... Asal Usul Kain Tenun Cepuk Rangrang: Sejarah dan Keunikan di Dunia Kerajinan Tangan

Kain Tenun Cepuk Rangrang - Keindahan dan Warisan Budaya dalam Seni Menjahit Tradisional

Tips Merawat Kain Cepuk Rangrang

Mengenai perawatannya, Kain Cepuk Rangrang ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar bisa bertahan lama dan tidak cepat luntur.

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menjaga agar serat dan tampilan kain tetap awet.

  • Hindari mengunakan deterjen sebab kandungan bahan kimianya dapat merusak dan memudarkan warna dari kain Tenun.
  • Hindari merendam terlalu lama di air karena hal ini dapat melunturkan warna dari kain tenun.
  • Hindari menggosok dengan sikat terlalu keras karena itu dapat merusak serat dan sususan benang pada kain.
  • Hindari menjemur langsung di bawah paparan sinar matahari, hal ini akan membuat warna cepat memudar.

Oke, itulah sedikit informasi tentang Kain Cepuk Rangrang khas Nusa Penida. Semoga bermanfaat!

Ragam Kain Tenun yang Berasal dari Daerah Indonesia

Kain tenun Indonesia adalah kain yang proses pembuatannya dengan cara menenun benang secara manual menggunakan alat tenun tradisional. Tenun ikat Indonesia memiliki beragam motif, ciri khas, makna, dan cara pembuatan yang bervariasi tergantung dari daerah asalnya.

  • Tenun Berasal dari Daerah Mana?
  • Jenis Kain Tenun Indonesia
  • Teknik Pembuatan Tenun
  • Tahap Pembuatan Kain Tenun
  • Kegunaan Tenun Secara Adat Tradisional
  • Fungsi Kain Tenun di Era Modern
  • Desainer Fashion yang Menggunakan Tenun

Indonesia memiliki beragam jenis kain tenun yang terkenal di dunia, seperti batik, ikat, songket, tenun ulos, dan masih banyak lagi. Setiap jenis tenun memiliki ciri khas dan teknik pembuatan yang berbeda-beda, tergantung pada budaya dan kebiasaan masyarakat di daerah pembuatnya.

Weaving is a method of textile production in which two distinct sets of yarns or threads are interlaced at right angles to form a fabric or cloth. Pengertian tenun menurut Wikipedia

Wayang Kulit ( Pulau Jawa)

Wayang kulit adalah kerajinan tangan sekaligus kesenian tradisional yang ada di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut literatur kesusastraan Jawa, wayang kulit pertama kali diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan terinspirasi dari Wayang Beber yang saat itu tengah eksis.

Kerajinan ini dibuat dari kulit kambing, sapi, atau kerbau yang sudah diproses menjadi kulit lembaran dan memiliki ukuran sekitar 50 x 30 cm. Pemakaian bahan tersebut berbeda dengan Wayang Beber yang notabene berbahan dasar kertas.

Pada 7 November 2003, UNESCO sudah mengakui wayang kulit sebagai karya kebudayaan mengagumkan dalam bidang cerita narasi, serta warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Ciri Khas Dari Cepuk Rangrang

Bila dilihat dengan mendetail, Kain Tenun Cepuk Rangrang ini nampak memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada tampilannya jika dibandingkan jenis kain tenun lainnya, sebagai berikut ini.

Terlihat sederhana dengan pola-pola geometris seperti: pola-pola kotak (wajik), garis zig-zag, dan bianglala.

Biasanya terdapat lubang-lubang kecil pada bagian pertemuan-pertemuan motif pada lembarannya.

Secara dominan, menggunakan pilihan warna-warna yang cerah, seperti: merah, kuning, biru, dsb.

Pada lembaran kainnya juga terdapat beberapa garis-garis benang berwarna putih sebagai ciri khas yang paling menonjol, masyarakat menyebutnya sebagai “Pangoh Taji”.


Tags: dari tenun cepuk

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia