Keajaiban Kain Tenun Baduy - Seni Jarum dan Kerajinan DIY
1. Pakaian Adat Kaum Laki-Laki Suku Baduy Dalam
Foto: Factsofindonesia.com/baduy-tribe
Kaum laki-laki suku Baduy Dalam memakai baju lengan panjang berwarna serba putih.
Karena warnanya putih dan cara memakainya hanya disangsangkan atau dilekatkan di badan, sehingga baju ini disebut jamang sangsang.
Desainnya sangat sederhana, hanya dilubangi pada bagian leher sampai dada, tidak memakai kerah, tidak memakai kancing, dan tidak dilengkapi kantong baju.
Dalam pembuatannya pun wajib menggunakan tangan, tidak boleh dijahit dengan mesin, serta bahan dasarnya harus terbuat dari kapas asli yang ditenun.
Bagian bawah memakai kain serupa sarung berwarna biru kehitam-hitaman yang hanya dililitkan pada pinggang.
Agar kuat dan tidak melorot, sarung diikat dengan selembar kain. Mereka tidak memakai celana, karena dianggap barang tabu.
Kaum laki-laki Baduy dalam mengenakan ikat kepala berwarna putih yang berfungsi sebagai penutup rambut yang panjang.
Selain itu, dilengkapi dengan selendang yang dikenakan pada leher.
Warna pakaian Baduy Dalam yang serba putih melambangkan kehidupan mereka yang masih suci dan belum terpengaruh budaya luar.
Varian Kain Tenun Baduy
Dirujuk dari laman Pemprov Banten, terdapat dua pakem turun-temurun dari kain tenun, yakni kain sarung atau disebut dengan samping, dan tenunan bodasan atau disebut juga dengan boeh.
Sarung atau samping umumnya berwarna dasar hitam atau biru tua. Kain tenun samping dijahit menjadi sarung atau kulot, semacam rok pada wanita. Sedangkan tenunan bodasan atau boeh merupakan tenunan putih polos yang biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat baju, ikat kepala (laki-laki), atau selendang.
Warna putih merupakan kain khas dari Baduy Dalam, sedangkan hitam dengan kombinasi biru merupakan khas Baduy Luar. Makna putih artinya suci dengan adat yang masih belum tercampur dengan dunia luar.
Untuk teksturnya, kain tenun Baduy cukup kasar dengan motif sederhana. Namun saat ini, masyarakat sudah mulai berinovasi dengan membuat varian warna lain dan dijadikan berbagai bentuk seperti ikat kepala, pakaian adat, hingga kain untuk hiasan perabotan rumah seperti taplak meja.
Motif Kain Tenun Baduy
Untuk motif kain tenun Baduy, didasari dengan pola geometris yang sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang dahulu. Dari situ kemudian dikembangkan menjadi beberapa pola cantik seperti garis berbentuk kait, spiral atau pilin, garis lurus, segitiga, segi empat, bulatan, dan masih banyak lainnya.
Disebutkan jika masing-masing motif tersebut memiliki makna mendalam tentang kehidupan sosial masyarakat Baduy terkait ketuhanan, yakni nilai kepercayaan, keberadaan, keagungan, dan kebesaran (Tuhan) sebagai pencipta kehidupan.
Warna pakem dari kain tenun buatan masyarakat Baduy, yakni putih dan hitam dengan kombinasi biru, dengan garis-garis kecil warna biru terang, atau motif kotak-kotak tipis atau hanya bermotif polos.
Tags: tenun