... Asal Usul Kain Tenun Cepuk Rangrang: Sejarah dan Keunikan di Dunia Kerajinan Tangan

Kain Tenun Cepuk Rangrang - Keindahan dan Warisan Budaya dalam Seni Menjahit Tradisional

Ciri Khas Dari Cepuk Rangrang

Bila dilihat dengan mendetail, Kain Tenun Cepuk Rangrang ini nampak memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada tampilannya jika dibandingkan jenis kain tenun lainnya, sebagai berikut ini.

Terlihat sederhana dengan pola-pola geometris seperti: pola-pola kotak (wajik), garis zig-zag, dan bianglala.

Biasanya terdapat lubang-lubang kecil pada bagian pertemuan-pertemuan motif pada lembarannya.

Secara dominan, menggunakan pilihan warna-warna yang cerah, seperti: merah, kuning, biru, dsb.

Pada lembaran kainnya juga terdapat beberapa garis-garis benang berwarna putih sebagai ciri khas yang paling menonjol, masyarakat menyebutnya sebagai “Pangoh Taji”.

Wayang Kulit ( Pulau Jawa)

Wayang kulit adalah kerajinan tangan sekaligus kesenian tradisional yang ada di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut literatur kesusastraan Jawa, wayang kulit pertama kali diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan terinspirasi dari Wayang Beber yang saat itu tengah eksis.

Kerajinan ini dibuat dari kulit kambing, sapi, atau kerbau yang sudah diproses menjadi kulit lembaran dan memiliki ukuran sekitar 50 x 30 cm. Pemakaian bahan tersebut berbeda dengan Wayang Beber yang notabene berbahan dasar kertas.

Pada 7 November 2003, UNESCO sudah mengakui wayang kulit sebagai karya kebudayaan mengagumkan dalam bidang cerita narasi, serta warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Gerabah (Minahasa)

Kerajinan tangan ini bisa ditemukan di Desa Pulutan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Berbagai kerajinan gerabah tersedia di desa ini, seperti belanga, vas bunga, porno (tungku), dan hiasan rumah.

Bahan utama gerabah khas Minahasa adalah tanah liat yang dicampur dengan talk, kaorin, dan pelfar. Kawan bisa memesan gerabahnya langsung di desa ini dengan desain yang Kawan inginkan. Adapun harganya sendiri akan disesuaikan dengan desain yang dibuat si pengrajin gerabah.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ukiran_Jepara
https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_kulit
https://www.orami.co.id/magazine/kain-khas-toraja
https://www.daerahkita.com/artikel/145/kipas-kayu-cendana-kerajinan-tangan-mempesona-dari-bali
https://travel.kompas.com/read/2014/12/08/141900527/Sejarah.Tenun.Cepuk.Rangrang.Asal.Nusa.Penida
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5817187/mengenal-ulos-kain-tenun-khas-suku-batak-yang-penuh-makna?single=1
https://id.wikipedia.org/wiki/Ukiran_Asmat#:~:text=Ukiran%20Asmat%20mayoritasnya%20dibuat%20oleh,orang%20yang%20sudah%20meninggal%20tersebut.
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/01/09/parukidan-sarita-kain-tenun-yang-hiasi-upacara-sakral-suku-toraja

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Kain Ulos (Sumatera Utara)

Bagi masyarakat Batak, kain ulos tidak hanya sekadar kain melainkan juga memiliki kedudukan dan kedudukan tinggi. Pembuatan kain ini harus sesuai dengan pantangan yang sudah ditentukan. Misalnya: panjang ulos yang dibuat harus sesuai dengan ketentuan supaya ulos bisa menjadi pembimbing kehidupan bagi penggunanya. Sebaliknya, panjang ulos yang tidak sesuai ketentuan akan berakibat maut bagi si pemakai kain ulos.

Ulos biasanya dipakai pada kegiatan upacara atau ritual adat-istiadat masyarakat Batak. Namun, makin kesini masyarakat Batak juga mulai menjual kain ini ke pasaran. Ulos juga sering diberikan masyarakat Batak kepada tamu yang datang sebagai simbol penghormatan atau ikatan kasih sayang.


Tags: dari tenun cepuk

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia