Kain Tenun Bali - Keindahan dan Kreativitas dalam Seni Menjahit dan DIY
Ragam Motif Kain Tenun Endek Khas Bali
Kain Endek khas Bali memiliki motif yang beragam. Beberapa diantaranya bahkan dianggap sakral, seperti motif patra atau ancak saji yang hanya dipergunakan saat upacara agama.
Seiring dengan berjalannya waktu, motif Endek semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman. Bahkan saat ini, Kain Tenun Endek juga bisa divariasikan dengan kain jenis lainnya untuk menghasilkan busana yang indah.
Adapun ragam motif dari Kain Endek khas Bali mengadaptasi keindahan alam seperti daun dan bunga. Ada juga motif yang menggambarkan keindahan fauna seperti burung dan ikan. Selain itu, ada motif figuratif, dekoratif, wayang dan geometris yang dibentuk dari perbaduan garis dan dekorasi yang unik.
Memang yaa, alam adalah sumber inspirasi bagi sebuah karya seni.
Selain ragam motif tersebut, Pelangi Traditional Weaving ini juga menerima pesanan sesuai motif dari pelanggan. Bahkan saat kami berkunjung, ada yang memesan motif Harley Davidson, Hehehe.
Macam-Macam Motif Kain Khas Bali
Bukan hanya dianugerahi potensi alam, terutama deretan pantai Bali yang indah, Bali juga dianugerahi warisan budaya yang kaya.
Salah satunya bentuknya adalah kain khas Bali.
Setiap jenis kain khas Bali, memiliki motif yang berbeda-beda yang biasanya terinspirasi dari kondisi setiap daerahnya.
Bagi Moms yang sedang mencari kain khas Bali, berikut ini beberapa motifnya yang cukup populer.
1. Kain Endek
Foto: Motif Endek Patra Kain Khas Bali (Orami Photo Stock)Memiliki ciri khas dari motif, corak, dan warna yang digunakan, kain tenun endek sempat menarik perhatian Christian Dior dalam koleksi terbaru Spring/Summer 2021.
Kain endek merupakan kain tenun khas Bali yang umumnya digunakan untuk upacara adat dan keagamaan di Bali.
Kain khas Bali ini memiliki makna yang berbeda pada setiap simbolnya.
Motif tertentu juga hanya bisa digunakan oleh kaum raja atau bangsawan.
Motif seperti encak saji dan motif patra menunjukkan rasa hormat kepada Sang Pencipta, sehingga hanya boleh digunakan dalam acara keagamaan saja.
Sementara, motif-motif yang bersumber dari alam seperti flora dan fauna, biasa digunakan saat kegiatan sosial atau aktivitas sehari-hari.
Ada pula motif yang bersumber dari tokoh pewayangan mitologi Bali.
Jika tertarik membeli kain ini bisa mengunjungi Desa Sidemen di Karangasem yang merupakan desa penghasil tenun endek atau belanja di spot oleh-oleh di Kabupaten Klungkung.
2. Kain Gringsing
Foto: Motif Gringsing Kain Khas Bali (Orami Photo Stock)Kain gringsing merupakan satu-satunya kain tenun khas Indonesia yang dibuat menggunakan teknik dobel ikat.
6 Kain Khas Bali
1. Endek
Endek adalah salah satu jenis kain tradisional Bali yang terbuat dari serat kapas dan dicelup dengan menggunakan pewarna alami dari daun mengkudu, kulit kayu, dan rempah-rempah. Endek memiliki ragam corak yang khas dan mendalam maknanya.
Kain ini berasal dari daerah Tenganan, Karangasem, Bali. Endek dianggap sebagai kain suci yang memiliki kekuatan magis dan biasanya digunakan pada upacara-upacara adat tertentu.
Fun fact: Endek pernah dipakai dalam salah satu koleksi Dior untuk Paris Fashion Week tahun 2011.2. Songket Bali
Songket Bali adalah salah satu jenis kain tenun khas Bali yang terbuat dari benang emas atau perak. Corak pada songket berasal dari teknik tenun ulir dengan benang logam yang disisipkan pada benang dasarnya.
Songket Bali memiliki keindahan yang memukau dan dihargai tinggi karena keunikan teknik tenunnya. Kain ini sering dipakai dalam acara-acara resmi, upacara adat, maupun sebagai bahan untuk pembuatan pakaian tradisional Bali seperti kebaya Bali.
Fun fact: Songket Bali pernah dipakai dalam pakaian resmi Presiden Joko Widodo saat menghadiri upacara kebesaran di Keraton Yogyakarta.
3. Batik Bali
Batik Bali adalah salah satu jenis kain batik yang berasal dari Bali dan memiliki ciri khas corak geometris yang unik dan berbeda dari batik Jawa. Kain ini terbuat dari bahan katun atau sutra dengan teknik menerapkan malam pada bagian tertentu untuk menghasilkan pola tertentu.
Makna Motif Tenun Endek
Kain mempunyai peranan penting selain sebagai penutup tubuh semata. Kain tenun endek juga dipakai dalam upacara-upacara adat dan keagamaan. Sehingga motif-motif tenun mempunyai fungsi dan makna tertentu. Misalnya seperti yang disimbolkan pada siklus hidup masyarakat Bali
Kain Tenun Endek selain dipergunakan sebagai pakaian juga dapat dipergunakan sebagai simbol ikatan tali persaudaraan (menyama braya) dan cindera mata kepada teman maupun kerabat. Bahkan dalam lingkungan masyarakat sekitar kain tenun ini juga dipinjamkan antar tetangga. Sebagai catatan benda lain yang umum untuk pinjam meminjam dalam masyarakat Bali hanyalah kemben.
Masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang taat dalam menjalankan ibadahnya. Upacara-upacara rutin dilakukan sepanjang hari dari matahari muncul sampai tenggelam. Sebagaimana diketahui, terdapat 5 jenis upacara keagamaan penting di Bali, atau sering disebut sebagai Panca Yadnya. Yaitu: Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya dan Butha Yadnya.
Dewa Yadnya adalah upacara-upacara kepada manifestasi Tuhan. Pitra Yadnya adalah upacara untuk roh leluhur, baik berupa kematian maupun penyucian. Manusa Yadnya adalah upacara siklus hidup manusia dari masa kehamilan sampai menikah. Rsi Yadnya adalah upacara untuk pentasbihan seorang pendeta. Sedangkan Butha Yadnya adalah upacara yang diadakan untuk butha dan kala atau roh pengganggu manusia.
Kain Tenun Endek adalah kain yang dipergunakan dalam banyak upacara-upacara penting adat dan keagamaan masyarakat Bali tersebut. Hal itu akibat Kain Tenun Endek sarat makna dan simbol-simbol didalamnya. Banyak simbolisme tentang, manusa (manusia), dewa, tokoh pewayangan, fauna, dll. dalam motif-motifnya.
Kain Tenun Endek merupakan hasil karya seniman bali yang merangkum keindahan Alam khas Bali sekaligus sejarah keindahan karya para seniman religius mereka. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua, Terima kasih.
Tags: tenun