... Panduan Praktis: Cara Membuat dan Memakai Kain Tenun Alor di Rumah

Kain Tenun Alor - Memelihara Warisan Budaya Melalui Kerajinan Menjahit Sendiri

Mama Sariat dan Pewarna Alami

Di tanah Alor, tenun ikat adalah pusaka leluhur. Proses tenun dan motifnya merupakan bagian dari warisan nusantara. Tak terkecuali warna khas dari kain tenunnya. Sebagian pembuat kain tenun menggunakan pewarna alam dan hal ini pulalah yang dilakukan oleh Mama Sariat. Hebatnya lagi, semua pewarna kain Mama Sariat buat sendiri. Dengan sangat baik ia memanfaatkan kekayaan sumber daya alam tanah kelahirannya untuk membuat karya seni tenun ikat.

Contoh Tenun Alor dalam bentuk syal

Contoh kain untuk bahan baju. Fokus ke kainnya aja ya, jangan ke orangnya

Tapi tahukah kalian kalau ada proses yang cukup panjang sebelum benang-benang itu menjadi kain berwarna? Mama Sariat menjelaskan kalau setiap paginya, sebelum memulai untuk mewarnai benang atau menenun, Mama Sariat bersama warga Desa Alor Besar lainnya akan pergi ke halaman belakang rumah Mama Sariat untuk mengambil kapas yang ia tanam sendiri. Kapas yang sudah diambil kemudian diproses, mulai dari memisahkan biji kapas (kapas akan dimasukkan ke dalam alat seperti alat pemeras tebu), lalu kapas dihaluskan dengan busur dan barulah dipintal menjadi benang. Semua proses itu masih menggunakan alat tradisional.

Bahkan bukan hanya kapas saja yang ia tanam sendiri, tapi bahan-bahan alami untuk mewarnai benang pun ia tanam sendiri juga. Seperti mengkudu untuk memberikan warna coklat, pinang untuk memberi warna oranye, kunyit untuk memberi warna kuning, semua bisa kalian temukan di halaman belakang rumahnya.

“Saat sebagian warga sedang memintal atau menenun, biasanya saat itulah saya bereksperimen untuk menciptakan bahan pewarna alami.” Jelas Mama Sariat. Seperti untuk menciptakan warna coklat contohnya. Mama Sariat memberi contoh dengan mengambil akar Mengkudu dan kemudian membersihkan akar tersebut. Saat sudah dianggap bersih, Mama Sariat memotongnya menjadi beberapa bagian kecil untuk selanjutnya ditumbuk. Ketika sudah menjadi butiran-butiran halus, butiran-butiran itu ia rebus hingga menyatu dengan air dan warnanya keluar. Barulah saat itu benang ia rendam selama beberapa hari agar warnanya benar-benar menempel pada benang.

Kesan Pertama

Pertama jumpa dengan Mama Sariat untuk menawar harga kain yang ingin saya beli, jujur saya takut. Wanita ini terlihat begitu gagah dan menyeramkan bagi saya. Tatapan matanya begitu tajam. Dengan santainya ia duduk di atas kursi bambu dengan puluhan kain yang baru saja selesai ditenun. Bibir dan giginya begitu merah akibat sirih pinang yang kerap dikonsumsinya dan tangan kanannya asyik memegang sebatang rokok yang sesekali dihisapnya.

Usai keberanian terkumpul, saya pun menghampirinya dan bertanya, “Mama, harga kain ini bisa turun kan? 1,2 juta boleh?”

Ini dia Mama Sariat

Kain pertama yang berhasil ditawar

Tanpa banyak basa-basi, ia pun menganggukkan kepala dan kemudian berkata, “Tolong kasih adik ini plastik untuk dia taruh kain yang dia beli ini.”

Taman Laut Pantar

Kawasan desa yang satu ini memiliki konsep yang sama dengan desa wisata di Bali, Desa Wisata Kasongan, Desa Wisata Brayut. Jika kita berkunjung ke Desa Takpala maka kita akan disambut dengan keindahan dan kearifan khas penduduk Alor. Disini kita bisa melihat bagaimana bentuk bangunan yang ada serta kegiatan sehari-hari yang bisa kita amati. Selain itu kita juga bisa berpartisipasi dan ikut dalam kegiatan yang mereka lalukan.

Seperti kita bisa ikut menari, atau ikut belajar menenun. Yups, bagi kalian yang menyenangi kain tenun, terutama para wanita. Berkunjung kesini akan sangat menarik. Hal ini dikarenakan kain tenun Alor ini merupakan salah satu kain tenun yang sangat indah dan terbaik. Jadi kalian bisa berkunjung sembari berbelanja dan membeli beberapa kain tenun. Pastinya hal tersebut akan sangat menyenangkan. Untuk dapat menemukan desa Takpala sendiri bukanlah sebuah hal yang susah. Desa yang satu ini terletak di Desa lembur Barat. Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor. Nusa Tenggara Timur.

Kerajinan Tenun: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya

Sejumlah perempuan menenun di baawah rumah Desa Gumananon, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah. Sulawesi Tenggara. Desa Gumananon menjadi tempat warisan leluhur turun temurun terkait tenun Kamohu. (Dok. KemenKopUKM)

Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Kerajinan tenun menjadi salah satu kekayaan budaya, berupa kerajinan tangan, yang dimiliki Indonesia. Apa itu kerajinan tenun?


Tags: tenun

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia