bisa mendapatkan produk water based dalam merk Biovarnish. Cat kayu Biovanrish akan menghasilkan finishing yang halus dan rata apabila Anda menggunakan tiga produk Biovanrish Wood Filler, Biovarnish Wood Stain dan Biovarnish Clear Coat.

Proses aplikasi cat kayu Biovarnish ini sangat mudah, Anda dapat menggunakan kuas dan bahan cat dapat dicampur dengan air bersih. Proses kering cat kayu Biovarnish tidak menghabiskan waktu yang lama cukup 60 menit saja bahkan tidak perlu dijemur pada panas matahari. Kecepatan kering ini dipengaruhi oleh bahan pelarut air yang sangat mudah menguap dan dapat keirng sempurna walaupun tanpa panas matahari.

Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya

a. Seni Kriya Ukir atau Seni Kriya Pahat
Jenis, bahan, bentuk dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran
dan aneka kerajinan lainnya. Selain menggunakan kayu, seni pahat juga menggunakan aneka logam, batu, serta tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya. Bali merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan seni pahat yang berupa patung, ukiran hingga berbagai macam barang kerajinan lainnya, salah sat hasil pahat dari bali adalah patung arca dengan bahan baku batu andesit.

b. Seni Kriya Batik
Proses pembuatan kain batik bisa dilakukan dengan berbagai macam tekhnik diantaranya adalah teknik cap, tulis, ikat celup dan teknik lukis. Teknik batik tulis adalah salah satu teknik membantik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain di pulau jawa, batik juga terdapat di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Bali. Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak batik jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna yang beragam.

c. Seni Kriya Tenun
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di dunia terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. Tenun terdiri dari dua jenis yaitu tenun songket, dan tenun ikat. Perbedaannya ada pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Tenun songket berupa benang perak, emas atau benang sutra. Daerah-daerah di Indonesia terkenal dengan penghasil tenun ikat adalah aceh, sulawesi tengah, bali, sumatra utara, toraja (sulawesi selatan), NTT, kalimantan timur, flores, dan kalimantan bvarat. Sedangkan daerah penghasil tenun songket adalah sumatra barat, aceh, riau, sumatra utara, lombok, palembang, sumatra barat, nusa tenggara dan maluku.

d. Seni Kriya Anyaman
Seni kriya anyaman adalah tehnik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk yang tindih- menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat pakat dan lungsen dengan pola tertentu. Bahan-bahan yang digunakan dalam seni kriya anyaman adalah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng gondok, kertas, plastik, dan tali. Pusat kerajinan anyaman yaitu di Bali, Sulawesi, Tasikmalaya, Kalimantan dan Papua.


Tags: yang untuk kayu jenis ukiran digunakan yaitu

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia